<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035</id><updated>2012-02-07T20:51:11.928-08:00</updated><category term='sejarah'/><category term='inetrview'/><category term='KWN'/><category term='pembelajaran'/><category term='islam'/><category term='sekolah'/><category term='pendidikan'/><category term='metode'/><category term='Lingkungan'/><category term='remaja'/><category term='komputer'/><category term='biologi'/><category term='Umum'/><category term='IQ'/><category term='keluarga'/><category term='kewirausahaan'/><category term='Bahasa Ind'/><category term='sosial'/><category term='olah raga'/><category term='birokrasi'/><category term='politik'/><category term='Psikologi'/><category term='job'/><category term='teknologi pendidikan'/><category term='fisika'/><category term='belajar'/><category term='kenakalan. pubertas'/><category term='Anak'/><category term='Manusia'/><category term='polusi'/><category term='teknologi'/><category term='film'/><category term='FIP'/><category term='ekonomi'/><category term='Kimia'/><category term='MKU'/><category term='bahsa ingris'/><title type='text'>Bhest Blog</title><subtitle type='html'>╚►Hallloooo semua.. Selamat datang, semoga blog tercinta ini bermanfaat buat kita semua.. Jangan lupa berikan feedback dengan memberikan komentar.
Dan jangan Lupa KLIK IKLAN YAAA&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;
DI TUNGGU LO!◄╝</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>173</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-3500211474100664659</id><published>2012-02-07T20:40:00.000-08:00</published><updated>2012-02-07T20:42:47.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kimia'/><title type='text'>Metoda pemisahan standar</title><content type='html'>Tidak ada cara unik untuk memisahkan campuran menjadi komponennya. Satu-satunya cara adalah menggunakan perbedaan sifat kimia dan fisika masing-masing komponen. Titik kritisnya Anda dapat menggunakan perbedaan sifat yang sangat kecil.&lt;br /&gt;a. Filtrasi&lt;br /&gt;Filtrasi, yakni proses penyingkiran padatan dari cairan, adalah metoda pemurnian cairan dan larutan yang paling mendasar. Filtrasi tidak hanya digunakan dalam skala kecil di laboratorium tetapi juga di skala besar di unit pemurnian air. Kertas saring dan saringan digunakan untuk menyingkirkan padatan dari cairan atau larutan. Dengan mengatur ukuran mesh, ukuran partikel yang disingkirkan dapat dipilih.&lt;br /&gt;Biasanya filtrasi alami yang digunakan. Misalnya, sampel yang akan disaring &lt;span class="fullpost"&gt;dituangkan ke corong yang di dasarnya ditaruh kertas saring. Fraksi cairan melewati kertas saring dan padatan yang tinggal di atas kertas saring. Bila sampel cairan terlalu kental, filtrasi dengan penghisapan digunakan. Alat khusus untuk mempercepat filtrasi dengan memvakumkan penampung filtrat juga digunakan.&lt;br /&gt;Filtrasi dengan penghisapan tidak cocok bila cairannya adalah pelarut organik mudah menguap. Dalam kasus ini tekanan harus diberikan pada permukaan cairan atau larutan (filtrasi dengan tekanan).&lt;br /&gt;b. Adsorpsi&lt;br /&gt;Tidak mudah menyingkirkan partikel yang sangat sedikit dengan filtrasi sebab partikel semacam ini akan cenderung menyumbat penyaringnya. Dalam kasus semacam ini direkomendasikan penggunaan penyaring yang secara selektif mengadsorbsi sejumlah kecil pengotor. Bantuan penyaring apapun akan bisa digunakan bila saringannya berpori, hidrofob atau solvofob dan memiliki kisi yang kaku. Celit, keramik diatom dan tanah liat teraktivasi sering digunakan. Karbon teraktivasi memiliki luas permukaan yang besar dan dapat mengadsorbsi banyak senyawa organik dan sering digunakan untuk menyingkirkan zat yang berbau (dalam banyak kasus senyawa organik) dari udara atau air. Silika gel dapat mengadsorbsi air dan digunakan meluas sebagai desikan.&lt;br /&gt;Lapisan-lapisan penyaring dalam unit pengolah air terdiri atas lapisan-lapisan material. Lapisan penyaring yang mirip untuk penggunaan domestik sekarang dapat diperoleh secara komersial.&lt;br /&gt;c. Rekristalisasi&lt;br /&gt;Sebagai metoda pemurnian padatan, rekristalisasi memiliki sejarah yang panjang seperti distilasi. Walaupun beberapa metoda yang lebih rumit telah dikenalkan, rekristalisasi adalah metoda yang &lt;br /&gt;paling penting untuk pemurnian sebab kemudahannya (tidak perlu alat khusus) dan karena keefektifannya. Ke depannya rekristalisasi akan tetap metoda standar untuk memurnikan padatan.&lt;br /&gt;Metoda ini sederhana, material padayan ini terlarut dalam pelarut yang cocok pada suhu tinggi (pada atau dekat titik didih pelarutnya) untuk mendapatkan larutan jenuh atau dekat jenuh. Ketika larutan panas pelahan didinginkan, kristal akan mengendap karena kelarutan padatan biasanya menurun bila suhu diturunkan. Diharapkan bahwa pengotor tidak akan mengkristal karena konsentrasinya dalam larutan tidak terlalu tinggi untuk mencapai jenuh.&lt;br /&gt;Walaupun rekristalisasi adalah metoda yang sangat sederhana, dalam praktek, bukan berarti mudah dilakukan. Saran-saran yang bermanfaat diberikan di bawah ini.&lt;br /&gt;Saran untuk membantu rekristalisasi:&lt;br /&gt;1. Kelarutan material yang akan dimurnikan harus memiliki ketergantungan yang besar pada suhu. Misalnya, kebergantungan pada suhu NaCl hampir dapat diabaikan. Jadi pemurnian NaCl dengan rekristalisasi tidak dapat dilakukan.&lt;br /&gt;2. Kristal tidak harus mengendap dari larutan jenuh dengan pendinginan karena mungkin terbentuk super jenuh. Dalam kasus semacam ini penambahan kristal bibit, mungkin akan efektif. Bila tidak ada kristal bibit, menggaruk dinding mungkin akan berguna.&lt;br /&gt;3. Untuk mencegah reaksi kimia antara pelarut dan zat terlarut, penggunaan pelarut non-polar lebih disarankan. Namun, pelarut non polar cenderung merupakan pelarut yang buruk untuk senyawa polar. Kit a harus hati-hati bila kita menggunakan pelarut polar. Bahkan bila tidak reaksi antara pelarut dan zat terlarut, pembentukan kompleks antara pelarut-zat terlarut.&lt;br /&gt;4. Umumnya, pelarut dengan titik didih rendah umumnya lebih diinginkan. Namun, sekali lagi pelarut dengan titik didih lebih rendah biasanya non polar. Jadi, pemilihan pelarut biasanya bukan masalah sederhana.&lt;br /&gt;d. Distilasi&lt;br /&gt;Distilasi adalah seni memisahkan dan pemurnian dengan menggunakan perbedaan titik didih. Distilasi memiliki sejarah yang panjang dan asal distilasi dapat ditemukan di zaman kuno untuk mendapatkan ekstrak tumbuhan yang diperkirakan dapat merupakan sumber kehidupan. Teknik distilasi ditingkatkan ketika kondenser (pendingin) diperkenalkan. Gin dan whisky, dengan konsentrasi alkohol yang tinggi, didapatkan dengan teknik yang disempurnakan ini.&lt;br /&gt;Pemisahan campuran cairan menjadi komponen dicapai dengan distilasi fraksional. Prinsip distilasi fraksional dapat dijelaskan dengan menggunakan diagram titik didih-komposisi (Gambar 12. 1). Dalam gambar ini, kurva atas menggambarkan komposisi uap pada berbagai titik didih yang dinyatakan di ordinat, kurva bawahnya menyatakan komposisi cairan. Bila cairan dengan komposisi l2 dipanaskan, cairan akan mendidih pada b1. Komposisi uap yang ada dalam kesetimbangan dengan cairan pada suhu b1 adalah v1. Uap ini akan mengembun bila didinginkan pada bagian lebih atas di kolom distilasi (Gambar 12.2), dan embunnya mengalir ke bawah kolom ke bagian yang lebih panas. Bagian ini akan mendidih lagi pada suhu b2 menghasilkan uap dengan komposisi v2. Uap ini akan mengembun menghasilkan cairan dengan komposisi l3.&lt;br /&gt;Jadi, dengan mengulang-ulang proses penguapan-pengembunan, komposisi uap betrubah dari v1 ke v2 dan akhirnya ke v3 untuk mendapatkan konsentrasi komponen A yang lebih mudah menguap dengan konsentrasi yang tinggi.&lt;br /&gt;Kolom distilasi yang panjang dari alat distilasi digunakan di laboratorium (Gambar 12.2) memberikan luas permukaan yang besar agar uap yang berjalan naik dan cairan yang turun dapat bersentuhan. Di puncak kolom, termometer digunakan untuk mengukur suhu fraksi pertama yang kaya dengan komponen yang lebih mudah menguap A. Dengan berjalannya distilasi, skala termometer meningkat menunjukkan bahwa komponen B yang kurang mudah menguap juga ikut terbawa. Wadah penerima harus diubah pada selang waktu tertentu.&lt;br /&gt;Bila perbedaan titik didih A dan B kecil, distilasi fraksional harus diulang-ulang untuk mendapatkan pemisahan yang lebih baik. Produksi minyak bumi tidak lain adalah distilasi fraksional yang berlangsung dalam skala sangat besar.&lt;br /&gt;e. Ekstraksi&lt;br /&gt;Ekstraksi adalah teknik yang sering digunakan bila senyawa organik (sebagian besar hidrofob) dilarutkan atau didispersikan dalam air. Pelarut yang tepat (cukup untuk melarutkan senyawa organik; seharusnya tidak hidrofob) ditambahkan pada fasa larutan dalam airnya, campuran kemudian diaduk dengan baik sehingga senyawa organik diekstraksi dengan baik. Lapisan organik dan air akan dapat dipisahkan dengan corong pisah, dan senyawa organik dapat diambil ulang dari lapisan organik dengan menyingkirkan pelarutnya. Pelarut yang paling sering digunakan adalah dietil eter C2H5OC2H5, yang memiliki titik didih rendah (sehingga mudah disingkirkan) dan dapat melarutkan berbagai senyawa organik.&lt;br /&gt;Ekstraksi bermanfaat untuk memisahkan campuran senyawa dengan berbagai sifat kimia yang berbeda. Contoh yang baik adalah campuran fenol C6H5OH, anilin C6H5NH2 dan toluen C6H5CH3, yang semuanya larut dalam dietil eter. Pertama anilin diekstraksi dengan asam encer. Kemudian fenol diekstraksi dengan basa encer. Toluen dapat dipisahkan dengan menguapkan pelarutnya. Asam yang digunakan untuk mengekstrak anilin ditambahi basa untuk mendaptkan kembali anilinnya, dan alkali yang digunakan mengekstrak fenol diasamkan untuk mendapatkan kembali fenolnya.&lt;br /&gt;Bila senyawa organik tidak larut sama sekali dalam air, pemisahannya akan lengkap. Namun, nyatanya, banyak senyawa organik, khususnya asam dan basa organik dalam derajat tertentu larut juga dalam air. Hal ini merupakan masalah dalam ekstraksi. Untuk memperkecil kehilangan yang disebabkan gejala pelarutan ini, disarankan untuk dilakukan ekstraksi berulang. Anggap anda diizinkan untuk menggunakan sejumlah tertentu pelarut. Daripada anda menggunakan keseluruhan pelarut itu untuk satu kali ekstraksi, lebih baik Anda menggunakan sebagian-sebagian pelarut untuk beberapa kali ekstraksi. Kemudian akhirnya menggabungkan bagian-bagian pelarut tadi. Dengan cara ini senyawa akan terekstraksi dengan lebih baik. Alasannya dapat diberikan di bawah ini dengan menggunakan hukum partisi.&lt;br /&gt;Perhatikan senyawa organik yang larut baik dalam air dan dalam dietil eter ditambahkan pada campuran dua pelarut yang tak saling campur ini. Rasio senyawa organik yang larut dalam masingmasing pelarut adalah konstan. Jadi,&lt;br /&gt;ceter / cair = k (konstan) (12.1)&lt;br /&gt;ceter dan cair adalah konsentrasi zat terlarut dalam dietil eter dan di air. k adalah sejenis konstanta kesetimbangan dan disebut koefisien partisi. Nilai k bergantung pada suhu.&lt;br /&gt;Macam-Macam Destilasi : &lt;br /&gt;1. Distilasi Sederhana, prinsipnya memisahkan dua atau lebih komponen cairan berdasarkan &lt;br /&gt;perbedaan titik didih yang jauh berbeda. &lt;br /&gt;2. Distilasi Fraksionasi (Bertingkat), sama prinsipnya dengan dis.sederhana, hanya&lt;br /&gt;dis.bertingkat ini memiliki rangkaian alat kondensor yang lebih baik, sehingga mampu&lt;br /&gt;memisahkan dua komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang berdekatan.&lt;br /&gt;3. Distilasi Azeotrop, memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih komponen&lt;br /&gt;yang sulit di pisahkan), biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang dapat&lt;br /&gt;memecah ikatan azeotrop tsb, atau dengan menggunakan tekanan tinggi.&lt;br /&gt;4. Distilasi Kering : memanaskan material padat untuk mendapatkan fasa uap dan cairnya. &lt;br /&gt;Biasanya digunakan untuk mengambil cairan bahan bakar dari kayu atau batu bata. &lt;br /&gt;5. Distilasi vakum: memisahkan dua kompenen yang titik didihnya sangat tinggi, motede yang&lt;br /&gt;digunakan adalah dengan menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1 atm, shg&lt;br /&gt;titik didihnya juga menjadi rendah, dalam prosesnya suhu yang digunakan untuk&lt;br /&gt;mendistilasinya tidak perlu terlalu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-3500211474100664659?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/3500211474100664659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2012/02/metoda-pemisahan-standar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3500211474100664659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3500211474100664659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2012/02/metoda-pemisahan-standar.html' title='Metoda pemisahan standar'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-8058445985001489198</id><published>2012-02-07T20:37:00.000-08:00</published><updated>2012-02-07T20:44:59.524-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='remaja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenakalan. pubertas'/><title type='text'>Kenakalan Remaja, Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan</title><content type='html'>Sebenarnya menjaga sikap dan tindak tanduk positif itu tidak hanya tanggung jawab para guru dan keluarganya, tetapi semua orang, Guru yang selalu mengusahakan keluarganya menjadi garda terdepan dalam memberikan pendidikan dengan sebuah contoh, adalah cerminan komitmen dan pendalaman makna dari seorang guru. Sang guru harus berusaha agar keluarganya baik dan tidak korupsi agar ia dapat mengajari kepada murid-muridnya yang merupakan remaja generasi penerus bangsa memiliki moral dan ahlak baik dan tidak korupsi, berusaha tidak berbohong agar murid-muridnya sebagai remaja yang baik tidak menjadi pendusta, tidak terjaebak dalam kenakalan remaja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Guru adalah profesi yang mulia dan tidak mudah dilaksanakan serta memiliki posisi yang sangat luhur di masyarakat. Semua orang pasti akan membenarkan pernyataan ini jika mengerti sejauh mana peran dan tanggung jawab seorang guru . Sejak saya baru berusia 6 tahun hingga dewasa, orang tua saya yang merupakan seorang guru, selalu memberikan instruksi yang mengingatkan kami para anak-anaknya adalah anak seorang guru yang harus selalu menjaga tingkah laku agar selalu baik dan jangan sampai melakukan sebuah kesalahan . Seberat itukah, seharus itukah kami bertindak Lantas apa hubungan profesi orang tua dengan dengan anak-anaknya, apakah hanya anak seorang guru yang harus demikian ?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran guru tidak hanya sebatas tugas yang harus dilaksanakan di depan kelas saja, tetapi seluruh hidupnya memang harus di dedikasikan untuk pendidikan. Tidak hanya menyampaikan teori-teori akademis saja tetapi suri tauladan yang digambarkan dengan perilaku seorang guru dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkesannya seorang Guru adalah sosok orang sempurna yang di tuntut tidak melakukan kesalahan sedikitpun, sedikit saja sang guru salah dalam bertutur kata itu akan tertanam sangat mendalam dalam sanubari para remaja. Jika sang guru mempunyai kebiasaan buruk dan itu di ketahui oleh sang murid, tidak ayal jika itu akan dijadikan referensi bagi para remaja yang lain tentang pembenaran kesalahan yang sedang ia lakukan, dan ini dapat menjadi satu penyebab, alasan mengapa terjadi kenakalan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya filosofi sang guru ini layak untuk di jadikan filosofi hidup, karena hampir setiap orang akan menjadi seorang ayah dan ibu yang notabenenya merupakan guru yang terdekat bagi anak-anak penerus bangsa ini. Akan sulit bagi seorang ayah untuk melarang anak remajanya untuk tidak merokok jika seorang ayahnya adalah perokok. Akan sulit bagi seorang ibu untuk mengajari anak-anak remaja untuk selalu jujur, jika dirumah sang ibu selalu berdusta kepada ayah dan lingkungannya, atau sebaliknya. jadi bagaimana mungkin orang tua melarang remaja untuk tidak nakal sementara mereka sendiri nakal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu siang saya agak miris melihat seorang remaja SMP sedang asik mengisap sebatang rokok bersama adik kelasnya yang masih di SD, itu terlihat dari seragam yang dikenakan dan usianya memang terbilang masih remaja. Siapa yang harus disalahkan dalam kasus ini. Apakah sianak remaja tersebut, sepertinya tidak adil kalau kita hanya menyalahkan si anak remaja itu saja, anak itu terlahir bagaikan selembar kertas yang masih putih, mau jadi seperti apa kelak di hari tuanya tergantung dengan tinta dan menulis apa pada selembar kertas putih itu . Orang pertama yang patut disalahkan mungkin adalah guru, baik guru yang ada di rumah ( orang tua ), di sekolah ( guru), atau pun lingkungannya hingga secara tanpa disadari mencetak para remaja tersebut untuk melakukan perbuatan yang dapat digolongkan ke dalam kenakalan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran orang tua yang bertanggung jawab terhadap keselamatan para remaja tentunya tidak membiarkan anaknya terlena dengan fasilitas-fasilitas yang dapat menenggelamkan si anak remaja kedalam kenakalan remaja, kontrol yang baik dengan selalu memberikan pendidikan moral dan agama yang baik diharapkan akan dapat membimbing si anak remaja ke jalan yang benar, bagaimana orang tua dapat mendidik anaknya menjadi remaja yang sholeh sedangkan orang tuanya jarang menjalankan sesuatu yang mencerminkan kesholehan, ke masjid misalnya. Jadi jangan heran apabila terjadi kenakalan remaja, karena sang remaja mencontoh pola kenakalan para orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah memang untuk menjadi seorang guru. Menjadi guru diharapkan tidak hanya didasari oleh gaji guru yang akan dinaikkan, bukan merupakan pilihan terakhir setelah tidak dapat berprofesi di bidang yang lain, tidak juga karena peluang. Selayaknya cita-cita untuk menjadi guru didasari oleh sebuah idealisme yang luhur, untuk menciptakan para remaja sebagai generasi penerus yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya Guru tidak hanya dipandang sebagai profesi saja, tetapi adalah bagian hidup dan idialisme seorang guru memang harus dijunjung setinggi-tingginya. Idealisme itu seharusnya tidak tergantikan oleh apapun termasuk uang. Namun guru adalah manusia, sekuat-kuatnya manusia bertahan dia tetaplah manusia, jika terpaan cobaan itu terlalu kuat manusia juga dapat melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir akhir ini ada berita di media masa yang sangat meruntuhkan citra sang guru adalah berita tentang pencabulan Oknum guru terhadap anak didiknya. Kalau pepatah mengatakan guru kencing bediri murid kencing berlari itu benar, berarti satu orang guru melakukan itu berapa orang murid yang lebih parah dari itu, hingga akhirnya menciptakan pola kenakalan remaja yang sangat tidak ingin kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala ini telah menunjukan kebenarannya. Kita ambil saja kasus siswa remaja mesum yang dilakukan oleh para remaja belia seperti misalnya kasus-kasus di remaja mesum di taman sari Pangkalpinang ibukota provinsi Bangka Belitung, lokasi remaja pacaran di bukit dealova pangkalpinang, dan remaja Ayam kampus yang mulai marak di tambah lagi foto-foto syur remaja SMP jebus, ini menunjukkan bahwa pepatah itu menujukkan kebenarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja team yang terdiri dari orang tua (sebagai guru dirumah), Guru di sekolah, dan Lingkungan (sebagai Guru saat anak-anak, para remaja bermain dan belajar) harus di bentuk. diawali dengan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru di sekolah, pertemuan yang intensif antara keduanya akan saling memberikan informasi yang sangat mendukung bagi pendidikan para remaja. Peran Lingkungan pun harus lebih peduli, dengan menganggap para remaja yang ada di lingkungannya adalah tanggung jawab bersama, tentunya lingkungan pun akan dapat memberikan informasi yang benar kepada orang tua tentang tindak tanduk si remaja tersebut dan kemudian dapat digunakan untuk mengevaluasi perkembangannya agar tidak terjebak dalam kenakalan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlihat betapa peran orang tua sangat memegang peranan penting dalam membentuk pola perilaku para remaja, setelah semua informasi tentang pertumbuhan anaknya di dapat, orang tuapun harus pandai mengelola informasi itu dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari baik buruknya seorang guru nampaknya filosofi seorang guru dapat dijadikan pegangan bagi kita semua terutama bagi para orang tua untuk menangkal kenakalan remaja, mari kita bersama-sama untuk menjadi guru bagi anak-anak dan para remaja kita para remaja belia, dengan selalu memberi contoh kebenaran dan memberi dorongan untuk berbuat kebenaran. Sang guru bagi para remaja adalah Orang tua, guru sekolah dan lingkungan tempat ia di besarkan. Seandainya sang guru dapat memberi teladan yang baik mudah-mudahan generasi remaja kita akan ada di jalan yang benar dan selamat dari budaya "kenakalan remaja" yang merusak kehidupan dan masa depan para remaja, semoga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-8058445985001489198?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/8058445985001489198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2012/02/kenakalan-remaja-peran-orang-tua-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/8058445985001489198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/8058445985001489198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2012/02/kenakalan-remaja-peran-orang-tua-guru.html' title='Kenakalan Remaja, Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-3667618555166151825</id><published>2012-02-05T01:25:00.000-08:00</published><updated>2012-02-07T20:45:41.939-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kewirausahaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MKU'/><title type='text'>KEWIRAUSAHAAN</title><content type='html'>1. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber dayasumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.  Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatankesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan.&lt;br /&gt;Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ETIKA KEWIRAUSAHAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika wirausaha adalah adat sopan santun, adat kebiasaan dan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan kewirausahaan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, seorang wirausaha harus memiliki :&lt;br /&gt;• Budi pekerti yang baik;&lt;br /&gt;• Rasa sopan santun di dalam segi kegiatan kewirausahaan;&lt;br /&gt;• Tatakrama di dalam segala tindakan dan perbuatan waktu berwirausaha;&lt;br /&gt;• Memiliki tanggung jawab pada usahanya;&lt;br /&gt;• Bersikap jujur dan benar sesuai dengan profesi usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. TUJUAN DAN MANFAAT KEWIRAUSAHAAN&lt;br /&gt;Manfaat para Wirausaha untuk pembangunan Nasional Indonesia, diantaranya :&lt;br /&gt;• Sebagai generator dan sumber penciptaan serta perluasan kesempatan kerja;&lt;br /&gt;• Pelaksana penbangunan bangsa dan Negara;&lt;br /&gt;• Meningkatkan kepribadian dan martabat harga diri;&lt;br /&gt;• Memajukan lingkungan yang dapat dipercaya;&lt;br /&gt;• Melaksanakan lingkungan yang dapat dipercaya;&lt;br /&gt;• Melaksanakan adanya persaingan yang sehat dan wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHA&lt;br /&gt;Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Disiplin&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi.  Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya.  Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan.  Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan. Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut. Wirausahawan harus taat azas. Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan. Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja.&lt;br /&gt;• Komitmen Tinggi&lt;br /&gt;Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan).  Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya.  Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.&lt;br /&gt;• Jujur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks. Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan.&lt;br /&gt;• Kreatif dan Inovatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu.  Justru seringkali ide-ide jenius yangmemberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.&lt;br /&gt;• Mandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.&lt;br /&gt;• Realistis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya. Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/ sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. CIRI-CIRI WIRAUSAHA YANG BERHASIL&lt;br /&gt;Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga memiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:&lt;br /&gt;• Percaya diri&lt;br /&gt;• Berorientasikan tugas dan hasil&lt;br /&gt;• Pengambil risiko&lt;br /&gt;• Kepemimpinan&lt;br /&gt;• Keorisinilan&lt;br /&gt;• Berorientasi ke masa depan&lt;br /&gt;• Jujur dan tekun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat lain M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993; 6-7 ) mengemungkakan&lt;br /&gt;delapan karakteristik yang meliputi :&lt;br /&gt;• 1. Memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.&lt;br /&gt;• 2. Lebih memilih risiko yang moderat.&lt;br /&gt;• 3. Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil&lt;br /&gt;• 4. Selalu menghendaki umpan balik yang segera&lt;br /&gt;• 5. Berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan&lt;br /&gt;• 6. Memiliki semangat kerja dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi&lt;br /&gt;• masa depan yang lebih baik .&lt;br /&gt;• 7. Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan&lt;br /&gt;• nilai tambah&lt;br /&gt;• 8. Selalu menilai prestasi dengan uang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-3667618555166151825?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/3667618555166151825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2012/02/kewirausahaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3667618555166151825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3667618555166151825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2012/02/kewirausahaan.html' title='KEWIRAUSAHAAN'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-7310346420656675519</id><published>2011-12-21T02:51:00.000-08:00</published><updated>2012-02-07T20:46:01.325-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FIP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><title type='text'>SOAL UJIAN SEMESTER MATA KULIAH PEMBELAJARAN TIK SMP/SMA</title><content type='html'>SOAL UJIAN SEMESTER&lt;br /&gt;MATA KULIAH PEMBELAJARAN TIK SMP/SMA&lt;br /&gt;A. Petunjuk&lt;br /&gt;1. Jawaban ujian dikirim ke fetri53829@yahoo.co.id    paling lambat 4 jam setelah soal diterima&lt;br /&gt;2. Sdr tidak boleh bekerjasama dalam menjawab ujian ini dan jika melanggar Sdr. akan dikenakan sanksi akademis &lt;br /&gt;B. Soal&lt;br /&gt;1. Jelaskanlah  alasan  perlunya saudara mempelajari kurikulum TIK SMP/SMA bila dikaitkan dengan visi dan misi program studi Teknologi Pendidikan &lt;br /&gt;2. Pembelajaran TIK dipandang sebagian orang tidak diperlukan karena siswa sudah mendapatkan pengetahuan dan keterampilannya di luar sekolah. Bagaimana pendapat Sdr tentang pandangan tersebut. Apa yang harus sdr lakukan sebagai guru TIK ? jelaskan argumentasi Sdr &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. Ada tiga sasaran utama pembelajaran TIK di SMP dan SMA, jelaskanlah maksudnya, berikan contohnya masing-masing pada KD yang harus dikuasai oleh peserta didik  (menurut kurikulum SMP atau SMA)&lt;br /&gt;4.  Diterapkannya KTSP memberi peluang bagi guru untuk menata sendiri pembelajarannya. jelaskan maksudnya dan berikan  1 contoh &lt;br /&gt;5. Bila dikaji silabus TIK di beberapa SMP/SMA terdapat  sejumlah kesamaan . Jelaskanlah bagaimana pendapat Sdr. terhadap keadaan tersebut dan bagaimana seharusnya jika guru mengacu kepada KTSP dalam pengembangan kurikulum, berikan satu contoh.&lt;br /&gt;6. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Seorang guru harus memiliki 4 kompetensi. Jelaskanlah maksudnya, berikan contoh penerapannya bagi guru TIK baik di SMP maupun SMA.&lt;br /&gt;7. KTSP mengamanahkan agar guru melaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan  Pembelajaran Aktif , Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) Jelaskanlahkan maksudnya , sertakan dengan satu contoh penerapannya pada pembelajaran TIK&lt;br /&gt;8. Pengembangan budaya dan karakter bangsa merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam membelajarkan peserta didik. Jelaskanlah bagaimana  upaya yang akan Sdr lakukan untuk mengintergrasikan konsep tersebut pada bidang studi TIK di SMP dan atau SMA, betikan satu contoh&lt;br /&gt;Selamat Bekerja&lt;br /&gt;Nama  : Besra Julia Sandra&lt;br /&gt;NIM/BP : 11718/2009&lt;br /&gt;Jur  : Teknologi Pendidikan&lt;br /&gt;Jawaban :&lt;br /&gt;1. Dari visi dan Misi Program studi Teknologi Pendidikan  yaitu Pusat keunggulan tenaga kependidikan dan perekayasa pembelajaran serta pendidik dalam bidang Teknologi Informasi &amp; Komunikasi di berbagai lembaga pendidikan. Jelaslah betapa pentingnya mempelajari Kurikulum TIK SMA/SMP, karena mempelajari Kurikulum TIK SMP/SMA merupakan nyawa dari program studi teknologi pendidikan, tanpa mempelajari kurikulum maka kita tidak bisa menjadi perekayasa pembelajaran serta pendidik dalam teknologi dan komunikasi.&lt;br /&gt;2. Argumentasi tentang tidak perlunya mempelajri TIK karena siswa telah mendapatkan pengetahuan diluar sekolah tidak sepenuhnya BENAR. Karena tidak semua siswa telah mendapatkan pengetahuan tentang teknologi informasi. Kebanyakan meraka yang kalangan atas atau berada di perkotaan kemungkinan telah mendapatkan pengetahuant ersebut. Namun mereka hanya mendapatkan pengetahuan yang umum saja. Tidak mengetahui seuruh dari pengetahuan yang diperlukan untuk mempelajari teknolgi komunikasi. Nah, bagaimana dengan masyarakat pedesaan? Masyarakat pedesaan kemungkinan besar tidak mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang teknolgi informasi dari luar sekolah. Tidak menutup kemungkinan ada dari siswa pedesaan tersebut yang tidak pernah melihat komputer sekalipun. Karena keterbatasan sarana dan prasana yang mereka miliki. Sebagai guru Tik kita tetaplah akan memberikan pengethuan yang cukup kepada siswa, baik yang telah mendapatkan pengetahua, terutama kepada masyarakat pedesaan. Seagai contoh SMP 4 Nagari Ampalu dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Sampai sekarang mash belajar teori untuk belajar TIK. Saya belum tahu apakah masih ada dar siswa yang belum pernah melihat komputer sama sekali. Tugas saya adalah memberika yang terbaik untuk mereka dalam mendapatkan pengetahuan teknologi informasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Tiga sasaran utama pembelajar TIK di SMP dan SMA adalah a. afektif, b. kognitif, c. psikomotorik&lt;br /&gt;a. kognitif adalah menyangkut kecerdasan atau intelektual siswa seperti pengetahuan yang dikuasainya maupunc cara berfikirnya. Bagian pengetahuan mencakup kemampuan atau penguasaan terhadap pengertian atau definisi sesuatu, prinsip dasar, pola urutan, dan seagainya, sedangkan keterampilan intelektual mencakup tingkatan dari pemahaman, aplikasi, analisa, sintesa, dan evaluasi. Semakin tingkat kemampuan seseorang maka semakin tinggi tingkat kecerdasanya.&lt;br /&gt;b. Afektif adalah kemampuan yang menyangkut aspek perasaan atau emosi (sikap) yang meliputiaspek penerimaan terhadap lingkungan, tanggapan atau respon tehadap lingkungan, serta kareakteristik dari nilai nili tertentu yang menginternalisasikan dalam diri seseorang.&lt;br /&gt;c. Sedangkan psikomotorik adalah kemampuan yang mencakup kemampuan fisik dalam mengerjakan atau menyelesaikan sesuatu, seperti keteampilan dalam bidang olah raga, dan sebagainya. Ranah ini juga terbagi dalam beberapa aspek yang meliputi persepsi terhadap panca indra, respon motorik yang terlihat atau tampak. Dll. &lt;br /&gt;Contohnya yaitu pada KD 2.1 pada mata pelajaran Tik untuk kelas VII SMP. KD nya dalah mengaktifkan komputer sesuaiprosedur. Pada awalnya siswa diberikan teori tentang tata cara mengaktifkan komputer sesuai dengan prosedur yang benar, hal ini terkait dengan aspek kognitif. Setelah diberikan teori, siswa diberikan untuk praktek secara pribadi bagaimana cara mengaktifkan komputer sesuai dengan prosedur yang telah diajarkan oleh guru, dan hal ini adalah merupakan aspek psikomotorik. Setelah praktek dan mendapatkan teori dari guru, maka siswa akan merubah kebiasaannya yang biasnya mengaktifkan komputer dengan cara yang tidak benar. Maka sikap siswa dalam memperlakukan komputer akan berubah, dan ini terasuk kedalam aspek afektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pada pelaksanaan kurikulum dimasa lalu adalah adanya penyeragaman kurikulum di seluruh Indonesia, tidak melihat pada situasi riil dilapangan dan kurang menghargai potensi keunggulan lokal dan itu merupakan salah satu bentuk penyebab kegagalan kurikulum yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;Penyeragaman kurikulum ini juga mengakibatkan pada beberapa kenyataan bahwa sekolah di daerah pertanian sama saja dengan sekolah di daerah pesisir pantai, sekolah di daerah industri sama dengan sekolah di daerah pariwisata, sehingga tidak memberikan potensi yang cukup bagi peserta didik untuk mengembangkan diri dan keunggulan khas yang ada di daerahnya, &lt;br /&gt;maka dengan adanya KTSP peserta didik memiliki kemampuan beradaptasi dengan daerah setempat karena ketrampilan yang diajarkan berdasarkan pada lingkungan dan kemampuan peserta didik.&lt;br /&gt;Dalam KTSP kebijakan guru dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran beserta sistem evaluasinya didesentralisasikan ke sekolah dan satuan pendidikan, sehingga pengembangan kurikulum diharapkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan masyarakat secara lebih fleksibel.&lt;br /&gt;Dengan adanya otonomi daerah, maka sekolah beserta komite sekolah dapat secara bersama – sama merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, situasi dan kondisi lingkungan sekolah. Sebagai satuan yang baru, sekolah mungkin mengalami kesulitan dalam menyusun KTSP, oleh karena itu jika diperlukan sekolah dapat berkonsultasi baik secara vertikal maupun horisontal. Secara vertikal sekolah dapat berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota, Dinas Pendidikan Propinsi dan Departemen Pendidikan, edangkan secara horisontal sekolah dapat bermitra dengan dunia industri, kerajinan, pariwisata, petani, nelyan dan lain – lain agar kurikulum yang dibuat oleh sekolah benr – benar mampu menjawab kebutuhan di daerah dimana sekolah tersebut berada.  Mendorong para guru, kepala sekolah dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.&lt;br /&gt;Contohnya adalah guru di pedesaan bisa mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan potensi dan keadaan didaerah tersebut. Sehingga siswa lebih menguasai semua pengetahuan informasi dengan cara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. terdapatnya beberapa kesamaan silabus antara SMP dan SMA tidak menyebabkan kemampuan antar ekduanya menjadi sama. Ditinggkat SMP mereka mempelajari hal-hal yang dasar sedangkan di bangku SMA mereka terus melanjutkan ketinggkat yang lebih spesifik jadi walaupun sama namun berbeda dari tingkat tangkapan atau pemahaman yang diberikan. &lt;br /&gt;6. 4 kompetensi guru yang mutlak harus dmiliki.&lt;br /&gt;1. Kompetensi profesional; memiliki pengetahuan yang luas dari bidang studi yang diajarkannya, tidak hanya memiliki kemampun dalam bidang yang di ajarkanya saja namun juga mencakup pengetetahuan lain. memilih dan menggunakan berbagai metode mengajar di dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakannya.&lt;br /&gt;2. Kompetensi kemasyarakatan; mampu berkomunikasi, baik dengan siswa, sesama guru, maupun masyarakat luas. Dan terutama dalam menangani siswa. Karena siswa memiliki kepribadian yang berbeda tiap individunya, maka guru harus benar siap dalam menghadapi Tingkah lagu yang berbeda dari tiap murid. Jika tidak ada kesiapan tentang hal tersebut maka bukan tidak mungkin guru melakukan hal yang membuat siswa tidak bisa berkembang karena diajar dengan cara yang salah. Karena tidak sesuai dengan kemampuan dan kepribadian siswa.&lt;br /&gt;3. Kompetensi personal; yaitu memiliki kepribadian yang mantap dan patut diteladani. Dengan demikian, seorang guru akan mampu menjadi seorang pemimpin yang menjalankan peran : ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani&lt;br /&gt; 4. Kompetensi Pedagogik : Merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi:&lt;br /&gt;• Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan&lt;br /&gt;• Pemahaman terhadap peserta didik&lt;br /&gt;• Pengembangan kurikulum / silabus&lt;br /&gt;• Perancangan pembelajaran&lt;br /&gt;• Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis&lt;br /&gt;• Evaluasi hasil belajar&lt;br /&gt;• Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan&lt;br /&gt;Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.&lt;br /&gt;secara garis besar, gambaran PAKEM adalah sebagai berikut&lt;br /&gt;• Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.&lt;br /&gt;• Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.&lt;br /&gt;• Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.&lt;br /&gt;• Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.&lt;br /&gt;8.  Pengertian Karakter Menurut  Hermawan  Kertajaya  (2010:  3),  karakter  adalah  ”ciri  khas”  yang  dimiliki    oleh   suatu  benda    atau  individu.   Ciri   khas  tersebut   adalah   asli  dan mengakar         pada     kepribadian       benda     atau     individu      tersebut,     serta merupakan  ”mesin”  yang  mendorong  bagaimana  seseorang  bertindak,  bersikap, berucap, dan merespon sesuatu. TIK    harus   benar-benar     dimanfaatkan     dengan     tujuan  para    peserta   didik mampu   mendengarkan   dengan   baik,   berbicara,   membaca,   dan   menulis.   Dengan begitu mereka akan mampu menyampaikan pesannya kepada khalayak ramai dan membuat       diri  mereka      menjadi     orang    hebat   luar   biasa   karena     memiliki kemampuan berbahasa secara baik.        Semua hal di atas itu harus terintegrasikan dalam pendidikan karakter yang berbasis TIK. TIK harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk menerapkan nili-nilai dasar    pendidikan    karakter,   dan   dapat   dimanfaatkan      sebaik-baiknya     agar   para generasi bangsa ini mampu mengembangkan kreativitasnya.&lt;br /&gt;Salah satu contoh yang paling mudah dalam pendidikan karakter diantaranya adalah    penanaman       nilai   kejujuran.   Para    guru    harus   mampu menanamkan kejujuran dalam diri setiap peserta didik. Tak berkata bohong. (dusta) dan mampu berkata    benar   dalam    segala  sikap   dan   tingkah   lakunya. Nilai karakter lain yang perlu ditanamkan melalui TIK adalah budaya baca. Budaya baca yang mulai hilang dari dunia anak-anak kita harus sudah digiatkan kembali dengan konten-konten edukasi yang dibuat sendiri oleh para guru melalui blog    atau  website   sekolah. &lt;br /&gt;Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran TIK dapat dilakukan dengan penanaman konsep karakter dalam setiap pembelajaran. Misalnya pada materi HAKI, siswa benar – benar diajarkan tentang bagaimana menghargai karya orang lain, sehingga karakter bangsa yang akan berkembang nantinya bukanlah generasi yang merusak karya orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-7310346420656675519?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/7310346420656675519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/12/soal-ujian-semester-mata-kuliah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/7310346420656675519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/7310346420656675519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/12/soal-ujian-semester-mata-kuliah.html' title='SOAL UJIAN SEMESTER MATA KULIAH PEMBELAJARAN TIK SMP/SMA'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-8739990518524164550</id><published>2011-06-06T21:35:00.000-07:00</published><updated>2012-02-07T20:46:17.544-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='polusi'/><title type='text'>PENCEMARAN LINGKUNGAN</title><content type='html'>Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat  tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu zat dapat disebut polutan apabila:&lt;br /&gt;1. jumlahnya melebihi jumlah normal&lt;br /&gt;2. berada pada waktu yang tidak tepat&lt;br /&gt;3. berada pada tempat yang tidak tepat&lt;br /&gt;Sifat polutan adalah:&lt;br /&gt;1. merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat&lt;br /&gt;lingkungan tidak merusak lagi&lt;br /&gt;2. merusak dalam jangka waktu lama.&lt;br /&gt;Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi&lt;br /&gt;dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh&lt;br /&gt;sampai tingkat yang merusak.&lt;br /&gt;Macam-macam Pencemaran&lt;br /&gt;Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, macam bahan pencemarnya, dan tingkat pencemaran.&lt;br /&gt;a. Menurut tempat terjadinya&lt;br /&gt;Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.&lt;br /&gt;1. Pencemaran udara&lt;br /&gt;Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut.&lt;br /&gt;a. Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi,&lt;br /&gt;bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.&lt;br /&gt;b. Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak&lt;br /&gt;berbau, bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak&lt;br /&gt;sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam&lt;br /&gt;udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat meng-&lt;br /&gt;ganggu pernapasan. Selain itu, gas C02 yang terlalu berlebihan di&lt;br /&gt;bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas.&lt;br /&gt;Pemanasan global di bumi akibat C02 disebut juga sebagai efek rumah&lt;br /&gt;kaca.&lt;br /&gt;c. Partikel SOZ dan NO2. Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair&lt;br /&gt;membentuk embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat&lt;br /&gt;mengganggu pernapasan. Partikel padat, misalnya bakteri, jamur,&lt;br /&gt;virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.&lt;br /&gt;d. Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan meng-&lt;br /&gt;hasilkan sulfur dioksida. Sulfur dioksida ber$ama dengan udara serta&lt;br /&gt;oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur. Asam ini&lt;br /&gt;membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang&lt;br /&gt;disebut hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada&lt;br /&gt;manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan,&lt;br /&gt;perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih.&lt;br /&gt;Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi. materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian.&lt;br /&gt;Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.&lt;br /&gt;2. Pencemaran air&lt;br /&gt;Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut.&lt;br /&gt;a. Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan&lt;br /&gt;sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. Buangan&lt;br /&gt;industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat&lt;br /&gt;racun.&lt;br /&gt;b. Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan 02 di air&lt;br /&gt;berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air.&lt;br /&gt;c. Fosfat hasil pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian&lt;br /&gt;terakumulasi dan menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral&lt;br /&gt;yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (Blooming&lt;br /&gt;alga). Akibatnya, tanaman di dalam air tidak dapat berfotosintesis&lt;br /&gt;karena sinar matahari terhalang.&lt;br /&gt;Salah satu bahan pencemar di laut ada lah tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. (Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut.&lt;br /&gt;Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.&lt;br /&gt;3. Pencemaran tanah&lt;br /&gt;Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :&lt;br /&gt;a. sampah-sampah pla.stik yang sukar hancur, botol, karet sintesis,&lt;br /&gt;pecahan kaca, dan kaleng&lt;br /&gt;b. detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit&lt;br /&gt;diuraikan)&lt;br /&gt;c. zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.&lt;br /&gt;4. Polusi suara &lt;br /&gt;Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.&lt;br /&gt;b. Menurut macam bahan pencemar&lt;br /&gt;Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi),&lt;br /&gt;pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.&lt;br /&gt;2. Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba&lt;br /&gt;coli, dan Salmonella thyposa.&lt;br /&gt;3. Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.&lt;br /&gt;c. Menurut tingkat pencemaran&lt;br /&gt;Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada&lt;br /&gt;panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada&lt;br /&gt;ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang&lt;br /&gt;menyebabkan mata pedih.&lt;br /&gt;2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan&lt;br /&gt;menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa)&lt;br /&gt;di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi&lt;br /&gt;cacat.&lt;br /&gt;3. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya&lt;br /&gt;sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam&lt;br /&gt;lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.&lt;br /&gt;2. Parameter Pencemaran&lt;br /&gt;Dengan mengetahui beberapa parameter yang ads pads daerah/kawasan penelitian akan dapat diketahui tingkat pencemaran atau apakah lingkungan itu sudah terkena pencemaran atau belum. Paramaterparameter yang merupakan indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Parameter kimia&lt;br /&gt;Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas, fosfor, dan logam-logam&lt;br /&gt;berat.&lt;br /&gt;b. Parameter biokimia&lt;br /&gt;Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu&lt;br /&gt;jumlah oksigen dalam air. Cars pengukurannya adalah dengan&lt;br /&gt;menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya&lt;br /&gt;selama 5 hari. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan&lt;br /&gt;untuk mengukur banyaknya pencemar organik.&lt;br /&gt;Menurut menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.&lt;br /&gt;c. Parameter fisik&lt;br /&gt;Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.&lt;br /&gt;d. Parameter biologi&lt;br /&gt;Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, bakteri coli, virus, bentos, dan plankton.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-8739990518524164550?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/8739990518524164550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/06/pencemaran-lingkungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/8739990518524164550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/8739990518524164550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/06/pencemaran-lingkungan.html' title='PENCEMARAN LINGKUNGAN'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-5752282227217517958</id><published>2011-03-25T23:08:00.000-07:00</published><updated>2011-03-25T23:11:56.335-07:00</updated><title type='text'>Syarat  Gedung Perpustakaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-2SKtyXvuCmM/TY2DgGRQ7LI/AAAAAAAAAMY/bO24eE6jpVQ/s1600/book%2Bplace%2Bcopy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-2SKtyXvuCmM/TY2DgGRQ7LI/AAAAAAAAAMY/bO24eE6jpVQ/s320/book%2Bplace%2Bcopy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588267300098731186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan untuk gedung perpustakaan:&lt;br /&gt;• Lokasi&lt;br /&gt;• Kebutuhan ruang&lt;br /&gt;• Tata ruang&lt;br /&gt;• Kenyamanan&lt;br /&gt;• Jumlah pengguna (jiwa)&lt;br /&gt;• Jumlah koleksi&lt;br /&gt;• Jenis dan macam layanan/ jasa yang diberikan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;10 syarat gedung perpustakaan:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;• Flexible; ruangan, suhu, penerangan, dll dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dapat dipinda-pindah dengan mudah bila diperlukan&lt;br /&gt;• Accessible; mudah dijangkau baik dari luar maupun dari pintu masuk&lt;br /&gt;• Compact; artinya mudah untuk mobilitas (perpindahan) pembaca, staf ataupun koleksi&lt;br /&gt;• Extendible; artinya dapat diperluas untuk keperluan yang akan dating tanpa banyak perubahan/gangguan (tidak membongkar yang sudah ada)&lt;br /&gt;• Varied; dapat menyediakan berbagai ruangan untuk berbagai koleksi dan berbagai jenis layanan&lt;br /&gt;• Organized; diatur dengan baik, sehingga memudahkan akses&lt;br /&gt;• Comfortable; menyenangkan, suasananya nyaman, tenang, dll.&lt;br /&gt;• Constant in Environment; memiliki temperature yang tetap sebagai upaya melindungi koleksi&lt;br /&gt;• Secure; aman dari segala gangguan&lt;br /&gt;• Economic; dapat dibangun dan dipelihara dengan biaya yang seekonomis mungkin&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penggunaan ruang&lt;br /&gt;Penggunaan ruang perpustakaan diatur dengan ketentuan sbb:&lt;br /&gt;• Ruang koleksi               : 25%&lt;br /&gt;• Ruang baca                  : 45%&lt;br /&gt;• Ruang staf                    : 20%&lt;br /&gt;• Keperluan lain              : 10%&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal-hal uang penting&lt;br /&gt;• Penerangan; sedapat mungkin, pada siang hari tidak mendapat cahaya matahari langsung, tetapi ruangan cukup terang. Lampu yang digunakan sebaiknya lampu neon&lt;br /&gt;• System penyejukan (terutama untuk koleksi AV= 25 derajat celcius)&lt;br /&gt;• Saluran air; jangan sampai menyebabkan kelembapan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Antisipasi terhadap berbagai gangguan keamanan:&lt;br /&gt;• Kebakaran: sebaiknya tersedia alat pemadam kebakaran dan instalasi listrik perlu diperhatikan&lt;br /&gt;• Air: memilih lokasi yang bebas banjir, dan terhindar dari perembasan air tanah&lt;br /&gt;• Hama: konstruksi dan bahan bangunan teutama pada atap hendaknya tidak memberi peluang bagi berkembang biaknya hama&lt;br /&gt;• Angina dan gempa bumi: berhubungan dengan konstruksi yang perlu dipertimbangkan&lt;br /&gt;• Petir: system penangkal petir harus dipasang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perlengkapan perpustakaan&lt;br /&gt;• Rak untuk koleksi: rak buku, rak majalah, rak bahan AV, dll.&lt;br /&gt;• Meja dan kursi baca&lt;br /&gt;• Meja dan kursi petugas&lt;br /&gt;• Laci atau computer catalog&lt;br /&gt;• Tempat penitipan tas&lt;br /&gt;• Perlengkapan kerja: mesin tik, computer, dll.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Desain ruang dan perabot&lt;br /&gt;• Ruang perpustakaan dan semua perlengkapanya harus diatur sedemikian rupa sehingga terciptanya perpustakaan yang nyaman dan aman juga menyenangkan&lt;br /&gt;• Ruang perpustakaan harus didesain dengan prinsip harmonis, estetis dan ekonomis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-5752282227217517958?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/5752282227217517958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/syarat-gedung-perpustakaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/5752282227217517958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/5752282227217517958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/syarat-gedung-perpustakaan.html' title='Syarat  Gedung Perpustakaan'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-2SKtyXvuCmM/TY2DgGRQ7LI/AAAAAAAAAMY/bO24eE6jpVQ/s72-c/book%2Bplace%2Bcopy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-3142204047599461428</id><published>2011-03-15T00:03:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T00:04:34.401-07:00</updated><title type='text'>definisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli</title><content type='html'>Berikut ini definisi-definisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli:&lt;br /&gt;1. Edward B. Taylor&lt;br /&gt;Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.&lt;br /&gt;2. M. Jacobs dan B.J. Stern&lt;br /&gt;Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. Koentjaraningrat&lt;br /&gt;Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.&lt;br /&gt;4. Dr. K. Kupper&lt;br /&gt;Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.&lt;br /&gt;5. William H. Haviland&lt;br /&gt;Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.&lt;br /&gt;6. Ki Hajar Dewantara&lt;br /&gt;Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.&lt;br /&gt;7. Francis Merill&lt;br /&gt;• Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social&lt;br /&gt;• Semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.&lt;br /&gt;8. Bounded et.al &lt;br /&gt;Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di temukan di dalam media, pemerintahan, intitusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu.&lt;br /&gt;9. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)&lt;br /&gt;Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.&lt;br /&gt;10. Robert H Lowie&lt;br /&gt;Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.&lt;br /&gt;11. Arkeolog R. Seokmono&lt;br /&gt;Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari berbagai definisi di atas, dapat diperoleh kesimpulan mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide gagasan yang terdapat di dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi social, religi seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-3142204047599461428?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/3142204047599461428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/definisi-kebudayaan-yang-dikemukakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3142204047599461428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3142204047599461428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/definisi-kebudayaan-yang-dikemukakan.html' title='definisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-9131658466869098249</id><published>2011-03-14T23:12:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T23:14:06.066-07:00</updated><title type='text'>WAWASAN BIMBINGAN DAN KONSELING</title><content type='html'>I. Pengertian Bimbingan dan Konseling (BK)&lt;br /&gt;Untuk memperoleh pengertian yang jelas tentang “bimbingan”, berikut dikutipkan pengertian bimbingan (guidance) menurut beberapa sumber. Year Book of Education (1955) menyatakan bahwa: guidance is a process of helping individual through their own ffort to discover d develop their potentialisties both for personal happiness and social usefulness. Definisi yang diungkapkan oleh Miller (dalam Jones, 1987) nampaknya merupakan definisi yang lebih mengarah pada pelaksanaan bimbingan di sekolah. Definisi tersebut menjelaskan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bimbingan adalah proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahan diri dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimal kepada sekolah, keluarga, serta masya-rakat. Dari definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan tentang apa sebenarnya bimbingan itu, sebagai berikut.&lt;br /&gt;a. Bimbingan berarti bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada&lt;br /&gt;orang lain yang memerlukannya. Perkataan “membantu' berarti&lt;br /&gt;dalam bimbingan tidak ada paksaan, tetapi lebih menekankan pada&lt;br /&gt;pemberian peranan individu kearah tujuan yang sesuai dengan&lt;br /&gt;potensinya. Jadi dalam hal ini, pembimbing sama sekali tidak ikut&lt;br /&gt;menentukan pilihan atau keputusan dari orang yang dibimbingnya.&lt;br /&gt;Yang menentukan pilihan atau keputusan adalah individu itu sendiri.&lt;br /&gt;b. Bantuan (bimbingan) tersebut diberikan kepada setiap orang, namun&lt;br /&gt;prioritas diberikan kepada individu-individu yang membutuhkan&lt;br /&gt;atau benar-benar harus dibantu. Pada hakekatnya bantuan itu adakah&lt;br /&gt;untuk semua orang.&lt;br /&gt;c. Bimbingan merupakan suatu proses kontinyu, artinyan bimbingan&lt;br /&gt;itu tidak  diberikanhanya  sewaktu-waktu  saja  dan  secara kebetulan,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;namun     merupakan     kegiatan     yang     terus     menerus,     sistematika, terencana dan terarah pada tujuan.&lt;br /&gt;d. Bimbingan atau bantuan diberikan agar individu dapat&lt;br /&gt;mengembangkan dirinya seamaksimal mungkin. Bimbingan&lt;br /&gt;diberikan agar individu dapat lebih mengenal dirinya sendiri&lt;br /&gt;(kekuatan dan kelemahannya), menerima keadaan dirinya dan dapat&lt;br /&gt;mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;e. Bimbingan diberikan agar individu dapat menyesuaikan diri secara&lt;br /&gt;harmonis dengan lingkungannya, baik lingkungan keluarga, skolah&lt;br /&gt;ndan masyarakat.&lt;br /&gt;Dalam     penerapannya     di     sekolah,     definisi-definisi     tersebut     di     atas menuntut adanya hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Adanya organisasi bimbingan di mana terdapat pembagian tugas,&lt;br /&gt;peranan dan tanggungjawab yang tegas di antara para petugasnya;&lt;br /&gt;b. Adanya program yang jelas dan sistematis untuk: (1) melaksanakan&lt;br /&gt;penelitian yang mendalam tentang diri murid-murid, (2) melaksa-&lt;br /&gt;nakan penelitian tentang kesempatan atau peluang yang ada,&lt;br /&gt;misalnya: kesempatan pendidikan, kesempatan pekerjaan, masalah-&lt;br /&gt;masalah yang berhubungan dengan human relations, dan&lt;br /&gt;sebagainya, (3) kesempatan bagi murid untuk mendapatkan&lt;br /&gt;bimbingan dan konseling secara teratur.&lt;br /&gt;c. Adanya personil yang terlatih untuk melaksanakan program-program&lt;br /&gt;tersebut di atas, dan dilibatkannya seluruh staf sekolah dalam&lt;br /&gt;pelaksanaan bimbingan;&lt;br /&gt;d. Adanya fasilitas yang memadai, baik fisik mupun non fisik (suasana,&lt;br /&gt;sikap, dan sebagainya);&lt;br /&gt;e. Adanya kerjasama yang sebaik-baikya antara sekolah dan keluarga,&lt;br /&gt;lembaga-lembaga di masyarakat, baik pemerintah dan non&lt;br /&gt;pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah   bimbingan   (guidance)   dan   konseling   (counseling)   memiliki hubungan   yang   sangat   erat   dan   merupakan   kegiatan   yang   integral.   Dalam&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;praktik    sehari-hari    istilah    bimbingan    selalu    digandengkan    dengan    istilah konseling yakni bimbingan dan konseling (guidance and counseling).&lt;br /&gt;Ada pihak-pihak yang beranggapan bahwa tidak ada perbedaan yang prinsipil antar bimbingan dengan konseling atau keduannya memiliki makna yang identik. Namun sementara pihak ada yang berpendapat bahwa bimbingan dan konseling merupaka dua pengertian yang berbeda, baik dasar maupun cara kerjanya. Konseling atau counseling dianggap identik dengan psychoterapy, yaitu usaha menolong orang-orang yang mengalami gangguan psikis yang serius, sedangkan bimbingan dianggap identik dengan pendidikan.&lt;br /&gt;Sementara pihak ada lagi yang berpendapat bahwa konseling merupakan salah satu teknik pemberian layanan dalam bimbingan dan merupakan inti dari keseluruhan pelayanan bimbingan. Pandangan inilah yang nampaknya sekarang banyak dianut.&lt;br /&gt;Rogers (dalam Kusmintardjo, 1992) memberikan pengertian konseling sebagai berikut: Counseling is a series of direct contats with the individual which aims to offer him assistance in changing his attitude and behavior. Konseling adalah serangkaian kontak atau hubungan bantuan langsung dengan individu dengan tujuan memberikan bantuan kepadanya dalam merubah sikap dan tingkah lakunya).&lt;br /&gt;Selanjutnya Mortensen (dalam Jones, 1987) memberikan pengertian konseling sebagai berikut: Counseling may, therefore, be defined as apeson to person process in which one person is helped by another to increase in understanding and ability to meet his problems”. Konseling dapat didefinisikan sebagai suatu proses hubungan seseorang dengan seseorang di mana yang seorang dibantu oleh yang lainya untuk menemukan masalahnya.&lt;br /&gt;Dengan demikian jelaslah, bahwa konseling merupakan salah satu teknik pelayanan bimbingan secara keseluruhan, yaitu dengan cara memberikan bantuan secara individual (face to face relationship). Bimbingan tanpa konse-ling ibarat pendidikan tanpa pengajaran atau perawatan tanpa pengobatan. Kalaupun ada perbedaan di antara keduanya hanyalah terletak pada tingkatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Ssitem Pendidikan Nasional, pendidikan diadtikan sebagai pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembe-lajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.&lt;br /&gt;Lebih lanjut, mengenai fungsi pendidikan dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Berdasarkan dua batasan di atas, maka pendidikan di Indonesia ini tidak hanya memprioritaskan perkembangan aspek kognitif atau pengetahuan peserta didik, namun juga tetapi perkembangan individu sebagai pribadi yang unik secara utuh. Oleh karena setiap satuan pendidikan harus memberikan layanan yang dapat memfasilitasi perkembangan pribadi siswa secara optimal berupa bimbingan dan konseling. Pemahaman mengenai apa dan bagaimana layanan bimbingan di sekolah mutlak diperlukan oleh pengawas. Hal ini merupakan bagian dari kompetensi supervisi manajerial yang harus dilakukannya terhadap setiap sekolah yang berada dalam lingkup binaannya&lt;br /&gt;Agar lebih jelas latar belakang perlunya bimbingan dan konseling dalam pemdidikan dapat dilihat dari uraian berikut ini. &lt;br /&gt;1. Latar Belakang Sosial Kultural&lt;br /&gt;Perkembangan dan peribahan sosial sangat cepat terjadi dalam kehidupan manusia saat ini, terutama dengan adanya era globalisasi. Perkembangan dan perubahan tersebut akan mengakibatkan bertambahnya jenis pekerjaan, pendidikan dan pola-pola yang dituntut untuk mengisi kehidupan tersebut. Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan tidak dapat melepaskam diri dari situasi masyarakat, karena itu, sekolah harus dapat membantu siswa untuk menyiapkan diri agar mampu menghadapi tantang yang ada dimasyarakat/ dalam situasi demikian maka kegiatan bimbingan san konseling sangat diperlukan sebagai sarana untuk memberikan pelayanan baik yang berhuvbungan dengan pengembangan diri siswa maupun untuk personil sekolah lainnya. &lt;br /&gt;2. Latar Belakang Pendidikan&lt;br /&gt;Sekolah sebagai suatu lembaga yang bersifat formal mempunyai peran yang amat penting dalam usaha mendewasakan siswa sebagai anggota masyarakat. Untuk itu, sekolah mempunyai tiga bidang kegfiatan.&lt;br /&gt;a. Bidang Pengajaran dan bidang kurikulum&lt;br /&gt;b. Bidang administrasi dan kepemimpinan &lt;br /&gt;c. Bidang pembinaan pribadi siswa &lt;br /&gt;3. Latar Belkang Psikologis&lt;br /&gt;Latar bel;akang psikologis bimbingan dan konseling di sekolah menyangkut masalah perkembangan imdiovidu, perbedaan individu, kebutuhan individu dan penyusaian diri serta masalah belajar. Masalah psikologis siswa dapat berupa &lt;br /&gt;a.. masalah perkembangan individu &lt;br /&gt;b. masalah perbedaan indfividu&lt;br /&gt;c. masdalah penyusaian diri dan kelainan tingklah laku.&lt;br /&gt;d. masalah belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Tujuan Bimbingan dan Konseling&lt;br /&gt;Bimbingan dan konseling bertujuan membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangan secara optimal sebagai makhluk Tuhan, sosial, dan pribadi. Lebih lanjut tujuan bimbingan dan konseling adalah membantu individu dalam mencapai: (a) kebahagiaan hidup pribadi sebagai makhluk Tuhan, (b) kehidupan yang produktif dan efektif dalam masyarakat, (c) hidup bersama dengan individu-individu lain, (d) harmoni antara cita-cita mereka dengan kemampuan yang dimilikinya. Dengan demikian peserta didik dapat menikmati kebahagiaan hidupnya dan dapat memberi sumbangan yang berarti kepada kehidupan masyarakat umumnya&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, peserta didik harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan melaksanakan tujuan hidupnya serta merumuskan rencana hidup yang didasarkan atas tujuan itu; (2) mengenal dan memahami kebutuhannya secara realistis; (3) mengenal dan menanggulangi kesulitan-kesulitan sendiri; (4) mengenal dan mengem-bangkan kemampuannya secara optimal; (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan pribadi dan untuk kepentingan umum dalam kehidupan bersama; (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan di dalam lingkungannya; (7) mengembangkan segala yang dimilikinya secara tepat dan teratur, sesuai dengan tugas perkembangannya sampai batas optimal.&lt;br /&gt;Secara khusus tujuan bimbingan dan konseling di sekolah ialah agar peserta didik, dapat: (1) mengembangkan seluruh potensinya seoptimal mungkin; (2) mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri; (3) mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungannya, yang meliputi ling-kungan sekolah, keluarga, pekerjaan, sosial-ekonomi, dan kebudayaan; (4) mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalahnya; (5) mengatasi kesulitan dalam menyalurkan kemampuan, minat, dan bakatnya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan; (6) memperoleh bantuan secara tepat dari pihak-pihak di luar sekolah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang tidak dapat dipecahkan di sekolah tersebut.&lt;br /&gt;Bimbingan dan konseling bertujuan membantu peserta didik agar memiliki kompetensi mengembangkan potensi dirinya seoptimal mungkin atau mewujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam tugas-tugas perkembang-an yang harus dikuasainya sebaik mungkin. Pengembangan potensi meliputi&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;tiga tahapan, yaitu: pemahaman dan kesadaran (awareness), sikap dan pene-rimaan (accommodation), dan keterampilan atau tindakan (action) melak-sanakan tugas-tugas perkembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-9131658466869098249?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/9131658466869098249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/wawasan-bimbingan-dan-konseling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/9131658466869098249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/9131658466869098249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/wawasan-bimbingan-dan-konseling.html' title='WAWASAN BIMBINGAN DAN KONSELING'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-4278867861430960012</id><published>2011-03-14T23:11:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T23:12:55.976-07:00</updated><title type='text'>defenisi penelitian dari npara ahli</title><content type='html'>Penetitian atau riset berasal dari bahasa inggris research yang artinya adalah proses pengumpulan informasi dengan tujuan meningkatkan, memodifikasi atau mengembangkan sebuah penyelidikan atau kelompok penyelidikan.&lt;br /&gt;Menurut Fellin, Tripodi dan Meyer (1996) penelitian adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat di sampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain. Pada dasarnya riset atau penelitian adalah setiap proses yang menghasilkan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Clifford Woody riset adalah suatu pencarian yang dilaksanakan dengan teliti untuk memperoleh kenyataan-kenyataan atau fakta atau hokum-hukum baru. Didalamnya terdapat usaha dan perencanaan yang sungguh-sungguh yang relatif memakan waktu yang cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;enelitian adalah suatu penyelidikan atau suatu usaha pengujian yang dilakukan secara teliti, dan kritis dalam mencari fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan menggunakan langkah-langkah tertentu. Dalam mencari fakta-fakta ini diperlukan usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah. Beberapa pakar lain memberikan definisi penelitian sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. David H Penny&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. J. Suprapto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, serta sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sutrisno Hadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mohammad Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. The New Horison Ladder Dictionary&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian research ialah a careful study to discover correct information, yang artinya, suatu penyelidikan yang dilakukan secara hati-hati untuk memperoleh informasi yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologi, penelitian berasal dari bahasa Inggris Ã¢â‚¬Å“researchÃ¢â‚¬Â (re berarti kembali, dan search berarti mencari). Dengan demikian research berarti mencari kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kamus WebsterÃ¢â‚¬â„¢s New Internasional, penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip; suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan sesuatu. Hillway dalam bukunya Introduction to research mengemuka-kan bahwa penelitian adalah suatu metode belajar yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. (Hillway, 1965)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuckman mendefinisikan penelitian (research) : Ã¢â‚¬Å“ a systematic attempt to provide answer to question Ã¢â‚¬Â yaitu penelitian merupakan suatu usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah. Sistematis artinya mengikuti prosedur atau langkah-langkah tertentu. Jawaban ilmiah adalah rumusan pengetahuan, generaliasi, baik berupa teori, prinsip baik yang bersifat abstrak maupun konkret yang dirumuskan melalui alat- primernya, yaitu empiris dan analisis. Penelitian itu sendiri bekerja atas dasar asumsi, teknik dan metode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang orang menyamakan pengertian penelitian dengan metode ilmiah. Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dimana usaha-usaha itu dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Kegiatan penelitian adalah suatu kegiatan objektif dalam usaha mengembangkan, serta menguji ilmu pengetahuan berdasarkan atas prinsip-prinsip, teori-teori yang disusun secara sistematis melalui proses yang intensif dalam pengembangan generalisasi. Sedangkan metode ilmiah lebih mementingkan aplikasi berpikir deduktif-induktif di dalam memecahkan suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus perhatian dalam suatu penelitian adalah masalah, masalah yang muncul dalam pikiran peneliti berdasarkan penelaahan situasi yang meragukan (a perplexing situation). Masalah adalah titik sentral dari keseluruhan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Cara memperoleh pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Commonsense: akal sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan didasarkan pada pikiran sehat yang secara umum diterima kebenarannya, tapi tidak ditunjang oleh informasi empiris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : matematika adalah pengasah otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Otoritas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan didasarkan pada penghormatan atas kekuasaan seseorang atau sesuatu tanpa kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : Dimasa Ptolemaeus berkembang teori geosentri, yang merupakan doktrin dari kaum gereja yang berkuasa saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Intuitif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan yang didasarkan atas firasat atau pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : Doktrin dari Supranatural&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Logika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan yang didasarkan pada kebenaran rasional atau logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : Mayor premise : Semua manusia mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minor premise : Socrates adalah manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan : Sorates mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Empiris &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan diperoleh dari objek pegetahuan itu sendiri, pengetahuan diperoleh dari data-data hasil penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Ciri Ã¢â‚¬â€œ ciri penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memiliki masalah, terumus jelas dan terperinci.&lt;br /&gt;2. Memiliki hipotesis, terumus jelas dan terperinci.&lt;br /&gt;3. Terencana, bertujuan dan bermetode.&lt;br /&gt;4. Empiris, berdasarkan observasi fenomena.&lt;br /&gt;5. Berlogika, berdasarkan analisis teoritis.&lt;br /&gt;6. Berakurasi dan valid, menggunakan instrumen yang tepat dan reliabel.&lt;br /&gt;7. Memiliki sumber data, primer dan sekunder.&lt;br /&gt;8. Non-etikal, bersifat objektif.&lt;br /&gt;9. Siklikal, sistematis.&lt;br /&gt;10. Berproduk: abstrak (berupa: prinsip, generalisasi, dan teoritik) atau konkret (berupa: model atau alat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Karakteristik penelitian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berfungsi menjawab permasalahan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dilakukan secara sistematis dengan menggunakan metode tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Melibatkan kegiatan pengumpulan, pengolahan dan penyimpulan data (fakta dan opini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Langkah-langkah penelitian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Identifikasi, pemilihan, dan perumusan masalah.&lt;br /&gt;2. Penelaahan kepustakaan.&lt;br /&gt;3. Penyusunan hipotesis.&lt;br /&gt;4. Identifikasi, klasifikasi, dan pemberian definisi operasional variable-variabel.&lt;br /&gt;5. Pemilihan atau pengembangan alat pengambil data.&lt;br /&gt;6. Penyusunan rancangan penelitian.&lt;br /&gt;7. Penentuan sample.&lt;br /&gt;8. Pengumpulan data.&lt;br /&gt;9. Pengolahan dan analisis data.&lt;br /&gt;10. Interpretasi hasil analisis.&lt;br /&gt;11. Penyusun laporan/publikasi penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-4278867861430960012?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/4278867861430960012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/defenisi-penelitian-dari-npara-ahli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/4278867861430960012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/4278867861430960012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/defenisi-penelitian-dari-npara-ahli.html' title='defenisi penelitian dari npara ahli'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-5280065564324596506</id><published>2011-03-14T23:10:00.002-07:00</published><updated>2011-03-14T23:11:35.565-07:00</updated><title type='text'>Kode Etik Bimbingan Dan Konseling</title><content type='html'>Kode etik adalah pola ketentuan / aturan / tata cra yang menjadi pedoman menjalani tugas dan aktivitas suatu profesi. &lt;br /&gt;Di samping rumusan kode etik bimbingan dan konseling yang dirumusakan oleh ikatan petugas bimbingan Indonesia, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Pembimbing menghormati harkat klien.&lt;br /&gt;2. Pembimbing menempatkan kepentingan klien diatas kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;3. Pembimbing tidak membedakan klien.&lt;br /&gt;4. Pembimbing dapat menguasai dirinya, dalam arti kata kekurangan-kekurangannya dan perasangka-prasangka pada dirinya.&lt;br /&gt;5. Pembimbing mempunyai sifat renda hati sederhana dan sabar.&lt;br /&gt;6. Pembimbing terbuka terhadap saran yang diberikan pada klien.&lt;br /&gt;7. Pembimbing memiliki sifat tanggung jawab terhadab lembaga ataupun orang yang dilayani.&lt;br /&gt;8. pembimbing mengusahakan mutu kerjanya sebaik ungkin.&lt;br /&gt;9. pembimbing mengetahui pengetahuan dasar yang memadai tentang tingkah laku orang , serta tehnik dan prosedur layanan bimbingan guna memberikan layanan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;10. seluruh catatan tentang klien bersifat rahasia.&lt;br /&gt;11. suatu tes hanya boleh diberikan kepada petugas yang berwenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. &lt;br /&gt;Beberapa rumusan kode etik bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Pembimbing yang memegang jabatan harus memegang teguh prinsip-prinsip bimbingan dan kinseling.&lt;br /&gt;2. pembimbing harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai hasil yang baik.&lt;br /&gt;3. pekerjaan pembimbing harus harus berkaitan dengan kehidupan pribadi seseorang maka seorang pembimbing harus:&lt;br /&gt;a. Dapat menyimpan rahasia klien&lt;br /&gt;b. Menunjukkan penghargaan yang sama pada berbagai macam klien.&lt;br /&gt;c. Pembimbing tidak diperkjenan menggunakan tena pembantu yang tidak ahli.&lt;br /&gt;d. Menunjukkan sikap hormat kepada klien&lt;br /&gt;e. Meminta bantuan alhi diluar kemampuan stafnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-5280065564324596506?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/5280065564324596506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/kode-etik-bimbingan-dan-konseling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/5280065564324596506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/5280065564324596506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/kode-etik-bimbingan-dan-konseling.html' title='Kode Etik Bimbingan Dan Konseling'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-7127263124398937899</id><published>2011-03-14T23:10:00.001-07:00</published><updated>2011-03-14T23:10:55.322-07:00</updated><title type='text'>MISKONSEPSI (KESALAHPAHAMAN) DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI INDONESIA</title><content type='html'>MISKONSEPSI (KESALAHPAHAMAN)&lt;br /&gt;DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING&lt;br /&gt;DI INDONESIA&lt;br /&gt;Prayitno Guru Besar Konseling dalam bukunya (Dasar-dasar bimbingan dan konseling) menjelaskan bahwa pelayanan bimbingan dan konseling merupakan barang impor yang pengembangannya di Indonesia masih tergolong baru. Apalagi untuk penggunaan istilah saja masih belum adanya kesepakatan semua pihak, ada yang menggunakan istilah Penyuluhan dan Bimbingan, Penyuluhan dan konseling (ataupun hanya memakai istilah konseling saja. Makanya sering terjadinya kesalahpahaman di bidang bimbingan dan konseling ini. Patterson (dalam shertzer/stone, Fundamental of couseling) &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menjelaskan ada beberapa isu tentang pelayangan konseling salah satunya adalah, Profesi konseling adalah pekerjaan profesi profesional namun menjadi tidak profesional karena pelaksanaannya. Dikarenakan adanya pelaksanaan dari guru pembimbing yang salah sehingga profesi konseling tidak menjadi profesional.&lt;br /&gt;Prayitno menjelaskan ada beberapa kesalahpahaman dalam bidang bimbingan dan konseling yang sampai saat ini terjadi dalam pelaksanaan konseling tersebut yakni sebagai berikut;&lt;br /&gt;1. Bimbingan dan konseling disamakan saja atau dipisahkan sama sekali dengan pendidikan, BK dianggap sama dengan Pengajaran sehingga tidak perlu pelayanan khusus BK, hal ini tidak benar karena BK menunjang proses pendidikan peserta didik dan para pelaksananya (Konselor) juga mempelajari Ilmu Pendidikan pada umumnya sebagai salah satu trilogi profesi konseling.&lt;br /&gt;2. Konselor sekolah/guru pembimbing dianggap sebagai polisi sekolah, hal ini terjadi karena konselor/guru pembimbing diserahi tugas mengusut perkelahian, pencurian, mencari bukti-bukti siswa yang berkasus, jika anak bermasalah, anak akan masuk ke ruang BK untuk di minta pertanggung jawabannya, ini adalah pelaksanaan yang salah, guru pembimbing bukanlah polisi sekolah, yang kerjanya hanya memarahi anak-anak bermasalah.&lt;br /&gt;Angapan ini harus diluruskan, konselor sekolah/guru pembimbing adalah kawan penggiring penunjuk jalan siswa, memotivasi siswa disekolah.&lt;br /&gt;3. Bimbingan dan konseling semata-mata hanya sebagai proses pemberian nasehat. Pemberian nasehat memang merupakan bagian dari pelayanan BK, akan tetapi nasehat bukanlah satu-satunya layanan BK.&lt;br /&gt;4. Bimbingan dan konseling harus aktif dan pihak lain pasif, konselor hendaknya aktif sebgai pusat penggerak BK namun keterlibatan klien sendiri dan semua pihak adalah kesuksesan dari usaha pelayanan BK.&lt;br /&gt;5. Menganggap bahwa pelayanan BK bisa dilakukan oleh siapa saja. Ini adalah konsep yang salah dan sering terjadi dilapangan, banyak guru BK bukan dari ahlinya, ataupun bukan dari tamatan BK itu sendiri, banyak yang menganggap bahwa pekerjaan BK ini sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja, dan banyak lagi kesalahpahaman BK yang terjadi dilapangan hingga saat ini.&lt;br /&gt;Timbul pertanyaan kita bersama, mengapa kesalahpahaman ini terjadi? Ada beberapa penyebabnya yakni;&lt;br /&gt;1. Kesalahpahaman-kesalahpahaman diatas diakibatkan karena bidang BK masih tergolong baru dan merupakan produk impor sehingga menyebabkan para pelaksanaannya dilapangan belum terlalu mengetahui BK secara menyeluruh (Prayitno: Dasar-dasar bimbingan dan konseling, 2004).&lt;br /&gt;2. Penyebabnya dari konselor itu sendiri. Banyak yang bukan dari tamatan BK itu sendiri yang menjadi pelaksanan BK, sehingga tidak efesiennya pelaksanaan BK dilapangan, dan juga pelaksanaan yang belum efesin dari guru BK itu sendiri, tidak jelasnya program yang akan dijalankan, baik program harian, mingguan, bulanan maupun semesteran, walaupun dia dari tamatan BK itu sendiri.&lt;br /&gt;3. Masih belum disepakatinya penggunaan istilah Bimbingan dan Konseling itu sendiri, di Indonesia masih ada yang menggunakan istilah pelayanan BP, BK, dan konseling, dan ini juga mempengaruhi persepsi masyarakat tentang pelayanan yang dilakukan oleh petugas BK dilapangan. &lt;br /&gt;Padahal Istilah “konseling” sebagai pengganti “bimbingan dan konseling” semakin menguat sejak digunakan istilah Konselor dalam UU No. 20/2003 tentang SPN, secara resmi istilah konseling telah digunakan dalam permendiknas no.22/2006 tentang Standarisasi Untuk Satuan Dasar Dan Menengah, Rumusan tentang Istilah “Bimbingan dan Konseling” dan istilah Konseling dapat dilihat sebagai berikut dalam SK Mendiknas no. 25/1995;&lt;br /&gt;“Bimbingan dan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mempu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang pribadi, sosial, belajar dan karir melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku”&lt;br /&gt;Sedangkan Dalam Permendiknas No.22/2006:&lt;br /&gt;“Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik baik secara perorangan maupun kelompok, agar mempu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku”.&lt;br /&gt;Walaupun pemerintah telah mengeluarkan peraturan baru untuk memperkuat status BK di indonesia tentang istilah dan pelaksanaan BK, akan tetapi tetap saja belum semaksimal mungkin pelaksanaan BK dengan semestinya, ini sangat memprihatinkan sekali, padahal Guru BK bermanfaat sekali bagi perkembangan anak disekolah untuk menjadi lebih bagi. Baik di bidang Pribadinya, Sosialnya, Belajar dan Karirnya, Semoga dengan berjalannya waktu pelaksanaan BK di Indonesia Khususnya di Riau ini berjalan dengan semestinya, Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-7127263124398937899?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/7127263124398937899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/miskonsepsi-kesalahpahaman-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/7127263124398937899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/7127263124398937899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/miskonsepsi-kesalahpahaman-dalam.html' title='MISKONSEPSI (KESALAHPAHAMAN) DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI INDONESIA'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-3459628059978039838</id><published>2011-03-14T23:07:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T23:10:04.591-07:00</updated><title type='text'>Jenis-jenis Penelitian Ilmiah</title><content type='html'>Penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, antara lain berdasarkan: (1) Tujuan; (2) Pendekatan; (3) Tempat; (4) Pemakaian atau hasil / alasan yang diperoleh; (5) Bidang ilmu yang diteliti; (6) Taraf Penelitian; (7) Teknik yang digunakan; (8) Keilmiahan; (9) Spesialisasi bidang (ilmu) garapan. Berikut ini masing-masing pembagiannya.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil/alasan yang diperoleh:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Basic Research (Penelitian Dasar), Mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan;&lt;br /&gt;2. Applied Reseach (Penelitian Terapan), Mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berdasarkan Bidang yang diteliti:&lt;br /&gt;1. Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi, pendidikan, hukum, dsb.&lt;br /&gt;2. Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berdasarkan Tempat Penelitian :&lt;br /&gt;1. Field Research (Penelitian Lapangan), langsung di lapangan;&lt;br /&gt;2. Library Research (Penelitian Kepustakaan), dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya;&lt;br /&gt;3. Laboratory Research (Penelitian Laboratorium), dilaksanakan pada tempat tertentu / lab, biasanya bersifat eksperimen atau percobaan;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berdasarkan Teknik yang digunakan :&lt;br /&gt;1. Survey Research (Penelitian Survei), tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.&lt;br /&gt;2. Experimen Research (Penelitian Percobaan), dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berdasarkan Keilmiahan :&lt;br /&gt;1.      Penelitian Ilmiah&lt;br /&gt;Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan. Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu: &lt;br /&gt;1. Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti:&lt;br /&gt;2. Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain;&lt;br /&gt;Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah:&lt;br /&gt;1. Purposiveness, fokus tujuan yang jelas;&lt;br /&gt;2. Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik;&lt;br /&gt;3. Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas&lt;br /&gt;4. Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis;&lt;br /&gt;5. Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional;&lt;br /&gt;6. Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna;&lt;br /&gt;7. Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat;&lt;br /&gt;8. Parsimony, Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.      Penelitian non ilmiah (Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah)&lt;br /&gt;• Berdasarkan Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Bisnis (Akunting, Keuangan, Manajemen, Pemasaran), Komunikasi (Massa, Bisnis, Kehumasan/PR, Periklanan), Hukum (Perdata, Pidana, Tatanegara, Internasional), Pertanian (agribisnis, Agronomi, Budi Daya Tanaman, Hama Tanaman), Teknik, Ekonomi (Mikro, Makro, Pembangunan), dll.&lt;br /&gt;• Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan) : variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian, yang ditatap, yang menunjukkan variasi baik kuantitatif maupun kualitatif. Variabel : masa lalu, sekarang, akan datang. Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan/menggambarkan). Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PENELITIAN SECARA UMUM :&lt;br /&gt;o       Penelitian Survei:&lt;br /&gt;• Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;&lt;br /&gt;• Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb.&lt;br /&gt;• Melakukan evaluasi serta perbandingan terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa;&lt;br /&gt;• Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel;&lt;br /&gt;• Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;&lt;br /&gt;• Penelitian ini dapat berupa : &lt;br /&gt;1. Penelitian Exploratif (Penjajagan). Terbuka, mencari-cari, pengetahuan peneliti tentang masalah yang diteliti masih terbatas. Pertanyaan dalam studi penjajagan ini misalnya : Apakah yang paling mencemaskan anda dalam hal infrastruktur di daerah Kalbar dalam lima tahun terakhir ini? Menurut anda, bagaimana cara perawatan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik.&lt;br /&gt;2. Penelitian Deskriptif. Mempelajari masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap, pandangan, proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suatu fenomena; pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat. Peneliti mengembangkan konsep, menghimpun fakta, tapi tidak menguji hipotesis.&lt;br /&gt;3. Penelitian Evaluasi. Mencari jawaban tentang pencapaian tujuan yang digariskan sebelumnya. Evaluasi di sini mencakup formatif (melihat dan meneliti pelaksanaan program), Sumatif (dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur pencapaian tujuan).&lt;br /&gt;4. Penelitian Eksplanasi (Penjelasan). Menggunakan data yang sama, menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis. &lt;br /&gt;5. Penelitian Prediksi. Meramalkan fenomena atau keadaan tertentu;&lt;br /&gt;6. Penelitian Pengembangan Sosial. Dikembangkan berdasarkan survei yang dilakukan secara berkala: Misal: Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kalbar, 1998-2003; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;o       Grounded Research&lt;br /&gt;Mendasarkan diri pada fakta dan menggunakan analisis perbandingan; bertujuan mengadakan  generalisasi empiris, menetapkan konsep, membuktikan teori, mengembangkan teori; pengumpulan dan analisis data dalam waktu yang bersamaan. Dalam riset ini data merupakan sumber teori, teori berdasarkan data. Ciri-cirinya : Data merupakan sumber teori dan sumber hipotesis, Teori menerangkan data setelah data diurai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TUJUAN PENELITIAN :&lt;br /&gt;Secara umum ada empat tujuan utama :&lt;br /&gt;1. Tujuan Exploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu&lt;br /&gt;2. Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada&lt;br /&gt;3. Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang yang telah ada&lt;br /&gt;4. Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PERANAN PENELITIAN &lt;br /&gt;1. Pemecahan Masalah, meningkatkan kemampuan untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena dari suatu masalah yang kompleks dan kait-mengkait;&lt;br /&gt;2. Memberikan jawaban atas pertanyaan dalam bidang yang diajukan, meningkatkan kemampuan untuk menjelaskan atau menggambarkan fenomena-fenomena dari masalah tersebut;&lt;br /&gt;3. Mendapatkan pengetahuan / ilmu baru : &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PERSYARATAN PENELITIAN :&lt;br /&gt;1. Mengikuti konsep ilmiah&lt;br /&gt;2. Sistematis/Pola tertentu&lt;br /&gt;3. Terencana&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penelitian dikatakan baik bila :&lt;br /&gt;1. Purposiveness, Tujuan yang jelas;&lt;br /&gt;2. Exactitude, Dilakukan dengan hati-hati, cermat, teliti;&lt;br /&gt;3. Testability, Dapat diuji atau dikaji;&lt;br /&gt;4. Replicability, Dapat diulang oleh peneliti lain;&lt;br /&gt;5. Precision and Confidence, Memiliki ketepatan dan keyakinan jika dihubungkan dengan populasi atau sampel;&lt;br /&gt;6. Objectivity, Bersifat objektif;&lt;br /&gt;7. Generalization, Berlaku umum;&lt;br /&gt;8. Parismony, Hemat, tidak berlebihan;&lt;br /&gt;9. Consistency, data/ungkapan yang digunakan harus selalu sama bagi kata/ungkapan yang memiliki arti sama;&lt;br /&gt;10. Coherency, Terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu bagian dengan bagian lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PROSEDUR / LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN :&lt;br /&gt;Garis besar :&lt;br /&gt;1. Pembuatan rancangan;&lt;br /&gt;2. Pelaksanaan penelitian;&lt;br /&gt;3. Pembuatan laporan penelitian&lt;br /&gt;Bagan arus kegiatan penelitian&lt;br /&gt;1. Memilih Masalah; memerlukan kepekaan&lt;br /&gt;2. Studi Pendahuluan; studi eksploratoris, mencari informasi;&lt;br /&gt;3. Merumuskan Masalah;  jelas, dari mana harus mulai, ke mana harus pergi dan dengan apa&lt;br /&gt;4. Merumuskan anggapan dasar; sebagai tempat berpijak, (hipotesis);&lt;br /&gt;5. Memilih pendekatan; metode atau cara penelitian, jenis / tipe penelitian : sangat menentukan variabel apa, objeknya apa, subjeknya apa, sumber datanya di mana;&lt;br /&gt;6. Menentukan variabel dan Sumber data; Apa yang akan diteliti? Data diperoleh dari mana?&lt;br /&gt;7. Menentukan dan menyusun instrumen; apa jenis data, dari mana diperoleh? Observasi, interview, kuesioner?&lt;br /&gt;8. Mengumpulkan data; dari mana, dengan cara apa?&lt;br /&gt;9. Analisis data; memerlukan ketekunan dan pengertian terhadap data. Apa jenis data akan menentukan teknis analisisnya&lt;br /&gt;10. Menarik kesimpulan; memerlukan kejujuran, apakah hipotesis terbukti?&lt;br /&gt;11. Menyusun laporan; memerlukan penguasaan bahasa yang baik dan benar.&lt;br /&gt;Manfaat Penelitian &lt;br /&gt;Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh berbagai manfaat yang diharapkan berguna bagi semua orang. Hal terutama yang diharapkan adalah :&lt;br /&gt;■ Manfaat bagi penulis:&lt;br /&gt;- Memberikan gambaran sedekat mungkin dengan kenyataan, tentang bagaimana ketatnya persaingan pada saat ini.&lt;br /&gt;- Memberikan gambaran tentang bagaimana ketatnya persaingan pada saat ini.&lt;br /&gt;- Memberikan wawasan yang lebih luas dari penerapan ilmu-ilmu yang sudah diperoleh dalam perkuliahan.&lt;br /&gt;- Menyelesaikan Tugas Akhir di Jurusan Teknik Industri di Universitas z&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-3459628059978039838?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/3459628059978039838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/jenis-jenis-penelitian-ilmiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3459628059978039838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3459628059978039838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/jenis-jenis-penelitian-ilmiah.html' title='Jenis-jenis Penelitian Ilmiah'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-7188541467290383096</id><published>2011-03-14T23:06:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T23:07:03.867-07:00</updated><title type='text'>Tingkatkan kualitas guru dan pendidikan</title><content type='html'>Bagi murid guru merupakan sosok yang sangat mulia, kehadirannya selalu menjadi penerang bagi semua anak didiknya. Dulu, profesi guru tidak banyak diminati oleh masyarakat, mereka lebih tertarik menjadi dokter, tentara maupun pengusaha.&lt;br /&gt;Tapi sekarang, dengan adanya global crisis yang melanda semua Negara di dunia, profesi ini menjadi salah satu profesi yang cukup menjanjikan. &lt;br /&gt;Namun dengan perkembangan yang pesat ini seharusnya kualitas guru pun jadi meningkat bersamaan dengan naiknya permintaan pasar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Peran guru beberapa tahun yang lalu bukan hanya sekedar mengajarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebagai sebuah keahlian tetapi juga turut mendidik murid menjadi seorang yang cerdas, sopan santun dan berakhlak mulia. &lt;br /&gt;Akhir-akhir ini sering terdengar banyak keluhan dari beberapa orang tua murid mengenai peran guru sekolah yang kurang berkualitas.&lt;br /&gt;Itu disebabkan dengan mendesaknya kebutuhan ekonomi keluarga sehingga mereka kurang memperhatikan tanggung jawab guru yang sebenarnya. Saya pikir hal seperti ini sangat menyedihkan. Kata mengajar mempunyai arti memberikan pengetahuan yangmereka miliki terlebih dulu kepada para muridnya sehingga mereka bisa mengerti.&lt;br /&gt;Kata mendidik, mempunyai makna yang lebih dalam karena selain guru mempunyai tugas untuk mengajar tapi mereka juga memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan anak muridnya menjadi seorang manusia yang lebih  berbudi luhur. Menurut saya hal itu adalah nilai tambah yang sangat mulia untuk profesi guru.&lt;br /&gt;Beberapa survey mengatakan bahwa banyak orang memilih profesi guru hanya sebagai pelampiasan atau jalan alternative mencari nafkah saja. Hal ini juga lebih menyedihkan bagi kita sebagai orangtua murid. &lt;br /&gt;Guru semacam inilah yang berbahaya, karena mereka tidak mampu membentuk karakter dan mencerdaskan anak didiknya, tetapi mereka malah cenderung menguras harta negara.&lt;br /&gt;Disamping itu, demi terisinya mata pelajaran, sekarang ini dari pihak sekolah sering kali salah kamar dalam menempatkan posisi guru sebagai pemegang mata pelajaran. Hal itu menjadi sebab utama rapuhnya pendidikan bangsa ini, karena kurangnya profesionalitas tenaga pengajar.&lt;br /&gt;Bagaimana cara terbaik untuk meningkatkan kualitas guru demi tercapainya kualitas sumber daya manusia yang tinggi, yang sedang mereka bimbing sekarang ini. Ada cara-cara sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan perhatiannya pada masalah pendidikan bangsa ini, karena tanpa bantuan pemerintah siapapun yang berusaha untuk mengubah keadaan tidak akan mendapatkan hasil yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perbanyak program beasiswa yang berkualitas untuk mendapatkan guru yang berkualitas tinggi.&lt;br /&gt;3. Pendapatan guru wajib ditingkatkan terutama mereka yang telah rela mengajar murid sekolah di berbagai tempat terpencil&lt;br /&gt;4. Penghargaan dan perhatian sekecil apapun pada para guru akan menyentuh hati mereka untuk lebih menyayangi anak didiknya, sehingga secara otomatis guru akan memberikan perhatian lebih pada para murid&lt;br /&gt;Ada baiknya mulai sekarang kita sebagai orangtua mulai lebih memperhatikan keberadaan seorang guru, karena merekalah anak kita bisa menjadi manusia yang lebih berguna di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-7188541467290383096?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/7188541467290383096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/tingkatkan-kualitas-guru-dan-pendidikan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/7188541467290383096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/7188541467290383096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/tingkatkan-kualitas-guru-dan-pendidikan.html' title='Tingkatkan kualitas guru dan pendidikan'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-7377998523007611984</id><published>2011-03-14T23:04:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T23:06:18.329-07:00</updated><title type='text'>ATOM</title><content type='html'>Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. &lt;span class="fullpost"&gt; Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut.&lt;br /&gt;Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani (ἄτομος/átomos, α-τεμνω), yang berarti tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom, membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika kuantum yang digunakan para fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom.[1]&lt;br /&gt;Dalam pengamatan sehari-hari, secara relatif atom dianggap sebuah objek yang sangat kecil yang memiliki massa yang secara proporsional kecil pula. Atom hanya dapat dipantau dengan menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop gaya atom. Lebih dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom,[catatan 1] dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil, yang dapat mengalami peluruhan radioaktif. Hal ini dapat mengakibatkan transmutasi, yang mengubah jumlah proton dan neutron pada inti.[2] Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi, ataupun orbital, yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan energi antara aras. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur, dan mempengaruhi sifat-sifat magnetis atom tersebut.&lt;br /&gt;Komponen-komponen atom&lt;br /&gt;Partikel subatom&lt;br /&gt;Walaupun awalnya kata atom berarti suatu partikel yang tidak dapat dipotong-potong lagi menjadi partikel yang lebih kecil, dalam terminologi ilmu pengetahuan modern, atom tersusun atas berbagai partikel subatom. Partikel-partikel penyusun atom ini adalah elektron, proton, dan neutron. Namun hidrogen-1 tidak mempunyai neutron. Demikian pula halnya pada ion hidrogen positif H+.&lt;br /&gt;Dari kesemua partikel subatom ini, elektron adalah yang paling ringan, dengan massa elektron sebesar 9,11 × 10−31 kg dan mempunyai muatan negatif. Ukuran elektron sangatlah kecil sedemikiannya tiada teknik pengukuran yang dapat digunakan untuk mengukur ukurannya.[32] Proton memiliki muatan positif dan massa 1.836 kali lebih berat daripada elektron (1,6726 × 10−27 kg). Neutron tidak bermuatan listrik dan bermassa bebas 1.839 kali massa elektron[33] atau (1,6929 × 10−27 kg).&lt;br /&gt;Dalam model standar fisika, baik proton dan neutron terdiri dari partikel elementer yang disebut kuark. Kuark termasuk kedalam golongan partikel fermion dan merupakan salah satu dari dua bahan penyusun materi dasar (yang lainnya adalah lepton). Terdapat enam jenis kuark dan tiap-tiap kuark tersebut memiliki muatan listri fraksional sebesar +2/3 ataupun −1/3. Proton terdiri dari dua kuark naik dan satu kuark turun, manakala neutron terdiri dari satu kuark naik dan dua kuark turun. Perbedaan komposisi kuark ini mempengaruhi perbedaan massa dan muatan antara dua partikel tersebut. Kuark terikat bersama oleh gaya nuklir kuat yang diperantarai oleh gluon. Gluon adalah anggota dari boson tolok yang merupakan perantara gaya-gaya fisika.[34][35]&lt;br /&gt;Inti atom&lt;br /&gt;Inti atom terdiri atas proton dan neutron yang terikat bersama pada pusat atom. Secara kolektif, proton dan neutron tersebut disebut sebagai nukleon (partikel penyusun inti). Diameter inti atom berkisar antara 10-15 hingga 10-14m.[36] Jari-jari inti diperkirakan sama dengan    fm, dengan A adalah jumlah nukleon.[37] Hal ini sangatlah kecil dibandingkan dengan jari-jari atom. Nukleon-nukleon tersebut terikat bersama oleh gaya tarik-menarik potensial yang disebut gaya kuat residual. Pada jarak lebih kecil daripada 2,5 fm, gaya ini lebih kuat daripada gaya elektrostatik yang menyebabkan proton saling tolak menolak.[38]&lt;br /&gt;Atom dari unsur kimia yang sama memiliki jumlah proton yang sama, disebut nomor atom. Suatu unsur dapat memiliki jumlah neutron yang bervariasi. Variasi ini disebut sebagai isotop. Jumlah proton dan neutron suatu atom akan menentukan nuklida atom tersebut, sedangkan jumlah neutron relatif terhadap jumlah proton akan menentukan stabilitas inti atom, dengan isotop unsur tertentu akan menjalankan peluruhan radioaktif.[39]&lt;br /&gt;Neutron dan proton adalah dua jenis fermion yang berbeda. Asas pengecualian Pauli melarang adanya keberadaan fermion yang identik (seperti misalnya proton berganda) menduduki suatu keadaan fisik kuantum yang sama pada waktu yang sama. Oleh karena itu, setiap proton dalam inti atom harusnya menduduki keadaan kuantum yang berbeda dengan aras energinya masing-masing. Asas Pauli ini juga berlaku untuk neutron. Pelarangan ini tidak berlaku bagi proton dan neutron yang menduduki keadaan kuantum yang sama.[40]&lt;br /&gt;Untuk atom dengan nomor atom yang rendah, inti atom yang memiliki jumlah proton lebih banyak daripada neutron berpotensi jatuh ke keadaan energi yang lebih rendah melalui peluruhan radioaktif yang menyebabkan jumlah proton dan neutron seimbang. Oleh karena itu, atom dengan jumlah proton dan neutron yang berimbang lebih stabil dan cenderung tidak meluruh. Namun, dengan meningkatnya nomor atom, gaya tolak-menolak antar proton membuat inti atom memerlukan proporsi neutron yang lebih tinggi lagi untuk menjaga stabilitasnya. Pada inti yang paling berat, rasio neutron per proton yang diperlukan untuk menjaga stabilitasnya akan meningkat menjadi 1,5. &lt;br /&gt;Gambaran proses fusi nuklir yang menghasilkan inti deuterium (terdiri dari satu proton dan satu neutron). Satu positron (e+) dipancarkan bersamaan dengan neutrino elektron.&lt;br /&gt;Jumlah proton dan neutron pada inti atom dapat diubah, walaupun hal ini memerlukan energi yang sangat tinggi oleh karena gaya atraksinya yang kuat. Fusi nuklir terjadi ketika banyak partikel atom bergabung membentuk inti yang lebih berat. Sebagai contoh, pada inti Matahari, proton memerlukan energi sekitar 3–10 keV untuk mengatasi gaya tolak-menolak antar sesamanya dan bergabung menjadi satu inti.[41] Fisi nuklir merupakan kebalikan dari proses fusi. Pada fisi nuklir, inti dipecah menjadi dua inti yang lebih kecil. Hal ini biasanya terjadi melalui peluruhan radioaktif. Inti atom juga dapat diubah melalui penembakan partikel subatom berenergi tinggi. Apabila hal ini mengubah jumlah proton dalam inti, atom tersebut akan berubah unsurnya.[42][43]&lt;br /&gt;Jika massa inti setelah terjadinya reaksi fusi lebih kecil daripada jumlah massa partikel awal penyusunnya, maka perbedaan ini disebabkan oleh pelepasan pancaran energi (misalnya sinar gamma), sebagaimana yang ditemukan pada rumus kesetaraan massa-energi Einstein, E = mc2, dengan m adalah massa yang hilang dan c adalah kecepatan cahaya. Defisit ini merupakan bagian dari energi pengikatan inti yang baru.[44]&lt;br /&gt;Fusi dua inti yang menghasilkan inti yang lebih besar dengan nomor atom lebih rendah daripada besi dan nikel (jumlah total nukleon sama dengan 60) biasanya bersifat eksotermik, yang berarti bahwa proses ini melepaskan energi.[45] Adalah proses pelepasan energi inilah yang membuat fusi nuklir pada bintang dapat dipertahankan. Untuk inti yang lebih berat, energi pengikatan per nukleon dalam inti mulai menurun. Ini berarti bahwa proses fusi akan bersifat endotermik.[40]&lt;br /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: Orbital atom dan Konfigurasi elektron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumur potensial yang menunjukkan energi minimum V(x) yang diperlukan untuk mencapai tiap-tiap posisi x. Suatu partikel dengan energi E dibatasi pada kisaran posisi antara x1 dan x2.&lt;br /&gt;Elektron dalam suatu atom ditarik oleh proton dalam inti atom melalui gaya elektromagnetik. Gaya ini mengikat elektron dalam sumur potensi elektrostatik di sekitar inti. Hal ini berarti bahwa energi luar diperlukan agar elektron dapat lolos dari atom. Semakin dekat suatu elektron dalam inti, semakin besar gaya atraksinya, sehingga elektron yang berada dekat dengan pusat sumur potensi memerlukan energi yang lebih besar untuk lolos.&lt;br /&gt;Elektron, sama seperti partikel lainnya, memiliki sifat seperti partikel maupun seperti gelombang (dualisme gelombang-partikel). Awan elektron adalah suatu daerah dalam sumur potensi di mana tiap-tiap elektron menghasilkan sejenis gelombang diam (yaitu gelombang yang tidak bergerak relatif terhadap inti) tiga dimensi. Perilaku ini ditentukan oleh orbital atom, yakni suatu fungsi matematika yang menghitung probabilitas suatu elektron akan muncul pada suatu lokasi tertentu ketika posisinya diukur.[46] Hanya akan ada satu himpunan orbital tertentu yang berada disekitar inti, karena pola-pola gelombang lainnya akan dengan cepat meluruh menjadi bentuk yang lebih stabil.[47]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Fungsi gelombang dari lima orbital atom pertama. Tiga orbital 2p memperlihatkan satu biidang simpul.&lt;br /&gt;Tiap-tiap orbital atom berkoresponden terhadap aras energi elektron tertentu. Elektron dapat berubah keadaannya ke aras energi yang lebih tinggi dengan menyerap sebuah foton. Selain dapat naik menuju aras energi yang lebih tinggi, suatu elektron dapat pula turun ke keadaan energi yang lebih rendah dengan memancarkan energi yang berlebih sebagai foton.[47]&lt;br /&gt;Energi yang diperlukan untuk melepaskan ataupun menambah satu elektron (energi pengikatan elektron) adalah lebih kecil daripada energi pengikatan nukleon. Sebagai contohnya, hanya diperlukan 13,6 eV untuk melepaskan elektron dari atom hidrogen.[48] Bandingkan dengan energi sebesar 2,3 MeV yang diperlukan untuk memecah inti deuterium.[49] Atom bermuatan listrik netral oleh karena jumlah proton dan elektronnya yang sama. Atom yang kekurangan ataupun kelebihan elektron disebut sebagai ion. Elektron yang terletak paling luar dari inti dapat ditransfer ataupun dibagi ke atom terdekat lainnya. Dengan cara inilah, atom dapat saling berikatan membentuk molekul. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-7377998523007611984?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/7377998523007611984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/atom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/7377998523007611984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/7377998523007611984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/03/atom.html' title='ATOM'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-250315987730042464</id><published>2011-01-04T19:58:00.000-08:00</published><updated>2011-01-04T20:01:40.529-08:00</updated><title type='text'>TOTIPOTENSI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TOTIPOTENSI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Teori Totipotensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori totipotensi ini dikemukakan oleh G. Heberlandt tahun 1898. Dia adalah seorang ahli fisiologi yang berasal dari Jerman. Pada tahun 1969, F.C.&lt;br /&gt;Steward menguji ulang teori tersebut dengan menggunakan objek empulur wortel. Dengan mengambil satu sel empulur wartel, F.C. Steward bisa menumbuhkannya menjadi satu individu wortel.&lt;br /&gt;Teori dasar dari kultur in vitro ini adalah Totipotensi.Teori ini mempercayai bahwa setiap bagian tanaman dapat berkebang biak.karena seluruh bagian tanaman terdiri atas jaringan - jaringan hidup.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Totipotensi dalam biologi sel menunjukkan kemampuan suatu sel untuk dapat memperbanyak diri dalam keseluruhan (total) kemungkinan perkembangan yang dimungkinkan. Kata sifat totipoten lebih banyak dipakai. Sel punca, termasuk zigot, memiliki kemampuan ini. Pada tumbuhan, sel meristem yang berada pada titik tumbuh juga memiliki kemampuan ini.&lt;br /&gt;Kemampuan totipotensi dapat diubah dengan mengganti lingkungan hidup/tumbuh sel. Modifikasi osmotik, nutrisi, hormon, atau sumber energi yang dipaparkan pada sel dapat mengubah sifat ini menjadi pluripoten ("banyak potensi"), multipoten ("berbagai potensi"), atau unipoten ("tunggal potensi"). Sel yang pluripoten memiliki kemampuan berubah yang masih banyak, multipoten hanya beberapa, dan unipoten adalah bentuk sel yang telah terspesifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Prasyarat Melakukan Totipotensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan teknik ini memerlukan berbagai prasyarat untuk mendukung kehidupan jaringan yang dibiakkan. Yang paling esensial adalah wadah dan media tumbuh yang steril. Media adalah tempat bagi jaringan untuk tumbuh dan mengambil nutrisi yang mendukung kehidupan jaringan. Media tumbuh menyediakan berbagai bahan yang diperlukan jaringan untuk hidup dan memperbanyak dirinya. Ada dua penggolongan media tumbuh: media padat dan media cair. Media padat pada umumnya berupa padatan gel, seperti agar. Nutrisi dicampurkan pada agar. Media cair adalah nutrisi yang dilarutkan di air. Media cair dapat bersifat tenang atau dalam kondisi selalu bergerak, tergantung kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KULTUR JARINGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teori Dasar Kultur Jaringan&lt;br /&gt;Sel dari suatu organisme multiseluler di mana pun letaknya, sebenarnya sama dengan sel zigot karena berasal dari satu sel tersebut (Setiap sel berasal dari satu sel).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Teori Totipotensi Sel (Total Genetic Potential), artinya setiap sel memiliki potensi genetik seperti zigot yaitu mampu memperbanyak diri dan berediferensiasi menjadi tanaman lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Teori Kultur Jaringan&lt;br /&gt;Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. &lt;br /&gt;Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga  tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional. &lt;br /&gt;3. Tahapan – Tahapan Kultur Jaringan &lt;br /&gt;Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah:&lt;br /&gt;• Pembuatan media&lt;br /&gt;• Inisiasi&lt;br /&gt;• Sterilisasi&lt;br /&gt;• Multiplikasi&lt;br /&gt;• Pengakaran&lt;br /&gt;• Aklimatisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Media Yang Digunakan&lt;br /&gt;Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan.  Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon.  Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain.  Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan.  Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca.  Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penjelasan Istilah – Istilah &lt;br /&gt;Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas. &lt;br /&gt;Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan.  Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.  &lt;br /&gt;Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan.  Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.&lt;br /&gt;Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik.  Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri). &lt;br /&gt;Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Keuntungan Dalam Melakukan Kultur Jaringan &lt;br /&gt;• Pengadaan bibit tidak tergantung musim&lt;br /&gt;• Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyakdengan waktu yang relatif lebih cepat (darisatu mata tunas yang sudah respon dalam 1tahun dapat dihasilkan minimal 10.000 planlet/bibit)&lt;br /&gt;• Bibit yang dihasilkan seragam&lt;br /&gt;• Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu)&lt;br /&gt;• Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murahdan mudah&lt;br /&gt;• Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama, penyakit, dan deraan lingkungan lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. Saat ini sudah terdapat beberapa tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan, antara lain adalah: jati, sengon, akasia, dll. &lt;br /&gt;Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik, bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari benih generatif, terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia. Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat. Selain itu, dengan adanya pertumbuhan tanaman yang lebih cepat maka lahan-lahan yang kosong dapat cepat terisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Aplikasi Teknik Kultur Jaringan dalam Bidang Agronomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Perbanyakan vegetatif secara cepat (Micropropagation).&lt;br /&gt;• Membersihkan bahan tanaman/bibit dari virus &lt;br /&gt;• Membantu program pemuliaan tanaman (Kultur Haploid, Embryo Rescue, Seleksi In Vitro,Variasi Somaklonal, Fusiprotoplas, Transformasi Gen /Rekayasa Genetika Tanaman dll).&lt;br /&gt;• Produksi metabolit sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-250315987730042464?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/250315987730042464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/01/totipotensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/250315987730042464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/250315987730042464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/01/totipotensi.html' title='TOTIPOTENSI'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-3628942685891344306</id><published>2011-01-04T19:49:00.005-08:00</published><updated>2011-01-04T19:57:30.422-08:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA</title><content type='html'>Manajemen adalah ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Manajemen terdiri dari enam unsur (6M) yaitu : Men, Money, Methods, Materials, Machine, dan Markets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur manusia berrkembang menjadi suatu bidang ilmu manajemen yang disebut Manajemen Sumber Daya Manusia yang merupakan terjemahan dari Man Power Manajement. Manajemen yang mengatur unsur manusia ada yang menyebutnya Manajemen Kepegawaian dan Manajemen Personalia (Personal Manajement).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu bidang manajemen yang mempelajari hubungan dan peranan manusia dalam organisasi perusahaan. Unsur Manajemen Sumber Daya Manusia adalah manusia yang merupakan tenaga kerja pada perusahaan. Dengan demikian fokus yang dipelajari Manajemen Sumber Daya Manusia ini hanyalah masalah yang berhubungan dengan tenaga kerja manusia saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi, karena manusia menjadi perencana, pelaku dan penentu terwujud tujuan organisasi. Tujuan tersebut tidak mungkin terwujud, tanpa peran aktif karyawan bagaimanapun canggihnya alat-alat yang dimiliki perusahaan tersebut. Alat-alat canggih yang dimiliki perusahaan tidak ada manfaatnya bagi perusahaan jika peran aktif karyawan tidak diikutsertakan. Peranan MSDM diakui sangat menentukan bagi terwujudnya tujuan. Tetapi untuk mengatur unsur manusia ini sangat sulit dan rumit, karena manusia mempunyai fikiran, perasaan, keinginan, status dan sebagainya yang tidak bisa diatur sepenuhnya oleh organisasi seperti mesin, uang atau material tetapi harus diatur oleh teori-teori manajemen yang memfokuskan mengenai pengaturan peran manusia dalam mewujudkan tujuan yg optimal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-3628942685891344306?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/3628942685891344306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/01/manajemen-sumber-daya-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3628942685891344306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3628942685891344306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/01/manajemen-sumber-daya-manusia.html' title='MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-155592923515720726</id><published>2011-01-04T19:49:00.004-08:00</published><updated>2011-01-04T19:56:21.117-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen adalah ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Manajemen terdiri dari enam unsur (6M) yaitu : Men, Money, Methods, Materials, Machine, dan Markets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur manusia berrkembang menjadi suatu bidang ilmu manajemen yang disebut Manajemen Sumber Daya Manusia yang merupakan terjemahan dari Man Power Manajement. Manajemen yang mengatur unsur manusia ada yang menyebutnya Manajemen Kepegawaian dan Manajemen Personalia (Personal Manajement).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu bidang manajemen yang mempelajari hubungan dan peranan manusia dalam organisasi perusahaan. Unsur Manajemen Sumber Daya Manusia adalah manusia yang merupakan tenaga kerja pada perusahaan. Dengan demikian fokus yang dipelajari Manajemen Sumber Daya Manusia ini hanyalah masalah yang berhubungan dengan tenaga kerja manusia saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi, karena manusia menjadi perencana, pelaku dan penentu terwujud tujuan organisasi. Tujuan tersebut tidak mungkin terwujud, tanpa peran aktif karyawan bagaimanapun canggihnya alat-alat yang dimiliki perusahaan tersebut. Alat-alat canggih yang dimiliki perusahaan tidak ada manfaatnya bagi perusahaan jika peran aktif karyawan tidak diikutsertakan. Peranan MSDM diakui sangat menentukan bagi terwujudnya tujuan. Tetapi untuk mengatur unsur manusia ini sangat sulit dan rumit, karena manusia mempunyai fikiran, perasaan, keinginan, status dan sebagainya yang tidak bisa diatur sepenuhnya oleh organisasi seperti mesin, uang atau material tetapi harus diatur oleh teori-teori manajemen yang memfokuskan mengenai pengaturan peran manusia dalam mewujudkan tujuan yg optimal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-155592923515720726?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/155592923515720726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/01/manajemen-sumber-daya-manusia-manajemen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/155592923515720726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/155592923515720726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/01/manajemen-sumber-daya-manusia-manajemen.html' title=''/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-4663757862096669932</id><published>2011-01-04T19:49:00.003-08:00</published><updated>2011-01-04T19:58:17.839-08:00</updated><title type='text'>makalah kewirausahaan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KATA PENGANTAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah Puji dan Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt, zat Yang Maha Indah dengan segala keindahan-Nya, zat yang Maha Pengasih dengan segala kasih sayang-Nya, yang terlepas dari segala sifat lemah semua makhluk-Nya. Alhamdulillah berkat Rahmat dan Hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah kewirausahaan ini. Shalawat serta salam mahabbah semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai pembawa risalah Allah terakhir dan penyempurna seluruh risalah-Nya. &lt;br /&gt;Akhirnya dengan segala kerendahan hati izinkanlah penulis untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berjasa memberikan motivasi dalam rangka menyelesaikan makalah ini. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Ibu Mirna Tanjung, selaku dosen mata kuliah kewirausahaan&lt;br /&gt;2. orang tua yang telah memberi memotivasi, dan teman-teman sehingga makalah ini dapat selesai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terkait, yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan ini. Semoga kebaikan yang diberikan oleh semua pihak kepada penulis menjadi amal sholeh yang senantiasa mendapat balasan dan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah Subhana wa Ta’ala. &lt;br /&gt;Amin. &lt;br /&gt;Akhir kata, penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam laporan ini, untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padang, 29 Desember 2010 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                    Penulis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;BAB I     PENDAHULUAN&lt;br /&gt;1. LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;BAB II   PEMBAHASAN&lt;br /&gt;1. Kewirausahaan &lt;br /&gt;2. Langkah-Langkah Yang Dilakukan Dalam Pengembangan Usaha&lt;br /&gt;3. Ada  Strategi Untuk Mendapatkan Keuntungan Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III  PENUTUP&lt;br /&gt;A.  KESIMPULAN&lt;br /&gt;B. SARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAMPIRAN&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.1 LATAR BELAKANG PERMASALAHAN &lt;br /&gt;Di antara makhluk hidup yang di ciptakan Tuhan Yang Maha Esa, manusia merupakan makhluk yang paling sempurna. Manusia membutuhkan pekerjaan agar memperoleh penghasilan untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Di antara manusia tersebut ada beberapa orang yang mendapat kesempatan dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri bahkan dapat membuka lapangan kerja untuk orang lain.&lt;br /&gt;Dalam rangka pemerataan hasil-hasil pembangunan perlu lebih di tingkatkan dan diperluas usaha-usaha untuk memperbaiki penghasilan kelompok masyarakat yang mempunyai mata pencaharian rendah, seperti buruh tani, pedagang kecil, petani menggarap yang tidak memiliki lahan peternak kecil, nelayan, ataupun pengrajin.&lt;br /&gt;Pengusaha golongan ekonomi lemah termasuk pengusaha informal dan tradisional perlu ditingkatkan dan dibina untuk meningkatkan kemampuan usaha dan pemasaran dalam rangka mengembangkan kewirausahaan, antara lain melalui pendidikan dan latihan serta penyuluhan dan bimbingan, dengan mengikut sertakan pengusaha besar dan menengah.&lt;br /&gt;Dan kini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan melalui penyediaan yang memadai untuk berbagai kemudahan dan bantuan seperti, kredit dan permodalan, tempat berusaha bimbingan teknologi cepat, dsb. Olehkarena itu, kini para masyarakat hanya saja perlu pengembangan usahanya, bagaimana cara pengelolaan barang-barang yang akan dibuat menjadi produk jual dan produknya itu dapat menarik hati konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2.1 Kewirausahaan &lt;br /&gt;Istilah wirausaha diperkenalkan oleh Prof. Dr. Suparman Sumahamijaya pada tahun 1975 dengan menjabarkan dalam istilah aslinya yaitu entrepreneur, dalam arti mereka yang memulai usaha baru., menanggung segala resiko, dan mendapatkan keuntungan.&lt;br /&gt;Kata “Wirausaha” merupakan terjemahan dari istilah bahasa inggris entrepreneur, yang artinya adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk melihat dan menilai kesempatan peluang bisnis. J. B. Say menggambarkan pengusaha sebagai orang yang mampu memindahkan sumber-sumber ekonomi dari tingkat produktivitas rendah ke tingkat produktivitas tinggi karena mampu menghasilkan produk yang lebih banyak.&lt;br /&gt;Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Menurut dari segi etimologi (asal usul kata ). Wira, artinya pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, gagah berani, berjiwa besar, dan berwatak agung. Usaha, artinya perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Wirausaha dapat mengumpulkan sumber daya yang di butuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya, dan mengambil tindakan yang tepat guna untuk memastikan keberhasilan usahanya. Wirausaha ini bukan faktor keturunan atau bakat, tetapi sesuatu yang dapat dipelajari dan dikembangkan.&lt;br /&gt;Dalam kewirausahaan perlu adanya pengembangan usaha, yang dimana dapat membantu para wirausahawan untuk mendapatkan ide dalam pembuatan barang-barang yang akan dijadikan produk yang akan dijual. Dalam proses pengembangan usaha ini diperlukannya jiwa seseorang wirausaha yang soft skill yang artinya  adanya ketekunan berani mengambil resiko, terampil, tidak mudah putus asa, mempunyai kemauan terus belajar, memberi pelayanan yang terbaik kepada konsumen, bersikap ramah terhadap konsumen, sabar, pandai mengelola dan berdo’a. karena semua usaha dan rencana tidak akan berhasil tanpa adanya ridho dari Allah SWT.&lt;br /&gt;Untuk memulai usahanya, dimana para wirausahawan harus memiliki strategi pemasaran. Meskipun dalam mengembangkan usahanya hanya mempunyai modal terbatas, maka  perlu :&lt;br /&gt;2.2 Langkah-Langkah Yang Dilakukan Dalam Pengembangan Usaha&lt;br /&gt;•    Pertama kalinya adalah jeli melihat pasar.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, kebanyakan konsumen lebih memilih dan membeli produk yang tengah tren meskipun dalam kualitas produknya nomor 2 daripada kualitas produk nomor 1 tapi produknya ketinggalan jaman (dalam bidang garmen/usaha pakaian). Seandainya dalam bidang makanan, konsumen lebih membeli produk yang mempunyai kualitas, mutu, dan bergizi serta rasa yang enak.&lt;br /&gt;•    Langkah kedua adalah menjalin komunikasi dengan orang lain&lt;br /&gt;Maksudnya agar tidak ketinggalan informasi diperlukan mata-mata dalam menjalankan usaha, tentunya mata-mata dalam ati positif yaitu orang yang bertugas mengumpulkan informasi untuk mendukung kemajuan usahanya. Memperluas jaringan komunikasi sangatlah penting selain mempermudah mendapatkan informasi juga dapat memperluas daerah pemasaran.&lt;br /&gt;•   Langkah ketiga yakni, berani berinvestasi &lt;br /&gt;Sebagai pemula dalam usaha dengan dana/modal yang terbatas, diharapkan untuk berani menjual asset sendiri yang dapat menghasilkan uang untuk berinvestasi ataupun berusaha mengkredit uang dengan orang lain dengan syarat harus adanya pertanggungjawaban untuk melunasinya.&lt;br /&gt;•   Langkah keempat adalah focus dalam usahanya&lt;br /&gt;Kelemahan dari para wirausahawan selama ini  adalah tidak mampu mengelola kesuksesan yang telah dicapai dengan melakukan tindakan yang tidak terkendali. Sebagai contoh, beberapa pengusaha garmen tergiur keuntungan sesaat dari bisnis valas  saat krisis moneter 1998, akhirnya mereka mencoba berbisnis valas sedangkan bisnis garmennya terbengkalai. Sementara bisnis valasnya merugi akibat ketiadaan pengalaman bisnis financial, maka pengusaha tersebut gulung tikar.&lt;br /&gt;•   Langkah kelima  adalah promosi&lt;br /&gt;Dengan adanya promosi, masyarakat dapat mengenal produk yang ditawarkan. Sehingga konsumen dapat tertarik membeli produk yang telah dibuat. Para wirausahawan dapat mengambil alternatifnya yakni, dengan mengikuti bazaar, karena bazaar adalah sarana promosi yang murah dan dapat dijadikan momen untuk mengambil keuntungan. Setelah itu baru mempersiapkan brosur ataupun spanduk.&lt;br /&gt;• Untuk langkah keenam  adalah pemasaran yang dilakukan    para wirausahawan&lt;br /&gt;Dapat memilih tempat yang strategis. Dan dalam hal memproduksi barang dan penamaan tempat (toko) perlu adanya keunikan. Karena dengan keunikan suatu barang, maka kemungkinan banyak konsumen yang mencari, dan semakin besar peluang untuk mendapatkan keuntungan besar, dalam hal ini juga dapat memberikan nilai tambah didalam penjualan produk atapun memberikan nilai diskon apabila pembelian banyak.&lt;br /&gt;• Langkah Ketujuh adalah Pertimbangkan untuk mengembangkan bisnis&lt;br /&gt;Yakni dengan jalan Waralabalisensi atau peluang bisnis ataupun distribusi wholesale.&lt;br /&gt;2.3  Ada  Strategi Untuk Mendapatkan Keuntungan Besar&lt;br /&gt;Seringkali para pemilik bisnis berpikir bahwa untuk meningkatkan profit/keuntungan maka mereka harus menaikkan jumlah pelanggan mereka dan omset mereka / total pendapatan kotor mereka. Anggapan ini adalah salah, karena profit, omset dan pelanggan sebenarnya adalah hasil akhir yang tidak dapat diubah bila wirausahawan tidak mengubah strategi tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapaun strategi yang harus di ubah yaitu:&lt;br /&gt;Calon Pelanggan x Tingkat Konversi = Jumlah Pelanggan&lt;br /&gt;Jumlah Pelanggan x Jumlah Transaksi x Rata-rata Belanja = Omset&lt;br /&gt;Omset x Margin = Keuntungan ( Profit)&lt;br /&gt;Dalam berbisnis para wirausahawan hanya dapat mempengaruhi : calon pelanggan, tingkat konversi, jumlah transaksi, rata-rata belanja, dan margin&lt;br /&gt;1.  Calon Pelanggan &lt;br /&gt;Adalah setiap orang yang telah mampir ke toko, tapi belum membeli, mereka juga orang-orang yang telah menelepon ke toko dan meminta penjelasan tenteng produk tsb atau merespon email yang di buat untuk promosi tapi mereka belum membeli.&lt;br /&gt;2. Tingkat Konversi&lt;br /&gt;Adalah persentase calon pelanggan yang akhirnya membeli produk.Sebagai contoh, bila saat ini datang 10 orang ke toko anda, kemudian 3 orang membeli,  maka tingkat konversinya adalah 30%.&lt;br /&gt;3. Jumlah Transaksi&lt;br /&gt;Adalah berapa banyak pelanggan yang sama, untuk kembali ke toko dengan membeli produk tersebut.&lt;br /&gt;4. Rata-rata belanja&lt;br /&gt;Adalah besarnya uang yang dibelanjakan dalam 1 kali transaksi. Contohnya, bila saat ini rata-rata pelanggan anda menghabiskan 50.000 rupiah untuk berbelanja di toko anda, maka anda dapat melakukan upaya agar mereka mau membelanjakan uangnya lebih banyak lagi di toko anda dalam 1 kali transaksi.&lt;br /&gt;5. Margin&lt;br /&gt;Adalah persentase keuntungan dari produk tersebut. Sebagai contoh, bila      anda dapat menerapkan strategi-strategi yang tepat untuk menaikkan 10 % saja kinerja anda dimasing-masing langkah, maka diakhir periode anda dapat meningkatkan hingga 61 % keuntungan anda.&lt;br /&gt;Pada hakekatnya dalam dunia wirausaha para wirausahawan harus berani terjun dalam mengembangkan usahanya hingga titik kesuksesan dan pada intinya banyak cara untuk mencapai kesempurnaan dalam dunia bismis namun semua dapat dicapai jika kita bersungguh-sungguh untuk mengembangkan bisnis yang kita punya. Dan kami berharap agar pembelajaran ini kita bisa mengambil pelajaran dalam  dunia bisnis yang ingin kita jalankan.Dan semua pengorbanan yang kita keluarkan untuk mengembangkan usaha kita harus didukung juga rasa percaya diri agar mampu bersaing di dunia bisnis yang kita dalami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BAB III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A.KESIMPULAN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam kewirausahaan perlu adanya pengembangan usaha, yang dimana dapat membantu para wirausahawan untuk mendapatkan ide dalam pembuatan barang-barang yang akan dijadikan produk yang akan dijual. Dalam proses pengembangan usaha ini diperlukannya jiwa seseorang wirausaha yang soft skill yang artinya  adanya ketekunan berani mengambil resiko, terampil, tidak mudah putus asa, mempunyai kemauan terus belajar, memberi pelayanan yang terbaik kepada konsumen, bersikap ramah terhadap konsumen, sabar, pandai mengelola dan berdo’a. karena semua usaha dan rencana tidak akan berhasil tanpa adanya ridho dari Allah SWT&lt;br /&gt;B. SARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa kewirausahaan merupakan salah satu dasar kesuksesan di dalam berusaha. Sifat ini harus dipupuk sejak dini agar kelak dapat berguna ketika sudah siap untuk menjalankan suatu usaha tertentu. Adakalanya salah satu ketakutan di dalam memulai suatu usaha adalah keterbatasan modal, relasi yang masih sedikit, tidak tahu bagaimana mempromosikan usahanya dan sebagainya. Cara paling sederhana dan tidak banyak mengeluarkan modal adalah memanfaatkan dunia maya untuk melakukan usaha yang sedang digeluti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lampiran&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Asep Dan Budidaya Kelinci di Lembang&lt;br /&gt;Seorang wirausahawan bernama Asep Sutisna, lahir di Bandung 12 Juni 1992. Mendirikan sebuah wirausaha kecil-kecilan. Dari pertama dia bekerja dengan  usahanya di bidang pekerja pabrik obat, lalu dia berpindah profesi sebagi juru foto. Disuatu hari, anaknya meminta kepadanya untuk minta dibelikan 5 ekor kelinci, karena melihat teman-temannya memilki kelinci dan setelah itukelinci tersebut dipelihara oleh anaknya. Kemudian setelah itu kedua anaknya bosan terhadap kelinci-kelinci itu. Pada akhirnya, Asep menjual kelima kelinci tersebut dan hasil penjualannya tersebut laku. Tetapi dengan menjual kelinci itu adalah pekerja sampingan, sedangakan dia masih berprofesi sebagai juru foto.&lt;br /&gt;Pada saat itu, istrinya menyuruhnya untuk menjual kelinci lagi karena banyak warga yang memesan pada keluaraga Asep, akhirnya dia membeli kelinci lagi sebanyak mungkin, dan laku. Kemudian Asep menjual kelinci lebih banyak lagi,tapi pada akhirnya kelinci-kelinci tersebut banyak terkena serangan scabies dan karena dulu dia belum tahu benar tentang ternak kelinci, maka dia sedikt bangkrut.  Kemudian dia ikut kerja sebagai ternak sapi oleh pengusaha jepang, semakin lama, semakin dia tahu tentang berternak dan tau tentang obat yang dapat menyebuhkan kelinci, akhirnya dia meneruskan kembali usahanya sebagai peternak kelinci. Dan setelah itu, dia berhasil dan kini dia menjadi pengusaha besar, dan dia memproduksikan dan memasarkan olahan daging kelinci berupa sate kelinci ataupun yang lainnya.&lt;br /&gt;Selain itu, Asep  ingin sekali mendirikan usaha kecil terpadu, mulai dari, peternakan, pembibitan, industri produk pengolahan, pengolahan kulit, serta restoran. Dengan ini, Asep telah mendirikan beberpa lapangan pekerjaan yang dapat mengurangi pengangguran yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-4663757862096669932?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/4663757862096669932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/01/kata-pengantar-alhamdulillah-puji-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/4663757862096669932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/4663757862096669932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/01/kata-pengantar-alhamdulillah-puji-dan.html' title='makalah kewirausahaan'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-7196267878067779085</id><published>2011-01-04T19:49:00.002-08:00</published><updated>2011-01-04T19:53:09.244-08:00</updated><title type='text'>HUBUNGAN STRUKTUR TUMBUHAN DENGAN LINGKUNGAN</title><content type='html'>Faktor-faktor lingkungan sebagai faktor ekologi sangat beragam, secara sendiri sendiri atau dalam bentuk kombinasi, saling bercampur dan mempengaruhi satu sama lain yang mempunyai peranan penting bagi kehidupan tumbuhan dan makhluk hidup lainnya. &lt;br /&gt;Hubungan antara faktor-faktor lingkungan dengan tumbuhan akan menentukan keberadaan, kesuburan atau kegagalan tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang. Ciri-ciri habitat dan lingkungannya kadang-kadang dapat menentukan Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! adanya variasi dan diferensiasi tumbuhannya dalam bentuk tipe-tipe vegetasinya. &lt;br /&gt;Hubungan tersebut di atas, pada umumnya terjadi antara tumbuh-tumbuhan dengan habitat dan lingkungannya (lingkungan abiotik), antara tumbuhan dengan tumbuhan, antara tumbuhan dengan biota lain, dan antara tumbuhan dengan manusia (lingkungan biotik). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hubungan tumbuhan dengan lingkungan abiotik terbentuk antara tumbuh-tumbuhan dengan tanah/lahan sebagai substrat atau habitat, fisiografi dan topografi tanah (konfigurasi permukaan bumi), dan lingkungan iklim (cahaya matahari, suhu, curah hujan dan kelembaban, dan udara atmosfir). &lt;br /&gt;Hubungan tumbuhan dengan tanah sebagai substrat atau habitat berhubungan erat dengan jenis (struktur dan tekstur tanah), sifat fisik, kimia dan biotik tanah, kandungan air tanah, nutrien dan bahan-bahan organik, serta bahan anorganik sebagai hasil proses dekomposisi biota tanah. Dikenal berbagai sifat adaptasi dan toleransi tumbuhan berkaitan dengan struktur dan sifat kimia tanah, yaitu tipe vegetasi kalsifita, oksilofita, psammofita, halofita, dan lain lain. &lt;br /&gt;Konfigurasi permukaan bumi sangat mempengaruhi ketinggian, kemiringan, dan deodinamika lahan sebagai habitat, yang akan berpengaruh terhadap iklim (cahaya/matahari, suhu, curah hujan, dan kelembaban udara); yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan erat dengan masyarakat tumbuhan dalam kaitannya dengan kehadiran, distribusi, jenis-jenis tumbuhan, dan berbagai proses biologi tumbuhan. &lt;br /&gt;Hubungan iklim dengan tumbuhan sangat erat. Iklim berpengaruh terhadap berbagai proses fisiologi (fotosintesis, respirasi, dan transpirasi), pertumbuhan dan reproduksi (pembungaan, pembentukan buah, dan biji) dan sebagainya. Hubungan tumbuhan dengan faktor lingkungan iklim merupakan hubungan yang tidak terpisahkan dan bersifat menyeluruh (holocoenotik). &lt;br /&gt;Kebutuhan tumbuh-tumbuhan akan cahaya matahari berkaitan pula dengan energi dan suhu udara yang ditimbulkannya. Terdapat 4 kelompok vegetasi yang dipengaruhi oleh suhu lingkungan di habitatnya, yaitu kelompok vegetasi atau tumbuhan megatermal (tumbuhan menyukai habitat bersuhu panas sepanjang tahun, misalnya tumbuhan daerah tropis), mesotermal (tumbuhan yang menyukai lingkungan yang tidak bersuhu terlalu panas atau terlalu dingin), mikrotermal (tumbuhan yang menyukai habitat bersuhu rendah atau dingin, misalnya tumbuhan dataran tinggi atau habitat subtropis) dan hekistotermal yaitu tumbuhan yang terdapat di daerah kutub atau alpin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUMBUHAN SEBAGAI INDIKATOR DALAM PENCEMARAN LINGKUNGAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan, sifat-sifatnya merupakan pencerminan yang ada di dalam tumbuhan itu (hereditas), tetapi selain itu pertumbuhannya juga dipengaruhi lingkungan. Jadi fenotipe yang terjadi merupakan paduan dari hereditas dan lingkungan itu.&lt;br /&gt;Tumbuhan dapat hidup dengan baik di lingkungan yang menguntungkan. Suatu tumbuhan atau komunitas tumbuhan dapat berperan sebagai pengukur kondisi&lt;br /&gt;lingkungan tempat tumbuhnya, disebut indikator biologi atau bioindikator atau&lt;br /&gt;fitoindikator. Etau dengan istilah lain tumbuhan yang dapat digunakan sebagai&lt;br /&gt;indikator kekhasan habitat tertentu disebut tumbuhan indikator.&lt;br /&gt;Banyaknya tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai indikator suatu lingkungan. Dalam suatu komunitas tumbuhan beberapa diantaranya dominan dengan jumlah yang melimpah. Tumbuhan semacam ini merupakan indikator yang penting karena mereka sudah sangat erat hubungan dengan habitatnya. Dengan demikian dapatlah dinyatakan bahwa komunitas atau setidak-tidaknya kebanyakan tumbuhan merupakan indikator yang lebih baik daripada tumbuhan yang tumbuh secara individual. &lt;br /&gt;Pengetahuan tentang indikator tumbuhan dapat membantu mencirikan sifat tanah setempat, dengan demikian dapat untuk menentukan tanaman apa atau apa yang dapat diusahakan di bagian tanah itu atau seluruh tanah di situ. Indikator tumbuhan juga digunakan untuk memperkirakan kemungkinan lahan sebagai sumber daya untuk hutan, padang rumput atau tanaman pertanian. Bahkan beberapa jenis logam dapat dideteksi dengan pertumbuhan tumbuhan tertentu di suatu areal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-7196267878067779085?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/7196267878067779085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/01/hubungan-struktur-tumbuhan-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/7196267878067779085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/7196267878067779085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/01/hubungan-struktur-tumbuhan-dengan.html' title='HUBUNGAN STRUKTUR TUMBUHAN DENGAN LINGKUNGAN'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-6331954367416181774</id><published>2011-01-04T19:49:00.001-08:00</published><updated>2011-01-04T19:51:37.844-08:00</updated><title type='text'>Career planning</title><content type='html'>Berdasarkan beberapa penjelasan pada artikel manajemen sebelumnya nampak bahwa Career planning (perencanaan karir) diperlukan oleh setiap karyawan. Suatu karir adalah semua pekerjaan (atau jabatan) yang dipunyai (dipegang) selama kehidupan kerja seseorang. Bagi sebagian karyawan, pekerjaan-pekerjaan tersebut merupakan suatu bagian dari rencana yang disusunnya secara berhati-hati dan sungguh-sungguh. Namun bagi sebagian lainnya, karir mungkin hanya sekedar ‘nasib yang hanya diikuti saja’, karena tidak ada perencanaan karir yang jelas untuk meraih jabatan yang diinginkannya. Karyawan yang tidak mempunyai perencanaan karir jelas akan lebih tidak jelas masa depan karirnya dibandingkan dengan karyawan yang mempunyai perencanaan karir karena akan lebih fokus meraih karir yang telah direncanakannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak karyawan gagal mengelola karir karena tidak memperhatikan konsep-konsep dasar perencanaan karirnya, karyawan tidak siap untuk jabatan-jabatan yang tersedia di dalam organisasi. Karyawan tidak menyadari bahwa sasaran-sasaran karir dapat memacu karir dan menghasilkan sukses yang besar. Pemahaman akan konsep-konsep perencanaan karir diharapkan dapat mengarahkan pada penetapan sasaran karir dan perencanaan karir cenderung dapat tercapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses perencanaan ini memungkinkan para karyawan untuk mengidentifikasikan sasaran-sasaran karier dan jalur-jalur menuju sasaran-sasaran tersebut. Kemudian melalui kegiatan-kegiatan atau pengembangan para karyawan mencari cara-cara untuk meningkatkan dirinya dan mengembangkan sasaran-sasaran karier mereka. Pendek kata, karir harus dikelola melalui suatu perencanaan yang cermat. Bila tidak, para karyawan akan sering tidak siap memanfaatkan berbagai kesempatan karir yang ada dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-6331954367416181774?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/6331954367416181774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/01/career-planning.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/6331954367416181774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/6331954367416181774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/01/career-planning.html' title='Career planning'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-2967243144886539456</id><published>2011-01-04T19:49:00.000-08:00</published><updated>2011-01-04T19:50:55.338-08:00</updated><title type='text'>Agribisnis</title><content type='html'>Agribisnis, yang seringkali diucapkan secara salah menjadi agrobisnis, merupakan kegiatan manusia yang memanfaatkan sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. Istilah lainnya adalah cara pandang ekonomi bagi kegiatan dalam bidang pertanian.&lt;br /&gt;Bidang ini mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Secara luas, istilah ini diartikan sebagai bisnis berbasis sumber daya alam.&lt;br /&gt;Objek agribisnis dapat berupa tumbuhan, hewan, ataupun organisme lainnya. Kegiatan budidaya termasuk dalam bagian hulu bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apabila produk budidaya atau hasil panen dimanfaatkan oleh pengelola sendiri, kegiatan ini disebut pertanian subsisten, dan merupakan kegiatan bidang ini yang paling primitif. Pemanfaatan sendiri dapat berarti juga menjual atau menukar untuk memenuhi keperluan sehari-hari.&lt;br /&gt;Dalam arti luas, agribisnis tidak hanya mencakup kepada industri makanan saja. Seiring perkembangan teknologi, pemanfaatan produk pertanian berkaitan erat dengan farmasi, teknologi bahan, dan penyediaan energi.&lt;br /&gt;Perencanaan Agribisnis adalah usaha sistematis untuk mencari alternatif-alternatif baru, disertai dengan penghitungan konsekuensi finansialnya terhadap hasil dan biaya. Tujuannya adalah untuk memperoleh pendapatan yang paling tinggi baik, berbentuk natura maupun uang.&lt;br /&gt;Ditinjau secara ekonomis murni, agar proses agribisnis berkelanjutan maka formula yang harus dicapai adalah :&lt;br /&gt;Nilai hasil = biaya + laba guna menampung seluruh resiko usaha.&lt;br /&gt;Dari sudut agribisnis yang dilakukan oleh petani dan nelayan dalam bentuk usaha tani, maka formula yang digunakan :&lt;br /&gt;Nilai hasil = biaya + menampung kebutuhan hidup petani dan nelayan secara sejahtera.&lt;br /&gt;Jika Anda serius untuk menekuni bidang ini, maka harus memahami tahapan-tahapan perencanaan agribisnis, antara lain :&lt;br /&gt;• Mencari alternatif-alternatif&lt;br /&gt;• Menghitung rendabilitas dan melakukan analisis perencanaan&lt;br /&gt;• Membandingkan situasi baru dengan situasi saat ini&lt;br /&gt;Pada hakekatnya yang perlu diusahakan adalah pemanfaatan semaksimal mungkin dari faktor-faktor yang paling langka. Misalnya saja, tanah paling langka, maka gunakanlah tanah seintensif mungkin dengan teknik intensifikasi untuk meningkatkan produktifitas. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-2967243144886539456?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/2967243144886539456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/01/agribisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/2967243144886539456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/2967243144886539456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2011/01/agribisnis.html' title='Agribisnis'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-886201312222806729</id><published>2010-12-25T13:42:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T13:44:50.942-08:00</updated><title type='text'>PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT &amp; IDEOLOGI BANGSA</title><content type='html'>pancasila Sebagai Sistem Etika&lt;br /&gt;PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA DI INDONESIA&lt;br /&gt;Latar Belakang&lt;br /&gt;Etika merupakan cabang falsafah dan sekaligus merupakan cabang dari ilmu kemanusiaan (humaniora). Etika sebagai cabang falsafah membahas sistem dan pemikiran mendasar tentang ajaran dan pandangan moral. Etika sebagai cabang ilmu membahas bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu. Etika sosial meliputi cabang etika yang lebih khusus seperti etika keluarga, etika profesi, etika bisnis, etika lingkungan, etika pendidikan, etika kedokteran, etika jurnalistik, etika seksual dan etika politik.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pancasila merupakan nilai dasar yang menjadi rambu-rambu bagi politik hukum nasional. Nilai-nilai dasar itu kemudian melahirkan empat kaidah penuntun hukum yang harus dijadikan pedoman dalam pembangunan hukum. Empat kaidah itu meliputi, pertama hukum Indonesia harus bertujuan dan menjamin integrasi bangsa, baik secara teritorial maupun ideologis. &lt;br /&gt;Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sebagaimana dikemukakan oleh Hans Kelsen merupakan Grundnorm ataupun menurut Teori Hans Nawiasky disebut sebagai Staatsfundamentalnorm. Dalam hal ini menurut A. Hamid S. Attamimi secara eksplisit bahwa Pancasila adalah norma fundamental negara (Staatsfundamentalnorm) Republik Indonesia. &lt;br /&gt;Etika dan Norma Sosial&lt;br /&gt;1. Pengertian Etika&lt;br /&gt;Etika adalah kelompok filsafat praktis (filsafat yang membahas bagaimana manusia bersikap terhadap apa yang ada) dan dibagi menjadi dua kelompok. Etika merupakan suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral. Etika adalah ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran tertentu atau bagaimana kita bersikap dan bertanggung jawab dengan berbagai ajaran moral. Kedua kelompok etika yaitu, Etika Umum dan Etika Khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nilai, Norma dan Moral dalam Kehidupan Bernegara di Indonesia&lt;br /&gt;Nilai (value) adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. Nilai bersumber pada budi yang berfungsi mendorong dan mengarahkan (motivator) sikap dan perilaku manusia. Nilai sebagai suatu sistem merupakan salah satu wujud kebudayaan di samping sistem sosial dan karya. Alport mengidentifikasikan nilai-nilai yang terdapat dalam kehidupan masyarakat pada enam  macam, yaitu : nilai teori, nilai ekonomi, nilai estetika, nilai sosial, nilai politik dan nilai religi. Hierarkhi nilai sangat tergantung pada titik tolak dan sudut pandang individu – masyarakat terhadap sesuatu obyek. Menurut Notonagoro membedakan menjadi tiga yaitu nilai material, nilai vital dan nilai kerohanian.&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaanya, nilai-nilai dijabarkan dalam wujud norma, ukuran dan kriteria sehingga merupakan suatu keharusan anjuran atau larangan, tidak dikehendaki atau tercela. Oleh karena itu, nilai berperan sebagai pedoman yang menentukan kehidupan setiap manusia.&lt;br /&gt;Keterkaitan nilai, norma dan moral merupakan suatu kenyataan yang seharusnya tetap terpelihara di setiap waktu pada hidup dan kehidupan manusia. Keterkaitan itu mutlak digarisbawahi bila seorang individu, masyarakat, bangsa dan negara menghendaki fondasi yang kuat tumbuh dan berkembang. Sebagaimana tersebut di atas maka nilai akan berguna menuntun sikap dan tingkah laku manusia bila dikongkritkan dan diformulakan menjadi lebih obyektif sehingga memudahkan manusia untuk menjabarkannya dalam aktivitas sehari-hari.&lt;br /&gt;Nilai Dasar dan Nilai Praktis&lt;br /&gt;1. Nilai Dasar&lt;br /&gt;Sekalipun nilai bersifat abstrak yang tidak dapat diamati melalui panca indra manusia, tetapi dalam kenyataannya nilai berhubungan dengan tingkah laku atau berbagai aspek kehidupan manusia dalam prakteknya. Setiap nilai memiliki nilai dasar yaitu berupa hakikat, esensi, intisari atau makna yang dalam dari nilai-nilai tersebut. Nilai dasar itu bersifat universal karena menyangkut kenyataan obyektif dari segala sesuatu, contoh, hakikat Tuhan, manusia, atau mahluk lainnya.&lt;br /&gt;Apabila nilai dasar itu berkaitan dengan hakikat Tuhan,  maka nilai dasar itu bersifat mutlak karena Tuhan adalah kausa prima (penyebab pertama). Segala sesuatu yang diciptakan berasal dari kehendak Tuhan. Nilai dasar yang menjadi sumber etika bagi bangsa Indonesia adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. &lt;br /&gt;Di samping itu terdapat nilai instrumental sebagai nilai yang menjadi pedoman pelaksanaan dari nilai dasar. Apabila nilai instrumental itu berkaitan dengan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari maka nilai itu akan menjadi norma moral. Namun jika nilai instrumental itu berkaitan dengan suatu organisasi atau negara, maka nilai instrumental itu merupakan suatu arahan, kebijakan, atau strategi yang bersumber pada nilai dasar sehingga dapat juga dikatakan bahwa nilai instrumental itu merupakan suatu eksplisitasi dari nilai dasar.&lt;br /&gt;2. Nilai Praktis&lt;br /&gt;Nilai praktis merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam kehidupan yang lebih nyata dengan demikian nilai praktis merupakan pelaksanaan secara nyata dari nilai-nilai dasar dan nilai-nilai instrumental.. Undang-undang organik adalah wujud dari nilai praktis, dengan kata lain, semua perundang-undangan yang berada di bawah UUD sampai kepada peraturan pelaksana yang dibuat oleh pemerintah. &lt;br /&gt;Pancasila Sebagai Nilai Dasar dan Sistem Etika Negara Indonesia&lt;br /&gt;1. Makna Nilai Dasar Pancasila &lt;br /&gt;Makna nilai dasar pancasila dikaji dalam perspektif filosofis yaitu, Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai yang bersifat sistematis. Fungsi filsafat berkaitan dengan Pancasila yaitu mempertanyakan dan menjawab apakah dasar kehidupan berrpolitik dalam berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;Sangat tepat kiranya pertanyaan yang diajukan oleh Ketua BPUPKI, Dr. Radjiman Wediodiningrat di hadapan rapat BPUPKI bahwa negara Indonesia yang akan kita bentuk itu apa dasarnya? Kemudian Soekarno menafsirkan pertanyaan tersebut  sebagai berikut; “Menurut anggapan saya yang diminta oleh Paduka tuan Ketua yang mulia ialah dalam Bahasa Belanda yaitu philosiphische grondslag dari pada Indonesia Merdeka. Philosophische grondslag itulah fundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka”. &lt;br /&gt;Pengertian Pancasila harus dimaknai kesatuan yang bulat, hirarkhis dan sistematis. Dalam pengertian itu maka Pancasila merupakansuatu  sistem filsafat sehingga kelima silanya memiliki esensi makna yang utuh. Dasar pemikiran filosofisnya yaitu Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia mempunyai makna bahwa dalam setiap aspek kehidupan kebangsaan, kemasyarakatan serta kenegaraan harus berdasarkan nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan. Titik tolaknya pandangan itu adalah negara adalah suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan manusia. Hal demkian dapat dijelaskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;•    Nilai-nilai Pancasila timbul dari bangsa Indonesia sehingga bangsa Indonesia sebagai kausa materialis. Nilai-nilai itu sebagai hasil pemikiran, penilaian kritik serta hasil refleksi filosofis bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;•    Nilai-nilai Pancasila merupakan filsafat (pandangan hidup) bangsa Indonesia sehingga merupakan jati diri bangsa, yang diyakini sebagai sumber nilai atas kebenaran, kebaikan, keadilan dan kebijaksanaan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;•    Nilai-nilai Pancasila didalamnya terkandung ketujuh nilai-nilai kerohanian yaitu nilai-nilai kebenaran, keadilan, kebaikan, kebijaksanaan, estetis dan religius yang manifestasinya sesuai dengan budi nurani bangsa Indonesia karena bersumber pada kepribadian bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Nilai Fundamental Terhadap Sistem Etika Negara&lt;br /&gt;Nilai-nilai Pancasila bersifat universal yang memperlihatkan nafas humanisme. Oleh karena itu, Pancasila dapat dengan mudah diterima oleh siapa saja. Meskipun Pancasila mempunyai nilai universal tetapi tidak begitu sajadengan mudah diterima oleh semua bangsa. Perbedaannya terletak pada fakta sejarah bahwa nilai Pancasila secara sadar dirangkai dan disahkan menjadi satu kesatuan yang berfungsi sebagai basis perilaku politik dan sikap moral bangsa.&lt;br /&gt;Adapun Pembukaan UUD 1945 yang didalamnya memuat nilai-nilai Pancasila mengandung empat pokok pikiran yang merupakan derivasi atau penjabaran dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Pokok pikiran pertama menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara persatuan, yaitu negara yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, mengatasi segala paham golongan maupun perseorangan. &lt;br /&gt;Ketentuan dalam pembukaan UUD 1945 yaitu, ”…..maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam suatu Undang- Undang Dasar Negara Indonesia” menunjukkan sebagai sumber hukum. Nilai dasar yang fundamental dalam hukum mempunyai hakikat dan kedudukan yang kuat dan tidak dapat berubah mengingat pembukaan UUD 1945 sebagai cita-cita negara (staatsidee) para pediri bangsa sekaligus perumus konstitusi (the framers of the constitution). Di samping itu, nilai-nilai Pancasila juga merupakan suatu landasan moral etik dalam kehidupan kenegaraan yang ditegaskan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa berdasar atas kemanusiaan yang adil dan beradab. Konsekuensinya dalam penyelenggaraan kenegaraan antara lain operasional pemerintahan negara, pembangunan negara, pertahanan-keamanan negara, politik negara serta pelaksanaan demokrasi negara harus senantiasa berdasarkan pada moral ketuhanan dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan Negara Republik Indonesia merupakan nilai yang tidak dapat dipisah-pisahkan dengan masing-masing silanya. Untuk  lebih memahami nilai-nilai yang terkandung dalam masing-masing sila Pancasila, makadapat diuraikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.    Ketuhanan Yang Maha Esa, meliputi dan menjiwai keempat sila lainnya. Dalam sila ini terkandung nilai bahwa negara yang didirikan adalah pengejawantahan tujuan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha esa. &lt;br /&gt;2.    Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Kemanusian berasal dari kata manusia yaitu mahluk yang berbudaya dengan memiliki potensi pikir, rasa, karsa dan cipta. Potensi itu yang mendudukkan manusia pada tingkatan martabat yang tinggi yang menyadari nilai-nilai dan norma-norma. Kemanusiaan terutama berarti hakikat dan sifat-sifat khas manusia sesuai dengan martabat. &lt;br /&gt;3.    Persatuan Indonesia. Persatuan mengandung pengertian bersatunya bermacam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan. Persatuan Indonesia dalam sila ketiga ini mencakup persatuan dalam arti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan. Persatuan Indonesia ialah persatuan bangsa yang mendiami seluruh wilayah Indonesia. Persatuan Indonesia merupakan faktor yang dinamis dalam kehidupan. &lt;br /&gt;4.    Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksaaan dalam Per-musyawaratan/Perwakilan Kerakyatan. Rakyat merupakan sekelompok manusia yang berdiam dalam satu wilayah negara tertentu. Dengan sila ini berarti bahwa bangsa Indonesia menganut sistem demokrasi yang menempatkan rakyat di posisi tertinggi dalam hirarki kekuasaan.&lt;br /&gt;5.    5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Keadilan sosial berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat di segala bidang kehidupan, baik materiil maupun spiritual. Seluruh rakyat Indonesia berarti untuk setiap orang yang menjadi rakyat Indonesia. &lt;br /&gt;Adapun makna dan maksud istilah beradab pada sila kedua, “Kemanusiaan yanga dil dan beradab” yaitu terlaksananya penjelmaan unsur-unsur hakikat manusia, jiwa raga, akal, rasa, kehendak, serta sifat kodrat perseorangan dan makhluk Tuhan Yang Maha Esa sebagai causa prima dalam kesatuan majemuk-tunggal. Hal demikian dilaksnakan dalam upaya penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernagara yang bermartabat tinggi.&lt;br /&gt;Pancasila Sebagai Etika Politik di Indonesia&lt;br /&gt;1. Pancasila Sebagai Etika dalam Pemilu&lt;br /&gt;Pelaksanaan pemilu merupakan wujud dari negara yang berkedaulatan rakyat (demokrasi). Plaksanaan pemilu diatur dalam Pasal 22E UUD 1945 Pasca perubahan. Pelaksanaan pemilu, termasuk pemilu kepala daerah (pemilukada) harus senantiasa didasarkan pada prinsip-prinsip Pancasila, yaitu proses demokrasi harus dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan yang beradab sehingga terwujud keharmonisan dan pemerintahan negara yang demokratis.&lt;br /&gt;Selanjutnya, pencasila mengatur kehidupan berdemokrasi dalam batang tubuh UUD 1945. Hal yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan pemilihan umum yang demokratis yaitu harus senantiasa memegang teguh prinsip konstitusionalisme sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (2) UUD 1945, yaitu “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”.&lt;br /&gt;Prinsip demikian merupakan wujud enguatan berdemokrasi dan pembangunan sistem etika, terutama dalam pelaksanaan pemilu. Artinya, apabila pelaksanaan pemilu telah menyimpang dari ketentuan sebagaimana diatur dalam UUD 1945 maka pelaksanaan hasil pemilu perlu ditinjau ulang sehingga sesuai dengan prinsip berdemokrasi yang dibangun dalam UUD 1945 sebagai generalisasi dari Pancasila yang berkedudukan sebagai hukum tertinggi dalam sistem hukum di Indonesia. Upaya untuk mengatasi berbagai kecurangan dalam pemilu, UUD 1945 mengatur pelaksanaan pemilu demokratis, yaitu untuk menjaga konsistensi prinsip konstitusionalisme agar pelaksanaan pemilu tetap berdasarkan pada koridor hukum yang senantiasa menjunjung tinggi etika berpolitik. ditangani oleh lembaga peradilan tata negara yaitu Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai lembaga pengawal konstitusi (the guardian of the constitution). Implikasinya, pelaksanaan pemilu mengarah pada prinsip sebagaimana diatur dalam UUD 1945 termasuk Pancasila.&lt;br /&gt;2. Implementasi Nilai dan Moral Kehidupan Bermasyarakat&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kita akan selalu berhadapan dengan istilah nilai dan norma dan juga moral dalam kehidupan sehari-hari. Dapat kita ketahui bahwa yang dimaksud dengan nilai sosial merupakan nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Sebagai contoh, orang menanggap menolong memiliki nilai baik, sedangkan mencuri bernilai buruk. Demikian pula, guru yang melihat siswanya gagal dalam ujian akan merasa gagal dalam mendidik anak tersebut. Bagi manusia, nilai berfungsi sebagai landasan, alasan, atau motivasi dalam segala tingkah laku dan perbuatannya.&lt;br /&gt;Nilai mencerminkan kualitas pilihan tindakan dan pandangan hidup seseorang dalam masyarakat. Itu adalah yang dimaksud dan juga contoh dari nilai. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa norma sosial adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat tertentu. Norma sering juga disebut dengan peraturan sosial. Norma menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam menjalani interaksi sosialnya. Keberadaan norma dalam masyarakat bersifat memaksa individu atau suatu kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk. Pada dasarnya, norma disusun agar hubungan di antara manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib sebagaimana yang diharapkan. Tingkat norma dasar didalam masyarakat dibedakan menjadi 4 (empat) yaitu cara, kebiasaan, tata kelakuan, dan adat istiadat. Misalnya orang yang melanggar hukum adat akan dibuang dan diasingkan ke daerah lain.&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;1. Kesimpulan&lt;br /&gt;Berdasarkan pembahasan di atas, kiranya dapat disimpulkan beberapa kesimpulan, yaitu:&lt;br /&gt;1.    Pancasila merupakan sebuah nilai dasar Negara Indonesia. Pancasila diambil dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia pada dasarnya bersifat religius, kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan. Di samping itu Pancasila bercirikan asas kekeluargaan dan gotong royong serta pengakuan atas hak-hak individu.&lt;br /&gt;2.    Implementasi Pancasila sebagai sistem etika harus senantiasa terwujud prinsip-prinsip sebagai nilai luhur termasuk sila kedua dari Pancasila, yaitu “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Eksistensi pancasila sebagai sistem etika dapat ditegakkan dengan mengimplementasikan prinsip konstitusionalisme dalam penyelenggaraan pemerintahan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-886201312222806729?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/886201312222806729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/12/pancasila-sebagai-filsafat-ideologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/886201312222806729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/886201312222806729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/12/pancasila-sebagai-filsafat-ideologi.html' title='PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT &amp; IDEOLOGI BANGSA'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-529271266607936473</id><published>2010-12-25T13:41:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T13:42:50.145-08:00</updated><title type='text'>Sejarah Perkembangan Hak Asasi Manusia</title><content type='html'>1.    Pengertian HAM            &lt;br /&gt;Pengertian hak asasi manusia berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 1 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia  Perkembangan konsep hak asasi manusia ditelusuri secara historis berawal dari dunia Barat dimulai dari abad XVII sampai dengan abad XX.   Pada abad XVII, hak asasi manusia berasal dari hak kodrat (natural rights) yang mengalir dari hukum kodrat (natural law). Dua hak yang sangat &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ditonjolkan adalah kebebasan politik (political freedom) dan hak untuk ada (rights to be). Hal ini dipengaruhi keadaan masa sebelumnya dalam kehidupan bernegara yang  absolut. Pada abad XVIII, hak kodrat dirasionalkan melalui konsep kontrak sosial dan mebuat hak tersebut menjadi sekular, rational, universal, individual demokratik dan radikal. Dua hak yang sangat ditonjolkan adalah kebebasan sipil (civil libertis) dan hak untuk memiliki (rights to have). Pada abad XIX masuk pemikiran sosialisme yang lebih memberikan penekanan pada masyarakat (society). Pada masa ini lahir fungsi sosial dan hak-hak individu.  Dua hak yang sangat ditonjolkan adalah hak untuk berpartisipasi (participation rights) dan hak untuk berbuat (rights to do). Pada abad XX ditandai dengan usaha untuk mengkonversikan hak-hak individu yang sifatnya kodrat menjadi hak-hak hukum (form natural human rights into positive legal rights). Saat itu lahirlah The Universal Declaration of Human Rights. Hak yang meonjol pada abad ini adalah hak-hak sosial ekonomi (sosial economic rights) dan hak untuk mendapatkan sesuatu (rights to receive). Hal ini digambarkan oleh Philipus M Hadjon, sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.    Abad XVII : Hak-hak asasi manusia bersumber dari hak-hak kodrat yang mengalir dari hukum kodrat.Hak-hak politik.&lt;br /&gt;b.    Abad XVIII : Hak-hak kodrat dirasionalkan dalam kontrak sosial. Kebebasan sipilIndividualisme kuantitatif.&lt;br /&gt;c.    Abad XIX : Ditambah dukungan etik dan utilitarian dan munculnya paham sosialisme. Hak-hak partisipasi Individualisme kualitatif&lt;br /&gt;d.    Abad XX : Konversi hak-hak asasi manusia yang sifatnya kodrat menjadi hak-hak hukum (positip). Hak-hak sosial (sosiale grondrechten).&lt;br /&gt;2.   Pemikiran konsep HAM menurut Philipus M. Hadjon&lt;br /&gt;                Pemikiran konsep hak asasi manusia, secara umum menurut Philipus M Hadjon,  dibedakan dalam tiga kelompok, berdasarkan ide/ gagasan yaitu political and ideological thought yaitu Barat, sosialis dan dunia ketiga. Yang dikelompokkan dalam pemikiran barat meliputi Eropa Barat, amerika Serikat, Kanada, Aistralia, New Zealan, sebagian Amerika Latin yang dipengaruhi pemikiran Barat, dan Jepang (dari segi ekonomi).  Kelompok sosialis meliputi negara sosialis di Eropa timur, Kuba, Yugoslavia. Selain itu ada kelompok dunia ketiga yang tidak mempunyai kesatuan ideologi, misalnya India dan Indonesia.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan konsepsi hak asasi manusia di Barat disebutkan oleh Philipus M Hadjon, bahwa  hak asasi manusia bersumber pada hak-hak kodrat (natural rights/ jus naturalis) yang mengalir dari hukum kodrat dan telah mengalami proses perkembangan yang panjang sejak abad XVII hingga abad XX.  Konsep hak asasi manusia pada abad XX merupakan sintesis dari tesis abad XVIII dan antitesis abad XIX.  Tesis abad XVIII : hak asasi manusia tidaklah ditasbihkan secara ilahi (divinely ordained) juga tidak dipahami secara ilahi (divinely conceived); hak-hak itu adalah pemberian Allah sebagai konsekuensi dari manusia adalah ciptaan Allah. Hak-hak itu sifatnya kodrati (natural) dalam arti : -kodratlah yang menciptakan dan mengilhami akal budi dan pendapat manusia; -setiap orang dilahirkan dengan hak-hak tersebut; -hak-hak itu dimiliki manusia dalam keadaan alamiah (state of nture) dan kemudian dibawanya dalam hidup bermasyarakat. Sebelum adanya pemerintah individu itu otonom dan berdaulat, oleh karenanya tetap  berdaulat di bawah setiap pemerintah karena kedaulatan tidak dapat dipindahkan (inalienable) dan adanya pemerintah hanya atas persetujuan dari yang diperintah.   Antitesis abad XIX : pertama masuknya dukungan etik dan utilitarian, kedua pengaruh sosialisme yang lebih mengutamakan masyarakat atau kelompok  daripada individu, bahwa keselamatan individu hanya dimungkinkan dalam keselamatan kelompok atau masyarakat.  Sintesis abad XX : pertama , abad XX menjembatani hukum kodrat dan hukum positif yaitu dengan menjadikan hak-hak kodrat sebagai hak-hak hukum posistif (positive legal rights); kedua mengawinkan penekanan pada individu (yang sifatnya otonom dan memiliki kebebasan) dengan penekanan (sosialisme) pada kelompok serta penekanan kesejahteraan sosial dan ekonomi untuk semua, mengawinkan pandangan pemerintah sebagai ancaman bagi kebebasan dengan pandangan terhadap pemerintah sebagai alat yang dibutuhkan untuk memejukan kesejahteraan bersama. Salah satu aspek dari sintesis ini adalah pandangan atas hak kebebasan dan persamaan : kalau abad XVIII lebih mengedepankan hak atas kebebasan, dan abad XIX lebih mengedepankan pada asas persamaan sehingga hak atas persamaan berada di atas hak atas kebebasan, maka bad XX  menerima kedua hak tersebut (hak atas kebebasan dan persamaan) sebagai hak dasar (basic rights).   Dalam konteks ini, abad XVII merupakan titik awal atau peletak dasar dari konsep tentang hak karena sebelumnya (abad XVI) yang mengedepan adalah kewajiban. Mengedepannya konsep kewajiban pada abad XVI karena dibutuhkan untuk membatasi kekuasaan hawa nafsu.&lt;br /&gt;3.   Pemikiran konsep sosialis mengenai  hak asasi manusia menurut Karl Marx dan Engel&lt;br /&gt;     Pemikiran konsep sosialis mengenai  hak asasi manusia, bersumber pada ajaran Karl Marx dan Engels.  Sosialisme tidak  menekankan hak terhadap masyarakat, tetapi justru menekankan kewajiban pada masyarakat. Mendahulukan kemajuan ekonomi dari pada hak-hak sipil dan poliotik, mendahulukan kesejahteraan daripada kebebasan. Hak-hak asasi bukanlah bawaan kodrat manusia, tetapi hak setiap warga negara yang bersumber dari negara. Negaralah yang menetapkan apa yang menjadi hak. Bagi blok Rusia, setiap usaha dalam rangka perlindungan hak asasi manusi ayang melanggar batas wilayah negara adalah intervensi. Bagi blok Amerika, yang kerangka berpikirnya bersumber dari hukum kodrat, menganggap setiap usaha dalam rangka perlindungan tehadap hak-hak asasi manusia dimanapun adalah tugas suci dan mulia.&lt;br /&gt;Perbandingan konsep hak asasi manusia dalam tiga kelompok yaitu berdasar konsep Barat, konsep sosialis dan konsep negara-negara dunia ketiga. Hal ini digambarkan oleh Philipus M Hadjon, sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.    Konsep Barat&lt;br /&gt;Sumber: Natural rights,yang mengali dari natural law yang telah berkembang sejak dari abad XVII hingga dewasa ini. &lt;br /&gt;Isi: Menekankan hak individu dengan meletakkan kewajiban pada masyarakat dan negara.&lt;br /&gt;b.    Konsep Sosialis&lt;br /&gt;Sumber: Ajaran Karl Marx&lt;br /&gt;Isi : Menekankan kewajiban terhadap negara. &lt;br /&gt;c.    Konsep Dunia III&lt;br /&gt; Sumber: Terbagi atas tiga kelompok :&lt;br /&gt;1.Yang dipengaruhi oleh konsep Barat&lt;br /&gt;2.Yang dipengaruhi oleh konsep sosialis&lt;br /&gt;3.Yang mempunyai konsep sendiri, misalnya : India dan Indonesia.&lt;br /&gt;4.    Konsep HAM di India &lt;br /&gt;              Konsep hak asasi manusia di India, mendasarkan pada surat Mahatma Ghandi tentang hak asasi manusia kepada Direktur Jendral UNESCO di Paris tanggal 25 Mei 1947, yaitu : Segala hak individu yang patut memperoleh pengakuan dan dimiliki dengan sah serta mendapat perlindungan ialah yang timbul dari kewajiban atau tugas yang dilaksankan dengan baik. Hak-hak tersebut meliputi 10 macam hak yang terbagi atas 5 hak yang termasuk kategori hak-hak sosial da 5 hak yang termasuk kategori hak-hak perseorangan. Hak-hak sosial meliputi : ahimsa (freedom from violence), asteya (freedom from wants), aparigraha (freedom from exploitation), avyabhicara (freedom from violation or dishonour), armitawa dan arogya (freedom from early dead and disease).&lt;br /&gt;Hak-hak perorangan meliputi : akredha ( absence of intolerance), bhutadaya atau astreha (compassion or fellow feeling), jnana vidya (knowledge), satya atau sunrta (freedom of thought and conscience), pravtti atau abhaya atau dhrti (freedom from fear and frustation or de spair).&lt;br /&gt;Indonesia merupakan contoh dari kelompok konsep dunia  ketiga yang tidak ikut dalam perumusan The Universal Declaration of Human Rights tanggal 10 Desember 1948.  The Universal Declaration of Human Rights merupakan suatu deklarasi yang tidak memiliki watak hukum. Kekuatan mengikatnya karena ada pengakuan terhadap deklarasi itu oleh sistem hukum bangsa-bangsa beradab atau mendapat kekuatan dari hukum kebiasaan setelah memeuhi dua syarat yaitu keajegan dalam kurun waktu yang lama dan adanya opinion necesitatis.&lt;br /&gt;Konsep hak asasi manusia bagi bangsa Indonesia telah dirumuskan dalam Undang – Undang Dasar 1945. Perumusannya belum diilhami oleh The Universal Declaration of Human Rights karena terbentuknya lebih awal. Dengan demikian rumusan HAM dalam UUD’45 merupakan pikiran-pikiran yang didasarkan kepada latar belakang tradisi budaya kehidupan masyarakat Indonesia sendiri.Perkembangan konsep hak asasi manusia di dunia internasional secara umum dibedakan dalam tiga generasi yaitu generasi I dengan penekanan hak sipil dan politik, generasi II dengan penekanan hak sosial ekonomi dan budaya serta generasi III yang melahirkan hak pembangunan.&lt;br /&gt;1.    Konsepsi hak asasi manusia Hak-hak Sipil dan Politik (Generasi I):&lt;br /&gt;a.   Hak-hak bidang sipil mencakup, antara lain :&lt;br /&gt;-Hak untuk menentukan nasib sendiri&lt;br /&gt;-Hak untuk hidup&lt;br /&gt;-Hak untuk tidak dihukum mati&lt;br /&gt;-Hak untuk tidak disiksa&lt;br /&gt;-Hak untuk tidak ditahan sewenang-wenang&lt;br /&gt;-Hak atas peradilan yang adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.   Hak-hak bidang politik, antara lain :&lt;br /&gt;-Hak untuk menyampaikan pendapat&lt;br /&gt;-Hak untuk berkumpul dan berserikat&lt;br /&gt;-Hak untuk mendapat persamaan perlakuan di depan hukum&lt;br /&gt;-Hak untuk memilih dan dipilih&lt;br /&gt;2.   Hak-hak Sosial, Ekonomi dan Budaya (Generasi II) :&lt;br /&gt;a.   Hak-hak bidang sosial dan ekonomi, antara lain :&lt;br /&gt;-Hak untuk bekerja&lt;br /&gt;-Hak untuk mendapat upah yang sama&lt;br /&gt;-Hak untuk tidak dipaksa bekerja&lt;br /&gt;-Hak untuk cuti&lt;br /&gt;-Hak atas makanan&lt;br /&gt;-Hak atas perumahan&lt;br /&gt;-Hak atas kesehatan&lt;br /&gt;-Hak atas pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.   Hak-hak bidang budaya, antara lain :&lt;br /&gt;-Hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan kebudayaan&lt;br /&gt;-Hak untuk menikmati kemajuan ilmu pengetahuan&lt;br /&gt;-Hak untuk memperoleh perlindungan atas hasil karya cipta (hak cipta)&lt;br /&gt;3.   Hak Pembangunan (Generasi III) :&lt;br /&gt;a.   Hak-hak bidang pembangunan, antara lain :&lt;br /&gt;-Hak untuk memperoleh lingkungan hidup yang sehat&lt;br /&gt;-Hak untuk memperoleh perumahan yang layak&lt;br /&gt;-Hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai .&lt;br /&gt;Berbeda dengan pendapat Jimly Asshiddiqie yang membedakan perkembangan konsep hak asasi manusia dalam lima generasi. Jimly Asshiddiqie menyebut Generasi I dan II sebagai generasi II, sedangkan generasi I mulai ditandatanganinya Piagam PBB sampai dengan tahun 1966.&lt;br /&gt;Generasi Pertama, dimulai dari persitiwa penandatanganan naskah Universal Declaration of Human oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1948 setelah sebelumnya ide-ide perlindungan hak asasi manusia itu tercantum dalam naskah-naskah bersejarah di beberapa negara, seperti di Inggris dengan Magna Charta dan Bill of Rights, di Amerika Serikat dengan Declaration of Independence, dan di Perancis dengan Declaration of Rights of Man and of the Citizens. &lt;br /&gt;Generasi Kedua, dimulai dari persitiwa penandatanganan International Couvenant on Civil and Political Rights dan  International Couvenant on Eco-nomic, Sosial and Cultural Rights (Ditetapkan melalui Resolusi Majelis Umum 2200 A (III) tertanggal 16 Desember 1966)&lt;br /&gt;Generasi Ketiga, tahun 1986, muncul konsepsi baru hak asasi manusia yaitu mencakup pengertian mengenai hak untuk pembangunan atau rights to development. Hak atas atau untuk pembangunan ini mencakup persamaan hak atau kesempatan untuk maju yang berlaku bagi segala bangsa, dan termasuk hak setiap orang yang hidup sebagai bagian dari kehidupan bangsa tersebut. Hak untuk atau atas pembangunan ini antara lain meliputi hak untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan, dan hak untuk menikmati hasil-hasil pembangunan tersebut, menikmati hasil-hasil dari perkembangan ekonomi, sosial dan kebudayaan, pendidikan, kesehatan, distribusi pendapatan, kesempatan kerja, dan lain-lain sebagainya.   Generasi I, II, dan III pada pokoknya mempunyai karakteristik dalam konteks hubungan kekuasaan yang bersifat vertikal, antara rakyat dan pemerintahan dalam suatu negara. &lt;br /&gt;Generasi Keempat, mempunyai sifat hubungan kekuasaan dalam konsepsi yang bersifat horizontal. Hal ini dipengaruhi adanya fenomena :  Pertama, fenomena konglomerasi berbagai perusahaan berskala besar dalam suatu negara yang kemudian berkembang menjadi Multi National Corporations (MNC’s)atau disebut juga Trans-National Corporations (TNC’s) dimana-mana di dunia. Kedua, memunculkan fenomena Nations without State, seperti bangsa Kurdi yang tersebar di berbagai negara Turki dan Irak; bangsa Cina Nasionalis yang tersebar dalam jumlah yang sangat besar di hampir semua negara di dunia; bangsa Persia (Iran), Irak, dan Bosnia.  Ketiga,  fenomena berkembangnya suatu lapisan sosial tertentu dalam setiap masyarakat di negara-negara yang terlibat aktif dalam pergaulan internasional, yaitu kelompok orang yang dapat disebut sebagai global citizens, dikalangan diplomat dan pekerja atau pengusaha asing. Keempat, fenomena berkembangnya corporate federalism sebagai sistem yang mengatur prinsip representasi politik atas dasar pertimbangan-pertimbangan ras tertentu ataupun pengelompokan kultural penduduk. Pembagian kelompok English speaking community dan French speaking community di Kanada, kelompok Dutch speaking community dan German speaking community di Belgia, dan prinsip representasi politik suku-suku tertentu dalam kamar parlemen di Austria, dapat disebut sebagai corporate federalism dalam arti luas. &lt;br /&gt;Generasi kelima ,dengan ciri pokok yang terletak dalam pemahaman mengenai struktur hubungan kekuasaan yang bersifat horizontal antara produsen yang memiliki segala potensi dan peluang untuk melakukan tindakan-tindakan sewenang-wenang terhadap pihak konsumen yang mungkin diperlakukan sewenang-wenang dan tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-529271266607936473?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/529271266607936473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/12/sejarah-perkembangan-hak-asasi-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/529271266607936473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/529271266607936473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/12/sejarah-perkembangan-hak-asasi-manusia.html' title='Sejarah Perkembangan Hak Asasi Manusia'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-802923358985386622</id><published>2010-12-08T22:18:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T13:40:08.779-08:00</updated><title type='text'>HAM di INDONESIA</title><content type='html'>HAM DI INDONESIA&lt;br /&gt;Hak asasi manusia adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan dan merupakan pemberian dari Tuhan.HAM Berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1&lt;br /&gt;Contoh hak asasi manusia (HAM):&lt;br /&gt;• Hak untuk hidup.&lt;br /&gt;• Hak untuk memperoleh pendidikan.&lt;br /&gt;• Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain.&lt;br /&gt;• Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama.&lt;br /&gt;• Hak untuk mendapatkan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wajah HAM di Indonesia kelihatannya masih buram walau secercah harapan sebenarnya telah tergoreskan secara pasti dalam konstitusi yang menyiratkan bahwa HAM tersurat dan menjadi ketentuan hukum yang kuat dan mengikat bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa diskriminasi.&lt;br /&gt;Namun dalam tataran implementasi masih jauh panggang daripada api. Ketentuan hukumnya sudah sangat baik, tetapi pelaksanaannya masih sangat jauh dari harapan. Korban-korban HAM masih terus bertambah, berbagai kasus HAM tidak terselesaijan secara tuntas.&lt;br /&gt;Komnas HAM yang diharapkan sebagai lembaga yang dibangun untk menyelesaikan masalah HAM di Indonesia dengan slogannya yang kelihatan indah, “HAM untuk SEMUA” kelihatan perannya hanya sebatas tempat mengadu dan kolektor berbagai persolan HAM di Indonesia.&lt;br /&gt;Demikian juga Departeman Kehakiman dan Hak Asasi Manusia yang hadir di tengah-tengah lautan persoalan HAM di Indonesia dengan otoritas yang sangat kuat dan slogannnya yang sangat luar biasa, “Semua untuk HAM-HAM untuk Semua” ternyata juga lemah dalam menyelesaikan masalah-masalah HAM di negeri ini, apalagi kalau pelanggar-pelanggar HAM melibatkan petinggi-petinggi negeri maka ketidakberdayaan itu semakin jelas dan keberpihakan muncul secara telanjang.&lt;br /&gt;Kalau terjadi pelanggaran HAM di lapangan, yang sering terjadi adalah tindakan aparat hukum yang melakukan pembiaran atas tindak pelanggaran dan baru turun tangan setelah pelanggaran HAM terjadi, dan ironisnya pelanggarnya dibiarkan pergi dan korbanlah yang berurusan dengan aparat.&lt;br /&gt;Salah satu contoh yang marak terjadi adalah pelanggaran HAM dalam hal kebebasan beribadah dan beragama. Korban yang sudah menderita karena teror, intimidasi, dan penganiayaan, tambah menderita lagi, karena “demi” keamanan dan ketertiban”korban diharuskan menutup tempat ibadahnya dan dilarang melakukan kegiatan ibadah di tempat tersebut.&lt;br /&gt;HAM juga kelihatan lebih menarik dijadikan komoditas politik terutama menjelang Pemilu 2009, HAM mulai dilirik dan diangkat kepermukaan oleh parpol-parpol peserta Pemilu 2009 tentunya dengan janji-janji manis untuk menuntaskan berbagai persoalan HAM di Indonesia. Tetapi nanti dulu, mari kita lihat janji Presiden kita pada Pemilu 2004, pada tahap awal pemerintahannya. SBY berpidato dengan semangat yang luar biasa dan meyakinkan dalam tema pidato yang juga luar biasa meyakinkan dan menjanjikan: “INDONESIAKU UNTUK SEMUA, MAJU BERSAMA, MAKMUR BERSAMA.”&lt;br /&gt;Dalam pidatonya, Susilo Bambang Yudhoyono yang saat ini adalah Presiden Republik Indonesia mengatakan: “Setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang sama, secara hukum tidak boleh lagi ada perlakuan yang diskriminatif dalam kehidupan kita sebagai bangsa. Oleh karenanya di tahap awal pemerintahan saya nanti, saya pastikan dilakukan evaluasi dan penghentian setiap aturan dan praktek kehidupan dikriminatif, baik yang terjadi di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Kita harus bersama-sama menjalankan gerakan “DISKRIMINASI-NO!” (Disampaikan dalam HUT Partai democrat di Istora Senayan, 9/9 2004).&lt;br /&gt;Janji haruslah ditepati, apalagi janji-janji yang diucapakan di hadapan rakyat dan sesungguhnya untuk rakyat yang juga memilihnya, janji, bukan hanya harus tetapi wajib untuk ditepati. Kelihatannya menjelang akhir pemerintahannya masih banyak PR yang belum terselesaikan. Misalnya berbagai pelanggaran HAM yang masih banyak terjadi dan belum terselesaikan secara tuntas, seperti: kejahatan terhadap kemanusiaan, diskriminasi, penindasan, intimidasi, pemberangusan kekerasan terhadap anak, trafficking, perusakan lingkungan dan perusakan serta penutupan rumah ibadah.&lt;br /&gt;Regulasi yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah ketidak-rukunan dalam masyarakat seperti SKB 1969 dan Perber 2006 ternyata tidak ada korelasinya dengan kerukunan dan ketidak-rukunan di dalam masyarakat, karena terbukti berdasarkan data yang menggambarkan Korelasi Perusakan dan Penutupan Rumah ibadah dengan SKB 1969 dan Perber 2006, terbukti intensitas penutupan rumah ibadah justru semakin meningkat. Sebelum diterbitkannya SKB 1969 rata-rata penutupan Gereja 1 gereja per 4,8 tahun, sedangkan pada masa pemberlakuan SKB selama 37 tahun rata-rata gereja yang ditutup 2-3 gereja per bulan dan pada masa Perber yang baru berjalan 17 bulan 3-4 gereja per bulan.&lt;br /&gt;Intensitas penutupan/perusakan tertinggi terjadi pada masa pemerintahan BJ Habibie.&lt;br /&gt;Begitu banyak data dan cukup bukti atas terjadinya pelanggaran HAM, terutama terhadap rumah ibadah dan hak untuk beribadah, namun aneh tapi nyata, tidak seorang pun pelanggar hukum dan HAM ini ditangkap, diadili dan dihukum!&lt;br /&gt;Hak Atas Kebebasan&lt;br /&gt;“Hak atas kebebasan beragama dan beribadah adalah kebebasan dasar (fundamental freedom rights) yang melekat (inherent) dalam diri setiap manusia yang tidak boleh direnggut oleh siapa pun dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REGULASI YANG MENDASARI HAK ATAS KEBEBASAN&lt;br /&gt;•Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28e&lt;br /&gt;(1) Setiap orang berhak memeluk agama dan ber-ibadah menurut&lt;br /&gt;agamanya,memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan,&lt;br /&gt;Memilih kewarganegaraan,memilih tempat tinggal di wilayah negara&lt;br /&gt;dan meninggalkannya, serta berhak kembali.&lt;br /&gt;(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan,&lt;br /&gt;menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.&lt;br /&gt;• Undang-Undang RI No 39 tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Pasal 22&lt;br /&gt;(1) Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk&lt;br /&gt;beribadat menurut agama dan kepercayaannya.&lt;br /&gt;• Pernyataan Umum Tentang Hak-Hak Asasi Manusia Pasal 18. “Setiap orang&lt;br /&gt;berhak atas kebebasan pikiran, hati nurani dan agama;dalam hal ini&lt;br /&gt;termasuk kebebasan berganti agama atau kepercayaan, dan kebebasan&lt;br /&gt;untuk menyatakan agama atau kepercayaan dengan cara mengajarkannya,&lt;br /&gt;mempraktekkannya, melaksana-kan ibadahnya dan mentaatinya, baik&lt;br /&gt;sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain,dimuka umum maupun&lt;br /&gt;sendiri”&lt;br /&gt;• Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik Pasal 18.&lt;br /&gt;(1) Setiap orang berhak atas kebebasan berpikir, berkeyakinan dan&lt;br /&gt;beragama. Hak ini mencakup kebebasan untuk menganut, atau menerima suatu agama atau kepercayaan atas pilihannya sendiri, dan kebebasan, baik secara individu maupun bersama-sama dengan orang lain, dan baik di tempat umum maupun tertutup, untuk menjalankan agama atau kepercayaannya dalam kegiatan ibadah, ketaatan, pengamalan dan pengajaran.&lt;br /&gt;(2) Tidak seorangpun boleh dipaksa sehingga meng-ganggu kebebasannya&lt;br /&gt;untuk Menganut atau menerima suatu agama atau keper-cayaanya sesuai dengan pilihannya&lt;br /&gt;JAMINAN ATAS KEBEBASAN&lt;br /&gt;• UUD 1945 Pasal 29 Ayat 2&lt;br /&gt;“Negara menjamin kemerdekaan tiap tiap penduduk untuk memeluk&lt;br /&gt;agamanya masing masing dan ber-ibadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu”&lt;br /&gt;• UU RI No 39 Tahun 1999 Pasal 22 ayat 2.&lt;br /&gt;“Negara menjamin kemerdekaan setiap orang me-meluk agamanya masing-&lt;br /&gt;masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu”&lt;br /&gt;• Sejauh mana Negara melakukan kewajibannya memberikan perlindungan&lt;br /&gt;yang memadai? Sejauh mana negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap pen-&lt;br /&gt;duduk beragama dan beribadah ?&lt;br /&gt;• Penutupan, Perusakkan dan Pembakaran tempat ibadah dimanapun dan&lt;br /&gt;dengan alasan apapun adalah Pelanggaran terhadap hak-hak dasar atas&lt;br /&gt;kebebasan beragama dan berkeyakinan&lt;br /&gt;Ketentuan-ketentuan HAM menjadi ketentuan-ketentuan konstitusi di dalam Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini tentunya mengandung konsekuensi bahwa ketentuan-ketentuan tersebut harus dilaksanakan secara konsisten dan harmonis dalam segala bentuk kebijakan, peraturan dan administrasi penyelenggaraan Pemerintahan Negara Republik Indonesia dari tingkat Pusat, daerah, kabupaten/kota sampai ke kelurahan/desa.&lt;br /&gt;Tugas, wewenang dan kewajiban pemerintah adalah menjamin kepastian terlaksananya Kebebasan Beragama dan Beribadah menurut Agama dan kepercayaannya itu” (UUD 1945 Pasal 29 ayat 2).&lt;br /&gt;“Sungguh betapa bahagia bila setiap insan di negeri yang kita cintai ini bebas memeluk agama dan dapat menjalankan ibadahnya dengan aman dan damai tanpa gangguan, intimidasi ataupun teror!”&lt;br /&gt;RULE OF LAW&lt;br /&gt;A.    Latar Belakang Rule of Law&lt;br /&gt;Latar belakang kelahiran rule of law:&lt;br /&gt;1.    Diawali oleh adanya gagasan untuk melakukan pembatasan kekuasaan pemerintahan Negara.&lt;br /&gt;2.    Sarana yang dipilih untuk maksud tersebut yaitu Demokrasi Konstitusional.&lt;br /&gt;3.    Perumusan yuridis dari Demokrasi Konstitusional adalah konsepsi negara hukum.&lt;br /&gt;Rule of law adalah doktrin hukum yang muncul pada abad ke 19, seiring degan negara konstitusi dan demokrasi. Rule of law adalah konsep tentang common law yaitu seluruh aspek negara menjunjung tinggi supremasi hukum yang dibangun diatas prinsip keadilan dan egalitarian. Rule of law adalah rule by the law bukan rule by the man.&lt;br /&gt;Unsure-unsur rule of law menurut A.V. Dicey terdiri dari:&lt;br /&gt;-    Supremasi aturan-aturan hukum.&lt;br /&gt;-    Kedudukan yang sama didalam menghadapi hukum.&lt;br /&gt;-    Terjaminnya hak-hak asasi manusia oleh undang-undang serta keputusan-keputusan pengadilan.&lt;br /&gt;Syarat-syarat dasar untuk terselenggaranya pemerintahan yang demokrasi menurut rule of law adalah:&lt;br /&gt;5.    Adanya perlindungan konstitusional.&lt;br /&gt;6.    Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak.&lt;br /&gt;7.    Pemilihan umum yang bebas.&lt;br /&gt;8.    Kebebasan untuk menyatakan pendapat.&lt;br /&gt;9.    Kebebasan untuk berserikat/berorganisasi dan beroposisi.&lt;br /&gt;10.    Pendidikan kewarganegaraan.&lt;br /&gt;Ada tidaknya rule of law pada suatu negara ditentukan oleh “kenyataan”, apakah rakyat menikmati keadilan, dalam arti perlakuan adil, baik sesame warga Negara maupun pemerintah.&lt;br /&gt;Untuk membangun kesadaran di masyarakat maka perlu memasukan materi instruksional rule of law sebagai salah satu materi di dalam mata kuliah Pendidikan Kewareganegaraan (PKn). PKn adalah desain baru kurikulum inti di PTU yang menjunjung pencapaian Visi Indonesia 2020 (Tap. MPR No. VII/MPR/2001) dan Visi Pendidikan Tinggi 2010 (HELTS 2003-2010-DGHE). Materinya merupakan bentuk penjabaran UU No. 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;B.    Pengertian Rule of Lau&lt;br /&gt;Friedman (1959) membedakan rule of law menjadi dua yaitu:&lt;br /&gt;Pertama, pengertian secara formal (in the formal sence) diartikan sebagai kekuasaan umum yang terorganisasi (organized public power), misalnya nrgara. Kedua, secara hakiki/materiil (ideological sense), lebih menekankan pada cara penegakannya karena menyangkut ukuran hukum yang baik dan buruk (just and unjust law). Rule of law terkait erat dengan keadilan sehingga harus menjamin keadilan yang dirasakan oleh masyarakat.&lt;br /&gt;Rule of law merupakan suatu legalisme sehingga mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan system peraturan dan prosedur yang objektif, tidak memihak, tidak personal dan otonom.&lt;br /&gt;C.    Prinsip-prinsip Rule of Law di Indonesia&lt;br /&gt;● Prinsip-prinsip rule of law secara formal tertera dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan:&lt;br /&gt;a.    bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa,…karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan “eri keadilan”;&lt;br /&gt;b.    …kemerdekaan Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, “adil” dan makmur;&lt;br /&gt;c.    …untuk memajukan “kesejahteraan umum”,…dan “keadilan social”;&lt;br /&gt;d.    …disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu “Undang-Undang Dasar Negara Indonesia”;&lt;br /&gt;e.    “…kemanusiaan yang adil dan beradab”;&lt;br /&gt;f.    …serta dengan mewujudkan suatu “eadilan social” bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;Dengan demikian inti rule of law adalah jaminan adanya keadilan bagi masyarakat terutama keadilan social.&lt;br /&gt;Penjabaran prinsip-prinsip rule of law secara formal termuat didalam pasal-pasal UUD 1945, yaitu a. Negara Indonesia adalah negara hukum (pasal 1 ayat 3), b. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggaraakan peradilan guna menegakan hokum dan keadilan (pasal 24 ayat 1), c. Segala warga Negara bersamaan kedudukanya didalam hokum dan pemerintahan, serta menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya (pasal 27 ayat 1), d. Dalam Bab X A Tentang Hak Asasi Manusia, memuat 10 pasal, antara lain bahwa setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil, serta perlakuan yang sama dihadapan hokum (pasal 28 D ayat 1), dan e. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja (pasal 28 D ayat 2).&lt;br /&gt;● Prinsip-prinsip rule of law secara hakiki (materiil) erat kaitannya dengan (penyelenggaraan menyangkut ketentuan-ketentuan hukum) “the enforcement of the rules of law” dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama dalam penegakan hukum dan implementasi prinsip-prinsip rule of law.&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman berbagai Negara dan hasil kajian, menunjukan keberhasilan “the enforcement of the rules of law” bergantung pada kepribadian nasional setiap bangsa (Sunarjati Hartono: 1982). Hal ini didukung kenyataan bahwa rule of law merupakan institusi social yang memiliki struktur sosiologis yang khas dan mempunyai akar budayanya yang khas pula. Karena bersifat legalisme maka mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani dengan pembuatan system peraturan dan prosedur yang sengaja bersufat objektif, tidak memihak, tidak personal dan otonom.&lt;br /&gt;Secara kuantitatif, peraturan perundang-undangan yang terkait rule of law telah banyak dihasilkan di Indonesia, tetapi implementasinya belum mencapai hasil yang optimal sehingga rasa keadilan sebagai perwujudan pelaksanaan rule of law belum dirasakan dimasyarakat.&lt;br /&gt;D.    Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law&lt;br /&gt;Agar pelaksanaan rule of law bias berjalan dengan yang diharapkan, maka:&lt;br /&gt;a.    Keberhasilan “the enforcement of the rules of law” harus didasarkan pada corak masyarakat hukum yang bersangkutan dan kepribadian masing-masing setiap bangsa.&lt;br /&gt;b.    Rule of law yang merupakan intitusi sosial harus didasarkan pada budaya yang tumbuh dan berkembang pada bangsa.&lt;br /&gt;c.    Rule of law sebagai suatu legalisme yang memuat wawasan social, gagasan tentang hubungan antar manusia, masyarakat dan negara, harus ditegakan secara adil juga memihak pada keadilan.&lt;br /&gt;Untuk mewujudkannya perlu hukum progresif (Setjipto Raharjo: 2004), yang memihak hanya pada keadilan itu sendiri, bukan sebagai alat politik atau keperluan lain. Asumsi dasar hokum progresif bahwa ”hukum adalah untuk manusia”, bukan sebaliknya. Hukum progresif  memuat kandungan moral yang kuat.&lt;br /&gt;Arah dan watak hukum yang dibangun harus dalam hubungan yang sinergis dengan kekayaan yang dimiliki bangsa yang bersangkutan atau “back to law and order”, kembali pada hukum dan ketaatan hukum negara yang bersangkutan itu.&lt;br /&gt;Adapun negara yang merupakan negara hukum memiliki ciri-ciri sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.    Ada pengakuan dan perlindungan hak asasi.&lt;br /&gt;2.    Ada peradilan yang bebas dan tidak memihak serta tidak terpengaruh oleh kekuasaan atau kekuatan apapun.&lt;br /&gt;3.    Legalitas terwujud dalam segala bentuk.&lt;br /&gt;Contoh: Indonesia adalah salah satu Negara terkorup di dunia (Masyarakat Transparansi Internasional: 2005).&lt;br /&gt;Beberapa kasus dan ilustrasi dalam penegakan rule of law antara lain:&lt;br /&gt;o    Kasus korupsi KPU dan KPUD;&lt;br /&gt;o    Kasus illegal logging;&lt;br /&gt;o    Kasus dan reboisasi hutan yang melibatkan pejabat Mahkamah Agung (MA);&lt;br /&gt;o    Kasus-kasus perdagangan narkoba dan psikotripika ;&lt;br /&gt;o    Kasus perdagangan wanita dan anak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-802923358985386622?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/802923358985386622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/12/ham-di-indonesia-hak-asasi-manusia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/802923358985386622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/802923358985386622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/12/ham-di-indonesia-hak-asasi-manusia.html' title='HAM di INDONESIA'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-7632952153000886046</id><published>2010-12-08T09:01:00.001-08:00</published><updated>2010-12-08T09:03:19.024-08:00</updated><title type='text'>membuat aplikasi facebook</title><content type='html'>nah..sekarang sudah banyak kemudahan kemudahan yang diberikan untuk para netter untuk semakin nyaman dalam ber internet..terutama bagi para blogger.. contohnya untuk agar facebook dan blogger tetap terkoneksi... &lt;br /&gt;baik dengan memudahkan memberikan komentar atau like button facebook..&lt;br /&gt;sabagai langkah awal.. klik dulu yang dibawah ini ya...&lt;br /&gt;&lt;iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.abhest.co.cc&amp;amp;layout=standard&amp;amp;show_faces=true&amp;amp;width=450&amp;amp;action=like&amp;amp;colorscheme=light&amp;amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div id="fb-root"&gt;&lt;/div&gt;&lt;script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=APP_ID&amp;amp;xfbml=1"&gt;&lt;/script&gt;&lt;fb:comments numposts="10" width="425" publish_feed="true"&gt;&lt;/fb:comments&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-7632952153000886046?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/7632952153000886046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/12/membuat-aplikasi-facebook.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/7632952153000886046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/7632952153000886046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/12/membuat-aplikasi-facebook.html' title='membuat aplikasi facebook'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-4015113327081679226</id><published>2010-10-03T21:39:00.000-07:00</published><updated>2010-12-08T09:16:56.991-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><title type='text'>Penanganan Tepat pada Anak Autisme</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.abhest.co.cc&amp;amp;layout=standard&amp;amp;show_faces=true&amp;amp;width=450&amp;amp;action=like&amp;amp;colorscheme=light&amp;amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;AUTISME atau disebut dengan Autistic Spectrum Disorder (ASD), hingga kini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Meski demikian, saat ini sudah ada beberapa langkah tepat untuk penderita autis agar dapat memiliki kemampuan bersosialisasi, bertingkah laku, dan berbicara.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anak yang menderita autis sebenarnya dapat diketahui sejak usia dini. Karena umumnya gangguan ini muncul sebelum anak berusia tiga tahun. Hanya kebanyakan orangtua kurang aware dengan gejala yang timbul pada anaknya hingga usia empat tahun.&lt;br /&gt;Padahal pada usia tersebut, anak sudah larut dengan dunianya sendiri sehingga tidak bisa berkomunikasi dan berinterkasi dengan teman-teman dan lingkungannya. Ketika kondisi tersebut terlambat diketahui, maka langkah utama yang harus dilakukan ialah memfokuskan kelebihan anak di bidang tertentu yang dikuasainya.&lt;br /&gt;Nah, kunci sukses untuk membantu para orangtua atau keluarga agar penderita autis dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, maka seluruh anggota keluarga harus turut langsung membantu para penderita ini berusaha melakukan hal itu.&lt;br /&gt;Menurut dr Irawan Mangunatmadja, Sp.A(K), pakar autis indonesia, beberapa keganjalan yang sering dilakukan oleh penderita autis dapat dibantu dengan melakukan empat macam terapi. Saat ini sudah terdapat beberapa terapi bagi penderita autis, baik itu terapi perilaku - ABA, terapi sensori integrasi, terapi okupasi, terapi wicara maupun terapi tambahan seperti terapi musik, AIT, Dolphin Assisted Therapy.&lt;br /&gt;"Terapi perilaku - ABA merupakan terapi gentak untuk memperbaiki perilaku anak autis yang sering menyimpang. Salah satu hal yang dapat dilakukan ialah bersuara keras saat memberikan perintah pada anak. Kalau anak tidak mau melakukan apa yang diperintahkan, maka harus mengagetkan mereka," kata dr Irawan dalam seminar yang diselenggarakan di Kantor Pusat Sun Hope Indonesia, belum lama ini.&lt;br /&gt;Terapi sensori integrasi, sambungnya, khusus ditujukan pada fungsi biologis otak. Sehingga otak melakukan segala sesuatu dengan benar. Sementara itu, terapi okupasi dilakukan untuk memperbaiki aktivitas penderita autis. Selain itu ada juga terapi wicara yang dilakukan untuk membantu penderita autis yang mengalami gangguan bicara agar bisa berbicara kembali.&lt;br /&gt;Ternyata agar anak autis dapat kembali di tengah-tengah keluarganya, tak hanya langkah terapi saja yang dilakukan. Pemberian nutrisi tepat bagi penyandang autis juga harus diperhatikan. Karena pada beberapa studi menunjukkan bahwa anak yang mengalami autisme ternyata juga alergi terhadap makanan tertentu.&lt;br /&gt;Menurut ahli gizi Sun Hope Indonesia, Fatimah Syarief, AMG, StiP, orang tua perlu memerhatikan beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari seperti makanan yang mengandung gluten (tepung terigu), permen, sirip, dan makanan siap saji yang mengandung pengawet, serta bahan tambahan makanan.&lt;br /&gt;"Penderita autis umumnya mengalami masalah pencernaan terutama makanan yang mengandung casein (protein susu) dan gluten (protein tepung)," kata Fatimah saat dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Rabu (30/4/2008).&lt;br /&gt;Selain asupan makanan yang tepat, suplementasi pun perlu diberikan pada pasien autis mengingat adanya gangguan metabolisme penyerapan zat gizi (lactose intolerance) dan gangguan cerna yang diakibatkan karena konsumsi antibiotik dengan pemberian sinbiotic (kombinasi Sun Hope probiotik dan enzymes sebagai prebiotik).&lt;br /&gt;"Meski suplemen penting diberikan pada penderita autis, hal yang paling tepat dilakukan adalah memberikan pengaturan nutrisi yang tepat. Ketika makanan tidak tepat masuk ke dalam tubuh, maka akan masuk ke usus halus dan tidak tercerna dengan baik. Akhirnya makanan tersebut keluar melalui urin, karena material tersebut sifatnya toxic (racun) sehingga terserap ke otak. Hal tersebut menyebabkan anak autis semakin hiperaktif," jelasnya panjang lebar.&lt;br /&gt;Tak hanya itu saja, untuk membantu mengurangi gejala hiperaktif dan membantu meningkatkan konsentrasi dan perbaikan perilaku, suplementasi omega 3 yang terdapat pada Sun Hope Deep Sea dapat dijadikan alternatif.&lt;br /&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;http://lifestyle.okezone.com&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;&lt;CIRI CIRI ANAK AUTISME MENURUT USIAGejala anak autis bisa dilihat dari usia dini, karena itu coba perhatikan anak anda dalam setiap tahap. Terkadang orangtua tidak terlalu peka terhadap tingkah laku anak, jangan samapai terlambat. Walau autis ini tidak penyakit, tetapi gangguan kelemahan terhadap sistim saraf akibat faktor geneti yang lemah. Tapi anak autis ini perlu perhatian yang lebih ekstra sekali. Perinsip penanganan anak peyandang autis ini sejak awal dan berikut ini gejala autis ini berdasarkan usia: •Usia 0 – 6 bulan. Apabila anak anda terlalu tenang dan jarang menangis, terlalu sensitive, gerakan tangan dan kaki yang terlalu berlebihanterutama pada saat mandi. Tidak pernah terjadi kontak mata atau senyum yang secara social, dan digendongakan mengepal tangan atau menegangkan kaki secara berlebihan. •Usia 6 – 12 bulan. Kalau digendong kaku atu tegang dantidak berenterasi atautidak tertarik pada maianan atu tidak beraksi terhadap suara atau kata. Dan selalu memandang suatu benda atau tangannya sendiri secara lama. Itu akibatterlambat dalam perkembangan motorik halus dan kasar. •Usia 2 - 3 tahun. Tidak berminat atau bersosialisasi terhadap anak-anak lain dan kontak mata tidak nyambung dan tidak pernah focus.juga kaku terhadap orang lain dan masih senang digendong dan malas mengerakan tubuhnya. •Usia 4 – 5 tahun. Sukanya anak ini berteriak-teriak dan suka membeo atau menirukan suara orang dan mengeluarkan suara-suara aneh. Dan gampang marag atau emosi apabila rutinitasnya diganggu dan kemauanya tidak dituruti dan agresif dam mudah menyakiti diri sendirihttp://www.enformasi.com/2008/05/ciri-iri-anak-autisme-menurut-usia.html&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-4015113327081679226?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/4015113327081679226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/10/penanganan-tepat-pada-anak-autisme.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/4015113327081679226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/4015113327081679226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/10/penanganan-tepat-pada-anak-autisme.html' title='Penanganan Tepat pada Anak Autisme'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-2767742175977333768</id><published>2010-04-21T11:06:00.001-07:00</published><updated>2010-12-08T09:18:29.019-08:00</updated><title type='text'>Teori Pembangunan</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.abhest.co.cc&amp;amp;layout=standard&amp;amp;show_faces=true&amp;amp;width=450&amp;amp;action=like&amp;amp;colorscheme=light&amp;amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;Teori pembangunan mengerucut pada dua buah teori besar, yaitu teori modernisasi dan teori dependensi. Dua teori ini saling bertolak belakang dan merupakan sebuah pertarungan paradigma hingga saat ini. Teori modernisasi merupakan hasil dari keberhasilan Amerika Serikat dalam membawa pembangunan ekonomi di negara-negara eropa. Sedangkan kegagalan pembangunan di Afrika, Amerika Latin dan Asia menjadi awal lahirnya teori dependensi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Modernisasi berasal dari dua teori dasar yaitu teori pendekatan psikologis dan teori pendekatan budaya. Teori pendekatan psikologis menekankan bahwa pembangunan ekonomi yang gagal pada negara berkembang disebabkan oleh mentalitas masyarakatnya. Menurut teori ini, keberhasilan pambangunan mensyaratkan adanya perubahan sikap mental penduduk negara berkembang. Sedangkan teori pendekatan kebudayaan lebih melihat kegagalan pembangunan pada negara berkembang disebabkan oleh ketidaksiapan tata nilai yang ada dalam masyarakatnya. Secara garis besar teori modernisasi merupakan perpaduan antara sosiologi, psikologi dan ekonomi. Teori dasar yang menjadi landasan teori modernisasi adalah ide Durkheim dan Weber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik terhadap teori modernisasi lahir seiring dengan kegagalan pembangunan di negara dunia ketiga dan berkembang menjadi sebuah teori baru yaitu teori dependensi. Frank (1984) mencoba mengembangkan teori dependensi dan mengemukakan pendapat bahwa keterbelakangan pada negara dunia ketiga justru disebabkan oleh kontak dengan negara maju. Teori dependensi menjadi sebuah perlawanan terhadap teori modernisasi yang menyatakan untuk mencapai tahap kemajuan, sebuah negara berkembang harus meniru teknologi dan budaya negara maju. Frank memberikan kritiknya terhadap pendekatan-pendekatan yang menjadi rujukan teori modernisasi, antara lain pendekatan indeks tipe ideal, pendekatan difusionis dan pendekatan psikologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori dependensi bertitik tolak dari pemikiran Marx tentang kapitalisme dan konflik kelas. Marx mengungkapkan kegagalan kapitalisme dalam membawa kesejahteraan bagi masyarakat namun sebaliknya membawa kesengsaraan. Penyebab kegagalan kapitalisme adalah penguasaan akses terhadap sumberdaya dan faktor produksi menyebabkan eksploitas terhadap kaum buruh yang tidak memiliki akses. Eksploitasi ini harus dihentikan melalui proses kesadaran kelas dan perjuangan merebut akses sumberdaya dan faktor produksi untuk menuju tatanan masyarakat tanpa kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-2767742175977333768?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/2767742175977333768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/teori-pembangunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/2767742175977333768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/2767742175977333768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/teori-pembangunan.html' title='Teori Pembangunan'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-8773433544050670693</id><published>2010-04-21T11:03:00.001-07:00</published><updated>2010-12-08T09:18:44.304-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><title type='text'>TERAPI GANGGUAN KECEMASAN</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.abhest.co.cc&amp;amp;layout=standard&amp;amp;show_faces=true&amp;amp;width=450&amp;amp;action=like&amp;amp;colorscheme=light&amp;amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan-pendekatan psikologis berbeda satu sama lain dalam tekhnik dan tujuan penanganan kecemasan. Tetapi pada dasarnya berbagai tekhnik tersebut sama-sama mendorong klien untuk menghadapi dan tidak menghindari sumber-sumber kecemasan mereka. Dalam menangani gangguan kecemasan dapat melalui beberapa pendekatan :&lt;br /&gt;1.Pendekatan-Pendekatan Psikodinamika&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari perspektif psikodinamika, kecemasan merefleksikan energi yang dilekatkan kepada konflik-konflik tak sadar dan usaha ego untuk membiarkannya tetap terepresi. Psikoanalisis tradisional menyadarkan bahwa kecemasan klien merupakan simbolisasi dari konflik dalam diri mereka. Dengan adanya simbolisasi ini ego dapat dibebaskan dari menghabiskan energi untuk melakukan represi. Dengan demikian ego dapat memberi perhatian lebih terhadap tugas-tugas yang lebih kreatif dan memberi peningkatan. Begitu juga dengan yang modern, akan tetapi yang modern lebih menjajaki sumber kecemasan yang berasal dari keadaaan hubungan sekarang daripada hubungan masa lampau. Selain itu mereka mendorong klien untuk mengembangkan tingkah laku yang lebih adaptif.&lt;br /&gt;2.Pendekatan-Pendekatan Humanistik&lt;br /&gt;Para tokoh humanistik percaya bahwa kecemasan itu berasal dari represi sosial diri kita yang sesungguhnya. Kecemasan terjadi bila ketidaksadaran antara inner self seseorang yang sesungguhnya dan kedok sosialnya mendekat ke taraf kesadaran. Oleh sebab itu terapis-terapis humanistik bertujuan membantu orang untuk memahami dan mengekspresikan bakat-bakat serta perasaan-perasaan mereka yang sesungguhnya. Sebagai akibatnya, klien menjadi bebas untuk menemukan dan menerima diri mereka yang sesunggguhnya dan tidak bereaksi dengan kecemasan bila perasaan-perasaan mereka yang sesungguhnya dan kebutuhan-kebutuhan mereka mulai muncul ke permukaan.&lt;br /&gt;3.Pendekatan-Pendekatan Biologis&lt;br /&gt;Pendekatan ini biasanya menggunakan variasi obat-obatan untuk mengobati gangguan kecemasan. Diantaranya golongan benzodiazepine Valium dan Xanax (alprazolam). Meskipun benzodiazepine mempunyai efek menenangkan, tetapi dapat mengakibatkan depensi fisik.&lt;br /&gt;Obat antidepresi mempunyai efek antikecemasan dan antipanik selain juga mempunyai efek antidepresi.&lt;br /&gt;4.Pendekatan-Pendekatan Belajar&lt;br /&gt;Efektifitas penanganan kecemasan dengan pendekatan belajar telah banyak dibenarkan oleh beberapa riset. Inti dari pendekatan belajar adalah usaha untuk membantu individu menjadi lebih efektif dalam menghadapi situasi yang menjadi penyebab munculnya kecemasan tersebut. Ada beberapa macam model terapi dalam pendekatan belajar, diantaranya :&lt;br /&gt;a)Pemaparan Gradual&lt;br /&gt;Metode ini membantu mengatasi fobia ataupun kecemasan melalui pendekatan setapak demi setapak dari pemaparan aktual terhadap stimulus fobik. Efektifitas terapi pemaparan sudah sangat terbukti, membuat terapi ini sebagai terapi pilihan untuk menangani fobia spesifik. Pemaparan gradual juga banyak dipakai pada penanganan agorafobia. Terapi bersifat bertahap menghadapkan individu yang agorafobik kepada situasi stimulus yang makin menakutkan, sasaran akhirnya adalah kesuksesan individu ketika dihadapkan pada tahap terakhir yang merupakan tahap terberat tanpa ada perasaan tidak nyaman dan tanpa suatu dorongan untuk menghindar. Keuntungan dari pemaparan gradual adalah hasilnya yang dapat bertahan lama. Cara Menanggulangi ataupun cara membantu memperkecil kecemasan:&lt;br /&gt;b)Rekonstruksi Pikiran&lt;br /&gt;Yaitu membantu individu untuk berpikir secara logis apa yang terjadi sebenarnya. biasanya digunakan pada seorang psikolog terhadap penderita fobia.&lt;br /&gt;c)Flooding&lt;br /&gt;Yaitu individu dibantu dengan memberikan stimulus yang paling membuatnya takut dan dikondisikan sedemikan rupa serta memaksa individu yang menderita anxiety untuk menghadapinya sendiri.&lt;br /&gt;d)Terapi Kognitif&lt;br /&gt;Terapi yang dilakukan adalah melalui pendekatan terapi perilaku rasional-emotif, terapi kognitif menunjukkan kepada individu dengan fobia sosial bahwa kebutuhan-kebutuhan irrasional untuk penerimaan-penerimaan sosial dan perfeksionisme melahirkan kecemasan yang tidak perlu dalam interaksi sosial. Kunci terapeutik adalah menghilangkan kebutuhan berlebih dalam penerimaan sosial. Terapi kognitif berusaha mengoreksi keyakinan-keyakinan yang disfungsional. Misalnya, orang dengan fobia sosial mungkin berpikir bahwa tidak ada seorangpun dalam suatu pesta yang ingin bercakap-cakap dengannya dan bahwa mereka akhirnya akan kesepian dan terisolasi sepanjang sisa hidup mereka. Terapi kognitif membantu mereka untuk mengenali cacat-cacat logis dalam pikiran mereka dan membantu mereka untuk melihat situasi secara rasional. Salah satu contoh tekhnik kognitif adalah restrukturisasi kognitif, suatu proses dimana terapis membantu klien mencari pikiran-pikiran dan mencari alternatif rasional sehingga mereka bisa belajar menghadapi situasi pembangkit kecemasan.&lt;br /&gt;e)Terapi Kognitif Behavioral (CBT)&lt;br /&gt;Terapi ini memadukan tehnik-tehnik behavioral seperti pemaparan dan tehnik-tehnik kognitif seperti restrukturisasi kognitif. Beberapa gangguan kecemasan yang mungkin dapat dikaji dengan penggunaan CBT antara lain : fobia sosial, gangguan stres pasca trauma, gangguan kecemasan menyeluruh, gangguan obsesif kompulsif dan gangguan panik.&lt;br /&gt;Pada fobia sosial, terapis membantu membimbing mereka selama percobaan pada pemaparan dan secara bertahap menarik dukungan langsung sehingga klien mampu menghadapi sendiri situasi tersebut&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;Kecemasan merupakan suatu sensasi aphrehensif atau takut yang menyeluruh. Dan hal ini merupakan suatu kewajaran atau normal saja, akan tetapi bila hal ini terlalu berlebihan maka dapat menjadi suatu yang abnormal. Sedangkan gangguan kecemasan yang menyeluruh adalah suatu tipe gangguan kecemasan yang melibatkan kecemasan persisten yang sepertinya “mengapung bebas” (Free floating) atau tidak terikat pada suatu yang spesifik.&lt;br /&gt;Ciri penderita gangguan kecemasan antara lain:&lt;br /&gt;Ciri Fisik :&lt;br /&gt;1. Gelisah&lt;br /&gt;2. Berkeringat&lt;br /&gt;3. Jantung berdegup kencang&lt;br /&gt;4. Ada sensasi tali yang&lt;br /&gt;mengikat erat pada kepala&lt;br /&gt;5. Gemetar&lt;br /&gt;6. Sering buang air kecil&lt;br /&gt;Ciri Perilaku :&lt;br /&gt;1. Perilaku menghindar&lt;br /&gt;2. Perilaku dependen&lt;br /&gt;Ciri Kognitif&lt;br /&gt;1. Merasa tidak bisa&lt;br /&gt;mengendalikan semua&lt;br /&gt;2. Merasa ingin melarikan&lt;br /&gt;diri dari tempat tersebut&lt;br /&gt;3. Serasa ingin mati&lt;br /&gt;Dalam perspektif psikodinamika, memandang kecemasan sebagai suatu usaha ego untuk mengendalikan munculnya impuls-impuls yang mengancam kesadaran. Dan perasaan-perasaan kecemasan adalah tanda-tanda peringatan bahwa impuls-impuls yang mengancam mendekat ke kesadaran. Ego menggerakkan mekanisme pertahanan diri untuk mengalihkan impuls-impuls tersebut yang kemudian mengarah menjadi gangguan-gangguan kecemasan lainnya. Namun para teoritikus belajar menjelaskan gangguan-ganguan kecemasan melalui pembelajaran observasional dan conditioning. Model dua faktor dari Mowrer memasukkan clasical dan operant conditioning dalam penjelasan tentang fobia. Meskipun demikian, fobia tampaknya dipengaruhi juga oleh faktor kognitif, seperti harapan-harapan self-efficacy. Prinsip-prinsip penguatan mungkin dapat membantu menjelasakan pola-pola tingkah laku obsesif-kompulsif. Kemungkinan ada predisposisi genetis untuk fobia tertentu yamng mempunyai nilai-nilai untuk kelangsungan hidup (survival) bagi nenek moyang kita terdahulu.&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor kognitif yang menyebabkan gangguan-gangguan kecemasan, seperti prediksi berlebih terhadap ketakutan, keyakinan yang self-defeating dan irasional, sensivitas berlebih mengenai sinyal-sinyal dan tanda-tanda ancaman, harapan-harapan self-efficacy yang terlalu rendah dan salah mengartikan sinyal-sinyal tubuh.&lt;br /&gt;Untuk meminimalisir terjadinya kecemasan pada diri seseorang terdapat beberapa terapi. Psikoanalisis radisional membantu orang untuk mengatasi konflik-konflik tak sadar yang diyakini mendasari gangguan-gangguan kecemasan. Pendekatan-pendekatan psiko- dinamika yang modern lebih berfokus pada gangguan relasi yang ada dalam kehidupan klien saat ini dan mendorong klien untuk mengembangkan pola tingkah laku yang lebih adaptif. Terapi humanistik lebih berfokus pada membantu klien mengidentifikasi dan menerima dirinya yang sejati dan bukan bereaksi pada kecemasan setiap kali perasaan-perasaan dan kebutuhan-kebutuhannya yang sejati mulai muncul ke permukaan. Sedangkan untuk terapi obat, berfokus pada penggunaan obat benzodiazepin dan obat-obat antidepresen (yang mempunyai efek lebih daripada hanya sebagai antidepresan).&lt;br /&gt;Pendekatan-pendekatan dengan dasar belajar dalam menangani kecemasan melibatkan berbagai macam teknik behavioral dan kognitif-behavioral, termasuk terapi pemaparan, restrukturisasi kognitif, pemaparan dan pencegahan respon, serta pelatihan keterampilan relaksasi. Pendekatan-pendekatan kognitif seperti terapi tingkah laku rasional-emotif dan terapi kognitif, membantu orang untuk mengidentifikasi dan membetulkan pola-pola pikir yang salah yang melandasi reaksi-reaksi kecemasan. Untuk terapi kognitif-behavioral, menangani gangguan panik, melibatkan self-monitoring, pemaparan, dan pengembangan respons-respons adaptif terhadap sinyal-sinyal pembangkit kecemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-8773433544050670693?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/8773433544050670693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/terapi-gangguan-kecemasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/8773433544050670693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/8773433544050670693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/terapi-gangguan-kecemasan.html' title='TERAPI GANGGUAN KECEMASAN'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-4397012802167563506</id><published>2010-04-21T11:02:00.000-07:00</published><updated>2010-12-08T09:19:48.845-08:00</updated><title type='text'>GANGGUAN-GANGGUAN KECEMASAN TIPE-TIPE DAN PENANGANANNYA</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.abhest.co.cc&amp;amp;layout=standard&amp;amp;show_faces=true&amp;amp;width=450&amp;amp;action=like&amp;amp;colorscheme=light&amp;amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;Tiap manusia pasti mempunyai rasa cemas. rasa cemas ini biasanya terjadi pada saat adanya kejadian atau peristiwa tertentu, maupun dalam menghadapi suatu hal. Misalkan, orang merasa cemas, ketika tampil dihadapan banyak orang atau ketika sebelum ujian berlangsung, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Kecemasan yang dimiliki seseorang seperti diatas adalah normal. dan bahkan kecemasan ini perlu dimiliki oleh manusia. akan tetapi kecemasan berubah menjadi abnormal ketika kecemasan yang ada dalam diri individu menjadi berlebihan atau melebihi dari kapasitas umumnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Individu yang mengalami gangguan seperti ini bisa dikatakan mengalami anxiety disorder (gangguan kecemasan) yaitu ketakutan yang berlebihan dan sifatnya tidak rasional. Seseorang dikatakan menderita anxiety disorder apabila kecemasan atau anxietas ini mengganggu aktivitas dalam kehidupan dari diri individu tersebut. salah satunya terganggunya fungsi sosial dalam diri individu. Misalnya, kecemasan yang berlebihan ini menghambat diri seseorang untuk menjalin hubungan akrab antar individu maupun kelompoknya.&lt;br /&gt;TIPE-TIPE GANGGUAN KECEMASAN&lt;br /&gt;Anxiety disorder memiliki bebrapa pembagian yang lebih spesifik. diantaranya:&lt;br /&gt;1. Fobia&lt;br /&gt;Fobia adalah ketakutan yang berlebihan yang disebabkan oleh benda, binatang ataupun peristiwa tertentu. sifatnya biasanya tidak rasional, dan timbul akibat peristiwa traumatik yang pernah dialami individu. Fobia juga merupakan penolakan berdasar ketakutan terhadap benda atau situasi yang dihadapi, yang sebetulnya tidak berbahaya dan penderita mengakui bahwa ketakutan itu tidak ada dasarnya.&lt;br /&gt;Fobia simpel: sumber binatang, ketinggian, tempat tertutup, darah. Yang menderita banyak wanita, dimulai semenjak kecil.&lt;br /&gt;Agorafobia: kata yunani, agpra = tempat berkumpul, pasar. Sekelompok ketakutan yang berpusat pada tempat-tempat publik: takut berbelanja, takut kerumunan, takut bepergian.&lt;br /&gt;Banyak yang minta pertolongan.&lt;br /&gt;Banyak wanita yang menderita ini dimulai pada masa remaja dan permulaan dewasa.&lt;br /&gt;Simtom: ketegangan, pusing, kompulsi, merenung, depresi, ketakutan menjadi gila.&lt;br /&gt;90% dari suatu sampel: takut tempat tinggi, tempat tertutup, elevator.&lt;br /&gt;Fobia dibedakan menjadi dua jenis,yaitu:&lt;br /&gt;a. Fobia Spesifik&lt;br /&gt;Ketakutan berlebih yang disebabkan oleh benda, atau peristiwa traumatik tertentu, misalnya: ketakutan terhadap kucing (ailurfobia), ketakutan terhadap ketinggian (acrofobia), ketakutan terhadap tempat tertutup (agorafobia), fobia terhadap kancing baju, dsb.&lt;br /&gt;b. Fobia Sosial&lt;br /&gt;Ketakutan berlebih pada kerumunan atau tempat umum. ketakutan ini disebabkan akibat adanya pengalaman yang traumatik bagi individu pada saat ada dalam kerumunan atau tempat umum. misalnya dipermalukan didepan umum, ataupun suatu kejadian yang mengancam dirinya pada saat diluar rumah.&lt;br /&gt;Penyebab:&lt;br /&gt;Teori Psikoanalitik: pertahanan melawan kecemasan hasil dorongan id yang direpres. Kecemasan: pindahan impuls id yang ditakuti ke objek/situasi, yang mempunyai hubungan simbolik dengan hal tersebut, Menghindari konflik yang direpres. Cara ego untuk mcnghadapi masalah yang sesungguhnya konflik pada masa kaaak-kanak yang direpres. Teori Behavioral: hasil belajar kondisioning kfasik, kondisioning operan, modeling.&lt;br /&gt;2. Obsesif Kompulsif&lt;br /&gt;Seperti contoh Kasus dibawah ini:&lt;br /&gt;X adalah seorang remaja madya yang saat ini sedang kuliah disuatu universitas. sudah beberapa hari ini ia mempunyai kebiasaan aneh yang tidak bisa ia hentikan. kebiasannya adalah mencuci tangannya lebih dari 10x dalam satu hari. teman-temannya juga heran mengapa ia berperilaku seperti itu. ketika ia berkonsultasi kepada psikolog sekolahnya ia baru tahu apa yang terjadi padanya. psikolog menanyainya apa yang menyebabkannya seperti itu, lalu X mulai menceritakan kejadian apa yang sebenarnya ia lakukan.X adalah kakak dari A. saat kecil keduanya pernah bertengkar, X tanpa sengaja mengambil gunting dan menorehkannya ke lengan adiknya,A. akibatnya lengan A terluka dan menyebabkannya cacat. peristiwa ini membuatnya bersalah dan ia terus menerus memikirkan kesalahannya ini (obsesif), dan tiap kali ia mengingatnya ia akan mencuci tangannya berulang-ulang. (kompulsif).&lt;br /&gt;Berdasarkan cerita diatas, kita bisa melihat bahwa obsesif adalah pemikiran yang berulang dan terus-menerus. Sedangkan kompulsif adalah pelaksanaan dari pemikirannya tersebut. Perilaku ini merupakan ritual pembebasan dari dosa pada orang tersebut. dengan mencuci tangan ia berharap bisa membersihkan dari dosa yang telah ia perbuat. obsesif kompulsif ini biasanya cenderung pada perilaku bersih-bersih. Perilaku seperti ini sebenarnya banyak terjadi pada lingkungan kita tetapi, kita kadang malah menganggap perilaku ini wajar.&lt;br /&gt;1-3% dari populasi.&lt;br /&gt;Dewasa muda, mengikuti kejadian yang penuh stres: kehamilan, kelahiran, konflik keluarga, kesulitan dalam pekerjaan, keadaan depresi. Penderita obsesif-kompulsif sering menderita depresi..&lt;br /&gt;Obsesi: pikiran yang berkali-kali datang yang mengganggu - tampak tidak rasional - tidak dapat dikontrol → mengganggu hidup.&lt;br /&gt;dapat berbentuk keragu-raguan yang ekstrim, penangguhan tidak dapat membuat keputusan.&lt;br /&gt;pasien tidak dapat mengambil kesimpulan.&lt;br /&gt;Kompulsi: impuls yang tidak dapat ditolak mengulangi tingkah laku ritualistik berkali-kali. Kompulsi sering berhubungan dengan kebersihan dan keteraturan. Penderita merasa apa yang dilakukannya asing.&lt;br /&gt;Ada 5 bentuk obsesi:&lt;br /&gt;1.Kebimbangan yang obsesif: pikiran bahwa suatu tugas yang telah selesai tidak secara baik (75% dari pasien).&lt;br /&gt;2.Pikiran yang obsesif: pikiran berantai yang tidak ada akhirnya. Biasanya fokus pada kejadian yang akan datang (34% dari pasien).&lt;br /&gt;3.Impuls yang obsesif; dorongan untuk melakukan suatu perbuatan (17%).&lt;br /&gt;4.Ketakutan yang obsesi kecemasan untuk kehilangan kontrol dan melakukan sesuatu yang memalukan (26%)&lt;br /&gt;5.Bayangan obsesif: bayangan terus menerus mengenai sesuatu yang dilihat (7%).&lt;br /&gt;Kompulsi (2 macam).&lt;br /&gt;1.Dorongan kompulsif yang memaksa suatu perbuatan: melihat pintu berkali-kali (61%).&lt;br /&gt;2.Kompulsi mengontrol: mengontrol dorongan kompulsi (tidak menuruti dorongan tersebut): mengontrol dorongan inses dengan berkali-kali menghitung sampai 10.&lt;br /&gt;Rochman dan Hodgson; dua macam kompulsi: membersihkan dan mengecek.&lt;br /&gt;Penyebab:&lt;br /&gt;Psikoanalitik: fiksasi masa anal.&lt;br /&gt;Adler: anak terhalang mengembangkan kompetensinya → rendah diri → secara tidak sadar mengembangkan ritual yang kompulsif untuk membuat daerah yang dapat dikontrol dan merasa mampu → membuat orang tersebut merasa menguasai cara menguasai sesuatu.&lt;br /&gt;Teori Belajar:&lt;br /&gt;Kondisioning operan. Tingkah laku yang dipelajari yang dikuatkan akibat-akibatnya. Terapi sama dengan fobia dan GAD.&lt;br /&gt;3. Post Traumatik-Stress Disorder (PTSD/ Gangguan Stress Pasca Trauma)&lt;br /&gt;PTSD merupakan kecemasan akibat peristiwa traumatik yang biasanya dialami oleh veteran perang atau orang-orang yang mengalami bencana alam . PTSD biasnya muncul beberapa tahun setelah kejadian dan biasanya diawali dengan ASD, jika lebih dari 6 bulan maka orang tersebut dapat mengembangkan PTSD. Simtom dan diagnosis:&lt;br /&gt;Akibat kejadian traumatik atau bencana yang tingkatnya sangat buruk: perkosaan, peperangan, bencana alam, ancaman yang serius terhadap orang yang sangat dicintai, melihat orang lain disakiti atau dibunuh. Akan berakibat tidak dapat konsentrasi, mengingat, tidak dapat santai, impulsif, mudah terkejut, gangguan tidur, cemas, depresi, mati rasa; hal-hal yang menyenangkan tidak menarik lagi, ada perasaan asing terhadap orang-lain dan yang lampau. Kalau trauma dialami bersama orang lain, dan yang lain mati: ada rasa bersalah, sering terjadi mimpi buruk atau gangguan tidur.&lt;br /&gt;Gangguan pasca trauma dapat akut, kronis atau lambat, trauma akibat orang, perang, serangan fisik atau penganiayaan berlangsung lebih lama daripada trauma setelah bencana alam. Simtom memburuk jika dihadapkan kepada situasi yang mirip. Dapat terjadi pada anak dan orang dewasa. Simtom pada anak: mimpi tentang monster atau perubahan tingkah laku: ramai → pendiam&lt;br /&gt;Riwayat psikopatologi pada keluarga memegang peranan&lt;br /&gt;Perlakuan&lt;br /&gt;Dapat melalui terapi kelompok. Dengan cara ini penderita mendapatkan support dari teman-temannya.&lt;br /&gt;4. GAD (Generalized Anxiety Desease: Gangguan Kecemasan Tergeneralisasikan)&lt;br /&gt;Tanda-tanda; kecemasan kronis terus menerus rnencakup situasi hidup (cemas akan terjadi kecelakaan, kesulitan finansial). Ada keluhan somatik: berpeluh, merasa panas, jantung berdetak keras, perut tidak enak, diare, sering buang air kecil, dingin, tangan basah, mulut kering, tenggorokan terasa tersumbat, sesak nafas, hiperaktivitas sistem saraf otonomik. Merasa ada gangguan otot: ketegangan atau rasa sakit pada otot terutama pada leher dan bahu, pelupuk mata berkedip terus, bcrgetar, mudah lelah, tidak mampu untuk santai, mudah terkejut, gelisah, sering berkeluh. Cemas akan terjadinya bahaya, cemas kehilangan kontrol, cemas akan mendapatkan.serangan jantung, cemas akan mati. Sering penderita tidak sabar, mudah marah, tidak dapat tidur, tidak dapat konsentrasi.&lt;br /&gt;Penyebab:&lt;br /&gt;Psikoanalitik: konflik antara impuls id dan ego yang tidak disadari. Impuls itu seksual atau agresif → ingin keluar, dihalangi → tidak disadari → cemas.&lt;br /&gt;Teori belajar: kondisioning klasik dari rangsang luar.&lt;br /&gt;Kognitif behavioral: memfokus kontrol dan ketidakberdayaan.&lt;br /&gt;Terapi: psikomatis sama dengan fobia.&lt;br /&gt;5. Gangguan Panik&lt;br /&gt;Tanda-tanda: sekonyong-sekonyong\sesak nafas, detak jantung keras, sakit di dada, merasa tercekik, pusing, berpeluh, bergetar, ketakutan yang sangat akan teror, ketakutan akan ada hukuman.&lt;br /&gt;Depersonalisasi dan derealisasi: perasaan ada di luar badan, merasa dunia tidak nyata, ketakutan kehilangan kontrol, ketakutan menjadi gila, takut akan mati.&lt;br /&gt;Terjadinya: sering, sekali seminggu atau lebih sering. Beberapa menit. Dihubungkan dengan situasi khusus, misalnya mengendarai mobil.&lt;br /&gt;Laki-laki 0,7 %, wanita 1%&lt;br /&gt;4 kali serangan panik dalam 4 minggu,&lt;br /&gt;Satu serangan diikuti ketakutan terjadinya serangan lagi paling sedikit 1 bulan.&lt;br /&gt;Serangan panik dapat diikuti agorafobia,&lt;br /&gt;80% penderita panik juga menderita gangguan kccemasan yang lain.&lt;br /&gt;Sering juga ada depresi&lt;br /&gt;Terdapat dalam keluarga.&lt;br /&gt;Sering penyebabnya fisiologis, misalnya gangguan jantung.&lt;br /&gt;Penderita panik sering merasa bahwa penyakitnya parah → menyebabkan panik.&lt;br /&gt;PERSPEKTIF-PERSPEKTIF TEORITIS&lt;br /&gt;Pada kategori diagnostic utama psikopatologi secara garis besar di bagi menjadi dua bagian yaitu neurosis dan psikosis. Neurosis merupakan penyakit mental yang belum begitu menghawatirkan karena baru masuk dalam kategori gangguan-gangguan, baik dalam susunan syaraf maupun kelainan prilaku, sikap dan aspek mental lainnya. Dan gangguan kecemasan merupakan psikopatologi yang neurosis.&lt;br /&gt;Kecemasan memiliki karakteristik berupa munculnya prasaan takut dan kehati-hatian atau kewaspadaan yang tidak jelas dan tidak menyenangkan Davison &amp;amp; Neale,2001. Kaplan, Sadock, &amp;amp; Grebb (1994) mengemukakan takut dan cemas merupakan dua emosi yang berfungsi sebagai tanda akan adanya suatu bahaya. Rasa takut muncul jika terdapat ancaman yang jelas, berasal dari lingkungan dan tidak menimbulkan konflik bagi individu sedangkan kecemasan muncul jika bahaya berasal dari dalam diri, tidak jelas, atau menyebabkan konflik bagi individu. Menurut Davison &amp;amp; Neale,2001 gangguan cemas berbeda dengan kecemasan normal dalam hal intensitas durasi serta dampaknya bagi individu&lt;br /&gt;Berdasarkan sumbernya, freud membedakan kecemasan menjadi dua yaitu kecemasan realitas dan kecemasan neurotic. Kecemasan realitas adalah yang berasal dari kecemasan yang nyata, sedangkan kecemasan neurotic yang berasal dari motif dan konflik yang tidak disadari. Freud berpendapat kecemasan neurotic muncul dari konflik intrapsikis, misalnya yang dijelaskan pada fobia ketika dorongan id (seks &amp;amp; agresi) bertentangan dengan tuntutan super ego atau dapat dikatakan dorongan id berlawanan dengan tuntutan lingkungan eksternal, sehingga untuk menghindari sumber kecemasan internal tersebut ego mengalihkannya ( melakukan displacement) kepada ancaman yang obyeknya bisa diperoleh dari lingkungan. Sebagaimana yang dikutip oleh Kaplan, Sadock, &amp;amp; Grebb (1994) mengemukakan bahwa fungsi utama dari kecemasan adalah memberi tanda kepada ego bahwa dorongan terlarang yang berasal dari ketidak sadaran akan muncul ke kesadaran. Dan fobia adalah hasil dari upaya untuk menghindar dari konflik yang direpres, dan kecemasan yang timbul dialihkan pada obyek atau situasi yang memiliki hubungan simbolik dengannya (yaitu stimulus yang ditakuti).&lt;br /&gt;Sedangkan pada gangguan cemas menyeluruh (generalized anxiety disorder), dalam sudut pandang psikoanalisa bersumber dari konflik tidak sadar antara ego dan impuls dari id, yaitu ego yang menahan untuk memenuhi dorongan karena karena khawair dengan hukuman yang diterima. Konflik antara id dan ego ini berlangsung secara terus menerus, dan penderita tidak mampu meindahkannya pada obyek tertentu seperti pada fobia, hal ini menjadikan kecemasan muncul hamper setiap saat.&lt;br /&gt;Dalam pandangan Psikodinamika modern sepakat pada pandangan freud tentang gejala kecemasan merupakan pertahanan terhadap konflik, tapi sumber kecemasan tidak terbatas pada dorongan biologis saja melainkan mencakup tuntutan dan frustasi yang berasal dari lingkungan social dan hubungan interpersonal. Misalnya seseorang yang tak berani berbicara didepan umum, sumber masalahnya menurut teori ini adalah berasal dari perasaan rendah dirinya. Orang dengan kepercayaan diri yang rendah akan merasa cemas pada situasi dimana dia bisa dilihat, dinilai atau dikritik orang lain, dan dia akan cenderung menghindari situasi tersebut. Psiko dinamika berasumsi bahwa bahwa gejala kecemasan hanyalah indicator adanya masalah yang lebih mendalam dan tidak disadari.&lt;br /&gt;Kemudian pada behaviorisme lebih menekankan pada perilaku maladaptive tersebut, perilaku maladaptive seperti gangguan fobia dapat dijelaskan dengan prinsip belajar, antara lain:&lt;br /&gt;1.UCS → CS → UCR&lt;br /&gt;2.Modelling&lt;br /&gt;Ketakutan yang dipelajari atau didapat dari instruksi verbal/deskripsi dari orang lain.&lt;br /&gt;3.Devisit dalam ketrampilan social&lt;br /&gt;Dalam teori ini dikatakan bahwa salah satu yang merupakan penyebab kecemasan adalah kurangnya ketrampilan social.&lt;br /&gt;Pada sudut pandang kognitif kecemasan berhubungan dengan kecenderungan untuk lebih memperhatikan stimulus negatif, menginterpretasikan informasi yang ambigu sebagai ancaman dan percaya bahwa peristiwa-peristiwa yang tidak menyenangkan akan terjadi lagi dimasa mendatang. matthew dan Mc Leod dalam Davison &amp;amp; Neale, 2001.&lt;br /&gt;TERAPI GANGGUAN KECEMASAN&lt;br /&gt;Pendekatan-pendekatan psikologis berbeda satu sama lain dalam tekhnik dan tujuan penanganan kecemasan. Tetapi pada dasarnya berbagai tekhnik tersebut sama-sama mendorong klien untuk menghadapi dan tidak menghindari sumber-sumber kecemasan mereka. Dalam menangani gangguan kecemasan dapat melalui beberapa pendekatan :&lt;br /&gt;1.Pendekatan-Pendekatan Psikodinamika&lt;br /&gt;Dari perspektif psikodinamika, kecemasan merefleksikan energi yang dilekatkan kepada konflik-konflik tak sadar dan usaha ego untuk membiarkannya tetap terepresi. Psikoanalisis tradisional menyadarkan bahwa kecemasan klien merupakan simbolisasi dari konflik dalam diri mereka. Dengan adanya simbolisasi ini ego dapat dibebaskan dari menghabiskan energi untuk melakukan represi. Dengan demikian ego dapat memberi perhatian lebih terhadap tugas-tugas yang lebih kreatif dan memberi peningkatan. Begitu juga dengan yang modern, akan tetapi yang modern lebih menjajaki sumber kecemasan yang berasal dari keadaaan hubungan sekarang daripada hubungan masa lampau. Selain itu mereka mendorong klien untuk mengembangkan tingkah laku yang lebih adaptif.&lt;br /&gt;2.Pendekatan-Pendekatan Humanistik&lt;br /&gt;Para tokoh humanistik percaya bahwa kecemasan itu berasal dari represi sosial diri kita yang sesungguhnya. Kecemasan terjadi bila ketidaksadaran antara inner self seseorang yang sesungguhnya dan kedok sosialnya mendekat ke taraf kesadaran. Oleh sebab itu terapis-terapis humanistik bertujuan membantu orang untuk memahami dan mengekspresikan bakat-bakat serta perasaan-perasaan mereka yang sesungguhnya. Sebagai akibatnya, klien menjadi bebas untuk menemukan dan menerima diri mereka yang sesunggguhnya dan tidak bereaksi dengan kecemasan bila perasaan-perasaan mereka yang sesungguhnya dan kebutuhan-kebutuhan mereka mulai muncul ke permukaan.&lt;br /&gt;3.Pendekatan-Pendekatan Biologis&lt;br /&gt;Pendekatan ini biasanya menggunakan variasi obat-obatan untuk mengobati gangguan kecemasan. Diantaranya golongan benzodiazepine Valium dan Xanax (alprazolam). Meskipun benzodiazepine mempunyai efek menenangkan, tetapi dapat mengakibatkan depensi fisik.&lt;br /&gt;Obat antidepresi mempunyai efek antikecemasan dan antipanik selain juga mempunyai efek antidepresi.&lt;br /&gt;4.Pendekatan-Pendekatan Belajar&lt;br /&gt;Efektifitas penanganan kecemasan dengan pendekatan belajar telah banyak dibenarkan oleh beberapa riset. Inti dari pendekatan belajar adalah usaha untuk membantu individu menjadi lebih efektif dalam menghadapi situasi yang menjadi penyebab munculnya kecemasan tersebut. Ada beberapa macam model terapi dalam pendekatan belajar, diantaranya :&lt;br /&gt;a)Pemaparan Gradual&lt;br /&gt;Metode ini membantu mengatasi fobia ataupun kecemasan melalui pendekatan setapak demi setapak dari pemaparan aktual terhadap stimulus fobik. Efektifitas terapi pemaparan sudah sangat terbukti, membuat terapi ini sebagai terapi pilihan untuk menangani fobia spesifik. Pemaparan gradual juga banyak dipakai pada penanganan agorafobia. Terapi bersifat bertahap menghadapkan individu yang agorafobik kepada situasi stimulus yang makin menakutkan, sasaran akhirnya adalah kesuksesan individu ketika dihadapkan pada tahap terakhir yang merupakan tahap terberat tanpa ada perasaan tidak nyaman dan tanpa suatu dorongan untuk menghindar. Keuntungan dari pemaparan gradual adalah hasilnya yang dapat bertahan lama. Cara Menanggulangi ataupun cara membantu memperkecil kecemasan:&lt;br /&gt;b)Rekonstruksi Pikiran&lt;br /&gt;Yaitu membantu individu untuk berpikir secara logis apa yang terjadi sebenarnya. biasanya digunakan pada seorang psikolog terhadap penderita fobia.&lt;br /&gt;c)Flooding&lt;br /&gt;Yaitu individu dibantu dengan memberikan stimulus yang paling membuatnya takut dan dikondisikan sedemikan rupa serta memaksa individu yang menderita anxiety untuk menghadapinya sendiri.&lt;br /&gt;d)Terapi Kognitif&lt;br /&gt;Terapi yang dilakukan adalah melalui pendekatan terapi perilaku rasional-emotif, terapi kognitif menunjukkan kepada individu dengan fobia sosial bahwa kebutuhan-kebutuhan irrasional untuk penerimaan-penerimaan sosial dan perfeksionisme melahirkan kecemasan yang tidak perlu dalam interaksi sosial. Kunci terapeutik adalah menghilangkan kebutuhan berlebih dalam penerimaan sosial. Terapi kognitif berusaha mengoreksi keyakinan-keyakinan yang disfungsional. Misalnya, orang dengan fobia sosial mungkin berpikir bahwa tidak ada seorangpun dalam suatu pesta yang ingin bercakap-cakap dengannya dan bahwa mereka akhirnya akan kesepian dan terisolasi sepanjang sisa hidup mereka. Terapi kognitif membantu mereka untuk mengenali cacat-cacat logis dalam pikiran mereka dan membantu mereka untuk melihat situasi secara rasional. Salah satu contoh tekhnik kognitif adalah restrukturisasi kognitif, suatu proses dimana terapis membantu klien mencari pikiran-pikiran dan mencari alternatif rasional sehingga mereka bisa belajar menghadapi situasi pembangkit kecemasan.&lt;br /&gt;e)Terapi Kognitif Behavioral (CBT)&lt;br /&gt;Terapi ini memadukan tehnik-tehnik behavioral seperti pemaparan dan tehnik-tehnik kognitif seperti restrukturisasi kognitif. Beberapa gangguan kecemasan yang mungkin dapat dikaji dengan penggunaan CBT antara lain : fobia sosial, gangguan stres pasca trauma, gangguan kecemasan menyeluruh, gangguan obsesif kompulsif dan gangguan panik.&lt;br /&gt;Pada fobia sosial, terapis membantu membimbing mereka selama percobaan pada pemaparan dan secara bertahap menarik dukungan langsung sehingga klien mampu menghadapi sendiri situasi tersebut&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;Kecemasan merupakan suatu sensasi aphrehensif atau takut yang menyeluruh. Dan hal ini merupakan suatu kewajaran atau normal saja, akan tetapi bila hal ini terlalu berlebihan maka dapat menjadi suatu yang abnormal. Sedangkan gangguan kecemasan yang menyeluruh adalah suatu tipe gangguan kecemasan yang melibatkan kecemasan persisten yang sepertinya “mengapung bebas” (Free floating) atau tidak terikat pada suatu yang spesifik.&lt;br /&gt;Ciri penderita gangguan kecemasan antara lain:&lt;br /&gt;Ciri Fisik :&lt;br /&gt;1. Gelisah&lt;br /&gt;2. Berkeringat&lt;br /&gt;3. Jantung berdegup kencang&lt;br /&gt;4. Ada sensasi tali yang&lt;br /&gt;mengikat erat pada kepala&lt;br /&gt;5. Gemetar&lt;br /&gt;6. Sering buang air kecil&lt;br /&gt;Ciri Perilaku :&lt;br /&gt;1. Perilaku menghindar&lt;br /&gt;2. Perilaku dependen&lt;br /&gt;Ciri Kognitif&lt;br /&gt;1. Merasa tidak bisa&lt;br /&gt;mengendalikan semua&lt;br /&gt;2. Merasa ingin melarikan&lt;br /&gt;diri dari tempat tersebut&lt;br /&gt;3. Serasa ingin mati&lt;br /&gt;Dalam perspektif psikodinamika, memandang kecemasan sebagai suatu usaha ego untuk mengendalikan munculnya impuls-impuls yang mengancam kesadaran. Dan perasaan-perasaan kecemasan adalah tanda-tanda peringatan bahwa impuls-impuls yang mengancam mendekat ke kesadaran. Ego menggerakkan mekanisme pertahanan diri untuk mengalihkan impuls-impuls tersebut yang kemudian mengarah menjadi gangguan-gangguan kecemasan lainnya. Namun para teoritikus belajar menjelaskan gangguan-ganguan kecemasan melalui pembelajaran observasional dan conditioning. Model dua faktor dari Mowrer memasukkan clasical dan operant conditioning dalam penjelasan tentang fobia. Meskipun demikian, fobia tampaknya dipengaruhi juga oleh faktor kognitif, seperti harapan-harapan self-efficacy. Prinsip-prinsip penguatan mungkin dapat membantu menjelasakan pola-pola tingkah laku obsesif-kompulsif. Kemungkinan ada predisposisi genetis untuk fobia tertentu yamng mempunyai nilai-nilai untuk kelangsungan hidup (survival) bagi nenek moyang kita terdahulu.&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor kognitif yang menyebabkan gangguan-gangguan kecemasan, seperti prediksi berlebih terhadap ketakutan, keyakinan yang self-defeating dan irasional, sensivitas berlebih mengenai sinyal-sinyal dan tanda-tanda ancaman, harapan-harapan self-efficacy yang terlalu rendah dan salah mengartikan sinyal-sinyal tubuh.&lt;br /&gt;Untuk meminimalisir terjadinya kecemasan pada diri seseorang terdapat beberapa terapi. Psikoanalisis radisional membantu orang untuk mengatasi konflik-konflik tak sadar yang diyakini mendasari gangguan-gangguan kecemasan. Pendekatan-pendekatan psiko- dinamika yang modern lebih berfokus pada gangguan relasi yang ada dalam kehidupan klien saat ini dan mendorong klien untuk mengembangkan pola tingkah laku yang lebih adaptif. Terapi humanistik lebih berfokus pada membantu klien mengidentifikasi dan menerima dirinya yang sejati dan bukan bereaksi pada kecemasan setiap kali perasaan-perasaan dan kebutuhan-kebutuhannya yang sejati mulai muncul ke permukaan. Sedangkan untuk terapi obat, berfokus pada penggunaan obat benzodiazepin dan obat-obat antidepresen (yang mempunyai efek lebih daripada hanya sebagai antidepresan).&lt;br /&gt;Pendekatan-pendekatan dengan dasar belajar dalam menangani kecemasan melibatkan berbagai macam teknik behavioral dan kognitif-behavioral, termasuk terapi pemaparan, restrukturisasi kognitif, pemaparan dan pencegahan respon, serta pelatihan keterampilan relaksasi. Pendekatan-pendekatan kognitif seperti terapi tingkah laku rasional-emotif dan terapi kognitif, membantu orang untuk mengidentifikasi dan membetulkan pola-pola pikir yang salah yang melandasi reaksi-reaksi kecemasan. Untuk terapi kognitif-behavioral, menangani gangguan panik, melibatkan self-monitoring, pemaparan, dan pengembangan respons-respons adaptif terhadap sinyal-sinyal pembangkit kecemasan..&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Supratinya,A. 1995. Mengenal Perilaku Abnormal. Yogyakarta: Kanisius.&lt;br /&gt;LAB/UPF Ilmu Kedokteran Jiwa. 1994. Pedoman Diagnosis Dan Terapi. Surabaya: Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan RSUD Dr. Soetomo.&lt;br /&gt;Panggabean, L. (2003). Pengembangan Kesehatan Perkotaan ditinjau dari Aspek Psikososial. (makalah). Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat DepKes. Rs. Tidak dipublikasikan&lt;br /&gt;Prof. Dr. Sutardjo A. Wiramihardja. 2005. Pengantar Psikologi Abnormal. Bandung: PT. Refika Aditama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-4397012802167563506?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/4397012802167563506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/gangguan-gangguan-kecemasan-tipe-tipe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/4397012802167563506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/4397012802167563506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/gangguan-gangguan-kecemasan-tipe-tipe.html' title='GANGGUAN-GANGGUAN KECEMASAN TIPE-TIPE DAN PENANGANANNYA'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-1356588501442822648</id><published>2010-04-21T10:59:00.001-07:00</published><updated>2010-04-21T11:08:16.663-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><title type='text'>Sinopsis dan Resensi Film Merantau</title><content type='html'>Di Minangkabau, Sumatera Barat, Yuda (Iko Uwais), anak muda yang terampil dalam Silat Harimau sedang dalam persiapan untuk memulai "Merantau" kebiasaan yang sudah turun-temurun untuk dilakukan oleh anak-anak muda, meninggalkan segala ketenangan dalam suasana pedesaan dan menuju keramaian kota dan mempertahankan hidupnya di Kota Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, Tidak selamanya berjalan mulus, Yuda mengalami kemunduran dan ketidak pastian dalam hidupnya,Kesempatan mempertemukan Yuda dengan anak yatim piatu bernama Astri, yang ditolong oleh Yuda, korban dari kejahatan Penjualan Manusia yang dipimpin oleh seorang Psikopat Liar bernama Retger dan pengawalnya Luc. &lt;br /&gt;Ratger terluka dalam suatu perkelahian dan mencari kedua "barangnya". Perkenalan Yuda dengan hiruk pikuk kota , memercikan api setelah dia memaksakan diri untuk menolong dan melarikan diri bersama Astri dan adiknya Adit. Para mucikari dan gengster yang mendiami malam, mendesak ke jalanan untuk mengejar setiap langkah mereka. Melarikan diri ternyata bukan pilihan tepat, karena tiap langkahnya selalu diikuti oleh mereka, Yuda tidak memiliki pilihan lain kecuali berhadapan dengan penyerangnya secara berani berbekal kemampuan beladiri Silat warisan sang leluhur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan &lt;br /&gt;Dari sisi alur cerita, sepertinya tidak ada yang istimewa dan sudah banyak film juga yang ceritanya mengalir seperti film ini. Namun yang mesti diperhatikan yaitu keistimewaan film ini terletak pada sisi teknik beladiri yang ditampilkan dengan sangat menarik. Sudut pengambilan gambar yang tepat menampilkan gambar yang sangat hidup pada saat adegan perkelahian. Meski dengan pemeran yang masih muda usia, namun hal itu menjadi kelebihan dari film ini. Film ini harus dapat kita apresiasi semaksimal mungkin, film ini dapat menampilkan nuansa dan ciri khas Indonesia. Apabila tidak ada halangan film ini akan beredar di bioskop sekitar Bulan Agustus 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran dan Pemeran &lt;br /&gt;YUDA Yuda, seorang anak muda yang memiliki budi luhur, pada usia 20 tahunan sudah memiliki rasa moral dan kecintaan daerah yang tinggi, dipadu dengan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya. &lt;br /&gt;Sebagai hasil dari didikan di lingkungannya, Yuda menjadi orang yang berani berkorban dalam mempertahankan kehidupannya dan kehidupan sekitarnya. Karakternya merupakan perwujudan dari filosofi Silat dan Islam. &lt;br /&gt;Dia bertarung dengan dirinya sendiri untuk mengatasi hambatan dan rintangan walaupun dia sedih dan merindukan untuk kembali lagi ke kehidupan yang nyaman di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeran Yuda &lt;br /&gt;Iko Uwais seorang yang ahli dalam sekolah Silat Tiga Berantai di Jakarta di bawah asuhan Haji Ahmad Bunawar. Dia berjumpa dengan sutradara, Garet Evans, dan menarik perhatiannya ketika sedang melakukan shooting film dokumenter "Land of Moving Shadows". Selama syuting dia memancarkan penampilan yang alami dan berkharisma. pemain muda berbakat yang memiliki kemampuan dalam bertarung dan juga kemampuan berakting. Iko bersama tim koreografi dan Gareth Evans bekerja sama untuk menampilkan teknik gaya bertarung dalam persiapan pembuatan film Merantau. Film yang menampilkannya sebagai bintang populer dan memperkenalkan pencak silat kepada dunia internasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASTRI &lt;br /&gt;Setelah dibebaskan oleh orang tuanya yang merasa tidak bisa menghidupi lagi anaknya, Astri yg berumur 14 tahun tiba-tiba menerima tanggung jawab untuk mempertahankan hidupnya dan juga adiknya yang bernama Adit. Selama 4 tahun terakhir dia telah mengurus Adit semampunya dengan bekerja sebagai Penari Go-go Dancer di sebuah klub malam, yang dijalankan oleh managernya yang bernama Johni.Astri harus belajar untuk berdiri kuat dan mempertahankan hidup dengan menunjukan keberaniannya bahwa dia bukanlah orang yang gampang mundur. Secara sembunyi-sembunyi, dia menyimpan penghasilannya sebisa mungkin dan menyimpannya dalam sebuat kaleng kecil yang disimpan di bawah lantai di ruang apartemennya dengan harapan suatu hari dapat meninggalkan kehidupanya yang miskin. Astri telah mencoba meningkatkan Adit pada kehidupan yang normal, menyediakan rumah sebagai tempat berlindung dan mengatur segala kebutuhan adiknya secara teratur. Dia telah menjadi ibu bagi adiknya dan semua yang dilakukannya adalah untuk kebaikan adiknya. &lt;br /&gt;Pemeran Astri &lt;br /&gt;Sisca Jessica muncul pertama kali menarik perhatian publik ketika berperan dalam beberapa FTV dan produksi sinetron. Pada tahun 2007 dia memerankan Naya produksi MNC Production dan I Love You Boss dan akhirnya menjadi artis ekslusif di MNC Group. &lt;br /&gt;ADIT &lt;br /&gt;Adit adalah adik Astri, baru berumur 10 tahun. Seorang anak kecil yang memiliki takdir sama dengan Astri, harus dapat mempertahankan hidup menjalani kehidupan yang penuh dengan kejahatan dan tipu daya di jalanan.Tangannya yang ringan sudah banyak mencopet banyak saku sementara lidahnya yang cepat menghindarkan dari kesulitan. Adit juga merupakan anak yang tekun belajar. Dengan ketertarikan pada ilmu memberinya rasa ingin tahu yang melampaui batas. Secara teratur Adit mendatangi sekolah lokal dan duduk di luar kelas yang tersembunyi untuk mendengarkan pelajaran tanpa seorang guru pun mengetahuinya. Pada malam hari Adit mencoba untuk mencari uang tambahan dengan mengemis di lampu lalu lintas, hanya kecil uang yang didapat untuk menolong Astri sebagai tulang punggung keluarga di rumah. Adit merasa dia menjadi beban kakaknya dan kemudian dia berharap Astri tidak akan menari lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RATGER &lt;br /&gt;Ratger selalu berurusan dengan orang, Dia hanya memiliki satu tujuan : untuk mengambil "daging segar". Pelaku penjualan manusia yang sedang meningkat, sementara dia mungkin berpakaian dari mulai kepala sampai ujung kaki dengan pakaian bermerk dan berjalan dan mengotori masyakat kelas tinggi dengan benang yang dia pakai. Dia tidak dapat menyembunyikan kenyataan bahwa dia mengumpukan kekayaannya dengan pengorbanan darah, keringat dan air mata. Dia orang yang memiliki keyakinan sederhana dalam bisnis. Apa yang dimau dia harus dapatkan. Dan tidak ada seorangpun yang mau melawan kemarahahannya ketika tidak dilakukan pengiriman.Dia menginspirasi pada Johni dan semua orang di sekelilingnya. Kehadirannya mengendalikan ruang tanpa menghiraukan apakah dia mengamuk dengan liar atau menekan,tenang, marah. Hal yang paling penting buat Ratger adalah kesuksesannya dalam berbisnis. Dia tidak akan membiarkan kehormatannya hancur oleh orang lain. Segala hal harus dapat diselesaikan dan menghasilkan. &lt;br /&gt;Pemeran Ratger &lt;br /&gt;Aktor Denmark Mads Koudal berlatih di Sekolah Akting London pada tahun 1998. Setelah pagelaran drama sekolah dia pindah kembali ke Denmark dan kemudian mulai mendapatkan peran di rumah produksi independen. Dia sudah berakting dalam bahasa Denmark dan bahasa Inggris dan terlibat dalam beberapa genre seperti drama, komedi, action, horor, film musikal dan film barat. Pada tahun 2001 dia ditawari peran kecil di serial TV "Mit liv som Bent" (2001), namun dia kemudian berperan penting dalam film pendek "Eneste ene 2, Den" (2002) (aka "One and Only 2") and A Nind's I (2003) (TV) dan karirnya mulai menanjak. Pada tahun 2006 dia membintangi "Footsteps" disutradai oleh Gareth Evans, peran yang kemudian membawanya berperan dalam Andrew Jones "The Feral generation" (2007).Setelah berpisah bekerja di film, dia juga melanjutkan pekerjaan dalam pekerjaan panggung, sebagai aktor dan juga sutradara. &lt;br /&gt;Pada sebuah masa, ketika lelaki telah akil baliq, ia harus belajar sendiri untuk menemukan jati dirinya dengan jalan merantau. Kelak, pengalaman hidup yang dialami, akan menerpanya menjadi lelaki sejati. Dan, alam akan membimbingnya untuk bisa membedakan cahaya kebenaran dan kebatilan. &lt;br /&gt;Merantau, menjadi sebuah tradisi masyarakat Minangkabau, Sumatra Barat, yang hingga kini masih dipertahankan. Mendengar kisah itulah, sutradara muda asal Inggris Gareth H Evans merasa terpikat. Ia pun mengejawantahkannya lewat sebuah film yang dikemasdalam balutan drama action bertajuk Merantau. &lt;br /&gt;Syahdan, nun jauh di sebuah kampung di Minangkabau sana, seorang anak muda akan menjalani babak baru dalam fase kehidupannya. Yuda (Iko Uwais), lelaki itu, harus menjalani sebuah tradisi yang kelak akan menasbihkan dirinya menjadi lelaki yang sempurna. Ia harus merantau meninggalkan keluarga dan kampung halaman yang dicintainya. Pilihan yang tak mudah, tapi harus dijalani. &lt;br /&gt;Sang ibu, Wulan (Christine Hakim), tampak berat melepaskan anak bungsunya itu. Tapi ini harus, demi menghargai sebuah tradisi. Kepergian Yuda, ditangisi ibunya. Pun, dilepas kakaknya, Yayan (Donny Alamsyah), dengan penuh haru. &lt;br /&gt;Sebuah babak baru dimulai. Jakarta menjadi kota perantauannya. Berbekal ilmu Silat Harimau dari gurunya, Yuda berharap bisa bertahan hidup dengan menjadi seorang guru silat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinopsis &lt;br /&gt;Di Minangkabau, Sumatra Barat, Merantau adalah tradisi yang harus dijalankan setiap anak laki-laki. Yuda (Iko Uwais), pesilat Harimau handal, dalam persiapan akhir untuk memulai perantauannya. Ia harus meninggalkan keluarganya, ibu tercinta, Wulan (Christine Hakim), dan udanya, Yayan (Donny Alamsyah), kenyamanan dan keindahan kampung halamannya, dan membuat nama untuk dirinya di keserabutan kota Jakarta. &lt;br /&gt;Nasib mempertemukan Yuda dengan yatim piatu Adit (Yusuf Aulia) dan kakaknya, Astri (Sisca Jessica), yang akan menjadi korban organisasi ilegal human trafficking. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organinsasi yang memperlakukan manusia seperti barang ini dipimpin seorang Eropa berhati batu, Ratger (Mads Koudal) dan tangan kanannya Luc (Laurent Buson). Ketika terluka dalam perkelahian antara Johni (Alex Abbad), para tukang pukulnya dan Yuda, Ratger bersikeras mencari Astri, atau “ barangnya ” , yang berhasil di selamatkan dan ingin pembalasan berdarah setimpal. &lt;br /&gt;Perkenalan Yuda dengan kota serabutan ini seperti api yang menyulut ketika situasi memaksanya untuk melarikan diri bersama Astri dan Adit dari kejaran mucikari dan preman-preman yang menguasai malam, menggerayangi setiap jalanan, dan mengejar setiap langkah mereka.Dengan kebebasan hampir di tangan mereka, Yuda tidak mempunyai pilihan selain melawan orang-orang yang menyerangnya dengan adrenalin tinggi dalam runtunan action yang belum pernah dipersembahkan sebelumnya di layar lebar Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-1356588501442822648?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/1356588501442822648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/sinopsis-dan-resensi-film-merantau.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/1356588501442822648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/1356588501442822648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/sinopsis-dan-resensi-film-merantau.html' title='Sinopsis dan Resensi Film Merantau'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-4530075234926830208</id><published>2010-04-21T10:50:00.001-07:00</published><updated>2010-04-21T10:51:32.296-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><title type='text'>PERKAWINAN DALAM PANDANGAN ISLAM</title><content type='html'>Agama Islam adalah agama fithrah, dan manusia diciptakan Allah Ta’ala cocok dengan fitrah ini, karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh manusia menghadapkan diri ke agama fithrah agar tidak terjadi penyelewengan dan penyimpangan. Sehingga manusia berjalan di atas fithrahnya.&lt;br /&gt;Perkawinan adalah fitrah kemanusiaan, maka dari itu Islam menganjurkan untuk nikah, karena nikah merupakan gharizah insaniyah (naluri kemanusiaan). Bila gharizah ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah yaitu perkawinan, maka ia akan mencari jalan-jalan syetan yang banyak menjerumuskan ke lembah hitam.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;“Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu  Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Ar-Ruum : 30).&lt;br /&gt;A. Islam Menganjurkan Nikah&lt;br /&gt;Islam telah menjadikan ikatan perkawinan yang sah berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sarana untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang sangat asasi, dan sarana untuk membina keluarga yang Islami. Penghargaan Islam terhadap ikatan perkawinan besar sekali, sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan separuh agama. Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata : “Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”. (Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Islam Tidak Menyukai Membujang&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras kepada orang yang tidak mau menikah. Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk nikah dan melarang kami membujang dengan larangan yang keras”. Dan beliau bersabda :&lt;br /&gt;“Artinya : Nikahilah perempuan yang banyak anak dan penyayang. Karena aku akan berbangga dengan banyaknya umatku dihadapan para Nabi kelak di hari kiamat”. (Hadits Riwayat Ahmad dan di shahihkan oleh Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika tiga orang shahabat datang bertanya kepada istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang peribadatan beliau, kemudian setelah diterangkan, masing-masing ingin meningkatkan peribadatan mereka. Salah seorang berkata: Adapun saya, akan puasa sepanjang masa tanpa putus. Dan yang lain berkata: Adapun saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan kawin selamanya …. Ketika hal itu didengar oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau keluar seraya bersabda :&lt;br /&gt;“Artinya : Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu, sungguh demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku juga tidur dan aku juga mengawini perempuan. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku”. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai akal dan bashirah tidak akan mau menjerumuskan dirinya ke jalan kesesatan dengan hidup membujang. Kata Syaikh Hussain Muhammad Yusuf : “Hidup membujang adalah suatu kehidupan yang kering dan gersang, hidup yang tidak mempunyai makna dan tujuan. Suatu kehidupan yang hampa dari berbagai keutamaan insani yang pada umumnya ditegakkan atas dasar egoisme dan mementingkan diri sendiri serta ingin terlepas dari semua tanggung jawab”.Orang yang membujang pada umumnya hanya hidup untuk dirinya sendiri. Mereka membujang bersama hawa nafsu yang selalu bergelora, hingga kemurnian semangat dan rohaninya menjadi keruh. Mereka selalu ada dalam pergolakan melawan fitrahnya, kendatipun ketaqwaan mereka dapat diandalkan, namun pergolakan yang terjadi secara terus menerus lama kelamaan akan melemahkan iman dan ketahanan jiwa serta mengganggu kesehatan dan akan membawanya ke lembah kenistaan.&lt;br /&gt;Jadi orang yang enggan menikah baik itu laki-laki atau perempuan, maka mereka itu sebenarnya tergolong orang yang paling sengsara dalam hidup ini. Mereka itu adalah orang yang paling tidak menikmati kebahagiaan hidup, baik kesenangan bersifat sensual maupun spiritual. Mungkin mereka kaya, namun mereka miskin dari karunia Allah.&lt;br /&gt;Islam menolak sistem ke-rahib-an karena sistem tersebut bertentangan dengan fitrah kemanusiaan, dan bahkan sikap itu berarti melawan sunnah dan kodrat Allah Ta’ala yang telah ditetapkan bagi makhluknya. Sikap enggan membina rumah tangga karena takut miskin adalah sikap orang jahil (bodoh), karena semua rezeki sudah diatur oleh Allah sejak manusia berada di alam rahim, dan manusia tidak bisa menteorikan rezeki yang dikaruniakan Allah, misalnya ia berkata : “Bila saya hidup sendiri gaji saya cukup, tapi bila punya istri tidak cukup ?!”. &lt;br /&gt;Perkataan ini adalah perkataan yang batil, karena bertentangan dengan ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah memerintahkan untuk kawin, dan seandainya mereka fakir pasti Allah akan membantu dengan memberi rezeki kepadanya. Allah menjanjikan suatu pertolongan kepada orang yang nikah, dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;“Artinya : Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”.&lt;br /&gt;(An-Nur : 32).&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menguatkan janji Allah itu dengan sabdanya :&lt;br /&gt;“Artinya : Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (Hadits Riwayat Ahmad 2 : 251, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits No. 2518, dan Hakim 2 : 160 dari shahabat Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu).&lt;br /&gt;Para Salafus-Shalih sangat menganjurkan untuk nikah dan mereka anti membujang, serta tidak suka berlama-lama hidup sendiri.Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu pernah berkata : “Jika umurku tinggal sepuluh hari lagi, sungguh aku lebih suka menikah daripada aku harus menemui Allah sebagai seorang bujangan”. (Ihya Ulumuddin dan Tuhfatul ‘Arus hal. 20). &lt;br /&gt;TUJUAN PERKAWINAN DALAM ISLAM&lt;br /&gt;1. Untuk Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia Yang Asasi&lt;br /&gt;Di tulisan terdahulu [bagian kedua] kami sebutkan bahwa perkawinan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan aqad nikah (melalui jenjang perkawinan), bukan dengan cara yang amat kotor menjijikan seperti cara-cara orang sekarang ini dengan berpacaran, kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam. &lt;br /&gt;2. Untuk Membentengi Ahlak Yang Luhur&lt;br /&gt;Sasaran utama dari disyari’atkannya perkawinan dalam Islam di antaranya ialah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji, yang telah menurunkan dan meninabobokan martabat manusia yang luhur. Islam memandang perkawinan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efefktif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;“Artinya : Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).&lt;br /&gt;3. Untuk Menegakkan Rumah Tangga Yang Islami&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya Thalaq (perceraian), jika suami istri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah, sebagaimana firman Allah dalam ayat berikut :&lt;br /&gt;“Artinya : Thalaq (yang dapat dirujuki) dua kali, setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang dhalim”. (Al-Baqarah : 229).&lt;br /&gt;Yakni keduanya sudah tidak sanggup melaksanakan syari’at Allah. Dan dibenarkan rujuk (kembali nikah lagi) bila keduanya sanggup menegakkan batas-batas Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Baqarah lanjutan ayat di atas :&lt;br /&gt;“Artinya : Kemudian jika si suami menthalaqnya (sesudah thalaq yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dikawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami yang pertama dan istri) untuk kawin kembali, jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkannya kepada kaum yang (mau) mengetahui “. (Al-Baqarah : 230). &lt;br /&gt;Jadi tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agar suami istri melaksanakan syari’at Islam dalam rumah tangganya. Hukum ditegakkannya rumah tangga berdasarkan syari’at Islam adalah WAJIB. Oleh karena itu setiap muslim dan muslimah yang ingin membina rumah tangga yang Islami, maka ajaran Islam telah memberikan beberapa kriteria tentang calon pasangan yang ideal : a. Harus Kafa’ah b. Shalihah &lt;br /&gt;a. Kafa’ah Menurut Konsep Islam &lt;br /&gt;Pengaruh materialisme telah banyak menimpa orang tua. Tidak sedikit zaman sekarang ini orang tua yang memiliki pemikiran, bahwa di dalam mencari calon jodoh putra-putrinya, selalu mempertimbangkan keseimbangan kedudukan, status sosial dan keturunan saja. Sementara pertimbangan agama kurang mendapat perhatian. Masalah Kufu’ (sederajat, sepadan) hanya diukur lewat materi saja.&lt;br /&gt;Menurut Islam, Kafa’ah atau kesamaan, kesepadanan atau sederajat dalam perkawinan, dipandang sangat penting karena dengan adanya kesamaan antara kedua suami istri itu, maka usaha untuk mendirikan dan membina rumah tangga yang Islami inysa Allah akan terwujud. Tetapi kafa’ah menurut Islam hanya diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta ahlaq seseorang, bukan status sosial, keturunan dan lain-lainnya. Allah memandang sama derajat seseorang baik itu orang Arab maupun non Arab, miskin atau kaya. Tidak ada perbedaan dari keduanya melainkan derajat taqwanya (Al-Hujuraat : 13).&lt;br /&gt;“Artinya : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang-orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Hujuraat : 13).&lt;br /&gt;Dan mereka tetap sekufu’ dan tidak ada halangan bagi mereka untuk menikah satu sama lainnya. Wajib bagi para orang tua, pemuda dan pemudi yang masih berfaham materialis dan mempertahankan adat istiadat wajib mereka meninggalkannya dan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang Shahih. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : &lt;br /&gt;“Artinya : Wanita dikawini karena empat hal : Karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”. (Hadits Shahi Riwayat Bukhari 6:123, Muslim 4:175).&lt;br /&gt;b. Memilih Yang Shalihah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mau nikah harus memilih wanita yang shalihah dan wanita harus memilih laki-laki yang shalih.&lt;br /&gt;Menurut Al-Qur’an wanita yang shalihah ialah :&lt;br /&gt;“Artinya : Wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri bila suami tidak ada, sebagaimana Allah telah memelihara (mereka)”. (An-Nisaa : 34).&lt;br /&gt;Menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits yang Shahih di antara ciri-ciri wanita yang shalihah ialah :&lt;br /&gt;“Ta’at kepada Allah, Ta’at kepada Rasul, Memakai jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak untuk pamer kecantikan (tabarruj) seperti wanita jahiliyah (Al-Ahzab : 32), Tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahram, Ta’at kepada kedua Orang Tua dalam kebaikan, Ta’at kepada suami dan baik kepada tetangganya dan lain sebagainya”.&lt;br /&gt;Bila kriteria ini dipenuhi Insya Allah rumah tangga yang Islami akan terwujud. Sebagai tambahan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih wanita yang peranak dan penyayang agar dapat melahirkan generasi penerus umat.&lt;br /&gt;4. Untuk Meningkatkan Ibadah Kepada Allah&lt;br /&gt;Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadatan dan amal shalih di samping ibadat dan amal-amal shalih yang lain, sampai-sampai menyetubuhi istri-pun termasuk ibadah (sedekah).&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;“Artinya : Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah !. Mendengar sabda Rasulullah para shahabat keheranan dan bertanya : “Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala ?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab : “Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa .? Jawab para shahabat :”Ya, benar”. Beliau bersabda lagi : “Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala !”. (Hadits Shahih Riwayat Muslim 3:82, Ahmad 5:1167-168 dan Nasa’i dengan sanad yang Shahih). &lt;br /&gt;5. Untuk Mencari Keturunan Yang Shalih &lt;br /&gt;Tujuan perkawinan di antaranya ialah untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam, Allah berfirman :&lt;br /&gt;“Artinya : Allah telah menjadikan dari diri-diri kamu itu pasangan suami istri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?”. (An-Nahl : 72).&lt;br /&gt;Dan yang terpenting lagi dalam perkawinan bukan hanya sekedar memperoleh anak, tetapi berusaha mencari dan membentuk generasi yang berkualitas, yaitu mencari anak yang shalih dan bertaqwa kepada Allah.Tentunya keturunan yang shalih tidak akan diperoleh melainkan dengan pendidikan Islam yang benar. Kita sebutkan demikian karena banyak “Lembaga Pendidikan Islam”, tetapi isi dan caranya tidak Islami. Sehingga banyak kita lihat anak-anak kaum muslimin tidak memiliki ahlaq Islami, diakibatkan karena pendidikan yang salah. Oleh karena itu suami istri bertanggung jawab mendidik, mengajar, dan mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;Tentang tujuan perkawinan dalam Islam, Islam juga memandang bahwa pembentukan keluarga itu sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemasyarakatan berdasarkan Islam yang akan mempunyai pengaruh besar dan mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi umat Islam.&lt;br /&gt;TATA CARA PERKAWINAN DALAM ISLAM&lt;br /&gt;Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara perkawinan berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah yang Shahih (sesuai dengan pemahaman para Salafus Shalih -peny), secara singkat penulis sebutkan dan jelaskan seperlunya :&lt;br /&gt;1. Khitbah (Peminangan) &lt;br /&gt;Seorang muslim yang akan mengawini seorang muslimah hendaknya ia meminang terlebih dahulu, karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain, dalam hal ini Islam melarang seorang muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain (Muttafaq ‘alaihi). Dalam khitbah disunnahkan melihat wajah yang akan dipinang (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi No. 1093 dan Darimi).&lt;br /&gt;2. Aqad Nikah&lt;br /&gt;Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi :&lt;br /&gt;a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai.&lt;br /&gt;b. Adanya Ijab Qabul.&lt;br /&gt;c. Adanya Mahar.&lt;br /&gt;d. Adanya Wali.&lt;br /&gt;e. Adanya Saksi-saksi.&lt;br /&gt;Dan menurut sunnah sebelum aqad nikah diadakan khutbah terlebih dahulu yang dinamakan Khutbatun Nikah atau Khutbatul Hajat.&lt;br /&gt;3. Walimah &lt;br /&gt;Walimatul ‘urusy hukumnya wajib dan diusahakan sesederhana mungkin dan dalam walimah hendaknya diundang orang-orang miskin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang mengundang orang-orang kaya saja berarti makanan itu sejelek-jelek makanan.&lt;br /&gt;Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;“Artinya : Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya saja untuk makan, sedangkan orang-orang miskin tidak diundang. Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah, maka ia durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya”. (Hadits Shahih Riwayat Muslim 4:154 dan Baihaqi 7:262 dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;Sebagai catatan penting hendaknya yang diundang itu orang-orang shalih, baik kaya maupun miskin, karena ada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;“Artinya : Janganlah kamu bergaul melainkan dengan orang-orang mukmin dan jangan makan makananmu melainkan orang-orang yang taqwa”. (Hadist Shahih Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim 4:128 dan Ahmad 3:38 dari Abu Sa’id Al-Khudri).&lt;br /&gt;SEBAGIAN PENYELEWENGAN YANG TERJADI DALAM PERKAWINAN YANG WAJIB DIHINDARKAN/DIHILANGKAN &lt;br /&gt;1. Pacaran &lt;br /&gt;Kebanyakan orang sebelum melangsungkan perkawinan biasanya “Berpacaran” terlebih dahulu, hal ini biasanya dianggap sebagai masa perkenalan individu, atau masa penjajakan atau dianggap sebagai perwujudan rasa cinta kasih terhadap lawan jenisnya.&lt;br /&gt;Adanya anggapan seperti ini, kemudian melahirkan konsesus bersama antar berbagai pihak untuk menganggap masa berpacaran sebagai sesuatu yang lumrah dan wajar-wajar saja. Anggapan seperti ini adalah anggapan yang salah dan keliru. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan dari berintim-intim dua insan yang berlainan jenis, terjadi pandang memandang dan terjadi sentuh menyentuh, yang sudah jelas semuanya haram hukumnya menurut syari’at Islam.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;“Artinya : Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Jadi dalam Islam tidak ada kesempatan untuk berpacaran dan berpacaran hukumnya haram. &lt;br /&gt;2. Tukar Cincin &lt;br /&gt;Dalam peminangan biasanya ada tukar cincin sebagai tanda ikatan, hal ini bukan dari ajaran Islam. (Lihat Adabuz-Zafat, Nashiruddin Al-Bani)&lt;br /&gt;3. Menuntut Mahar Yang Tinggi &lt;br /&gt;Menurut Islam sebaik-baik mahar adalah yang murah dan mudah, tidak mempersulit atau mahal. Memang mahar itu hak wanita, tetapi Islam menyarankan agar mempermudah dan melarang menuntut mahar yang tinggi.&lt;br /&gt;Adapun cerita teguran seorang wanita terhadap Umar bin Khattab yang membatasi mahar wanita, adalah cerita yang salah karena riwayat itu sangat lemah. (Lihat Irwa’ul Ghalil 6, hal. 347-348).&lt;br /&gt;4. Mengikuti Upacara Adat &lt;br /&gt;Ajaran dan peraturan Islam harus lebih tinggi dari segalanya. Setiap acara, upacara dan adat istiadat yang bertentangan dengan Islam, maka wajib untuk dihilangkan. Umumnya umat Islam dalam cara perkawinan selalu meninggikan dan menyanjung adat istiadat setempat, sehingga sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang benar dan shahih telah mereka matikan dan padamkan.&lt;br /&gt;Sungguh sangat ironis…!. Kepada mereka yang masih menuhankan adat istiadat jahiliyah dan melecehkan konsep Islam, berarti mereka belum yakin kepada Islam.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;“Artinya : Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?”. (Al-Maaidah : 50). &lt;br /&gt;Orang-orang yang mencari konsep, peraturan, dan tata cara selain Islam, maka semuanya tidak akan diterima oleh Allah dan kelak di Akhirat mereka akan menjadi orang-orang yang merugi, sebagaimana firman Allah Ta’ala :&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. (Ali-Imran : 85).&lt;br /&gt;5. Mengucapkan Ucapan Selamat Ala Kaum Jahiliyah &lt;br /&gt;Kaum jahiliyah selalu menggunakan kata-kata Birafa’ Wal Banin, ketika mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Ucapan Birafa’ Wal Banin (=semoga mempelai murah rezeki dan banyak anak) dilarang oleh Islam.Dari Al-Hasan, bahwa ‘Aqil bin Abi Thalib nikah dengan seorang wanita dari Jasyam. Para tamu mengucapkan selamat dengan ucapan jahiliyah : Birafa’ Wal Banin. ‘Aqil bin Abi Thalib melarang mereka seraya berkata : “Janganlah kalian ucapkan demikian !. Karena Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam melarang ucapan demikian”. Para tamu bertanya :”Lalu apa yang harus kami ucapkan, wahai Abu Zaid ?”. ‘Aqil menjelaskan :&lt;br /&gt;“Ucapkanlah : Barakallahu lakum wa Baraka ‘Alaiykum” (= Mudah-mudahan Allah memberi kalian keberkahan dan melimpahkan atas kalian keberkahan). Demikianlah ucapan yang diperintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”. (Hadits Shahih Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Darimi 2:134, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad 3:451, dan lain-lain).&lt;br /&gt;Do’a yang biasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ucapkan kepada seorang mempelai ialah :&lt;br /&gt;“Baarakallahu laka wa baarakaa ‘alaiyka wa jama’a baiynakumaa fii khoir”&lt;br /&gt;Do’a ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:&lt;br /&gt;‘Artinya : Dari Abu hurairah, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mengucapkan selamat kepada seorang mempelai, beliau mengucapkan do’a : (Baarakallahu laka wabaraka ‘alaiyka wa jama’a baiynakuma fii khoir) = Mudah-mudahan Allah memberimu keberkahan, Mudah-mudahan Allah mencurahkan keberkahan atasmu dan mudah-mudahan Dia mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad 2:38, Tirmidzi, Darimi 2:134, Hakim 2:183, Ibnu Majah dan Baihaqi 7:148).&lt;br /&gt;6. Adanya Ikhtilath Ikhtilath adalah bercampurnya laki-laki dan wanita hingga terjadi pandang memandang, sentuh menyentuh, jabat tangan antara laki-laki dan wanita. Menurut Islam antara mempelai laki-laki dan wanita harus dipisah, sehingga apa yang kita sebutkan di atas dapat dihindari semuanya.  &lt;br /&gt;7. Pelanggaran Lain  Pelanggaran-pelanggaran lain yang sering dilakukan di antaranya   adalah musik yang hingar bingar.&lt;br /&gt;KHATIMAH&lt;br /&gt;Rumah tangga yang ideal menurut ajaran Islam adalah rumah tangga yang diliputi Sakinah (ketentraman jiwa), Mawaddah (rasa cinta) dan Rahmah (kasih sayang), Allah berfirman :&lt;br /&gt;“Artinya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu hidup tentram bersamanya. Dan Dia (juga) telah menjadikan diantaramu (suami, istri) rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. (Ar-Ruum : 21).&lt;br /&gt;Dalam rumah tangga yang Islami, seorang suami dan istri harus saling memahami kekurangan dan kelebihannya, serta harus tahu pula hak dan kewajibannya serta memahami tugas dan fungsinya masing-masing yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.Sehingga upaya untuk mewujudkan perkawinan dan rumah tangga yang mendapat keridla’an Allah dapat terealisir, akan tetapi mengingat kondisi manusia yang tidak bisa lepas dari kelemahan dan kekurangan, sementara ujian dan cobaan selalu mengiringi kehidupan manusia, maka tidak jarang pasangan yang sedianya hidup tenang, tentram dan bahagia mendadak dilanda “kemelut” perselisihan dan percekcokan.&lt;br /&gt;Bila sudah diupayakan untuk damai sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an surat An-Nisaa : 34-35, tetapi masih juga gagal, maka Islam memberikan jalan terakhir, yaitu “perceraian”. &lt;br /&gt;Marilah kita berupaya untuk melakasanakan perkawinan secara Islam dan membina rumah tangga yang Islami, serta kita wajib meninggalkan aturan, tata cara, upacara dan adat istiadat yang bertentangan dengan Islam. Ajaran Islam-lah satu-satunya ajaran yang benar dan diridlai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala (Ali-Imran : 19).&lt;br /&gt;“Artinya : Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan yang menyejukkan hati kami, dan jadikanlah kami Imam bagi orang-orang yang bertaqwa”. (Al-Furqaan : 74)&lt;br /&gt;Amiin. Wallahu a’alam bish shawab.&lt;br /&gt;Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.&lt;br /&gt;Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. &lt;br /&gt;Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.&lt;br /&gt;dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.&lt;br /&gt;(QS.At-Thalaq:2-6)&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.&lt;br /&gt;(QS.Ali-Imraan:102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-4530075234926830208?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/4530075234926830208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/perkawinan-dalam-pandangan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/4530075234926830208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/4530075234926830208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/perkawinan-dalam-pandangan-islam.html' title='PERKAWINAN DALAM PANDANGAN ISLAM'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-119544349431176757</id><published>2010-04-20T06:32:00.001-07:00</published><updated>2010-04-20T09:57:02.947-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><title type='text'>Mensosialisasikan program keaksaran fungsional  pada usia produktif</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Anak sebagai penerus adalah pewaris cita-cita perjuangan bangsa yang merupakan sumber daya manusia yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan pembangunan. Untuk itu anak perlu dibina sejak dini. Namun ada sebagian anak yang tidak bisa memperoleh kebutuhan tersebut secara utuh dari orang tuanya disebabkab oleh faktor-faktor tertentu yang membuat mereka dibina dan dibimbing oleh lembaga tertentu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak anak-anak yang masih berada pada usia sekolah terpaksa putus sekolah dikarenakan ketidak mampuan orang tua untuk menyekolahkan anaknya diakibatkan ketiadaan biaya. Disamping itu masih ada anak yang diterlantarkan oleh orang tua yang tidak bertanggung jawab terhadap anaknya dan menelantarkan anaknya sendiri.&lt;br /&gt;Anak yatim, miskin dan terlantar adalah potensi bagi kemajuan bangsa untuk masa depan bila disantuni, diarahkan, dididik dan diberdayakan secara potensial. Bangsa yang maju adalah bangsa yang memperhatikan generasi mudanya termasuk anak yatim, miskin dan terlantar juga merupakan potensi yang besar bagi kemajuan suatu bangsa.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu panti asuhan itu didirikan sebgai tempat pembinaan bagi anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian dari orang tuanya dalam memenuhi tahap-tahap perkembangan terhadap tumbuh kembang anak.&lt;br /&gt;B. Tujuan&lt;br /&gt;Laporan tentang Panti Asuhan ini dibuat untuk memenuhi syarat tugas mata kuliah Administrasi dan Supervisi. Dan sebagai syarat ujian akhir semester.&lt;br /&gt;C. Metode Pengumpulan Data&lt;br /&gt;Diperolehnya data laporan Panti Asuhan ini melalui metode wawancara lagsung pada lembaga Panti Asuhan Anak Yatim GPAI DR.H.Abdullah ahmad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;LAPORAN OBSERVASI &lt;br /&gt;PADA PANTI ASUHAN ANAK YATIM DR. H. ABDULLAH AHMAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Sejarah Berdirinya Panti Asuhan&lt;br /&gt;Panti Asuhan Anak Yatim PGAI DR.H. Abdullah Ahmad ini didirikan pada tahun 1930 dengan pendirinya adalah Bapak DR. H Abdullah Ahmad itu sendiri. Beliau merupakan seorang ulama besar dan tokoh masyarakat terkemuka pada saat itu.&lt;br /&gt;Beliau melihat banyaknya anak yang berasal dari keluarga miskin, anak yatim dan anak terlantar didaerah sekitar beliau tinggal yang tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua dan keluarganya.&lt;br /&gt;Anak-anak tersebut juga tidak memiliki pendidikan karena disebabkab dari berbagai hal. Timbul keinginan dari beliau untuk mendirikan panti asuhan agar dapat menampung anak-anak miskin, terlantar dan yatim sehingga dapat memperoleh pendidikan yang baik. Pendidikan yang beliau berikan tidak hanya pendidikan umum tetapi yang paling beliau tanamkan adalah pendidikan agama. Beliau ingin anak-anak yang beliau bina dipanti asuhan tersebut dapat diberdayakan baik fisik, intelektual, emosional, maupun mental spiritual, serta berbagai keterampilan sejak tingka SD sampai SLTA hingga mereka mamu hidup mandiri atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau memasuki lapangan kerja.&lt;br /&gt;B. Tujuan Panti Asuhan Anak Yatim PGAI&lt;br /&gt;Menggantika peran orang tua atau keluarga anak yatim, miskin dan terlantar dalam memberdayakan, membantu pemerintah dalam mengurangi kemiskinan sesuai dengan UUD 1945 pasal 34. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III &lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Dasar hukum &lt;br /&gt;UUD 1945 Pasal 34 “ fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”. Selain dasar hukumnya UUD beliau juga menjadikan AL-Quran dan hadist sebagai landasan beliau dalam mendirikan panti asuhan tersebut.&lt;br /&gt;B. Program yang dilaksanak pada Panti Asuhan Anak Yatim PGAI DR. H. Abdullah Ahmad&lt;br /&gt;• Sasaran &lt;br /&gt;Anak-anak terlantar, miskin dan yatim agar dapat dibina menjadi manusia sempurna baik mental maupin agama.&lt;br /&gt;• Materi&lt;br /&gt;a. Mempelajari al-quran&lt;br /&gt;b.  Mempelajari aqidah&lt;br /&gt;c. Mempelajari tata cara sholat yang benar menurut al-quran dan hadist&lt;br /&gt;d. Belajar azan&lt;br /&gt;e. Memperdalam seni baca al-Quran&lt;br /&gt;f. Keterampilan komputer&lt;br /&gt;g. Mengulang pelajaran yang telah diperoleh pada sekolah formal&lt;br /&gt;h. Cara bersosialisasi yang baik dalam masyarakat&lt;br /&gt;• Sumber belajar&lt;br /&gt;a. Pengasuh Panti asuhan&lt;br /&gt;b. Ustadz&lt;br /&gt;c. Guru agama&lt;br /&gt;d. Buku-buku agama dan buku-buku umum&lt;br /&gt;• Metode yang digunakan pada panti asuhan ini adalah:&lt;br /&gt;Ceramah, Diskusi, bermain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Waktu belajar&lt;br /&gt;a. Sabtu dan Minggu belajar seni baca AL-Quran dari seluruh panti&lt;br /&gt;b. Setelah sholat magrib&lt;br /&gt;• Tempat belajar&lt;br /&gt;a. Di Asrama panti asuhan&lt;br /&gt;b. Di Mushollah&lt;br /&gt;c. Labor komputer&lt;br /&gt;• Media yang digunakan&lt;br /&gt;a. Papan tulis&lt;br /&gt;b. Komputer&lt;br /&gt;c. Internet&lt;br /&gt;d. Alat-alat keterampilan&lt;br /&gt;C. Sarana dan Prasarana&lt;br /&gt;1. Prasarana yang dimiliki oleh panti asuhan anak yatim PGAI&lt;br /&gt;• Luas tanah             : 2.800 M2&lt;br /&gt;• Status kepemlikan : Milik sendiri&lt;br /&gt;• Perolehan tanah     : Wakaf&lt;br /&gt;2. Sarana yang dimiliki oleh panti asuhan  anak yatim PGAI&lt;br /&gt;• Asrama anak asuh  : 210 M2&lt;br /&gt;• Sekretariat/kantor  :  28 M2&lt;br /&gt;• Ruang Keterampilan :   72 M2&lt;br /&gt;• Ruag ibadah  :90 M2&lt;br /&gt;• Ruang makan  : 50 M2&lt;br /&gt;• Ruang aula  : 72 M2&lt;br /&gt;• Ruang MCK  : 40 M2&lt;br /&gt;• Ruang dapur  : 40 M2&lt;br /&gt;• Ruang pengasuh  : 60 M2&lt;br /&gt;• Ruang gudang  : 32 M2&lt;br /&gt;• Ruang tamu  :  30 M2&lt;br /&gt;• Ruang pustaka  : 48 M2&lt;br /&gt;• Halaman   : 100 M2&lt;br /&gt;• Lapangan olah raga :  80 M2&lt;br /&gt;• Usaha ekonomi produktif &lt;br /&gt;a. waserda&lt;br /&gt;b. Jasa ambulance&lt;br /&gt;c. Pangkas rambut&lt;br /&gt;d. Wisma/paginapan&lt;br /&gt;e. Sarana Transportasi mobil 2 buah&lt;br /&gt;f. Sarana penerangan  : Listrik PLN Daya 2.300 watt&lt;br /&gt;g. Saran air bersih     : Air ledeng PDAM&lt;br /&gt;D. Sumber dana&lt;br /&gt;a. Pemerintah pusat&lt;br /&gt;b. Pemerintah daerah&lt;br /&gt;c. Donatur- donatur islam&lt;br /&gt;d. Donatur tidak tetap&lt;br /&gt;e. Sumbangan beras tuap bulan dari gubernur suatera barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Evaluasi&lt;br /&gt;Evaluasi adalah untuk kegiatan yang dilaksanakan untuk menilai apakah pelaksanaan program/kegiatan Panti Asuhan Anak Yatim  PGAI sesuai dengan arah kebijaksanaan yang telah digariskan serta apakah tingkt kemajuan yang dicapai dapat menjamin ketentuan hasil yang telah ditetapkan. Sasaran dari evaluasi dapat berupa bagian-bagian dari program tetapi dapat juga pelaksanaan keseluruhan program/kegiatan pada Panti Asuhan Anak Yatim PGAI.&lt;br /&gt;F. Administrasi&lt;br /&gt;NO JENIS&lt;br /&gt;EVALUASI&lt;br /&gt;ADA Tidak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Buku tamu   -&lt;br /&gt;2 Daftar siswa   -&lt;br /&gt;3 Absen sholat   -&lt;br /&gt;4 Daftar donatur   -&lt;br /&gt;G. Analisis&lt;br /&gt;Dari observasi yang telah saya lakukan Pada Panti Asuhan Anak Yatim DR. H. Abdullah Ahmad ini saya melihat segala fasilitas tersedia dengan lengkap dan program-program yang ada pada panti tersebut juga sudah terlaksana dengan baik.&lt;br /&gt;Tapi kendalanya pada saat ini adalah berkurangnya tenaga profesional yang peduli terhadap kemajuan panti. Hal ini disebabkan karena kurangnya kepedulian masyarakat terhadap masalah-masalah sosial. Dan adapun tenaga profesional yang mengawasi panti asuhan tersebut kebanyakan hanyalah sebagai pekerjaan sambilan saja bukan menjadi prioritas utama bagi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.  DAFTAR NAMA SISWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ANAK ASUH&lt;br /&gt;PADA&lt;br /&gt;PANTI ASUHAN ANAK YATIM PGAI DR. H. ABDULLAH AHMAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO NAMA NEGERI ASAL UMUR TGL MASUK PANTI ASUHAN&lt;br /&gt;1 Irsa Nur Salam Padang 7   tahun 01-07-2007&lt;br /&gt;2 Afri Yeldi Pesisir Selatan 11 tahun 19-11-2005&lt;br /&gt;3 Alma’arif Pasaman 10 tahun 10-07-2005&lt;br /&gt;4 Eka syahputra Padang 7 tahun 13-11-2007&lt;br /&gt;5 Albasit MZ Bt. Sangkar 9 tahun 14-06-2006&lt;br /&gt;6 Firmanda Lutfi Padang 11 tahun 14-07-2006&lt;br /&gt;7 Syaiful padang 11 tahun 14-06-2006&lt;br /&gt;8 Afrinanda Solok 12 tahun 15-07-2007&lt;br /&gt;9 Andhika Wahyudi Padang 12 tahun 12-07-2007&lt;br /&gt;10 Wahyu ardiani Pariaman 11 tahun 20-07-2007&lt;br /&gt;11 Roza narda Padang 11 tahun 15-07-2005&lt;br /&gt;12 M. Fauzi Fajri B. tinggi 10 tahun 14-07-2007&lt;br /&gt;13 Ramadhan Sawahlunto 9 tahun 17-07-2007&lt;br /&gt;14 seprianto Padang 10 tahun 20-07-2007&lt;br /&gt;15 Soni Ananta Padang 11 tahun 16-07-2007&lt;br /&gt;16 Ade Risma Husda Pariaman 11 tahun 12-07-2007&lt;br /&gt;17 Ihsan Rianto B. Tinggi 11 tahun 15-07-2007&lt;br /&gt;18 Zulfikar L. Basung 10 tahun 23-11-2005&lt;br /&gt;19 Mahdatul Ibnu L. Basung 9 tahun 12-12-2007&lt;br /&gt;20 Yogi Masrial Bt. Sangkar 9 tahun 15-07-2007&lt;br /&gt;21 Indra putra Padang 12 tahun 12-07-2004&lt;br /&gt;22 Ridha Suprianto L.basung 14 tahun 16-07-3003&lt;br /&gt;23 Andriar Chan Padang 13 tahun 11-07-2005&lt;br /&gt;24 Zaidul Riwandi Pariaman 13 tahun 12-07-2005&lt;br /&gt;25 Rardi Juharja Padang 13 tahun 12-07-2007&lt;br /&gt;26 Joni Aprianto L. Basung 13 tahun 14-07-2007&lt;br /&gt;27 Wijaya Putra Bt. Sangkar 14 tahun 02-01-07&lt;br /&gt;28 Nanda Santoso L. Basung 13 tahun 16-07-2007&lt;br /&gt;29 Ulfadri B. Sangkar 14 tahun 13-07-2006&lt;br /&gt;30 Mulyadi P.Panjang 14 tahun 14-07-2007&lt;br /&gt;31 Otri kardini Padang 16 tahun 13-10-2007&lt;br /&gt;32 Sulaiman Mentawai 16 tahun 15-07-2005&lt;br /&gt;33 Andika Dharmasraya 18 tahun 15-07-2005&lt;br /&gt;34 Hasan Basri Solok 17 tahun 17-01-2007&lt;br /&gt;35 Sastra Rahmat Padang 16 tahun 13-01-2005&lt;br /&gt;36 Jefri Andodi Solok 16 tahun 15-07-2007&lt;br /&gt;37 Asmet Kanono Bengkulu 15 tahun 06-02-2007&lt;br /&gt;38 Jefridel Padang 13 tahun 14-07-2007&lt;br /&gt;39 Nofrizal Pratama l. Basung 16 tahun 14-07-2007&lt;br /&gt;40 Andi Wijaya Padang 16 tahun 14-07-2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kesimpulan&lt;br /&gt;Dengan demikian pantiasuhan anak yatim pgai dr. h. abdullah ahmad ini didirikan agar terpenuhinya kebutuhan dari anak-anak yang kurang bisa dipenuhi oleh orang tua, karena faktor ekonomi dan faktor lainnya. Dengan adanya panti asuhan anak yatim pgai ini diharapkan dapat melindungi anak-anak dari hal-hal negatif dan menjadikannya manusia yang beriman dan berakhlak mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Saran&lt;br /&gt;• Semoga degan meaporkan panti ini kita dapat memahami tentang panti &lt;br /&gt;• Semoga dengan laporan ini dapat menjadi bahan acuan dalam pembuatan tugas berikutnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-119544349431176757?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/119544349431176757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/mensosialisasikan-program-keaksaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/119544349431176757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/119544349431176757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/mensosialisasikan-program-keaksaran.html' title='Mensosialisasikan program keaksaran fungsional  pada usia produktif'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-1894743900910326207</id><published>2010-04-20T06:28:00.001-07:00</published><updated>2010-04-20T09:57:22.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metode'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='birokrasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><title type='text'>METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN PLS METODE MERESPON MEDIA</title><content type='html'>1. Silmulasi&lt;br /&gt;a. Deskripsi Singkat Dan Tujuan Penggunaan &lt;br /&gt;silmulasi adalah cupikan dari situasi kehidupan nyata yang diangkat ke dalam kegiatan belajar. Silmulasi merupakan teknik yang diorganisasi secara baik oleh para warga belajar.&lt;br /&gt;Di dalam perencanaan teknik ini terdapat dua hal yang perlu dipertimbangkan.&lt;br /&gt;1) silmulasi disusun sederhana dan dapat dilaksanakan oleh peserta sehingga silmulasi tidak lebih kompleks dari situasi nyata.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2)  silmulasi itu mesti didasarkan atas kebutuhan dan tujuan yang dinyatakan  oleh para warga belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah silmulasi mencakup tiga hal yaitu:&lt;br /&gt;1) fungsi : menunjukkan tingkah laku peserta dalam situasi yang disiapkan secara khusus&lt;br /&gt;2) fungsi: menunjukkan tingkah laku peserta dalam situasi yang disiapkan secara khusus&lt;br /&gt;3) peranan: hubungan tertentu berdasarkan kedudukan (status) seseorang dalam situasi khusus tersebut.&lt;br /&gt;4) Proses pengabilan keputusan dalam silmulasi dilakukan oleh para peserta sesuai dengan fungsi dan peranannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silmulasi adalah kegiatan belajar yang waktunya relative panjang dan dapat melibatkan kegiatan-kegiatan lain seperti diskusi, wawancara, dan penyampaian laporan . silmulasi seolah-olah sebuah drama yang mengandung masalah yang mesti dipecahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Langkah-Langkah Penggunaan &lt;br /&gt;1) sumber belajar, bersama warga belajar memilih dan menyusun cuplikan suatu situasi kehidupan nyata. Selanjutnya, sumber belajar mempelajari silmulasi untuk menentukan fungsi, peran dan proses yang akan dilakukan. Ia mengidentifikasi masalah-masalah untuk dijelaskan kepada para warga belajar.&lt;br /&gt;2) Sumber belajar menjelaskan tujuan dan cara penggunaan teknik silmulasi. Sumber belajar menerangkan aturan-aturan peran, kedudukan dan fungsi masing-masing peserta.&lt;br /&gt;3) Sumber belajar menjelaskan masalah-masalah yang telah ada dalam cuplikan itu sehingga para warga belajar berpikir untuk menghubungkan masalah yang diungkapkan dalam silmulasi dengan masalah-masalah yang ada dalam kehidupan mereka.&lt;br /&gt;4) Sumber-sumber memilih  dan memotivasi beberapa untu melakukan peran-peran dalm silmulasi.&lt;br /&gt;5) Sumber belajar atau salah seorang warga belajar memimpin diskusi tentang proses dan hasil silmulasi untuk memperoleh:&lt;br /&gt;a) masalah dan pemecahan baru yang akan berhubungan dengan masalah yang diangkat dalam situasi itu.&lt;br /&gt;b) Kontribusi hasil silmulasi terhadap kehidupan nyata para warga belajar atau masyarakat.&lt;br /&gt;c) Kegiatan tindak lanjut yang mungkin dapat dilaksanakan.&lt;br /&gt;d) Mengevaluasi penggunaan teknik silmulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Keunggulan Dan Kelemahan &lt;br /&gt;Keunggulan&lt;br /&gt;1) kegiatan silmulasi lebih dekat dengan masalah kehidupan nyata para warga belajar&lt;br /&gt;2) dapat mendorong warga belajar untuk berpikir tentang masalah dalam kehidupan nyata dan berusaha untuk memecahkannya.&lt;br /&gt;3) Kegiatan belajar lebih menarik karena dihubungkan dengan peran-peran dalam kehidupan&lt;br /&gt;4) Mendorong tumbuhnya kerja sama para warga belajar dalam menghadapi maslah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahann &lt;br /&gt;1) membutuhkan persiapan untuk identifikasi permasalahan dari kehidupan  nyata para warga belajar.&lt;br /&gt;2) Tidak mudah mencuplikkan situasi kehidupan nyata yang dapat menarik minat semua peserta.&lt;br /&gt;3) Penyesuaian terhadap peran-peran orang lain membutuhkan kemampuan intelektual yang tinggi.&lt;br /&gt;4) Kadang-kadang kegiatan dapat menyita waktu lebih lama dari yang ditetapkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kapan Teknik Ini Digunakan&lt;br /&gt;Silmulasi tepat digunakan untuk memperoleh informasi baru dan untu meningkatkan kesadaran peserta terhadap masalah yang dihadapi bersama dan untuk mendorong semangat mereka dalam memecahkan masalah tersebut. Para peserta diharapkan bersikap kritis terhadap kehidupan nyata setrta timbul keinginannya untuk memperbaiki keadaan, memcahkan masalah dan menghindarkan factor-faktor penyebab timbulnya masalah. Demikian pula para peserta akan lebih terlibat di dalam proses kegiatan dan akan lebih meningkatkan pemahamannya terhadap lingkungan kehidupan nyata. Mereka akan mempelajari cara-cara menghadapi dan memecahkan masalah-masalah yang nyata di dalam masyarakat.&lt;br /&gt;Sebagai teknik kegiatan belajar, silmulasi menyuajikan situasi tiruan dari kehipan nyata. Untuk menghadapi dan memecahkan masalah, beberapa kemungkinan tindakan dapat dilakukan tnpa resiko atau akibat yang tidak diharapkan yang mungkin terjadi dalam situasi kehidupan sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bermain Peran&lt;br /&gt;a. Deskripsi Singkat Dan Tujuan Penggunaan Kelompok Kerja&lt;br /&gt;Teknik bermain peran adalah suatu teknik kegiatan belajar yang menekankan pada kemampuan penampilan warga belajar untuk memerankan suatu status dan fungsi pihak-pihak lain yang terdapat pada dunia kehidupan. Dengan bermain pern ini diharapkan agar para warga belajar memperoleh pengalaman yang diperankan oleh pihak-pihak lain. Teknik ini dapat digunakan untuk meransang pendapat warga belajar dan menemukan kesepakatan  bersama tentang ketepatan, kekurangan  dan pengem bangan peran-peran yang dialami atau diamati.&lt;br /&gt;Tujuan penggunaan teknik ini antara lain adalah untuk mengenal peran-pera dalam dunia nyata kepada warga belajar. Setelah mereka mengenal peran-perab tadi maka mereka dapat memahami kebaikan dan kelemahan perean-peran tersebut serta dapat pula mengajukan alternative untuk mengembangkan peran-peran yang ditampilkan dalam kegiatan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Langkah-Langkah Penggunaan &lt;br /&gt;1) Sumber belajar, bersama warga belajar menyiapkan bahan belajar berupa topik yang akan dibahas. Topik ini hendaknya mengandung peran-peran berupa topic yang ada dalam situasi tertentu.&lt;br /&gt;2)  Sumber belajar bersama warga belajar mengidentifikasi dan menetapkan peran-peran berdasarkan kedudukan dan tugas masing-masing pimpinan &lt;br /&gt;3) Sumber belajar membantu warga belajar untuk menyipakan tempat, waktu dan alat-alat yang diperlukan dalam kegiatan belajar.&lt;br /&gt;4) Sumber belajar membantu warga belajar untuk melaksanakan permaiana peran dengan:&lt;br /&gt;(a) menjelaskan tujuan dan langkah-langkah permainan peran, sedangkan warga belajar memperhatikan, bertanya dan mencatat hal-hal yang dipandang perlu mengenai penjelasan dari sumber belajar.&lt;br /&gt;(b) Para warga belajar dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama memainkan peran dan kelompok kedua sebagai pengamat. Kelompok pertama duduk dikursi lingkaran dalam dan kelompok kedua dilingkaran luar, atau kelompok pertama berada diluar kelompok kedua asal saja dapat diamati oleh kelompok kedua.&lt;br /&gt;(c) Sumber belajar menjelaskan tugas masing-masing kelompok selama kegiatan belajar berlansung &lt;br /&gt;(d) Kelompok pengamat menyiapkan diri dan apabila perlu mencatat hasil pengamatan pada format khusus.&lt;br /&gt;(e) Selesai bermain peran, para warga belajar dibantu oleh sumber belajar membahas hasil pengamatan kelompok pengamat.&lt;br /&gt;5) Sumber belajar bersama warga belajar melakukan penilaian terhadap proses dan hasil penggunaan teknik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Keunggulan Dan Kelemahan &lt;br /&gt;Keunggulan&lt;br /&gt;(1) peran yang ditampilkan warga belajar dengan menarik akan segera mendapatkan perhatian warga belajar lainnya.&lt;br /&gt;(2) Teknik ini dapat digunakan baik dalam kelompokbesar mupun kelompok kecil.&lt;br /&gt;(3) Dapat membantu warga belajar untuk memahami pengalaman orang lain yang melakukan peran.&lt;br /&gt;(4) Dapat membantu warga belajar untuk menganalisis dan memahami situasi serta memikirkan masalah yang terjadi dalam bermain peran.&lt;br /&gt;(5) Menumbuhkan rasa kemampuan dan kepercayaan diri warga belajar untuk berperan dalam menghadapi masalah.&lt;br /&gt;Kelemahan &lt;br /&gt;(1) kemungkinan adanya warga belajar yang tidak menyenangi memainkan peran tertentu.&lt;br /&gt;(2) Lebih menekankan terhadap masalah dari pada terhadap peran.&lt;br /&gt;(3) Mungkin akan terjadi kesulitan dalam penyesuaian diri terhadap peran yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;(4) Mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk memerankan sesuatu dalam kegiatan belajar.&lt;br /&gt;(5) Bermain peran terbatas pada beberapa situasi kegiatan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kapan Teknik Ini Digunakan&lt;br /&gt;Teknik bermain peran tepat digunakan apabila kegiatan belajar menekankan keterlibatan lansung para warga belajar dalam situasi dan masalah yang dihadpi noleh berbagai pihak yang memilki kedudukan, latar belakang, dan tugas yang berbeda-beda. Teknik bermain peran dapat digunakan pula apabila warga belajar perlu memahami lebih banyak tentang pandangan dan tindakan yang berbeda-beda atau berlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. kelompok kerja.&lt;br /&gt;a. Pengertian &lt;br /&gt;pengertian kelompok kerja menurut Robbins adalah; “two or more individuals, interacting and interdependent, who come together to achieve particular objectives.” (Kelompok terdiri dari dua atau lebih orang, yang saling mempengaruhi dan saling tergantung, yang datang bersama-sama untuk mencapai sasaran tertentu.)&lt;br /&gt;Sedangkan Schein mengatakan bahwa kelompok adalah:“any number of people who interect with one another, are psychologically awere of one another, and perceive themselves to be a group.” (Kelompok adalah sejumlah orang yang berinteraksi satu sama lain yang secara psikologikal sadar satu sama lain, dan mempersepsikan diri sendiri sebagai bagian dari kelompok.)&lt;br /&gt;Dari definisi kelompok yang dikemukakan oleh Robbins dan Schein dapat disimpulkan bahwa kelompok kerja adalah sekumpulan orang yang berinteraksi satu sama lain sekaligus mempersepsikan diri sendiri sebagai bagian dari kelompok yang datang bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.&lt;br /&gt;Berdasarkan strukturnya, kelompok kerja dapat dibedakan menjadi:&lt;br /&gt;1) kelompok formal&lt;br /&gt;Kelompok formal diberi batasan oleh struktur organisasi, yang berisi rincian tugas-tugas dan tanggung jawab tertentu, yang pelaksanaannya akan menuju ke tercapainya sasaran dan misi keseluruhan organisasinya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok formal dapat dibedakan menjadi:&lt;br /&gt;a) kelompok komando &lt;br /&gt;Kelompok komando adalah kelompok yang ditentukan oleh bagan organisasinya, terdiri dari para bawahan yang melapor secara langsung kepada seorang manajer tertentu&lt;br /&gt;b) kelompok tugas.&lt;br /&gt;. kelompok tugas adalah kelompok yang ditentukan oleh organisasi yang terdiri dari tenaga kerja yang bekerja bersama untuk menyelesaikan pekerjaan. kelompok tugas dapat terdiri dari tenaga kerja yang berasal dari satuan-satuan kerja lain dalam organisasi dan hanya bersifat sementara&lt;br /&gt;2) kelompok informal..&lt;br /&gt;Kelompok informal adalah kelompok dimana tidak adanya batasan dari struktur organisasi. Kelompok informal terjadi secara spontan antara sejumlah tenaga kerja sebagai jawaban terhadap kebutuhan tertentu dari mereka.&lt;br /&gt;Ditinjau dari berasalnya para anggota, kelompok informal dapat dibedakan menjadi:&lt;br /&gt;1) kelompok informal mendatar. Pada kelompok informal mendatar, para anggotanya berasal dari pekerjaan pada satuan kerja yang sama dan/atau berbeda yang terletak pada taraf atau tingkat organisasi yang sam a.&lt;br /&gt;2) kelompok informal tegak. kelompok informal yang tegak, para anggotanya berasal dari pekerjaan pada taraf atau tingkat organisasi yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;3) kelompok informal acak. kelompok informal acak, para anggotanya berasal dari pekerjaan pada satuan kerja yang sama dan/atau berbeda yang terletak pada tingkat organisasi yang sama dan/atau berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan alasannya menjadi anggota, kelompok informal dapat dibedakan menjadi:&lt;br /&gt;1) kelompok minat atau kepentingan&lt;br /&gt;Pada kelompok informal berdasarkan minat atau kepentingan, para anggotanya memiliki minat atau kepentingan yang sama. Misalnya minat pada bidang olahraga yang sama, minat pada kesenian yang sama, dan lain-lain. Dapat juga para anggotanya mempunyai kepentingan yang sama. Misalnya masing-masing anggotanya merasa perlu mendalami atau menguasai keterampilan khusus yang sama yang dirasakan perlu untuk masa depan mereka&lt;br /&gt;2) kelompok persahabatan.. &lt;br /&gt;Sedangkan pada kelompok informal persahabatan para anggotanya merasa saling tertarik, merasa saling cocok dengan ciri, dan sifat yang dimiliki masing-masing. Mereka memiliki nilai, pandangan, dan kebiasaan yang sama. Misalnya gank-gank pada remaja-remaja dan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lokakarya&lt;br /&gt;Model Lokakarya (workshop/bengkel kerja) adalah wahana atau forum sekumpulan orang bekerja bersama-sama untuk menghasilkan suatu karya. Apa yang dihasilkan dalam suatu lokakarya adalah sesuatu yang nyata (konkret), dapat diamati (observable), real (tangible). Karena itu, orientasi lokakarya adalah pada praktik, dan bukan pembahasan teoritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-1894743900910326207?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/1894743900910326207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/metode-dan-teknik-pembelajaran-pls.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/1894743900910326207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/1894743900910326207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/metode-dan-teknik-pembelajaran-pls.html' title='METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN PLS METODE MERESPON MEDIA'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-258891666868474923</id><published>2010-04-20T06:24:00.001-07:00</published><updated>2010-04-20T09:55:14.361-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa Ind'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><title type='text'>MEDIA TRADISIONAL</title><content type='html'>A. Pengertian Media Tradisional&lt;br /&gt;Dongeng adalah salah satu media tradisional yang pernah popular di Indonesia. Pada masa silam, kesempatan untuk mendengarkan dongeng tersebut selalu ada, karena merupakan bagian dari kebudayaan lisan di Indonesia. Bagi para ibu mendongeng merupakan cara berkomunikasi dengan putra-putri mereka, terutama untuk menanamkan nilai-nilai sosial, yang diturunkan dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di berbagai daerah di Indonesia, media komunikasi tradisional tampil dalam berbagai bentuk dan sifat, sejalan dengan variasi kebudayaan yang ada di daerah-daerah itu. Misalnya, tudung sipulung (duduk bersama), ma’bulo sibatang (kumpul bersama dalam sebuah pondok bambu) di Sulawesi Selatan (Abdul Muis, 1984) dan selapanan (peringatan pada hari ke-35 kelahiran) di Jawa Tengah, boleh dikemukan sebagai beberapa contoh media tradisional di kedua daerah ini. Di samping itu, boleh juga ditunjukkan sebuah instrumen tradisional seperti kentongan yang masih banyak digunakan di Jawa. Instrumen ini dapat digunakan untuk mengkomunikasikan pesan-pesan yang mengandung makna yang berbeda, seperti adanya kematian, kecelakaan, kebakaran, pencurian dan sebagainya, kepada seluruh warga masyarakat desa, jika ia dibunyikan dengan irama-irama tertentu.&lt;br /&gt;Media tradisional dikenal juga sebagai media rakyat. Dalam pengertian yang lebih sempit, media ini sering juga disebut sebagai kesenian rakyat. Dalam hubungan ini Coseteng dan Nemenzo (dalam Jahi, 1988) mendefinisikan media tradisional sebagai bentuk-bentuk verbal, gerakan, lisan dan visual yang dikenal atau diakrabi rakyat, diterima oleh mereka, dan diperdengarkan atau dipertunjukkan oleh dan/atau untuk mereka dengan maksud menghibur, memaklumkan, menjelaskan, mengajar, dan mendidik.&lt;br /&gt;Sejalan dengan definisi ini, maka media rakyat tampil dalam bentuk nyayian rakyat, tarian rakyat, musik instrumental rakyat, drama rakyat, pidato rakyat- yaitu semua kesenian rakyat apakah berupa produk sastra, visual ataupun pertunjukkan- yang diteruskan dari generasi ke generasi (Clavel dalam Jahi, 1988).&lt;br /&gt;B. Ragam Media Tradisional&lt;br /&gt;Nurudin (2004) mengatakan bahwa membicarakan media tradisional tidak bisa dipisahkan dari seni tradisional, yakni suatu bentuk kesenian yang digali dari cerita-cerita rakyat dengan memakai media tradisional. Media tradisional sering disebut sebagai bentuk folklor. Bentuk-bentuk folklor tersebut antara lain: &lt;br /&gt;a. Cerita prosa rakyat (mite, legenda, dongeng); &lt;br /&gt;b. Ungkapan rakyat (peribahasa, pemeo, pepatah); &lt;br /&gt;c. Puisi rakyat; &lt;br /&gt;d. Nyayian rakyat; &lt;br /&gt;e. Teater rakyat; &lt;br /&gt;f. Gerak isyarat (memicingkan mata tanda cinta); &lt;br /&gt;g. Alat pengingat (mengirim sisrih berarti meminang); dan &lt;br /&gt;h. Alat bunyi-bunyian (kentongan, gong, bedug dan lain-lain).&lt;br /&gt;Ditinjau dari aktualitasinya, ada seni tradisional seperti wayang purwa, wayang golek, ludruk, kethoprak, dan sebagainya. Saat ini media tradisional telah mengalami transformasi dengan media massa modern. Dengan kata lain, ia tidak lagi dimunculkan secra apa adanya, melainkan sudah masuk ke media televisi (transformasi) dengan segala penyesuaiannya. Misal acara seni tradisional wayang kulit yang disiarkan oleh oleh suatu televisi swasta.&lt;br /&gt;C. Fungsi Media Tradisional&lt;br /&gt;William Boscon (dalam Nurudin, 2004) mengemukakan fungsi-fungsi pokok folklor sebagai media tradisional adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Sebagai sistem proyeksi. Folklor menjadi proyeksi angan-angan atau impian rakyat jelata, atau sebagai alat pemuasan impian (wish fulfilment) masyarakat yang termanifestasikan dalam bentuk stereotipe dongeng. Contohnya adalah cerita Bawang Merah dan Bawang Putih, cerita ini hanya rekaan tentang angan-angan seorang gadis desa yang jujur, lugu, menerima apa adanya meskipun diperlakukan buruk oleh saudara dan ibu tirinya, namun pada akhirnya berhasil menikah dengan seorang raja, cerita ini mendidik masyarakat bahwa jika orang itu jujur, baik pada orang lain dan sabar akan mendapat imbalan yang layak.&lt;br /&gt;2. Sebagai penguat adat. Cerita Nyi Roro Kidul di daerah Yogyakarta dapat menguatkan adat (bahkan kekuasaan) raja Mataram. Seseorang harus dihormati karena mempunyai kekuatan luar biasa yang ditunjukkan dari kemapuannya memperistri ”makhluk halus”. Rakyat tidak boleh menentang raja, sebaliknya rasa hormat rakyat pada pemimpinnya harus dipelihara. Cerita ini masih diyakini masyarakat, terlihat ketika masyarakat terlibat upacara labuhan (sesaji kepada makhluk halus) di Pantai Parang Kusumo.&lt;br /&gt;3. Sebagai alat pendidik. Contohnya adalah cerita Bawang Merah dan Bawang Putih, cerita ini mendidik masyarakat bahwa jika orang itu jujur, baik pada orang lain dan sabar akan mendapat imbalan yang layak.&lt;br /&gt;4. Sebagai alat paksaan dan pengendalian sosial agar norma-norma masyarakat dipatuhi. Cerita ”katak yang congkak” dapat dimaknai sebai alat pemaksa dan pengendalian sosial terhadap norma dan nilai masyarakat. Cerita ini menyindir kepada orang yang banyak bicara namun sedikit kerja.&lt;br /&gt;Sifat kerakyatan bentuk kesenian ini menunjukkan bahwa ia berakar pada kebudayaan rakyat yang hidup di lingkungannya. Pertunjukkan-pertunjukkan semacam ini biasanya sangat komunikatif, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat pedesaan. Dalam penyajiannya, pertunjukkan iniini biasanya diiringi oleh musik daerah setempat (Direktorat Penerangan Rakyat, dalam Jahi, 1988).&lt;br /&gt;Ranganath (1976), menuturkan bahwa media tradisional itu akrab dengan massa khalayak, kaya akan variasi, dengan segera tersedia, dan biayanya rendah. Ia disenangi baik pria ataupun wanita dari berbagai kelompok umur. Secara tradisional media ini dikenal sebagai pembawa tema. Disamping itu, ia memiliki potensi yang besar bagi komunikasi persuasif, komunikasi tatap muka, dan umpan balik yang segera. Ranganath juga memepercayai bahwa media tradisional dapat membawa pesan-pesan modern.&lt;br /&gt;Eapen (dalam Jahi, 1988) menyatakan bahwa media ini secara komparatif murah. Ia tidak perlu diimpor, karena milik komunitas. Di samping itu, media ini tidak akan menimbulkan ancaman kolonialisme kebudayaan dan dominasi ideologi asing. Terlebih lagi, kredibilitas lebih besar karana ia mempertunjukkan kebolehan orang-orang setempat dan membawa pesan-pesan lokal, yang tidak berasal dari pemerintah pusat. Media rakyat ini bersifat egaliter, sehingga dapat menyalurkan pesan-pesan kerakyatan dengan lebih baik daripada surat kabar yang bersifat elit, film, radio, dan televisi yang ada sekarang ini.&lt;br /&gt;Sifat-sifat umum media tradisional ini, antara lain mudah diterima, relevan dengan budaya yang ada, menghibur, menggunakan bahasa lokal, memiliki unsur legitimasi, fleksibel, memiliki kemampuan untuk mengulangi pesan yang dibawanya, komunikasi dua arah, dan sebagainya. Disssanayake (dalam Jahi,1988) menambahkan bahwa media tradisional menggunakan ungkapan-ungkapan dan simbol-simbol yang mudah dipahami oleh rakyat, dan mencapai sebagaian dari populasi yang berada di luar jangkauan pengaruh media massa, dan yang menuntut partisipasi aktif dalam proses komunikasi.&lt;br /&gt;D. Keberadaan Media Tradisional&lt;br /&gt;Pada masa silam, media tradisional pernah menjadi perangkat komunikasi sosial yang penting. Kinipenampilannya dalam masyarakat telah surut. Di Filipina, Coseteng dan Nemenzo (dalam Jahi, 1988) melaporkan bahwa surutnya penampilan media ini antara lain karena:&lt;br /&gt;1. Diperkenalkannya media massa dan media hiburan modern seperti media cetak, bioskop, radio, dan televisi.&lt;br /&gt;2. Penggunaan bahasa Inggris di sekolah-sekolah, yang mengakibatkan berkurangnya penggunaan dan penguasaan bahasa pribumi, khususnya Tagalog.&lt;br /&gt;3. Semakin berkurangnya jumlah orang-orang dari generasi terdahulu yang menaruh minat pada pengembangan media tradisional ini, dan&lt;br /&gt;4. Berubahnya selera generasi muda.&lt;br /&gt;Di Indonesia, situasinya kurang lebih sama. Misalnya, beberapa perkumpulan sandiwara rakyat yang masih hidup di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang biasanya mengadakan pertunjukkan keliling di desa-desa, ternyata kurang mendapat penonton, setelah televisi masuk ke desa. Hal ini, mencerminkan bahwa persaingan media tradisional dan media modern menjadi semakin tidak berimbang, terlebih lagi setelah masyarakat desa mulai mengenal media hiburan modern seperti kaset video.&lt;br /&gt;Pertunjukkan rakyat yang kebanyakan menggunakan bahasa daerah mulai ditinggalkan orang, terutama setelah banyak warga masyarakat menguasai bahasa Indonesia. Di pihak lain, jumlah para seniman yang menciptakan dan memerankan pertunjukkan-pertunjukkan tradisional itupun semakin berkurang. Generasi baru nampaknya kurang berminat untuk melibatkan diri dalam pengembangan pertunjukkan tradisional yang semakin kurang mendapat sambutan khalayak ini. &lt;br /&gt;Surutnya media tradisional ini dicerminkan pula oleh surutnya perhatian para peneliti komunikasi pada media tersebut. Schramm dan Robert (dalam Ragnarath, 1976) melaporkan bahwa antara tahun 1954 dan 1970 lebih banyak hasil penelitian komunikasi yang diterbitkan dari masa sebelumnya. Akan tetapi dalam laporan-laporan penelitian itu tidak terdapat media tradisional. Berkurangnya minat masyarakat pada media tradisional ini ada hubungannya dengan pola pembangunan yang dianut oleh negara dunia ketiga pada waktu itu. Ideologi modernisasi yang populer saat itu, mendorong negara-negara tersebut untuk mengikuti juga pola komunikasi yang dianjurkan. Dalam periode itu kita menyaksikan bahwa tradisi lisan mulai digantikan oleh media yang berdasarkan teknologi. Sebagai akibatnya, komunikasi menjadi linear dan satu arah.&lt;br /&gt;Untuk mempercepat laju pembangunan, banyak negara yang sedang berkembang di dunia ketiga menginvestasikan dana secara besdar-besaran pada pembangunan jaringan televisi, dan akhir-akhirnya pada komunikasi satelit (Wang dan Dissanayake, dalam Jahi, 1988). Mereka lupa bahwa investasi besar pada teknologi komunikasi itu, jika tidak diiringi oleh investasi yang cukup pada perangkat lunaknya, akan menimbulkan masalah serius di kemudian hari. Kekuarangan ini menjadi kenyataan tidak lama setelah mereka mulai mengoperasikan perangkat keras media besar itu. Mereka segera mengalami kekuarangan program yang sesuai dengan dengan situasi dan kebutuhan domestik, dan juga mengalami kesulitan besar dalam pembuatan program-program lokal. Kesulitan ini timbul karena terbatasnya sumber daya manusiawi yang terlatih untuk membuat program-program lokal yang kualitasnya dapat diterima masyarakat dan besarnya biaya produksi.&lt;br /&gt;Situasi ini mengakibatkan negara-negara dunia ketiga itu mengambil jalan pintas dengan jalan mengimpor banyak program berita maupun hiburan dari negara-negara maju. Keluhan yang timbul kemudian ialah bahwa isi program-program tersebut tidak sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan domestik. Kecenderungan ini tentunya sangat berbahaya, karena dapat mengikis kebudayaan asli dan merangsang tumbuhnya konsumerisme yang kurang sesuai dengan perkembang di negeri itu.&lt;br /&gt;Perhatian para peneliti komunikasi pada media tradisional, bangkit kembali setelah menyaksikan kegagalan media massa, dan kegagalan pembangunan di banyak negara dunia ketiga dalam dasawarsa 1960. media tradisonal secara pasti dan mantap mulai dikaji kembali pada dasawarsa 1960 di negara-negara sedang berkembang di Asia dan Afrika. Kemungkinan untuk memanfaatkan media ini secara resmi mulai ditelusuri. UNESCO pada tahun 1972 menyarankan penggunaan media tradisional secara terorganisasikan dan sistematik dapat menumbuhkan motivasi untuk kerja bersama masyarakat. Yang tujuan utamanya tidak hanya bersifat pengembangan sosial dan ekonomi, tetapi juga kultural (Ranganath, 1976)&lt;br /&gt;Kemudian Ranganath (1976) menunjukkan peristiwa-peristiwa internasional yang menaruh perhatian pada pengembangan dan pendayagunaan media tradisional bagi pembangunan. Salah satu di antaranya ialah seminar yang dilaksanakan oleh East West Communication Institute di Hawai, yang menegaskan kembali bahwa strtegi komunikasi modern di negara-negara yang sedang berkembang akan mengalami kerugian besar, jika tidak didukung oleh media tradisional.&lt;br /&gt;E. Peran Media Tradisional dalam Sistem Komunikasi&lt;br /&gt;Media tradisional mempunyai nilai yang tinggi dalam sitem komunikasi karena memiliki posisi khusus dalam sistem suatu budaya. Kespesifikan tanda-tanda informasi yang dilontarkan dalam pertunjukkan-pertunjukkan tradisional itu maupun konteks kejadian, mengakibatkan orang-orang berasal dari sistem budaya lain sulit menyadari, memahami, dan menghayati ekspresi kesenian yang bersifat verbal, material, maupun musik yang ditampilkan (Compton, 1984).&lt;br /&gt;Kesulitan tersebut berasal dari kerumitan untuk memahami tanda-tanda nonverbal yang ditampilkan, yang umumnya tidak kita sadari. Demikian juga dengan tidak memadainya latar belakang kita untuk memahami simbolisme religi dan mitologi yang hidup disuatu daerah, tempat pertunjukan tradisional itu terjadi. &lt;br /&gt;Sebagian dari media rakyat ini, meskipun bersifat hiburan dapat juga membawa pesan-pesan pembangunan. Hal ini dapat terjadi karena media tersebut juga menjalankan fungsi pendidikan pada khalayaknya. Oleh karena itu, ia dapat digunakan untuk menyampaikan pengetahuan kepada khalayak(warga masyarakat). Ia dapat juga menanamkan dan mengukuhkan nilai-nilai budaya, norma sosial, dan falsafah sosial (Budidhisantosa, dalam Amri Jahi 1988).&lt;br /&gt;Walaupun demikian, bertolak belakang dengan keoptimisan ini, para ahli memperingatkan bahwa tidak seluruh media tradisional cukup fleksibel untuk digunakan bagi maksud-maksud pembangunan. Karena memadukan yang lama dan yang baru tidak selamanya dapat dilakukan dengan baik. Kadang-kadang hal semacam ini malah merusak media itu, sehingga kita harus waspada (Dissanayake, 1977). Masalah-masalah dihadapi dalam penggunaan seni pertunjukkan tradisional untuk maksud pembangunan, sebanrnya ialah bagaimana menjaga agar media tersebut tidak mengalami kerusakan. Oleh karena pertunjukkan tradisional ini memadukan berbagai unsur kesenian yang bernilai tinggi, yang menuntut kecanggihan maka dukungan seni sangat penting dalam medesain pesan-pesan pembangunan yang akan disampaikan (Siswoyo, dalam Amri Jahi 1988).&lt;br /&gt;Meskipun banyak kesulitan yang dihadapi dalam menyesuaikan penggunaan media tradisional bagi kepentingan pembangunan, riset menunjukkan bahwa hal itu masih mungkin dilakukan. Pesan-pesan pembangunan dapat disisipkan pada pertunjukkan-pertunjukkan yang mengandung percakapan, baik yang bersifat monolog maupun dialog, dan yang tidak secara kaku terikat pada alur cerita. Wayang misalnya, salah satu pertunjukkan tradisional yang terdapat di jawa, Bali, dan daerah-daerah lain di Indonesia, yang dapat dimanfaatkan sebagai media penerangan pembangunan. Pertunjukkan biasanya menampilkan episode-episode cerita kepahlawanan Hindu seperti Ramayana dan Mahabarata. Pertunjukkan wayang biasanya disampaikan dalam bahasa daera misalnya bahasa jawa, Sunda, atau Bali yang diiringi nyanyian dan musik yang spesifik. Bagi orang-orang tua yang masih tradisional, wayang lebih daripada sekedar hiburan. Mereka menganggap wayang sebagai perwujudan moral, sikap, dan kehidupan mistik yang sakral. Pertunjukkan tersebut selalu menekankan perjuangan yang baik melawan yang buruk. Biasanya yang baik setelah mkelalui perjuangabn yang panjang dan melelahkan akan mendapat kemenangan. Disamping itu moralitas wayang mengajarkan juga cara memperoleh pengetahuan, kedamaian pikiran, dan sikap positif yang diperlukan untuk mencapai kesempurnaan hidup.&lt;br /&gt;Episode-episode cerita wayang cukup ketat. Namun, pesan-pesan pembangunan masih dapat disisipkan dalam dialog-dialog yang dilakukan. Banyak episode wayang yang dapat dipilih dan dipertunjukkan dalam kesempatan-kesempatan tertentu. Misalnya, untuk menumbuhkan semangat rakyat dalam perang kemerdekaan, mengisi kemerdekaan, integrasi bangsa, dan sebagainya. Pada zaman revolusi kemerdekaan Indonesia (1945-1949) Departemen Penerangan menciptakan wayang suluh untuk melancarkan kampanye perjuangan. Mereka menampilkan tokoh-tokoh kontemporer seperti petani, kepala desa, pejuang, serdadu Belanda, Presiden Sukarno, dan sebagainya. Wayang suluh ini, pada dasarnya, menceritakan perjuangan para pemimpin dan rakyat Indonesia menuju Kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-258891666868474923?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/258891666868474923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/media-tradisional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/258891666868474923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/258891666868474923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/media-tradisional.html' title='MEDIA TRADISIONAL'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-3497158354115135118</id><published>2010-04-01T05:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-01T07:29:29.794-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KWN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar'/><title type='text'>Identitas Nasional</title><content type='html'>Pada hakikatnya manusia hidup tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, manusia senantiasa membutuhkan orang lain. Pada akhirnya manusia hidup secara berkelompok-kelompok. Manusia dalam bersekutu atau berkelompok akan membentuk suatu organisasi yang berusaha mengatur dan mengarahkan tercapainya tujuan hidup yang besar. Dimulai dari lingkungan terkecil sampai pada lingkungan terbesar. Pada mulanya manusia hidup dalam kelompok keluarga. Selanjutnya mereka membentuk kelompok lebih besar lagi sperti suku, masyarakat dan bangsa. Kemudian manusia hidup bernegara. Mereka membentuk negara &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;sebagai persekutuan hidupnya. Negara merupakan suatu organisasi yang dibentuk oleh kelompok manusia yang memiliki cita-cita bersatu, hidup dalam daerah tertentu, dan mempunyai pemerintahan yang sama.&lt;br /&gt;Negara dan bangsa memiliki pengertian yang berbeda. Apabila negara adalah organisasi kekuasaan dari persekutuan hidup manusia maka bangsa lebih menunjuk pada persekutuan hidup manusia itu sendiri. Di dunia ini masih ada bangsa yang belum bernegara.   Demikian pula orang-orang yang telah bernegara yang pada mulanya  berasal dari banyak bangsa dapat menyatakan dirinya  sebagai suatu bangsa. Baik bangsa maupun negara memiliki ciri khas yang membedakan bangsa atau negara tersebut dengan bangsa atau negara lain di dunia. Ciri khas sebuah bangsa merupakan identitas dari bangsa yang bersangkutan. Ciri khas yang dimiliki negara juga merupakan identitas dari negara yang bersangkutan. Identitas-identitas yang disepakati dan diterima oleh bangsa menjadi identitas nasional bangsa.&lt;br /&gt;Hakikat Bangsa &lt;br /&gt;Konsep bangsa memiliki 2 (dua) pengertian ( Badri Yatim, 1999) yaitu bangsa dalam pengertian sosiologis antroplogis dan bangsa dalam pengertian politik :&lt;br /&gt;Bangsa dalam arti Sosiologis Antropologis : Bangsa dalam pengertian sosiologis antropologis adalah persekutuan hidup masyarakat yang berdiri sendiri yang masing-masing anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu kesatuan ras, bahasa, agama dan adatistiadat . Jadi mereka menjadi satu bangsa karena disatukan oleh kesamaan ras, budaya , keyakinan, bahasa dsb. Ikatan demikian disebut ikatan primordial. Persekutuan hidup masyarakat semacam ini dalam suatu negara dapat merupakan persekutuanhidup yang mayoritas dan dapat pula persekutuan hidup minoritas. Bangsa dalam Arti Politis : Bangsa dalam pengertian politik adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk pada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi ke luar dan ke dalam. Jadi mereka diikat oleh kekuatan politik, yaitu negara. Jadi, bangsa dalam arti politik adalah bangsa yang sudah bernegara dan mengakui serta tunduk pada kekuasaan dari negara  yang bersangkutan. Setelah bernegara , terciptalah bangsa. Bangsa dalam arti sosiologis antropologis sekarang ini lebih dikenal dengan istilah suku, etnic atau suku bangsa. Ini untuk membedakan dengan bangsa yang telah beralih dalam arti politis.&lt;br /&gt;Cultural Unity dan Political Unity&lt;br /&gt;Melalui pemahaman yang kurang lebih sama, bangsa pada dasarnya memiliki da arti yaitu bangsa dalam pengertian kebudayaan (cultural unity) dan pengertian bangsa dalam pengertian politik kenegaraan  (political unity). Cultural unity adalah bangsa dalam pengertian sosiologis antropologi sedangkan political unity adalah bangsa dalam pengertian politik kenegaraan.&lt;br /&gt;Identitas Nasional&lt;br /&gt;Istilah identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. Secara etimologis , identitas nasional berasal dari kata “identitas” dan “ nasional”. Kata identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian  harfiah; ciri, tanda atau jati diri yang melekat  pada seseorang, kelompok atau . sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain. Kata “nasional” merujuk pada konsep kebangsaan.&lt;br /&gt;Faktor pembentukan Identitas Bersama&lt;br /&gt;Proses pembentukan bangsa- negara membutuhkan identitas-identitas untuk menyataukan masyarakat bangsa yang bersangkutan. Faktor-faktor yang diperkirakan menjadi identitas bersama suatu bangsa, yaitu :&lt;br /&gt;a. Primordial&lt;br /&gt;b. Sakral&lt;br /&gt;c. Tokoh&lt;br /&gt;d. Bhinneka Tunggal Ika&lt;br /&gt;e. Sejarah&lt;br /&gt;f. Perkembangan Ekonomi&lt;br /&gt;g. Kelembagaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat Negara&lt;br /&gt;Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Negara mempunyai pengertian :&lt;br /&gt;• Negara adalah organisasi disuatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya&lt;br /&gt;• Negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang diorganisasi dibawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif, mempunyai satu kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur Negara meliputi :&lt;br /&gt;1. Unsur Konstitutif atau Unsur Pembentuk&lt;br /&gt; Rakyat&lt;br /&gt;Yaitu orang-orang yang bertempat tinggal diwilayah itu, tunduk pada kekuasaan negara dan mendukung negara yang bersangkutan.&lt;br /&gt; Wilayah&lt;br /&gt;Yaitu daerah yang menjadi kekuasaan negara serta menjadi tempat tinggal bagi rakyat negara. Wilayah juga menjadi sumber kehidupan rakyat negara . Wilayah negara mencakup wilayah darat, laut dan udara&lt;br /&gt; Pemerintah yang berdaulat&lt;br /&gt;Yaitu penyelenggaraan negara yang memiliki kekuasaan menyelenggarakan pemerintahan di negara tersebut.  Pemerintahan tersebut memiliki kedaulatan baik kedalam maupun keluar. Kedaulatan kedalam berarti negara memiliki kekuasaan untuk ditaati oleh masyarakatnya. Kedaulatan keluar artinya negara mempunyai kemampuan mempertahankan diri dari serangan negara yang lain&lt;br /&gt;2. Unsur Deklaratif, yaitu pengakuan  dari negara lain. Unsur deklaratif adalah unsur yang sifatnya menyatakan, bukan unsur yang mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat Negara&lt;br /&gt;Sebagai organisasi kekuasaan negara mempunyai sifat :&lt;br /&gt;1. Memaksa&lt;br /&gt;2. Monopoli&lt;br /&gt;3. Mencakup semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Terjadinya Negara &lt;br /&gt;a. Proses terjadinya Negara secara teoritis &lt;br /&gt; Teori Hukum Alam&lt;br /&gt;Kondisi alam tempat tumbuhnya manusia yang terus berkembang dan membutuhkan aturan dan ketertiban hingga membentuk suatu pemerintahan, dan menjadi negara&lt;br /&gt; Teori Ketuhanan&lt;br /&gt;Segala sesuatu terjadi karena kehendak dan ciptaan Tuhan&lt;br /&gt; Teori Perjanjian&lt;br /&gt;Manusia menghadapi kondisi alam dan menimbulkan kekerasan, manusia akan musnaj bila tidak mengubah hidupnya. Akhirnya mereka bersatu  untuk mengatasi tantangan dan menggunakan persatuan dalam gerak tunggal untuk kebutuhan bersama.&lt;br /&gt;b. Proses terjadinya Negara di Zaman Modern&lt;br /&gt; Penaklukan&lt;br /&gt; Peleburan atau fusi&lt;br /&gt; Pemecahan&lt;br /&gt; Pemisahan diri&lt;br /&gt; Perjuangan atau Revolusi&lt;br /&gt; Penyerahan atau pemberian&lt;br /&gt; Pendudukan atas wilayah yang belum ada pemerintahan sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa dan Negara Indonesia &lt;br /&gt;Faktor-faktor penting bagi pembentukan bangsa  Indonesia sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Adanya persamaan nasib , yaitu penderitaan bersama dibawah penjajahan  bangsa asing lebih kurang selama 350 tahun&lt;br /&gt;2. Adanya keinginan bersama untuk merdeka , melepaskan diri dari belenggu penjajahan&lt;br /&gt;3. Adanya kesatuan tempat tinggal , yaitu wilayah nusantara yang membentang dari Sabang sampai Merauke&lt;br /&gt;4. Adanya cita-cita bersama untuk  mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa &lt;br /&gt;Cita- Cita, Tujuan dan Visi Negara Indonesia&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dengan rumusan singkat, negara Indonesia bercita-cita  mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Hal ini sesuai dengan amanat dalam Alenia II Pembukaan UUD 1945 yaitu negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. &lt;br /&gt;Tujuan Negara Indonesia selanjutnya terjabar dalam alenia IV Pembukaan UUD 1945. Secara rinci sbagai berikut :&lt;br /&gt;1. Melindungi seganap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia &lt;br /&gt;2. Memajukan kesejahteraan umum&lt;br /&gt;3. Mencerdaskan Kehidupan bangsa&lt;br /&gt;4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan , perdamaian abadi, dan keadilan sosial&lt;br /&gt;Adapun visi bangsa Indonesia adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai , demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa dan berahklak mulia, cita tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, mengausai ilmu pengetahuandan teknologi, serta memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin. Setelah tidak adanya GBHN makan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka mengenah (RPJM) Nasional 2004-2009, disebutkan bahwa Visi pembangunan nasional adalah :&lt;br /&gt;1. Terwujudnya kehidupan masyarakat , bangsa dan negara yang aman, bersatu, rukun dan damai.&lt;br /&gt;2. Terwujudnya masyarakat , bangsa dan negara yang menjujung tinggi hukum, kesetaraan, dan hak asasi manusia.&lt;br /&gt;3. Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan fondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identitas Nasional Indonesia :&lt;br /&gt;1. Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;2. Bendera negara yaitu Sang Merah Putih&lt;br /&gt;3. Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya&lt;br /&gt;4. Lambang Negara yaitu Pancasila&lt;br /&gt;5. Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika&lt;br /&gt;6. Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila&lt;br /&gt;7. Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945&lt;br /&gt;8. Bentuk  Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat&lt;br /&gt;9. Konsepsi  Wawasan Nusantara&lt;br /&gt;10. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-3497158354115135118?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/3497158354115135118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/identitas-nasional.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3497158354115135118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3497158354115135118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/identitas-nasional.html' title='Identitas Nasional'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-4488280705146947233</id><published>2010-04-01T05:11:00.000-07:00</published><updated>2010-04-01T05:11:23.236-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahsa ingris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><title type='text'>Adult Learning Theory</title><content type='html'>By Gabriel Rise&lt;br /&gt;It goes without saying that nowadays we are all confronted with an environment of continuous change and speedy shifts. Technology has altered the very nature of business and this had greatly influenced the employment market. Jobs requiring expertise and technical skills are growing in nearly every sector of the economy. The continuous change in what employees need to know and be able to handle suggests that learning, training and education will occur over the length of a career and, in fact, a lifetime. In light of this, adults have had to become life-long learners by consistently challenging themselves to pursue learning opportunities.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Thus, a large and growing segment of the education industry more so for the post graduate courses are made of "non-traditional" students. These are working adults who are interested in enhancing their job skills, retooling for new positions and careers, and pursuing other customized learning experiences. With the changing trend in the employment market, higher learning institutions are experiencing increased demand for a larger variety of rapid paced educational resource options for the adult learning community.&lt;br /&gt;However, one of the greatest challenges faced by higher learning institutions is identifying instructional or delivery methods that enhance adult learning process. Thus the objective of any higher learning institutions should be to provide and establish learning objectives which are attainable by students and to use the appropriate instructional method in order that these objectives be met. This paper will explore the opportunities available for working adults to further their studies and also identify the instructional methods in delivering lessons.&lt;br /&gt;Education helps in the development of the human mind, and it increases the powers of observations, analysis, integration, understanding, decision making, and adjustment to new situations. In other words, education is concerned with increasing one's knowledge and understanding the total environment. Among the major research areas of learning are the self-directed learning, critical reflection, experiential learning and learning to learn.&lt;br /&gt;The first, self-directed learning is one that uses past experience as a resource base for learning, fitting new knowledge into current work and personal life situations. This brings with it real-life problem- solving and time-management advantages for the time-conscious student. The second, known as critical reflection, Brookfield observes it as the psychological development of an adult. This would relate to a host of constructs such as embedded logic, dialectical thinking, working intelligence, reflective judgment, post-formal reasoning and epistemic cognition which explain how adults come to think contextually and critically. As for experiential learning introduced by Liademan, the emphasis is on the experience of the working adult. Adult education is therefore a continuing process of evaluating experience, which is central to the concept of andragogy that has evolved to describe adult education. The fourth; learning to learn, is about the ability of adults seen in a range of different situations and through a range of different styles. Both the concepts of epistemic cognition and reflective judgment were introduced in this process of learning to learn.&lt;br /&gt;The pedagogical model of instruction is the foremost instructional method used in delivering lessons. This mode of teaching is also known as the traditional or teacher-directed approach. Knowles, mentions that pedagogy is derived from the Greek word "paid" meaning child plus "agogos", meaning leading. Thus, pedagogy has been defined as the art and science of teaching children. The traditional teaching in this context is teacher centered instruction in which teachers do most of the talking and instructing while students do a lot of passive listening and memorizing. This type of teaching is best characterized by the phrase; the teacher is the sage on the stage. Teachers define terms, give directions, explain problems, answer questions, and otherwise present information to students.&lt;br /&gt;In contrast, non-traditional teaching is student centered instruction in which teachers have a very different role, one best characterized by the phrase; the teacher is the guide on the side. Knowles, carried out extensive research into adult education and highlighted the problems of inappropriate learning for mature age students. He revived the use of the term "andragogy" and defined it as the "art and science of helping adult learn". The emphasis in andragogy is that the teacher takes the role of facilitator rather than teacher, and allows student to realize his or her own potential. In such an environment, students do lots of investigating, exploring, solving, discussing and explaining to their peers and teacher. As a result of researches by Brookfield and Knowles, adult learning is now strongly identified with personal growth and social change. This point is particularly relevant for adult students who return to tertiary education at postgraduate level to prepare themselves for senior positions within their professional communities. However the andragogy model asserts that five issues be considered and addressed in formal learning. They include: (1) letting learners know why something is important to learn, (2) showing learners how to direct themselves through information, and (3) relating the topic to the learners' experiences. In addition, (4) people will not learn until they are ready and motivated to learn. Often this (5) requires helping them overcome inhibitions, behaviors, and beliefs about learning.&lt;br /&gt;Adult Learning Pursuits The traditional educational model was well suited to the industrial age society where individuals had rigidly defined roles in which carrying out certain actions under certain circumstances would generally yield the desired results. However, the information age has replaced the relative predictability of the industrial age with an increase of uncertainty that will require greater levels of flexibility and adaptability in order to survive and thrive. Education would need to change from being a process of conditioning to one of empowerment. Learning would need to change from being a homogenous commodity to a customized experience tailored to the needs and characteristics of the individual. In this aspect, the executive MBA (EMBA) which is also known as the non-traditional MBA would appeal to the working adults who wish to continue their studies. The EMBA programs are delivered via the non-traditional educational model, which is related to the andragogy learning concepts. These programs are also designed specifically for the middle or upper level managers with some working experience. However, this perception no longer holds true as more working adults from different executive levels are enrolling for these MBA programs. The wide acceptance for this is because of its customer-suited packaged which offers greater flexibility to better serve the needs of students, particularly the working adults.&lt;br /&gt;Non-traditional Format Prospects The education industry has been profoundly affected by the emergence of communication and information technologies which provide opportunities for learning programs to deliver in ways that better serve the needs of students, particularly working adults and non-traditional students. Conventional service patterns are becoming obsolete as a growing number of education providers use interactive video, Internet and other distance-learning technologies to reach students. However, a point to note is that technology does not determine learning outcomes as it is merely a tool used to support new ways of delivery; non-traditional systems. It is therefore clearly seen that the traditional lecture format used in higher learning institutions has greatly changed with the integration of technology. In light of modern research and technology, the traditional format use is limited. The educational literatures do suggest a number of new educational delivery systems that could be used to improve teaching methods both in terms of learning outcomes and the efficiency with which these outcomes are achieved. With the integration of new educational delivery, the teaching format is transformed to meet the new competitive trends that are found to be more prevalent in post-graduate courses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-4488280705146947233?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/4488280705146947233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/adult-learning-theory.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/4488280705146947233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/4488280705146947233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/adult-learning-theory.html' title='Adult Learning Theory'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-3000317541710960052</id><published>2010-04-01T05:10:00.000-07:00</published><updated>2010-04-01T07:29:56.887-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><title type='text'>10 Negara dengan Jumlah Perokok Terbesar di Dunia</title><content type='html'>Daftar 10 Negara Perokok Terbesar di Dunia&lt;br /&gt;1. China = 390 juta perokok atau 29% per penduduk&lt;br /&gt;2. India = 144 juta perokok atau 12.5% per penduduk&lt;br /&gt;3. Indonesia = 65 juta perokok atau 28 % per penduduk (~225 miliar batang per tahun)&lt;br /&gt;4. Rusia = 61 juta perokok atau 43% per penduduk&lt;br /&gt;5. Amerika Serikat =58 juta perokok atau 19 % per penduduk&lt;br /&gt;6. Jepang = 49 juta perokok atau 38% per penduduk&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. Brazil = 24 juta perokok atau 12.5% per penduduk&lt;br /&gt;8. Bangladesh =23.3 juta perokok atau 23.5% per penduduk&lt;br /&gt;9. Jerman = 22.3 juta perokok atau 27%&lt;br /&gt;10. Turki = 21.5 juta perokok atau 30.5%&lt;br /&gt;Statistik Perokok Indonesia***&lt;br /&gt;Statistik Perokok dari kalangan anak-anak dan remaja&lt;br /&gt;• Pria = 24.1% anak/remaja pria&lt;br /&gt;• Wanita = 4.0% anak/remaja wanita&lt;br /&gt;• Atau 13.5% anak/remaja Indonesia&lt;br /&gt;Statistik Perokok dari kalangan dewasa&lt;br /&gt;• Pria = 63% pria dewasa&lt;br /&gt;• Wanita = 4.5% wanita dewasa&lt;br /&gt;• atau 34 % perokok dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa risiko kesehatan bagi perokok berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2004 antara lain :&lt;br /&gt;? Di Indonesia rokok menyebabkan 9,8% kematian karena penyakit paru kronik dan emfisima pada tahun 2001.&lt;br /&gt;? Rokok merupakan penyebab dari sekitar 5 % stroke di Indonesia.&lt;br /&gt;? Wanita yang merokok mungkin mengalami penurunan atau penundaan kemampuan hamil, pada pria meningkatkan risiko impotensi sebesar 50%.&lt;br /&gt;? Ibu hamil yang merokok selama masa kehamilan ataupun terkena asap rokok dirumah atau di lingkungannya beresiko mengalami proses kelahiran yang bermasalah.&lt;br /&gt;? Seorang bukan perokok yang menikah dengan perokok mempunyai risiko kanker paru sebesar 20-30% lebih tinggi daripada mereka yang pasangannya bukan perokok dan juga risiko mendapatkan penyakit jantung.&lt;br /&gt;? Lebih dari 43 juta anak Indonesia berusia 0-14 tahun tinggal dengan perokok di lingkungannya mengalami pertumbuhan paru yang lambat, dan lebih mudah terkena infeksi saluran pernafasan, infeksi telinga dan asma.&lt;br /&gt;Disamping itu beberapa penyakit akibat merokok menurut Badan POM RI antara lain:&lt;br /&gt;• Penyakit jantung dan stroke.&lt;br /&gt;Satu dari tiga kematian di dunia berhubungan dengan penyakit jantung dan stroke. Kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan “sudden death” ( kematian mendadak).&lt;br /&gt;• Kanker paru.&lt;br /&gt;Satu dari sepuluh perokok berat akan menderita penyakit kanker paru. Pada beberapa kasus dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian, karena sulit dideteksi secara dini. Penyebaran dapat terjadi dengan cepat ke hepar, tulang dan otak.&lt;br /&gt;• Kanker mulut.&lt;br /&gt;Merokok dapat menyebabkan kanker mulut, kerusakan gigi dan penyakit gusi.&lt;br /&gt;• Osteoporosis.&lt;br /&gt;Karbonmonoksida dalam asap rokok dapat mengurangi daya angkut oksigen darah perokok sebesar 15%, mengakibatkan kerapuhan tulang sehingga lebih mudah patah dan membutuhkan waktu 80% lebih lama untuk penyembuhan. Perokok juga lebih mudah menderita sakit tulang belakang.&lt;br /&gt;• Katarak.&lt;br /&gt;Merokok dapat menyebabkan gangguan pada mata. Perokok mempunyai risiko 50% lebih tinggi terkena katarak, bahkan bisa menyebabkan kebutaan.&lt;br /&gt;• Psoriasis.&lt;br /&gt;Perokok 2-3 kali lebih sering terkena psoriasis yaitu proses inflamasi kulit tidak menular yang terasa gatal, dan meninggalkan guratan merah pada seluruh tubuh.&lt;br /&gt;• Kerontokan rambut.&lt;br /&gt;Merokok menurunkan sistem kekebalan, tubuh lebih mudah terserang penyakit seperti lupus erimatosus yang menyebabkan kerontokan rambut, ulserasi pada mulut, kemerahan pada wajah, kulit kepala dan tangan.&lt;br /&gt;• Dampak merokok pada kehamilan.&lt;br /&gt;Merokok selama kehamilan menyebabkan pertumbuhan janin lambat dan dapat meningkatkan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Risiko keguguran pada wanita perokok 2-3 kali lebih sering karena Karbon Monoksida dalam asap rokok dapat menurunkan kadar oksigen.&lt;br /&gt;• Impotensi.&lt;br /&gt;Merokok dapat menyebabkan penurunan seksual karena aliran darah ke penis berkurang sehingga tidak terjadi ereksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-3000317541710960052?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/3000317541710960052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/10-negara-dengan-jumlah-perokok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3000317541710960052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3000317541710960052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/04/10-negara-dengan-jumlah-perokok.html' title='10 Negara dengan Jumlah Perokok Terbesar di Dunia'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-5863748881201751769</id><published>2010-03-22T22:44:00.001-07:00</published><updated>2010-04-01T07:30:16.172-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olah raga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><title type='text'>TENIS LAPANGAN</title><content type='html'>1. SERVIS &lt;br /&gt;Servis merupakan pukulan pembuka permainan. Oleh karena itu, pukulan pionir ini sangat penting bagi kita untuk dapat menguasainya. Sebenarnya terdapat beberapa teknik servis. Namun yang akan saya paparkan di sini hanya dasarnya saja dan tentunya disertai oleh ilustrasi agar mudah untuk dimengerti.&lt;br /&gt;Pertama kali yang harus dilatih adalah koordinasi tangan ketika akan melemparkan bola untuk memulai serve. Anda harus dapat melempar bola (toss) secara konsisten pada satu tempat yang sama. Toss yang baik untuk servis adalah agak di depan kepala anda dan lemparkan bola lurus ke atas. Anda dapat melatihnya dengan menggambarkan lingkaran di lantai dan melakukan toss hingga tempat jatuhnya bola selalu berada pada &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;tempat yang sama.&lt;br /&gt;Adapun tahap untuk melakukan servis adalah:&lt;br /&gt;1. Berdirilah di belakang garis baseline dan pusatkan pikiran anda untuk mengarahkan bola pada daerah servis lawan. Posisi kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang dengan arah kaki paralel dengan garis baseline. Grip yang dipakai untuk melakukan servis dalam hal ini adalah grip continental.&lt;br /&gt;2. Lemparkan bola ke atas kira-kira agak di depan kepala anda setinggi kurang lebih 20-30 cm. Kunci toss yang baik adalah tangan anda yang melempar bola harus lurus ke atas sehingga trayek bola pun lurus. Pada saat ini transfer berat badan anda ke kaki belakang.&lt;br /&gt;Bola telah melambung dan anda mulai mengayunkan raket ke belakang. Selalu fokuskan mata anda pada bola dan gunakanlah tangan yang melempar sebagai patokan dalam memukul bola.&lt;br /&gt;3. Pada saat bola sudah sampai pada titik kontaknya, raket diayunkan ke depan. Pada saat ini buang berat badan anda dari kaki belakang ke kaki depan untuk memberikan tenaga pada pukulan servis anda.&lt;br /&gt;4. Setelah kontak dengan bola lakukan followthrough dan bersiap kembali pada posisi untuk melakukan pukulan berikutnya.&lt;br /&gt;Untuk melakukan servis yang konsisten dan terarah memang agak sulit bagi pemula. Namun, dengan latihan dan pengalaman anda akan terbiasa melakukan pukulan servis. Di dunia tenis profesional, pemegang servis merupakan sebuah keuntungan karena pemain tersebut dapat mengontrol permainan melalui servis yang keras dan akurat. Untuk level pemain rekreasional seringkali kita jumpai servis malah merupakan kerugian dan seringkali poin terbuang percuma karena dua kali membuat kesalahan ( double fault ). Karena itu berlatihlah yang baik untuk pukulan yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. FOREHAND&lt;br /&gt;Forehand adalah pukulan yang paling dasar dan paling mudah diajarkan dalam tennis. Forehand sendiri adalah pukulan yang ayunannya dari belakang badan menuju depan dan bagian depan raket atau telapak tangan kita berhadapan dengan bola.&lt;br /&gt;Bagi anda yang masih pemula, anda dapat menggunakan grip continental atau eastern dalam memegang raket tenis dan stance yang digunakan adalah closed stance dimana posisi badan tegak lurus terhadap garis baseline atau net&lt;br /&gt;Gerakan dimulai dari pergerakan badan menuju arah bola dan kita telah menentukan tepatnya zona bola akan dipukul. Zona yang baik untuk memukul tenis dengan grip continental. (Gambar 1). atau eastern adalah pada daerah di depan badan anda, di daerah sekitar bawah perut.&lt;br /&gt;• Kemudian raket anda ayunkan ke belakang bersamaan dengan rotasi bahu tangan anda yang tidak memegang raket ke depan. Kaki kiri maju ke depan dan badan tegak lurus terhadap garis baseline atau net untuk melakukan closed stance (Gambar 2 dan 3).&lt;br /&gt;• Ketika bola telah masuk pada zona pukulan yang anda kehendaki, raket anda ayunkan ke depan menuju titik kontak antara bola dengan raket (Gambar 4).&lt;br /&gt;• Raket kontak dengan bola tenis dan usahakan bola harus berada pada sweetspot dari raket untuk kesempurnaan dari pukulan tersebut (Gambar 5).&lt;br /&gt;• Setelah terjadi kontak maka kita melakukan followthrough dengan cara raket tetap diayunkan hingga melintasi badan kita ke arah kira-kira jam 11 (Gambar 6).&lt;br /&gt;Gerakan forehand berikutnya merupakan pukulan forehand yang digunakan oleh pemain-pemain modern jaman sekarang dimana perbedaan dengan cara klasik seperti di atas terletak pada pemilihan grip, stance, dan followthrough. Grip yang umumnya dipakai oleh petenis modern adalah semi-western atau full-western sehingga pukulan utama dari pemain saat ini kebanyakan adalah topspin. Kemudian stance yang digunakan adalah open stance dimana pemain bersiap memukul bola dengan posisi badan paralel terhadap garis baseline atau menghadap net.&lt;br /&gt;Jadi untuk pemain pemula saya sarankan mempelajari pukulan forehand dengan gerakan yang sederhana terlebih dahulu dengan ayunan yang klasik dan memakai grip continental atau eastern. Apabila anda telah dapat menguasai pukulan ini dengan baik dan dapat memukul bola melewati net dengan konsisten, maka anda dapat bereksperimen dengan mencoba grip lain seperti semi-western atau western. Umumnya seiring dengan perkembangan pukulan, maka footwork anda juga semakin baik dan anda bisa menyesuaikan footwork yang digunakan apabila ingin mencoba memukul dengan grip lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. BACKHAND&lt;br /&gt;Backhand, Pukulan dasar kedua dalam bermain tennis. Backhand adalah pukulan yang diayun dari seberang badan menuju depan atau menggunakan bagian belakang dari raket untuk memukul bola dan telapak tangan anda membelakangi bola.&lt;br /&gt;Saat ini terdapat dua jenis pukulan backhand yang populer digunakan, yaitu: backhand menggunakan satu tangan dan backhand menggunakan dua tangan. Masing-masing pukulan memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, saat ini pukulan backhand dua tangan lebih banyak dipakai oleh pemain pro karena efektivitasnya. Saya akan coba membahas kedua teknik pukulan ini satu per satu.&lt;br /&gt;1. Backhand satu tangan&lt;br /&gt;Terdapat beberapa keuntungan dalam memakai backhand satu tangan. Pertama, anda memperoleh keuntungan dari jangkauannya yang panjang sehingga bola-bola yang melebar dapat ditangani dengan lebih mudah. Kedua, lebih mudah untuk melakukan voli dari grip satu tangan dan umumnya pemain yang memiliki backhand satu tangan lebih jago dalam memukul voli daripada pemain yang memiliki backhand dua tangan. Terdapat 2 jenis grip yang dapat anda pakai dalam melakukan backhand dua tangan, yaitu eastern dan full-eastern (western) grip. Anda dapat melihat detilnya di sini.&lt;br /&gt;Tahap-tahap gerakan backhand satu tangan adalah sbb :&lt;br /&gt; Dari posisi bersiap, anda bergerak ke arah bola datang dan telah menentukan zona pukulan serta grip yang akan anda pakai. Zona pukulan untuk pukulan backhand satu tangan yang baik adalah agak di depan badan anda.&lt;br /&gt; Raket diayunkan ke belakang beserta bahu dan punggung anda. Stance yang dipakai dalam backhand satu tangan umumnya adalah closed stance dimana posisi badan tegak lurus terhadap net atau garis baseline.&lt;br /&gt; Raket diayunkan ke depan menuju titik kontak dengan bola dan usahakan kontak berada pada sweetspot dari raket. Ingat, titik kontak sebaiknya berada agak di depan badan dan bukan di samping.&lt;br /&gt; Kemudian ayunan diteruskan untuk melakukan tahap followthrough kira-kira ke arah jam 2 badan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Backhand dua tangan&lt;br /&gt;Backhand ini merupakan yang paling populer digunakan oleh pemain tenis saat ini. Keuntungan dari grip ini adalah ayunannya yang efisien dan tenaga ekstra yang dihasilkannya karena menggunakan dua tangan. Namun, kekurangannya terutama dalam menghadapi bola-bola yang melebar dikarenakan tumpuan ayunan yang menggunakan 2 bahu. Grip yang dipakai dalam melakukan pukulan ini adalah tangan kanan berada pada ujung gagang raket dengan grip continental dan tangan kiri berada di atasnya dengan grip semi-western. Untuk selengkapnya dapat anda baca di sini. &lt;br /&gt;Tahapan untuk melakukan backhand dua tangan adalah sbb:&lt;br /&gt; Dari posisi bersiap, anda bergerak ke arah bola datang dan telah menentukan zona pukulan serta grip yang akan anda pakai. Zona pukulan untuk pukulan backhand dua tangan yang baik adalah di samping badan anda di sekitar daerah pinggang.&lt;br /&gt; Raket diayunkan ke belakang pada posisi kira-kira sejajar pinggang anda. Stance yang dipakai dalam backhand dua tangan umumnya closed stance, namun dapat pula dilakukan dengan open stance.&lt;br /&gt; Raket diayunkan ke depan menuju titik kontak dengan bola dan usahakan kontak berada pada sweetspot dari raket. Dalam ayunan ke depan ini, tangan kiri memegang peran yang dominan sedangkan tangan kanan sebagai penyeimbang dan pengarah bola.&lt;br /&gt; Kemudian ayunan diteruskan ke samping badan anda hingga raket ke arah punggung untuk melakukan tahap followthrough.&lt;br /&gt;Bagi pemula yang mungkin pernah bermain bulutangkis atau tenis meja, cenderung agak janggal ketika berlatih tenis terutama untuk pukulan backhand dua tangan karena pukulan ini menggunakan tangan yang non dominan sebagai utamanya sedangkan tangan dominan sebagai penyeimbang dan pengarah bola. Untuk melatihnya anda bisa mencoba berlatih memukul forehand memakai tangan non-dominan anda. Apabila anda telah dapat memukul dengan baik dan konsisten, barulah mencoba untuk memukul dengan 2 tangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. VOLLEY&lt;br /&gt;Pukulan ini merupakan pukulan yang paling sulit untuk dikuasai khususnya bagi pemula karena untuk dapat menguasainya memerlukan konsentrasi ekstra dan reaksi yang cepat. Anda juga akan lebih agresif dan menutup sudut-sudut lapangan dengan memberikan tekanan kepada lawan. Untuk pemain rekreasional yang umumnya sering bermain ganda, maka pukulan inilah yang wajib dan kudu dikuasai.&lt;br /&gt;Berikut adalah caran untuk dapat melakukan pukulan voli dengan baik&lt;br /&gt;Posisikan badan anda pada posisi bersiap dengan cara:&lt;br /&gt; Peganglah raket pada grip untuk pukulan voli yaitu kontinental.&lt;br /&gt; Rentangkan kaki anda hingga kira-kira sejajar bahu dan agak ditekuk sehingga anda    berada pada titik keseimbangan yang baik.&lt;br /&gt; Gerakanlah badan anda secara dinamis layaknya seorang penjaga gawang yang akan    menghadang bola. Lakukan gerakan menjinjit.&lt;br /&gt; Posisikan siku anda di depan badan dan pegang raket ke atas setidaknya berada di atas    pergelangan anda.&lt;br /&gt; Tangan yang pasif (tidak memegang raket) berfungsi sebagai penyeimbang, biasakan    untuk menempatkannya pada posisi memegang leher raket.&lt;br /&gt;Saat bola datang, posisikan kepala dan tangan anda menuju bola layaknya seorang penerjun yang akan loncat dari pesawat. Rasakan bahwa badan anda menjemput bola dan biasanya kaki mengikuti.&lt;br /&gt;Cara memukul voli adalah dengan ayunan yang pendek. Bola yang datang dipukul saat berada di depan badan anda sehingga terjadi perpindahan berat badan ke depan. Anggaplah seperti pukulan jab pada tinju yang memakai ayunan tangan pendek namun menghasilkan momentum yang besar.&lt;br /&gt;Gunakanlah pergelangan anda dalam memukul dan posisikan raket agak terbuka. Ayunan pendek dengan cepat dari atas ke bawah seperti gerakan membacok agar memberikan sedikit efek spin pada bola.&lt;br /&gt;Bagi pemula yang baru belajar bermain tenis, untuk tahap awal gunakanlah pukulan voli yang sifatnya hanya memblok laju bola. Apabila telah mencapai tahap konsistensi, maka anda dapat memberikan sedikit ayunan agar bola lebih menekan.&lt;br /&gt;Gerakan voli yang baik adalah gerakan yang memukul dalam keadaan bergerak dan bukan statis. Artinya usahakan anda menjemput bola dengan bergerak ke depan atau diagonal.&lt;br /&gt;Lakukan followthrough ke arah yang anda inginkan untuk bola dipukul lalu kembali ke posisi tengah untuk bersiap menghadapi pukulan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. SKORING&lt;br /&gt;Dalam sebuah permainan tentu saja terdapat peraturan-peraturan yang berfungsi sebagai titik tolak bagaimana bermain tenis serta batasan-batasan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam sebuah permainan tenis. &lt;br /&gt;Mari kita mulai dari satuan terkecil terlebih dahulu. Standar perhitungan angka yang dipakai dalam tenis adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- nol (0)&lt;br /&gt;- 15&lt;br /&gt;- 30&lt;br /&gt;- 40&lt;br /&gt;- Game&lt;br /&gt;Apabila terjadi skor imbang pada poin 40, maka dinyatakan deuce (indonesia-jus) dan pemain berusaha merebut 2 poin berturut-turut untuk merebut game. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-5863748881201751769?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/5863748881201751769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/tenis-lapangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/5863748881201751769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/5863748881201751769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/tenis-lapangan.html' title='TENIS LAPANGAN'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-3202010687477982444</id><published>2010-03-22T22:43:00.000-07:00</published><updated>2010-04-01T07:30:35.781-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar'/><title type='text'>SEJARAH PERKEMBANGAN KURIKULUM  SEJAK INDONESIA MERDEKA</title><content type='html'>Kurikulum  adalah perangkat mata pelajaran yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut.&lt;br /&gt;Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbagai Kurikulum Yang Mewarnai Dunia Pendidikan Di Indonesia Antara Lain:&lt;br /&gt;a. Rencana Pelajaran 1947&lt;br /&gt;Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan ( dalam bahasa Belanda ) artinya rencana pelajaran, lebih popular ketimbang curriculum (bahasa Inggris). Asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950.&lt;br /&gt;b. Rencana Pelajaran Terurai 1952&lt;br /&gt;Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai 1952.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kurikulum 1968&lt;br /&gt;Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Jumlah pelajarannya 9.&lt;br /&gt;d. Kurikulum 1975&lt;br /&gt;Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. “Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen, yaitu MBO (management by objective) yang terkenal saat itu,” kata Drs. Mudjito, Ak, MSi, Direktur Pembinaan TK dan SD Depdiknas.&lt;br /&gt;e. Kurikulum 1984&lt;br /&gt;Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 yang disempurnakan”. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL).&lt;br /&gt;f. Kurikulum 1994 Dan Suplemen Kurikulum 1999&lt;br /&gt;Kurikulum 1994 bergulir lebih pada upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya. “Jiwanya ingin mengkombinasikan antara Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984, antara pendekatan proses,” kata Mudjito menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Kurikulum 2004&lt;br /&gt;Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau Kurikulum 2004, adalah kurikulum dalam dunia pendidikan di Indonesia yang mulai diterapkan sejak tahun 2004 walau sudah ada sekolah yang mulai menggunakan kurikulum ini sejak sebelum diterapkannya. Secara materi, sebenarnya kurikulum ini tak berbeda dari Kurikulum 1994, perbedaannya hanya pada cara para murid belajar di kelas. Dalam kurikulum terdahulu, para murid dikondisikan dengan sistem caturwulan. Sedangkan dalam kurikulum baru ini, para siswa dikondisikan dalam sistem semester. Dahulu pun, para murid hanya belajar pada isi materi pelajaran belaka, yakni menerima materi dari guru saja. Dalam kurikulum 2004 ini, para murid dituntut aktif mengembangkan keterampilan untuk menerapkan IPTek tanpa meninggalkan kerja sama dan solidaritas, meski sesungguhnya antar siswa saling berkompetisi. Jadi di sini, guru hanya bertindak sebagai fasilitator, namun meski begitu pendidikan yang ada ialah pendidikan untuk semua. Dalam kegiatan di kelas, para siswa bukan lagi objek, namun subjek. Dan setiap kegiatan siswa ada nilainya.&lt;br /&gt;Awal 2006 ujicoba KBK dihentikan. Muncullah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pelajaran KTSP masih tersendat. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Hal ini disebabkan karangka dasar (KD), standar kompetensi lulusan (SKL), standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-3202010687477982444?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/3202010687477982444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/sejarah-perkembangan-kurikulum-sejak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3202010687477982444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3202010687477982444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/sejarah-perkembangan-kurikulum-sejak.html' title='SEJARAH PERKEMBANGAN KURIKULUM  SEJAK INDONESIA MERDEKA'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-1291904642174535868</id><published>2010-03-22T06:04:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T06:04:30.109-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KWN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><title type='text'>PENGERTIAN PANCASILA</title><content type='html'>secara historis perumusan Pancasila diawali ketika dalam sidang BPUPKI pertama dr. Rajiman Widyodiningrat, mengajukan suatu maslah, khususnya akan dibahas pada sidang tersebut.Masalah tersebut adalah tentang calon rumusan dasar negara Indonesia yang akan dibentuk. Proses perumusan Pancasila adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;A. Mr.Muhammad Yamin&lt;br /&gt;Pada tanggal 29 Mei 1945 tersebut BPUPKI mengadakan sidangnya yang pertama. Pada kesempatan in Mr. Muhammad Yamin mendapat kesempatan yang pertama untuk mengemukakan pemikirannya tentang dasar negara di hadapan sidang lengkap Badan Penyelidik. Dalam pidato tersebut merumuskan sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Peri Kebangsaan&lt;br /&gt;2. Peri Kemanusiaan&lt;br /&gt;3. Peri Ketuhanan&lt;br /&gt;4. Peri Kerakyatan&lt;br /&gt;5. Peri Kesejahteraan Rakyat&lt;br /&gt;Setelah berpidato beliu merumuskan rancangan UUD RI. sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;2. Kebangsaan Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;3. Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab&lt;br /&gt;4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan &lt;br /&gt;5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Rumusan Soepomo&lt;br /&gt;Pada tanggal 31 Mei 1945, Mr. Soepomo mendapat kesempatan mengemukakan pokok-pokok pikiran seperti berikut:&lt;br /&gt;1. Negara Indonesia merdeka hendaknya merupakan Negara nasional yang bersatu dalam arti totaliter atau integralistik. Maksudnya Negara Indonesia merdeka tidak akan mempersatukan diri dengan golongan yang terbesar, akan tetapi yang mengatasi segala golongan, baik golongan besar maupun golongan kecil.&lt;br /&gt;2. Setiap warganegara dianjurkan takluk kepada Tuhan, supaya tiap-tiap waktu ingat kepada Tuhan. Dalam Negara nasional yang bersatu urusan agama akan diserahkan kepada golongan-golongan agama yang bersangkutan.&lt;br /&gt;3. Mengenai kerakyatan beliau mengusulkan agar dalam pemerintahan Negara Indonesia harus dibentuk sistim Badan Permusyawaratan. Oleh karena itu kepada Negara harus berhubungan erat dengan Badan Permusyawaratan agar mengetahui dan merasakan keadilan dan cita-cita rakyat.&lt;br /&gt;4. Dalam lapangan ekonomi, Prof. Soepomo mengusulkan agar sistim perekonomian Negara nasional yang bersatu itu diatur berdasarkan asas kekeluargaan. Asas ini merupakan sifat dari masyarakat timur, termasuk masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;5. Mengenai hubungan antar bangsa mengusulkan supaya Negara Indonesia bersifat Negara Asia Timur Raya yang merupakan anggota dari pada kekeluargaan Asia Timur Raya.&lt;br /&gt;Apabila kita analisis pokok-pokok pikiran Dr. Soepomo di atas, maka dapat kita peroleh adanya lima hal untuk dasar Negara Indonesia merdeka. Meskipun tidak dituliskan secara terperinci. Prof. Dr. Soepomo menyarankan Negara Indonesia memilih teori Negara Integralistik yang dinilai lebih sesuai dengan semangat kekeluargaan. Kelima pokok pikiran tersebut sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Paham Negara Persatuan&lt;br /&gt;2. Warga Negara hendaknya tunduk kepada Tuhan supaya ingat kepada Tuhan&lt;br /&gt;3. Sistem Badan Permusyawaratan&lt;br /&gt;4. Ekonomi Negara bersifat Kekeluargaan&lt;br /&gt;5. Hubungan antar bangsa bersifat Asia Timur Raya&lt;br /&gt;Jika kita analisis perbandingan dengan rumusan Pancasila yang sekarang (Pembukaan UUD 1945), pokok-pokok pikiran Soepomo itu termasuk dalam rumusan Pancasila. Pokok pikiran pertama termasuk sila ketiga. Pokok pikiran kedua termasuk sila pertama. Pokok pikiran ketiga termasuk sila keempat. Pokok pikiran keempat termasuk sila kelima dan pokok pikiran kelima masuk dalam sila kedua. Hal penting yang disampaikan oleh Soepomo dan diterima adalah paham Negara integralistik-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Ir. Soekarno&lt;br /&gt;Pada tanggal 1 Juni 1945 tersebut Soekarno mengucapkan pidatonya dihadapan sidang Badan Penyelidik. Dalam pidato tersebut diajukan oleh Soekarno secara lisan usulan lima asas sebagai dasar negara indonesia yang akan dibentuknya, yang rumusannya sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia&lt;br /&gt;2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan&lt;br /&gt;3. Mufakat dan Demokrasi&lt;br /&gt;4. Kesejahteraan Sosial&lt;br /&gt;5. Ketuhanan Yang Berkebudayaan&lt;br /&gt;Beliu mengusulkan rumusan dasar tersebut mengajukan nama Pancasila sebagai dasar negara, istilah tersebut atas saran seorang ahli bahasa.Usul mengenai nama Pancasila bagi dasar negara Republik Indonesia secara bulat disepakati diterima sidng BPUPKI dan ditetapkan bahwa tanggal 1 Juni pada saat ini disebut hari lahirnya Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sidang PPKI pertama pada tanggal 18 agustus 1945:&lt;br /&gt;-mengesahkan UUD1945&lt;br /&gt;-mengangkat Ir soekarno dan Drs moh Hatta sebagai presiden dan wakil presiden&lt;br /&gt;-untuk sementara pemerintahan dibantu oleh KNIP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-1291904642174535868?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/1291904642174535868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/pengertian-pancasila.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/1291904642174535868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/1291904642174535868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/pengertian-pancasila.html' title='PENGERTIAN PANCASILA'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-912896779133404</id><published>2010-03-22T05:58:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T05:58:09.872-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><title type='text'>PANDANGAN SEJARAH DARI BERBAGAI BIDANG</title><content type='html'>1.PENGERTIAN SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah sebagai peristiwa kejadian, kenyataan, yang sebenarnya telah terjadi atau berlangsung pada masa lalu dan disebut sebagai sejarah  objek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.PENGERTIAN SEJARAH SEBAGAI KISAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah dikatakan sebagai kisah karena berupa cerita narasi yang di dapat dari pemikiran seseorang, kesan atau perkiraan manusia terhadap suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau.&lt;br /&gt;Dimana di katakan sejarah sebagai subyek peristiwa yang bearti sejarah tersebut telah mendapatkan penafsiran dari penyusunan cerita sejarah. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini para sejarawan mempunyai peran sangat penting sebagai ”The Man Behind the Gun”,yang artinya mereka menyusun cerita sejarah dengan landasan yang berdasarkan jejak-jejak sejarah.&lt;br /&gt;Namun tetap dipengaruhi oleh sudut pandang para sejarawan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah pada hakekatnya dibatasi oleh dua pengertian yaitu sejarah dalam arti subyektif dan sejarah dalam arti obyektif. Sejarah dalam arti subyektif adalah bangunan yang disusun oleh penulis sebagai suatu uraian atau cerita, maka memuat unsur-unsur dan isi penulis atau pengarang (subyek). Sedangkan sejarah dalam arti obyektif menunjuk kepada kejadian atau peristiwa itu sendiri atau keseluruhan pada proses peristiwa atau kejadian berlangsung terlepas dari unsur-unsur subyek seperti pengamat atau pencerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.PENGERTIAN SEJARAH SEBAGAI ILMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah sebagai ilmu adalah suatu susunan pengetahuan tentang peristiwa dan cerita yang terjadi di dalam masyarakat pada masa lampau yang disusun secara sistematis dan menggunakan metode yang didasarkan atas asas-asas, prosedur dan metode serta teknik ilmiah yang diakui oleh para pakar sejarah.&lt;br /&gt;Syarat pokok sejarah disebut sebagai ilmu adalah:&lt;br /&gt;a). Obyek yang definitif&lt;br /&gt;b). Adanya formulasi kebenaran yang dapat di pertanggung jawabkan                  kebenarannya&lt;br /&gt;c). Metode yang efisien&lt;br /&gt;d). Menggunakan sistem penyusunan tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.PENGERTIAN SEJARAH SEBAGAI SENI.&lt;br /&gt;Sejarah sebagai seni merupakan suatu cara di mana para pembaca sejarah tertarik atas informasi kejadian masa lampau yang disajikan ,karena keindahan yang disertakan di dalam menyajikan informasi sejarah di masa lalu sehingga akan mencapai sasaran penyampaian informasi sejarah. Sejarah berperan sebagai seni sangat terkait sekali dengan cara penulisan sejarah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-912896779133404?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/912896779133404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/pandangan-sejarah-dari-berbagai-bidang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/912896779133404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/912896779133404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/pandangan-sejarah-dari-berbagai-bidang.html' title='PANDANGAN SEJARAH DARI BERBAGAI BIDANG'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-3914552689984792803</id><published>2010-03-22T05:55:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T05:55:35.391-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa Ind'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><title type='text'>PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN EKONOMI</title><content type='html'>KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena ats rahmat dan petunjuk-Nya, serta berkat rahmat, nikmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini.Makalah ini berjudul “Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi” yang penulis susun dari berbagai sumber, yang merupakan salah satu tugas pancasila.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada bapak Drs.Yusrizal M.Si. sebagai dosen pancasila yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari harapan sempurna, untuk itu penulis ,mengharapkan kritik dan saran atas makalah penulis ini. Harapan penulis semoga makalah ini berguna bagi pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1   Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma adalah suatu asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoritis yang umumnya merupakan suatu sumber nilai, sehingga merupakan suatu sumber hukum, metode serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat, ciri, serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia ilmu ekomoni boleh dikatakan jarang ditemukan pakar ekomoni yang mendasarkan pemikiran pengembangan ekomoni atas dasar moralitas kemanusiaan dan ketuhanan. Sehingga tidak terwujutnya pelembagaan proses politik yang demokratis yang mengakibatkan hubungan pribadi merupakan mekanisme utama dalam hubungan social, politik dan ekomoni suatu degara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dengan itdak adanya pakar ekomoni yang mendasar tentang pengembangan ekomoni dalam pelembagaan  proses politik yang demokratis maka muncullah masalah perekomonian kerakyatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan paradigma pancasila dalam pembangunan ekonomi maka system dan pembangunan ekomoni berpijak pada nilai moral daripada pancasila. Secara khusus, system ekonomi harus mendasarkan pada dasar moralitas ketuhanan (sila 1 pancasila) dan kemanusiaan (sila II pancasila). System ekonomi yang mendasarkan pada moralitas dan humanistis akan menghasilkan system wkonomi yang berperikemanusiaan. System ekonomi yang menghargai hakikat manusia, baik selaku makhluk individu, sosial, makhluk pribadi maupun  makhluk tuhan. System ekonomi yang berdasar pancasila berbeda dengan system ekonomi liberal hanya menguntungkan individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2   Rumusan Masalah/ Permasalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun perumusan masalah pada karya tulis ini adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.      Kenapa system ekonomi penting untuk dikembangakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.      Apa akibat dari tidak adanya pakar ekonomi yang mendasar tentang pengembangan ekonomi dan pengembangan proses politik yang demokratis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.      Kenapa kita harus meningkatkan system hubungan kelembagaan demokratis dalam pancasila sebagai paradigma pembangunan ekonomi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.      Langkah-langkah dalam upaya dalam melakukan pengembangan ekonomi yang berbasis  pada ekonomi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3   Tujuan Penulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari penulisan tugas ini adalah untuk menyelesaikan tugas pancasila tentang “ pancasila sebagai paradigma” dan untuk memperluas wawasan tentang pancasila sebagai paradigma pembangunan ekonomi. Dan langkah-langkah dalam upaya melakukan pengembangan ekonomi yang berbasis pada ekonomi rakyat yang berdasarkan nilai-nilai pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4   Manfaat Penulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat dari tugas ini adalah kita dapat mengetahui lebih dalam tentang masalah pancasila sebagai paradigma pembangunan ekonomi serta langkah-langkah dalam melakukan ekonomi yang berbasis pada ekonomi rakyat yang berdasarkan nilai-nilai pancasila yang mengutamakan kesejahteraan seluruh bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.      KENAPA SYSTEM EKONOMI PENTING UNTUK DIKEMBANGKAN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan  ekonomi mengarah pada persaingan bebas dan akhirnya yang kuatlah yang menang. Hal ini sebagai implikasi dari perkembangan ilmu ekomoni pada akhir abad ke-18 menumbuhkan ekonomi kapitalis. Aras dasar kenyataan objektif inilah maka di Eropa pada awal abad ke-19 muncullah pemikiran sebagai reaksi atas perkembangan ekonomi tersebut yaitu sosialisme komunisme yang memperjuangkan nasib kaum feodal yang dilindas oleh kaum kapitalis karena tidak terwujudkan perkembangan proses politik yang demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu kiranya menjadi sangat penting bahkan mendesak untuk dikembangkan system ekomoni yang mendasarkan pada moralitas humanisme, ekomoni yang berkemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar kenyataan tersebut maka Mubyarko kemudian mengembangkan ekomoni kerakyatan yaitu ekonomi yang humanistic yang mendasarkan demi kesejahtaraan rakyat secara luas. Pengembangan ekomoni bukan hanya mengejar pertumbuhan saja melainkan demi kemanusiaan demi kesejahteraan atas kekeluargaan seluruh bangsa. Pengembangan ekomoni mendasarkan kepada kenyataan bahwa tujuan ekonomi itu adalah untuk memenuhi kebutuhan menusia agar menusia menjadi lebih sejahtera. Oleh karena itu harus mendasarkan pada kemanusiaan yaitu demi mensejahteraan kemanusiaan, ekomoni untuk kesejahteraan menusia sehingga kita harus kenghindarkan diri dari pengembangan ekomoni yang hanya mendasarkan pada persaingan bebas, monopoli dan lainya yang menimbulkan perderitaan pada menusia satu dengan yang lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.      APA AKIBAT DARI TIDAK ADANYA PAKAR EKONOMI YANG MENDASAR TENTANG PENGEMBANGAN EKONOMI DAN PENGEMBANGAN PROSES POLITIK YANG DEMOKRATIS?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila tidak ada pakar ekomoni yang mendasarkan pemikiran pengembangan ekomoni atas dasar moralitas kemanusiaan dan ketuhanan maka pengembangan mengarah pada persaingan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi harus mendasarkan pada kemanusiaan yaitu demi kesejahteraan  manusia sehingga kita harus menghindarkan diri dari pengembangan ekomoni yang hanya pada persaingan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.      KENAPA KITA HARUS MENINGKATKAN SYSTEM HUBUNGAN KELEMBAGAAN DEMOKRATIS DALAM PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN EKONOMI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan system hubungan kelembagaan demokratis harus kita perbaiki supaya tidak ada peluang bagi tumbuh kembangnya antarapenguasa politik dengan pengusaha, bahkan antara birokrat dengan pengusaha. Bangsa sebagai unsur pokok serta subjek dalam negara yang merupakan penjelmaan sifat kodrat manusia individu makhluk social adalah sebagai satu keluarga bangsa. Oleh karena itu perubahan dan pengembangan ekomoni harus diletakkan pada peningkatan harkat martabat serta kesejahteraan seluruh bangsa sebagai satu keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.      LANGKAH-LANGKAH DALAM UPAYA DALAM MELAKUKAN PENGEMBANGAN EKONOMI YANG BERBASIS  PADA EKONOMI RAKYAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang strategis dalam upaya melakukan pengembangan ekonomi yang berbasis pada ekonomi rakyat yang berdasarkan nilai-nilai pancasila yang mengutamakan kesejahteraan seluruh bangsa adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Keamanan pangan dan mengembalikan kepercayaan, yaitu dilakukan dengan program “ social safety net” yang popular dengan program jaringan pengaman sisial (JPS) sementara untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, maka pemerintah harus secara knsisten menghapuskan KKN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Program rehabilitasi dan pemulihan ekonomi. Upaya ini dilakukan dengan menciptakan kondisi kepastian usaha yaitu dengan diwujudkanya perlindungan hokum serta undang-undang persaingan yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Tranformasi struktur, guna memperkuat ekonomi rakyat maka perlu diciptakan system untuk mendorong percepatan perubahan structural. Tranformasi structural meliputi proses  perubahan dari ekonomi tradisional ke ekonomi modern, dari ekonomi lemah ke ekonomi yang tanggu, dari ekonomi subsistem ke ekonomi pasar, dari ekonomi ketergantungan kepada kemandirian, dari ekonomi orientasi dalam negeri ke orientasi ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1   KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.      Pengembangan ekonomi haruslah mengarah kepada ekonomi kerakyatan agar tidak menimbulkan kesenjangan social antara manusia satu dengan yang lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.      Peranan pakar ekonomi sangat diperlukan untuk mencapai ekonomi yang berdasarkan moralitas kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.      Untuk mencapai system hubungan harus diletakkan pada kesejahteraan bangsa, karena bangsa merupakan unsure pokok dari system kelembagaan demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.      Dalam menyelesaikan masalah yang timbul akibat pancasila sebagai paradigm pembangunan ekonomi haruslah melalui langkah-langkah seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.       Keamanan pangan dan mengembalikan kepercayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.      Program rehabilitasi dan pemulihan ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.       Transformasi struktur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2   SARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi Negara yang maju maka harus diwujudkan system hubungan kelembagaan demokratis agar tidak ada peluang bagi birokrat dengan pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan merubahan dan pengembangan ekomoni harus diletakkan pada peningkatan harkat mertabat serta kesejahteraan seluruh bangsa sebagai satu keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR. Koelan M.S. 2002. PENDIDIKAN PANCASILA. YOGYAKARTA:  PARADIGMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-3914552689984792803?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/3914552689984792803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/pancasila-sebagai-paradigma-pembangunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3914552689984792803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3914552689984792803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/pancasila-sebagai-paradigma-pembangunan.html' title='PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN EKONOMI'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-3018219887063888784</id><published>2010-03-22T05:50:00.001-07:00</published><updated>2010-03-22T06:05:58.858-07:00</updated><title type='text'>Hakikat dan Fungsi Sastra</title><content type='html'>“Tentu saja, sastra itu sebuah kata, bukan sebuah benda” (Robert Scholes dalam Luxemburg dkk, 1992: 1). Mengutip pandangan Robert Scholes di atas, dapat dikatakan bahwa sastra merupakan ruang yang mengedepankan kata-kata (semacam lahan berekspresi) dibandingkan pada kebendaan yang mungkin setiap saat bisa lapuk dan binasa. Kata-kata diyakini akan lebih awet sebab ia berputar pada imajinasi antara hati dan otak manusia. Sehingga jarang untuk binasa.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sapardi (1979: 1) memaparkan bahwa sastra itu adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium: bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan; dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial. Dalam pengertian ini, kehidupan mencakup hubungan antar masyarakat, antara masyarakat dengan orang-seorang, antar manusia, dan antar peristiwa yang terjadi dalam batin seseorang. Bagaimanapun juga, peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam batin seseorang, yang sering menjadi bahan sastra, adalah pantulan hubungan seseorang dengan orang lain atau dengan masyarakat.&lt;br /&gt;Lebih khusus, Burhan Nurgiyantoro (1995) menyebutkan pada dunia kesastraan dikenal adanya prosa sebagai salah satu genre sastra di samping genre-genre yang lain. Prosa dalam pengertian kesastraan disebut juga dengan fiksi, teks naratif, atau wacana naratif (dalam pendekatan struktural dan semiotik). Istilah fiksi adalah cerita rekaan atau cerita khayalan. Menurut Altenbernd dan Lewis (dalam Nurgiyantoro, 1995: 2) dapat diartikan sebagai “prosa naratif yang bersifat imajiner, namun biasanya masuk akal dan mengandung kebenaran yang mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia. Pengarang mengemukakan hal itu berdasarkan pengalaman dan pengamatannya terhadap kehidupan. Namun, hal itu dilakukan secara selektif dan dibentuk sesuai dengan tujuannya yang sekaligus memasukkan unsur hiburan dan penerangan terhadap pengalaman kehidupan manusia.”&lt;br /&gt;Sampai sekarang, belum ada semacam kesepakatan secara universal tentang pengertian sastra. Taum (1997) mengungkapkan bahwa pendefinisian sastra tak mungkin dirumuskan secara luas namun tergantung pada lingkungan kebudayaan tertentu dimana sastra itu dijalankan. Sastra hanya sebuah istilah yang dipergunakan untuk menyebut sejumlah karya dengan alasan tertentu dalam lingkup kebudayaan tertentu pula.&lt;br /&gt;Hakikat Sastra Definisi ontologis yang bermaksud merumuskan hakikat sastra terbukti tidak dapat diterapkan. Misalnya definisi seperti: “sastra adalah karya cipta atau fiksi yang bersifat imajinatif” atau “sastra adalah penggunaan bahasa yang indah dan berguna yang menandakan hal-hal lain” (Taum, 1997: 13). Ketiadaan pengertian yang baku terhadap sastra tidak membuat sastra kehilangan bentuk atau menjadi hantu sebagai satu disiplin ilmu. Saya berpikir bahwa hal ini adalah esensi positif terhadap penilaian sastra karena ia terus-menerus menampilkan wajah baru. Tidak stagnan tetapi dinamis, tidak terikat dengan pengertian baku menjadi sastra lebih bebas berekspresi dalam pencapaian hakikat maupun fungsinya.&lt;br /&gt;Dalam “Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Moderen” yang disusun oleh Muhammad Ali hakikat adalah kebenaran atau kenyataan yang sebenarnya. Dari berbagai pendapat yang dipaparkan sebelumnya maka dapat ditarik sebuah garis tentang hakikat sastra yaitu pengungkapan realitas kehidupan masyarakat secara imajiner atau secara fiksi. Dalam hal ini, sastra memang representasi dari cerminan masyarakat. Senada dengan apa yang diungkapkan oleh Georg Lukacs (Taum, 1997: 50) bahwa sastra merupakan sebuah cermin yang memberikan kepada kita sebuah refleksi realitas yang lebih besar, lebih lengkap, lebih hidup, dan lebih dinamik.&lt;br /&gt;Dapat ditambahkan bahwa kebenaran dalam dunia fiksi adalah kebenaran yang sesuai dengan keyakinan pengarang, kebenaran yang telah diyakini “keabsahannya” sesuai dengan pandangannya terhadap masalah hidup dan kehidupan (Nurgiyantoro, 1995: 5). Walaupun dunia fiksi lebih banyak mengandung berbagai kemungkinan-kemungkinan, namun ia tak bisa lepas dari kejadian-kejadian langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pengarang. Memang pengarang diberi ruang seluas-luasnya dalam memanipulasi fakta, membuat apologi-apologi baru seperti E.S. Ito dalam novel “Rahasia Meede” (2007) yang mengungkapkan kemungkinan adanya harta karun VOC di lepas pantai Jakarta tepatnya di Pulau Onrust, tetapi E.S. Ito menyusunnya dari kenyataan sejarah yang terjadi di Hindia Belanda. Banyaknya pengungkapan data sejarah baru membuat orang berpikir jangan-jangan memang ada harta karun yang ditinggalkan oleh VOC.&lt;br /&gt;Hal ini mengesampingkan pendapat Abrams (dalam Nurgiyantoro, 1995: 2) yang mengatakan bahwa fiksi merupakan karya naratif yang isinya tidak menyaran pada kebenaran sejarah. Karya fiksi, dengan demikian, menyaran pada suatu karya yang menceritakan sesuatu yang bersifat rekaan, khayalan, sesuatu yang tidak ada dan terjadi sungguh-sungguh sehingga ia tak perlu dicari kebenarannya pada dunia nyata.&lt;br /&gt;Fungsi Sastra Abdul Wachid B.S. secara eksplisit mengemukakan dalam buku kumpulan esai sastranya berjudul “Sastra Pencerahan” (2005) bahwa sastra berfungsi sebagai media perlawanan terhadap slogan omong-kosong tentang sosial kemasyarakatan. Sapardi (1979) mengemukakan tiga hal yang harus diperhatikan yaitu: a) Sudut pandangan ekstrim kaum Romantik misalnya menganggap bahwa sastra sama derajatnya dengan karya pendeta atau nabi; dalam anggapan ini tercakup juga pendirian bahwa sastra harus berfungsi sebagai pembaharu dan perombak. b) Dari sudut lain dikatakan bahwa sastra bertugas sebagai penghibur belaka; dalam hal ini, gagasan “seni untuk seni” tak ada bedanya dengan praktek melariskan dagangan untuk mencapai best seller. c) Semacam kompromi dapat dicapai dengan meminjam sebuah slogan klasik: sastra harus mengajarkan sesuatu dengan cara menghibur. Lantas apa fungsi sastra sebenarnya?&lt;br /&gt;Tidak terlalu susah namun dikatakan mudah pun juga tidak dalam menentukan fungsi sastra. Namun, pendapat Sapardi di atas adalah pendapat umum tentang fungsi sastra. Kenapa sastra berfungsi sebagai pembaharu? Seperti yang sudah disebutkan jauh di atas, sastra adalah ruang dinamis yang terus bergerak. Akan ada sesuatu yang baru dalam dunia kesastraan. Pendapat yang yang baru merupakan penyusunan kembali pendapat lama. Kadang-kadang menjadi inspirasi tiada tara. Keadaan yang dinamis ini tentunya tidak akan menciptakan kondisi yang adem ayem saja, tetapi karena sastra itu bergerak dan berpikir, maka polemik,kritik sana-kritik sini adalah hal yang lumrah.&lt;br /&gt;Kenapa sastra harus menghibur? Menghibur bukan berarti membuat pembaca terpingkal-pingkal karena tak dapat menahan tawanya. Namun lebih kepada kepuasan batin ketika mengikuti alur cerita. Herman J. Waluyo (2006) memberikan istilah katarsis yaitu pencerahan jiwa atau penyadaran jiwa terhadap lingkungan masyarakat atau terhadap keterbatasan individu yang seringkali melabrak posisi Tuhan. Memang, ada pengarang yang merepresentasikan karyanya sebagai hiburan dalam artian membuat pembaca hanyut dalam tawanya. Seperti cerita “Kambing Jantan” (2006) misalnya (maaf saya lupa nama pengarangnya) yang penuh dengan kekonyolan-kekonyolan. Namun entah kenapa karya-karya seperti ini sering dianaktirikan sebagai bukan karya sastra tetapi karya teenlit atau sastra prematur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-3018219887063888784?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/3018219887063888784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/hakikat-dan-fungsi-sastra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3018219887063888784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3018219887063888784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/hakikat-dan-fungsi-sastra.html' title='Hakikat dan Fungsi Sastra'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-3668125870426361343</id><published>2010-03-22T05:49:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T22:40:53.599-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KWN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa Ind'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar'/><title type='text'>Gambaran Umum Karya Sastra</title><content type='html'>Karya sastra memang berperan penting sebagai media untuk memperjuangkan suatu pemikiran, sikap, dan perilaku tertentu yang dicita-citakan oleh pengarangnya. Namun jika tujuan/tendensi itu terlalu kuat dan mengabaikan aspek-aspek estetis, maka terjadilah proses ideologisasi. Proses ideologisasi ini dapat juga ditelusuri dari perdebatan tentang sastra religius dan sekuler yang sedang marak. &lt;br /&gt;Pelabelan sastra religius dan tidak religius (sekuler) di Indonesia saat ini sangat menarik untuk didiskusikan. Alasannya, pendikotomian tersebut mempunyai potensi untuk memberikan penilaian hitam putih, baik dan buruk pada sebuah karya sastra, juga terhadap sifat dan perilaku tokoh yang diimajikan. Potensi lainnya adalah menghadapkan hubungan antar golongan (khususnya kelompok agama). &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Potensi-potensi di atas muncul karena anggapan umum bahwa sastra religius adalah karya sastra yang di dalamnya mengusung lambang-lambang agama formal (Mashuri, 2003). Termasuk di dalamnya terdapat istilah-istilah agama dan ajaran-ajaran/dogma agama yang diorientasikan agar dilakukan oleh pengikutnya. Oleh karenanya, pada saat memberi label tidak dapat dihindarkan untuk tidak mencantumkan identitas agama. &lt;br /&gt;Dalam konteks Indonesia yang sedang marak adalah penggunaan sastra yang berlabel ”Islami”. Mengenai kecenderungan ini ada tiga hal yang penting dipertanyakan? Pertama, bagaimana dengan karya sastra yang tidak menggunakan label-label agama tertentu tapi sarat dengan perjuangan kemanusian, keadilan, dan kesetaraan yang merupakan prinsip dasar agama (Muhidin M. Dahlan, 2007), apakah tidak dapat dikategorikan sebagai sastra religius? Kedua, apakah dengan pelabelan yang mendasar pada agama formal, seperti ”Sastra Islam” tidak akan memunculkan dikotomi baru seperti misalnya ”Sastra Kristen” dan bukan tidak mungkin situasi ini mempertajam pertentangan hubungan antar golongan di Indonesia? Ketiga, apabila sastra yang disebut religius dianggap menampilkan cerita yang santun dan sarat dengan kebaikan, apakah sastra yang tidak dikategorikan sastra religius telah menampilkan sesuatu yang buruk dan mengajak orang dalam kesesatan?&lt;br /&gt;Lebih krusialnya, pembedaan tersebut cenderung dipertajam pada persoalan seks. Bagi pendukung dan pencetus sastra religius seperti Taufik Ismail, dan Helvy Tiana Rosa (Lingkar Pena) menyatakan bahwa sastra yang Islami (religius) tidak akan mendeskripsikan hubungan badani, kemolekan tubuh perempuan atau betapa indahnya kemaksiatan secara vulgar dengan mengatasnamakan seni atau aliran sastra apa pun (dikutip dari tulisan Muhidin M. Dahlan, 2007). &lt;br /&gt;Sedangkan pada sastra sekuler cenderung diidentikkan sebagai ”sastra selangkangan” yang hanya mengumbar seks, persetubuhan, dan penggambaran tubuh (khususnya tubuh perempuan) secara vulgar. Dalam hal pelabelan (”sastra Islami”, dan sebagainya) mendorong terjadi ekslusivitas dan pembatasan bagi para penikmat sastra. Situasi inilah yang dianggap Muhidin (2007) sebagai implementasi dari ”kita” dan ”mereka/yang lain”. &lt;br /&gt;Selain memperlebar jarak hubungan antar golongan, penting juga untuk dilihat adalah pengimajian terhadap perempuan di kedua aliran/genre sastra tersebut. Benarkah pada sastra yang berlabel religius telah menempatkan perempuan sebagai ”yang terhormat”, manusiawi, dan merdeka atau justru membungkam dan mendomestifikasi? Benarkah dalam sastra yang sekuler khususnya yang dituduh sebagai ”sastra selangkangan” telah mengimajikan sosok perempuan yang berdaya, mandiri, dan merdeka ataukah justru tereksploitasi? Dan pada akhirnya, kepentngan (ideologisasi) apakah yang melatarbelakangi perdebatan sastra tersebut?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-3668125870426361343?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/3668125870426361343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/gambaran-umum-karya-sastra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3668125870426361343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3668125870426361343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/gambaran-umum-karya-sastra.html' title='Gambaran Umum Karya Sastra'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-646914574823977383</id><published>2010-03-22T05:45:00.001-07:00</published><updated>2010-03-22T05:45:33.366-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Morphology</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5COP_Net%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Wingdings;	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}a:link, span.MsoHyperlink	{color:blue;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed	{color:purple;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}p	{mso-margin-top-alt:auto;	margin-right:0in;	mso-margin-bottom-alt:auto;	margin-left:0in;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}span.ilad	{mso-style-name:il_ad;}span.hint	{mso-style-name:hint;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:676151441;	mso-list-template-ids:-2105633532;}@list l0:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	font-family:Symbol;}ol	{margin-bottom:0in;}ul	{margin-bottom:0in;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable	{mso-style-name:"Table Normal";	mso-tstyle-rowband-size:0;	mso-tstyle-colband-size:0;	mso-style-noshow:yes;	mso-style-parent:"";	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;	mso-para-margin:0in;	mso-para-margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:10.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-ansi-language:#0400;	mso-fareast-language:#0400;	mso-bidi-language:#0400;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Morphology&lt;/strong&gt; is a subdiscipline of &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Linguistics.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;linguistics&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; that studies&lt;/div&gt;word structure. &lt;span class="ilad"&gt;Words&lt;/span&gt; are at the interface between &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Phonology.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;phonology&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Syntax.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;syntax&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Semantics.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;semantics&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (Spencer / Zwicky). &lt;br /&gt;There are many current approaches to morphology. For expository purposes, this &lt;span class="ilad"&gt;article&lt;/span&gt; will describe the phenomena in a fairly traditional way: treating words as combinations of discrete &lt;span class="ilad"&gt;meaningful&lt;/span&gt; units (morphemes) put together by concatenation. A contemporary morphologist would call this a "morpheme-based" theory; alternatives are lexeme-based morphology and word-based morphology . &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;The components of &lt;span class="ilad"&gt;a word&lt;/span&gt; form are called &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Morpheme.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;morpheme&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;s. Word &lt;span class="ilad"&gt;formation&lt;/span&gt; rules describe how to select &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Morpheme.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;morpheme&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;s from the &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Lexicon.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;lexicon&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; and to combine them. &lt;br /&gt;Important concepts: &lt;br /&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Inflection.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Inflection&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;      &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Derivation:linguistics.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Derivation&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;      &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Compound:verb.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Compounding&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;      ( &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Compound:verbs:in:English:consisting:of:Latin:prefix:and:Latin:verb.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;examples&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)      &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;At the basic level, words are made of " &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Morpheme.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;morpheme&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;s." These are the smallest units of grammar: roots, prefixes, and suffixes. Native speakers recognize the morphemes as grammatically significant or meaningful. For example, "schoolyard" is made of "school" + "yard", "makes" is made of "make" + a grammatical &lt;span class="ilad"&gt;suffix&lt;/span&gt; "-s", and "unhappiness" is made of "happy" with a prefix "un-" and a suffix "-ness". &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Inflection.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Inflection&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; occurs when a word has different forms but essentially the same meaning, and there is only a grammatical difference between them: for example, "make" and "makes". The "-s" is an inflectional morpheme. &lt;/div&gt;In contrast, &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Derivation:linguistics.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;derivation&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; makes a word with a clearly different meaning: such as "unhappy" or "happiness", both from "happy". The "un-" and "-ness" are derivational morphemes. Normally &lt;span class="ilad"&gt;a dictionary&lt;/span&gt; would list derived words, but there is no need to list "makes" in a dictionary as well as "make". &lt;br /&gt;These examples also illustrate the other two kinds of morphemes, unbound (which are meaningful on their own) and bound (which have meaning when combined with another morpheme). Thus, &lt;span class="ilad"&gt;the word&lt;/span&gt; "schoolyard" consists of two unbound morphemes ("school" and "yard"), while the word "makes" has one unbound ("make") and one bound, and "unhappiness" has one unbound and two bound. &lt;br /&gt;A word may consist of two bound morphemes: the word "morpheme" itself illustrates this, since it consists, or traditionally consisted, of two bound morphemes ("morph" and "eme"). But as the example of "morpheme" reveals, bound morphemes may become unbound ones: "morph" has been adopted in linguistics for the &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Phonology.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;phonological&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; realization of a morpheme, and the verb "morph" was coined to describe a transition between &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Morphology.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;morphological&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; states (usually &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Morphology:biology.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;biological&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;). A more familiar example is if we adopt the suffix "-ish" as a separate word, and use "ish" by itself to mean "somewhat, a bit, so-so". The suffix "-ism" is often applied in a similar way to mean "a system of beliefs or an ideology" (e.g. Darwinism). &lt;br /&gt;A morpheme may have different realizations (morphs) in different contexts. For example, the verb morpheme "do" of English has three quite distinct pronunciations in thewords "do", "does" (with suffix "-s"), and "don't" (with "-n't"). Such alternating morphs of a morpheme are called its &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Allomorph.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;allomorph&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;s. Other examples are in past tenses of verbs: "I have walked", "I have eaten", "I have drunk": one verb has a regular "-ed" allomorph, one has a less common "-en" allomorph, and one changes the vowel inside the verb. This last case is a problem for description, because you can't separate the morpheme "drink" from the morpheme for past tense. The two appear fused. &lt;br /&gt;In some languages, of which &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Latin:language.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Latin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; forms a prime example, several inflections are often fused into one phonetic form. These are called &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Fusional:language.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;fusional language&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;s. For example, &lt;em&gt;dominus&lt;/em&gt; "master" has plural &lt;span class="ilad"&gt;&lt;i&gt;domini&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;, while &lt;em&gt;domina&lt;/em&gt; "mistress" has plural &lt;em&gt;dominae&lt;/em&gt;. The ending &lt;em&gt;-us&lt;/em&gt; contains the ideas of masculine and singular, and in addition is only used in the &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Nominative.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;nominative&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; case. In the &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Accusative.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;accusative&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="hint"&gt;The term accusative may be used in the following contexts: A form of morphosyntactic alignment, as found in nominative-accusative languages. The accusative case, which is a grammatical case found in nominative-accusative languages that employ explicit mor&lt;/span&gt; singular it is &lt;em&gt;dominum&lt;/em&gt;, and in the &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Genitive.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;genitive&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; plural it is &lt;em&gt;dominorum&lt;/em&gt;. It is impossible to isolate separate morphemes for case, or gender, or number. In contrast to fusional languages, &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Agglutinative:language.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;agglutinative language&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="hint"&gt;An agglutinative language is a language in which the words are formed by joining morphemes together. This term was introduced by Wilhelm von Humboldt in 1836 to classify languages from a morphological point of view. It was derived from the Latin verb aggl&lt;/span&gt;s such as &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Turkish:language.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Turkish&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; use multiple morphemes in the one word but they are all phonetically separable. &lt;br /&gt;The &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Semitic:languages.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Semitic languages&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; show an extreme of fusion, in that word roots are often represented by fixed consonants, usually three, and their inflection and derivation is done with internal vowel patterns as well as affixes. For example, in &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Arabic:language.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Arabic&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; we find &lt;em&gt;kataba&lt;/em&gt; "he wrote", &lt;em&gt;yaktubu&lt;/em&gt; "he writes", &lt;em&gt;kaatib&lt;/em&gt; "writer", &lt;em&gt;kitaab&lt;/em&gt; "book", &lt;em&gt;maktab&lt;/em&gt; "office". All these form use the consonant cluster &lt;em&gt;KTB&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Suppletion.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Suppletion&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; is the replacement of a regular form by an unrelated word. In English "go" has the past tense "went", and "be" has various unrelated parts such as "am" and "was". &lt;/div&gt;A &lt;a href="http://www.economicexpert.com/a/Cranberry:morpheme.htm"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;cranberry morpheme&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; is one that exists only in one bound form, such as the "cran-" of "cranberry". It is unrelated to the word "cran" meaning a case of herrings, and though it actually comes from "crane" the bird, it is not at all clear why. Phonetically, the first morphemes of "gooseberry" and "raspberry" also count as cranberry morphemes, as they don't occur by themselves, but the spelling gives an obscure clue to their origin. Compare these to "blackberry", which has two obvious unbound morphemes. &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-646914574823977383?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/646914574823977383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/morphology.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/646914574823977383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/646914574823977383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/morphology.html' title='Morphology'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-5681330810322275314</id><published>2010-03-02T09:03:00.001-08:00</published><updated>2010-03-02T09:03:09.360-08:00</updated><title type='text'>UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN</title><content type='html'>Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.&lt;br /&gt;Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:&lt;br /&gt;a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.&lt;br /&gt;b. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.&lt;br /&gt;Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Menjamin pemerataan dan keadilan.&lt;br /&gt;b. Menghargai keanekaragaman hayati.&lt;br /&gt;c. Menggunakan pendekatan integratif.&lt;br /&gt;d. Menggunakan pandangan jangka panjang.&lt;br /&gt;Pada masa reformasi sekarang ini, pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas, tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).&lt;br /&gt;Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya:&lt;br /&gt;a. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;b. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.&lt;br /&gt;c. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.&lt;br /&gt;1. Upaya yang Dilakukan Pemerintah&lt;br /&gt;Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain:&lt;br /&gt;a. Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.&lt;br /&gt;b. Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.&lt;br /&gt;c. Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).&lt;br /&gt;d. Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, dengan tujuan pokoknya:&lt;br /&gt;1) Menanggulangi kasus pencemaran.&lt;br /&gt;2) Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3).&lt;br /&gt;3) Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).&lt;br /&gt;e. Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.&lt;br /&gt;2. Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat Bersama Pemerintah&lt;br /&gt;Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.&lt;br /&gt;Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain:&lt;br /&gt;a. Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)&lt;br /&gt;Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Jika hal tersebut dibiarkan terus berlangsung, maka bukan mustahil jika lingkungan berubah menjadi padang tandus. Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.&lt;br /&gt;b. Pelestarian udara&lt;br /&gt;Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Kalian mengetahui bahwa dalam udara terkandung beranekaragam gas, salah satunya oksigen.&lt;br /&gt;Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain:&lt;br /&gt;1) Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita&lt;br /&gt;Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.&lt;br /&gt;2) Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.&lt;br /&gt;3) Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.&lt;br /&gt;c. Pelestarian hutan&lt;br /&gt;Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air.&lt;br /&gt;Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan:&lt;br /&gt;1) Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.&lt;br /&gt;2) Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.&lt;br /&gt;3) Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.&lt;br /&gt;4) Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.&lt;br /&gt;5) Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.&lt;br /&gt;d. Pelestarian laut dan pantai&lt;br /&gt;Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak.&lt;br /&gt;Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:&lt;br /&gt;1) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.&lt;br /&gt;2) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.&lt;br /&gt;3) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.&lt;br /&gt;4) Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.&lt;br /&gt;e. Pelestarian flora dan fauna&lt;br /&gt;Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:&lt;br /&gt;1) Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.&lt;br /&gt;2) Melarang kegiatan perburuan liar.&lt;br /&gt;3) Menggalakkan kegiatan penghijauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-5681330810322275314?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/5681330810322275314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/upaya-pelestarian-lingkungan-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/5681330810322275314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/5681330810322275314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/upaya-pelestarian-lingkungan-hidup.html' title='UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-3513416379698311898</id><published>2010-03-02T09:02:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T09:02:02.523-08:00</updated><title type='text'>LINGKUNGAN HIDUP</title><content type='html'>Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi.&lt;br /&gt;Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.&lt;br /&gt;Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Unsur Hayati (Biotik)&lt;br /&gt;Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada di kebun sekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau sesama manusia.&lt;br /&gt;2. Unsur Sosial Budaya&lt;br /&gt;Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.&lt;br /&gt;3. Unsur Fisik (Abiotik)&lt;br /&gt;Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, perubahan musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit, dan lain-lain.&lt;br /&gt;2. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia&lt;br /&gt;Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:&lt;br /&gt;a. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.&lt;br /&gt;b. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.&lt;br /&gt;c. Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.&lt;br /&gt;Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:&lt;br /&gt;a. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).&lt;br /&gt;b. Perburuan liar.&lt;br /&gt;c. Merusak hutan bakau.&lt;br /&gt;d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.&lt;br /&gt;e. Pembuangan sampah di sembarang tempat.&lt;br /&gt;f. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).&lt;br /&gt;g. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-3513416379698311898?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/3513416379698311898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/lingkungan-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3513416379698311898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/3513416379698311898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/lingkungan-hidup.html' title='LINGKUNGAN HIDUP'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-5506992873458493425</id><published>2010-03-02T08:59:00.001-08:00</published><updated>2010-03-02T08:59:56.445-08:00</updated><title type='text'>PERTAMBAHAN PENDUDUK dan LINGKUNGAN PEMUKIMAN</title><content type='html'>Penataan ruang tidak lagi semata menjembatani kepentingan ekonomi dan sosial. Lebih jauh dari kedua hal itu (ekonomi dan sosial), penataan ruang telah berubah orientasinya pada aspek yang benar-benar berpihak untuk kepentingan lingkungan hidup, sebagai konsekuensi keikut-sertaan Indonesia pada upaya menekan pemanasan global. Dalam UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, telah ditegaskan mengenai tujuan penyelenggaraan penataan ruang yaitu mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan, serta menciptakan keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan; &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia; serta perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang.&lt;br /&gt;Penataan ruang yang berpihak pada lingkungan hidup perlu ditegakkan bersama karena sebelumnya, logika penataan ruang yang hanya mengikuti selera pasar, dalam kenyataan telah mengancam keberlanjutan. Hal ini dapat dicermati dari keberadaan lahan-lahan produktif dan kawasan buffer zone berada dalam ancaman akibat konversi lahan secara besar-besaran untuk kepentingan penyediaan lahan yang mempunyai land rent tinggi seperti peruntukan lahan untuk permukiman, industri, perdagangan serta pusat-pusat perbelanjaan. Diperkirakan sekitar 15 ribu – 20 ribu ha per tahun lahan pertanian beririgasi beralih fungsi menjadi lahan non pertanian, serta tidak sedikit kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) terdegradasi. Berdasarkan data (Bappenas, 2002) terdapat sekitar 62 Daerah Aliran Sungai (dari 470 Daerah Aliran Sungai) terdegradas akibat dari penebangan hutan yang tidak terkendali dari hulu sungai. Tekanan lingkungan lainnya adalah menyangkut laju urbanisasi yang akan tumbuh sekitar 4,4 persen per tahun. Oleh karena itu diperkirakan, pada tahun 2025 nanti terdapat sekitar 60 persen penduduk Indonesia (167 juta orang) berada di perkotaan. Bila penataan ruang tidak mengikuti logika pembangunan keberlanjutan, maka dapat dipastikan bahwa kota-kota besar yang telah berkembang saat ini akan selalu berada tekanan social yang sangat tinggi. Dilihat dari perspektif ekologis bahwa pertumbuhan penduduk yang cepat dapat berdampak kepada meningkatnya kepadatan penduduk, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan mutu lingkungan secara menyeluruh. Menurut Soemarwoto (1991:230-250) bahwa secara rinci dampak kepadatan penduduk sebagai akibat laju pertumbuhan penduduk yang cepat terhadap kelestarian lingkungan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;(1) Meningkatnya limbah rumah tangga sering disebut dengan limbah domestik. Dengan naiknya kepadatan penduduk berarti jumlah orang persatuan luas bertambah. Karena itu jumlah produksi limbah persatuan luas juga bertambah. Dapat juga dikatakan di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, terjadi konsentrasi produksi limbah.&lt;br /&gt;(2) Pertumbuhan penduduk yang terjadi bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi dan teknologi yang melahirkan industri dan sistem transport modern. Industri dan transport menghasilkan berturut-turut limbah industri dan limbah transport. Di daerah industri juga terdapat kepadatan penduduk yang tinggi dan transport yang ramai. Di daerah ini terdapat produksi limbah domsetik, limbah industri dan limbah transport.&lt;br /&gt;(3) Akibat pertambahan penduduk juga mengakibatkan peningkatan kebutuhan pangan. Kenaikan kebutuhan pangan dapat dipenuhi dengan intensifikasi lahan pertanian, antara lain dengan mengunakan pupuk pestisida, yang notebene merupakan sumber pencemaran. Untuk masyarakat pedesaan yang menggantungkan hidupnya pada lahan pertanian, maka seiring dengan pertambahan penduduk, kebutuhan akan lahan pertanian juga akan meningkat. Sehingga ekploitasi hutan untuk membuka lahan pertanian baru banyak dilakukan. Akibatnya daya dukung lingkungan menjadi menurun. Bagi mereka para peladang berpindah, dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk yang sedemikian cepat, berarti menyebabkan tekanan penduduk terhadap lahan juga meningkat. Akibatnya proses pemulihan lahan mengalami percepatan. Yang tadinya memakan waktu 25 tahun, tetapi dengan semakin meningkatnya tekanan penduduk terhadap lahan maka bisa berkurang menjadi 5 tahun. Saat dimana lahan yang baru ditinggalkan belum pulih kesuburannya.&lt;br /&gt;(4) Makin besar jumlah penduduk, makin besar kebutuhan akan sumber daya. Untuk penduduk agraris, meningkatnya kebutuhan sumber daya ini terutama lahan dan air. Dengan berkembangnya teknologi dan ekonomi, kebutuhan akan sumber daya lain juga meningkat, yaitu bahan bakar dan bahan mentah untuk industri. Dengan makin meningkatnya kebutuhan sumber daya itu, terjadilah penyusutan sumber daya. Penyusutan sumber daya berkaitan erat dengan pencemaran. Makin besar pencemaran sumber daya, laju penyusunan makin besar dan pada umumnya makin besar pula pencemaran.&lt;br /&gt;Tingkat laju pertumbuhan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan bukan mustahil akan menyalip Amerika Serikat. Jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 227 juta jiwa, sedangkan penduduk AS berjumlah 315 juta jiwa. Dari hasil survei, pertumbuhan penduduk Indonesia per tahun bertambah 3,2 juta jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kuantitas jumlah ini sama dengan jumlah seluruh penduduk Singapura. Kepala BKKBN Sugiri Syarief menunjukkan bahwa program KB ternyata mengalami stagnasi dengan angka rata-rata seorang wanita mempunyai anak selama masa subur secara nasional pada 2007 tetap berada di angka 2,6 dibanding 2003. Jumlah penduduk Indonesia saat ini menduduki nomor empat terbanyak di dunia setelah China dengan 1,3 miliar jiwa, India dengan 1,2 miliar, dan AS nomor ketiga dengan 315 juta. (Republika, 2 Juni 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergesernya pola hidup masyarakat dan tingginya tuntutan hidup modern yang makin sulit dikejar menyebabkan terjadinya banyak stressor atau penyebab stress yang menyerang masyarakat metropolis. Tidak mengherankan bila gangguan kejiwaan pun menjadi salahsatu penyakit tren masyarakat kota dewasa ini. Indikatornya, jelas terlihat dari banyaknya pasien non psikosa (bukan kejiwaan) yang dirawat instalasi Ilmu Kedokteran Jiwa berbagai RSU. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berakibat lebih parah, selayaknya kita bercermin pada berbagai kejadian khusus yang cenderung muncul di perkotaan. Jakarta, Surabaya, Medan dan kota besar lainnya tidak hanya tampak indah dengan gedung-gedung pencakar langit dengan arsitektur modern dan deretan mobil mewah yang berseliweran. Kota-kota ini tidak hanya gagah karena gemerlapnya lampu-lampu kota yang menghidupkan suasana malam. Namun, di balik gemerlap semua itu, kota ini juga mempunyai berbagai masalah pelik sebagai kota besar yang notabene menjadi sasaran kaum urban sebagaimana dialami kota-kota besar lain di berbagai belahan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akumulasi berbagai masalah klasik akibat peningkatan jumlah penduduk kota yang cepat makin dirasakan dampaknya, mulai dari kemiskinan, pencemaran, pengangguran, hingga kriminalitas dan sebagainya. Diperburuk lagi, kini banyak problema lingkungan hidup kota sehingga pelestarian lingkungan makin berkurang dan perencanaan kota jadi tidak sesuai dengan kenyataan akibat pengaturan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) baik kota maupun propinsi yang sering tidak sinkron. Buntut dari rangkaian masalah itu tidak lain adalah tingkat daya dukung kota terhadap kehidupan warga yang makin rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalami Lonjakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, pertumbuhan penduduk kota-kota di dunia cenderung mengalami lonjakan yang sangat fenomenal, sementara pada saat yang sama, kualitas lingkungan cenderung menurun. Lebih dari setengah jumlah penduduk di dunia sekarang ini tinggal di perkotaan. Masalah-masalah perkotaan, seperti kepadatan lalu lintas, pencemaran udara, perumahan dan pelayanan masyarakat yang kurang layak, kriminal, kekerasan dan penggunaan obat-obat terlarang menjadi masalah yang harus dihadapi masyarakat perkotaan. Sangat wajar, apabila kecenderungan tersebut terus-menerus tidak ditangani maksimal, ibarat bola salju yang makin lama makin membesar, dan akhirnya memicu runtuhnya kekuatan psikologis masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika penduduk Surabaya tahun 2010 diasumsikan berjumlah 5 juta jiwa, berarti setiap jiwa hanya disuplai oleh lingkungan alam lebih kurang seluas 650 meter persegi, padahal dalam suplai udara bersih, tidak ada ruang lagi untuk mendapatkannya. Penyebabnya adalah jumlah penggunaan kendaraan bermotor yang makin meningkat sehingga akan menghasilkan gas polutan bahan-bahan insektisida. Masalah polusi udara di dalam ruangan adalah yang paling kerap kita hadapi sehari-hari. Menurut laporan EPA (Environmental Protection Agency) 26.000 jiwa meninggal dalam setiap tahunnya yang diakibatkan dari polusi udara dalam ruangan. Sementara menurut laporan WHO sebanyak 12,5 juta jiwa mengalami gangguan kesehatan akibat polusi udara tersebut.(Sardiyoko:2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-5506992873458493425?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/5506992873458493425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/pertambahan-penduduk-dan-lingkungan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/5506992873458493425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/5506992873458493425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/pertambahan-penduduk-dan-lingkungan.html' title='PERTAMBAHAN PENDUDUK dan LINGKUNGAN PEMUKIMAN'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-4394777389694969715</id><published>2010-03-02T08:34:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T08:34:01.238-08:00</updated><title type='text'>The Advantages and the Disadvantages live in Twentieth Century</title><content type='html'>A person born in twentieth century has seen many changes take place in almost all areas human life. Some people are excited by the challenges that these changes offer; others long return to the simpler, less automated life style of the past. Living in the twentieth century has certain advantages such as higher standard of living, but also has some disadvantages such as polluted environment, the depersonalization of human relationships and the awakening of spirit values.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;The disadvantages live in the twentieth century is the higher of living because it is will support our life. For the example, you need technology to help you to finish your housework such as vacuum cleaner to sweeping the floor or washing machine to wash your clothes. In addition, it is will influence you social connection too. Some people in the city like to waste time with drinking coffee in the Café with their friends or people more like to buy their daily needs in super market. Beside that, people more concern with their healthier. They do many ways to get it, started from cheap ways until the expensive ways by join with fitness club or do yoga. Those all the examples are the higher standard of living in the twentieth century. To get those all you need much money, so you must work hard to be a rich person and directly it is freezer you to enjoy life. You can not avoid it because it is become a life style in human life.&lt;br /&gt;If live in the twentieth century has the advantages, of course, it will have some disadvantages too, such as polluted environment. The pollution comes from vehicle, factory, or housework equipment technology. It is very dangerous for our environment and healthier. As we know, pollution is the biggest factor of environment destroy and the causes of some disease such as lung and skin cancer. The other disadvantage of it is the human relationships tent to be depersonalization. People have their own business and they are really concern about it until they never think about people and the environment around them. Because of that, they are not has much time to make relationship wit other people. Another disadvantage is the awakening of spirit values. The developments of technology make people trust a lot with it than with their God. Finally, the modernization has decreased spiritual value in human body in the twentieth century.&lt;br /&gt;In conclusion, although twentieth century has indeed given us a lot of disadvantages by making us richer, healthier, and freezer to enjoy our lives. It has. In my opinion, not made us wiser. The twentieth century has also made our earth dirtier, our people less humane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2419505448600581035-4394777389694969715?l=www.abhest.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.abhest.co.cc/feeds/4394777389694969715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/advantages-and-disadvantages-live-in.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/4394777389694969715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2419505448600581035/posts/default/4394777389694969715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.abhest.co.cc/2010/03/advantages-and-disadvantages-live-in.html' title='The Advantages and the Disadvantages live in Twentieth Century'/><author><name>Bhest Leito</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-uq7vhGN2Ea8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOY/XKbmjF19HNY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2419505448600581035.post-1235734121642910176</id><published>2010-02-24T09:53:00.001-08:00</published><updated>2010-02-24T09:58:32.441-08:00</updated><title type='text'>PERKEMBANGAN PARTAI POLITIK DARI ORDE LAMA SAMPAI REFORMASI,</title><content type='html'>&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=YleYUuPTa68%3D&amp;amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;amp;chan=tCvAcDwIBvM%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. 1.PARTAI POLITIK (PARPOL) PADA MASA PERGERAKAN&lt;br /&gt;Yang dimaksud Partai Politik adalah perkumpulan (segolongan orang-orang) yang seasas, sehaluan, setujuan, (terutama di bidang politik). Baik yang berdasarkan partai kader atau struktur kepartaian yang dimonopoli oleh sekelompok anggota partai yang terkemuka; maupun yang berdasarkan partai massa, yaitu partai politik yang mengutamakan kekuatan berdasarkan keunggulan jumlah anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) parpol juga berarti perkumpulan yang didirikan untuk mewujudkan ideologi politik tertentu (KBBI, 1990 : 650). Dalam sejarah Indonesia, keberadaan Parpol di Indonesia diawali dengan didirikannya &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;organisasi Boedi Oetomo (BO) pada tahun 1908 di Jakarta oleh dr. Wahidin Soediro Hoesodo dkk. Walaupun pada waktu itu BO belum bertujuan ke politik murni, tetapi keberadaan BO sudah diakui para peneliti dan pakar sejarah Indonesia sebagai perintis organisasi modern. Dengan kata lain, BO merupakan cikal bakalnya organisasi massa atau organisasi politik di Indonesia. Perkembangan menjadi lebih pesat tatkala Indische Partij (IP) memperjuangkan “kemerdekaan Indonesia” berdasarkan kebangsaan Indierschap. Parpol yang aktif pada masa pergerakan ini yaitu INDISCHE PARTIJ yang didirikan oleh Dr. E.E.F. Douwes Dekker di Bandung pada tanggal 25 Desember 1912. Yang bertujuan melanjutkan Indische Bond yang telah ada sejak 1898 sebagai organisasi Kaum Indo peranakan di Indonesia. Seorang Indo sebagai perumus gagasan yaitu Dr. E.E.F. Douwes Dekker yang kemudian terkenal dengan nama Danudirdja Setiabudhi. Adanya diskriminasi antara kaum Indo peranakan dan Belanda baik dalam gaji maupun perlakuan lainnya menyebabkan timbulnya pergolakan jiwa di kalangan kaum Indo. Lalu bertekad mendirikan perkumpulan yang radikal yang berusaha meleburkan diri dengan masyarakat pribumi. Terutama adanya ancaman yang sama yaitu penindasan kolonial. Kartodirdjo, 1975 : 189). Partai Politik pada zaman pra-kemerdekaan pada umumnya bertujuan untuk memperjuangkan tercapainya kemerdekaan Indonesia, seperti yang diperjuangkan oleh Parpol Indische partij.&lt;br /&gt;2.PARPOL DI MASA PENDUDUKAN JEPANG&lt;br /&gt;Setelah Perang Pasifik berjalan 3 bulan, pada bulan Maret 1942 tentara Jepang dipimpin Jendral Imamura mendarat di Pulau Jawa. Dengan semboyan “kemakmuran bersama” dan “Asia untuk bangsa Asia”, banyaklah di antara pemimpin-pemimpin Indonesia yang terpikat hatinya oleh Jepang, sebab percaya pada propagandanya yang katanya mengadakan Perang Suci.&lt;br /&gt;Kedatangan bangsa Jepang yang sesungguhnya menggantikan kedudukan penjajahan Belanda, disambut dengan gembira disesbabkan oleh Belanda dapat kekalahan dan dihina oleh Jepang. Parpol dilarang, kecuali Masyumi boleh berkembang. Untuk memuaskan bangsa Indonesia, Jepang mengatur strategi yaitu kota-kota di Indonesia yang sejak zaman Belanda diganti dengan nama Belanda, lalu diganti lagi dengan nama Indonesia asli.&lt;br /&gt;a) Penyaringan Politik Ketika Jepang bertindak sewenang-wenang, berbuat sangat kejam dan hidup kemewahan, sedang ribuan rakyat Indonesia yang mati kelaparan dan dipaksa menjadi budak romusha yang menderita, kepercayaan Perang Suci di Asia Timur Raya itu hanya tipis sekali di hati bangsa Indonesia. Beberapa golongan bangsa Indonesia yang tidak tahan lagi melihat kekejaman Jepang lalu memberontak, seperti pemberontakan PETA di Blitar, Tasikmalaya, Cirebon, dan Kalimantan Barat. Setelah peristiwa tersebut terjadi, rakyat Indonesia terutama pemudanya yang sudah mendapat latihan militer menyadari bahwa nasib bangsa Indonesia yang dijajah oleh siapa pun sama berat rasanya. Maka dari itu bulatlah tekad mereka untuk merebut kemerdekaan, sekalipun akan menimbulkan korban lautan darah.&lt;br /&gt;b) Perjuangan Kemerdekaan Pemimpin-pemimpin nasional kita sadar bahwa jalannya pelaksanaan suatu proklamasi kemerdekaan bukan hanya tergantung dari semangat bangsanya sendiri, tetapi juga sikap dunia internasional terhadapnya, terlebih pula karena kekuatan kita di lapangan teknik modern masih kurang dan aparat teknis modern selama masa pendudukan mengalami kemerosotan yang tidak kecil. Akan tetapi angkatan muda menyadari bahwa bagaimanapun juga saat kemerdekaan sudah tidak dapat diundur-undur lagi, sistem pemerintahan kolonial tak dapat diterima lagi.&lt;br /&gt;3.AWAL PERKEMBANGAN PARPOL PADA MASA KEMERDEKAAN&lt;br /&gt;Dalam perjuangan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, rakyat tidak hanya menyusun pemerintahan dan militer yang resmi, tetapi juga menyusun laskar atau badan perjuangan bersenjata dan organisasi politik. Pada zaman kemerdekaan ini, partai politik tumbuh di Indonesia ibarat tumbuhnya jamur di musim hujan, dengan berbagai haluan ideologi politik yang berbeda satu sama lain. Hal ini dikarenakan adanya maklumat Pemerintah RI 3 November 1945 yang berisi anjuran mendirikan partai politik dalam rangka memperkuat perjuangan kemerdekaan.&lt;br /&gt;Diantaranya yaitu : 1. Partai Sosialis 2. Partai Komunis Indonesia (PKI) 3. Partai Buruh Indonesia 4. Partai Rakyat Jelata atau Murba 5. Masyumi 6. Serindo – PNI&lt;br /&gt;4. PARPOL DI MASA UUDS 1950 – 1959&lt;br /&gt;Ketika itu Indonesia menganut demokrasi liberal, karena kabinetnya bersifat parlementer. Dalam demokrasi parlementer, demokrasi liberal atau demokrasi Eropa Barat, kebebasan individu terjamin. Begitu juga lembaga tinggi. Dalam sistem politik menurut UUDS 1950 peranan partai-partai besar sekali. Antara partai politik dan DPR saling terdapat ketergantungan, karena anggota DPR umumnya adalah orang-orang partai. Dalam tahun-tahun pertama sesudah pengakuan kedaulatan, orang berpendapat bahwa partai merupakan tangga ketenaran atau kenaikan kedudukan seseorang. Pemimpin-pemimpin partai akan besar pengaruhnya terhadap pemerintahan baik di pusat maupun di daerah-daerah dan menduduki jabatan tinggi dalam pemerintahan meskipun pendidikannya rendah. Partai politik pada zaman liberal diwarnai suasana penuh ketegangan politik, saling curiga mencurigai antara partai politik yang satu dengan partai politik lainnya. Hal ini mengakibatkan hubungan antar politisi tidak harmonis karena hanya mementingkan kepentingan (Parpol) sendiri.&lt;br /&gt;5.PARTAI POLITIK PADA MASA ORDE LAMA&lt;br /&gt;Dengan dikeluarkannya maklumat pemerintah pada tanggal 3 November 1945 yang menganjurkan dibentuknya Parpol, sejak saat itu berdirilah puluhan partai. Maklumat ini ditandatangani oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta. Atas usul Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat yang meminta diberikannya kesempatan pada rakyat yang seluas-luasnya untuk mendirikan Partai Politik. Partai Politik hasil dari Maklumat Pemerintah 3 November 1945 berjumlah 29 buah, dikelompokkan dalam 4 kelompok partai berdasarkan ketuhanan, kebangsaan, Marxisme, dan kelompok partai lain-lain yang termasuk partai lain-lain adalah Partai Demokrat Tionghoa Indonesia dan Partai Indo Nasional. Partai-partai peserta pemilu yang tidak berhasil meraih kursi disebut sebagai “Partai Gurem”, partai yang tidak jelas power base-nya. Parta-partai Gurem itu semakin lama semakin tidak terdengar lagi suaranya. Sementara itu partai yang berhasil meraih kursi melakukan penggabungan-penggabungan dalam pembentukan fraksi. Sampai dengan tahap ini perkembangan kepartaian mengalami proses seleksi alamiah berdasarkan akseptabilitas masyarakat. Jumlah partai yang semula puluhan banyaknya, terseleksi sehingga hingga menjadi belasan saja. Jumlah yang mengecil itu bertahan sampai dengan berubahnya iklim politik dari alam demokrasi liberal ke alam demokrasi terpimpin. Proses penyederhanaan partai berlangsung terus-menerus. Pada tanggal 5 Juli 1960 Presiden Sukarno mengeluarkan Peraturan Presiden No.13 tahun 1960 tentang pengakuan, pengawasan, dan pembubaran partai-partai. Pada tanggal 14 April 1961 Presiden Sukarno mengeluarkan Keputusan Presiden no. 128 tahun 1961 tentang partai yang lulus seleksi, yaitu PNI, NU, PKI, partai Katolik, Pertindo, Partai Murba, PSII, Arudji, dan IPKI. Dan 2 partai yang menyusul yaitu Parkindo dan partai Islam Perti. Jadi pada waktu itu, parpol yang boleh bergerak hanya 10 partai saja, karena parpol yang lain dianggap tidak memenuhi definisi tentang partai atau dibubarkan karena tergolong partai Gurem. Tetapi jumlah partai yang tinggal 10 buah itu berkurang satu pada tahun 1964. Presiden Sukarno atas desakan PKI dan antek-anteknya, membubarkan Partai Murba dengan alasan Partai Murba merongrong jalannya revolusi dengan cara membantu kegiatan terlarang seperti BPS (Badan Pendukung Sukarnoisme) dan Menikebu (Manifesto
